Test RSS

Dharma Wanita UNSOED Gelar Sosialisasi BPJS Kesehatan dan Pemerikasaan IVA

[unsoed.ac.id, Sen, 20/10/14] Dharma Wanita Persatuaan UNSOED bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Utama Purwokerto dan Rumah sakit Wijaya Kusuma Purwokerto, Senin (20/10) mengadakan sosialisasi BPJS Kesehatan dan pemerikasaan IVA (Inspeksi  Visual  Asetik). Dalam acara ini hadir narasumber Willys Espaherly dan Esti Wardhani  staf dari BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto serta dr. Puji Tri Harsono, SpOG selaku Kepala Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumah Sakit Wijaya Kusuma (DKT). Hadir Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan serta seluruh anggota DWP UNSOED.

Drs. Nurul Anwar, M.S, Ph.D selaku wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan yang dalam pembukaanya menyampaikan bahwa sosialisasi BPJS kesehatan ini merupakan program Asuransi Kesehatan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan agar setiap peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan. Sosialisasi kanker serviks yang merupakan kangker yang menyerang perempuan diusia produktif oleh karena itu diperlukan pemahaman yang benar serta bagaimana menditeksi dini dan penanggulanaya. “Setelah sosialisasi ini para anggota Dharma Wanita Persatuan UNSOED dapat mengikuti pemeriksaan IVA Di Ruang Kabag Humas ,”ungkap beliau.

Narasumber pertama Willys Espaherly menyampaikan program BPJS Kesehatan ini memiliki manfaat yang meliputi pelayanan kesehatan perseorangan mencakup promotif, presentatif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan indikasi medis yang diperlukan dan narasumber selanjutnya Esti Wardhani menyampaikan skrining riwayat kesehatan dan deteksi dini kanker leher Rahim dengan metode Inpeksi Visual Asetat (IVA) dan Papsmear oleh Laboratorium  dan RS yang di tuju.

Sedangkan narasumber yang terakhir dr. Puji Tri Harsono, SpOG memaparkan mengenai Kanker Leher Rahim yang menyerang pada perempuan diusia 35-55 tahun yang disebabkan oleh Trauma persalinan, kerusakan sel, Infeksi dan kehigienisan/kebersihan yang memiliki tanda-tanda/ gejala keputihan, perdarahan, rapuh mudah berdarah, rasa nyeri dan gangguan BAB sedangkan untuk penyembuhan dilakuan pembedahan/ operasi, Radio Terapi, Kemoterapi. dr. Puji Tri Harsono mengungkapkan kanker leher Rahim dapat dicegah dengan hindari Nikah muda, tidak terlalu banyak anak, merawat kebersihan, konsumsi makan bergizi dan melakukan pemeriksaan papsmear berkal.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Visitasi BAN-PT di Farmasi UNSOED

[unsoed.ac.id, Sen, 20/10/14] Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jenderal Soedirman, selama dua hari (20-21/10) mendapat kunjungan dari Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tim Asesor terdiri dari Prof. Dr. Elly Wahyudin, DEA, Apt dan Dr. Maria Immaculata Iwo, Apt. Kedatangan tim Asesor tersebut adalah dalam rangka asesmen lapangan dan pengecekan data  yang telah dilaporkan oleh Jurusan/Program Studi S1 Farmasi FKIK UNSOED kepada BAN-PT dalam pengajuan Akreditasi.

Tim Asesor diterima oleh Rektor UNSOED Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. didampingi oleh Wakil Rektor II dan III, Dekan FKIK beserta Wakil Dekan I, II dan III, Ketua Jurusan Farmasi. Kegiatan dilanjutkan pertemuan dengan jajaran struktural FKIK dan Jurusan Farmasi. Dekan FKIK, Dr. Warsinah, M.Si, Apt berharap dengan kehadiran Tim Asesor akan mendapat masukan sehingga kedepan dapat mengelola Jurusan Farmasi dengan lebih baik.

Pada hari pertama, diawali dengan presentasi oleh Wakil Dekan I, dr. Wahyu Siswandari, SP. PK mengenai visi, misi, tujuan, sasaran, strategi pencapaian, sistem pengelolaan, sistem penjaminan mutu, mahasiswa & kelulusan,  sampai dengan kerjasama yang telah dilaksanakan oleh jurusan farmasi. Dilanjutkan dengan visitasi lapangan ketempat sarana dan prasarana, kemudian wawancara dengan dosen, pegawai, mahasiswa, alumni dan pengguna alumni.  Sedangkan pada hari keduaakan dilaksanakan kembali visitasi lapangan ketempat sarana dan prasarana dan pembahasan terakhir.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Jurusan Perikanan dan Kelautan Gelar Kuliah Umum Status Penelitian Karang di Indonesia

[unsoed.ac.id, Sen, 20/10/14] Sedikitnya penelitian mengenai penyakit karang di Indonesia yang notabene merupakan negara dengan ekosistem terumbu karang terbesar di dunia menjadikan para peneliti dalam negeri tergerak untuk mengajak mahasiswa Ilmu Kelautan dalam meneliti lebih lanjut tentang status penyakit karang di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu topik diskusi dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Kelautan pada Selasa, (30/9) bertempat di Ruang Actinia Gedung B Jurusan Perikanan dan Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman. Acara ini dihadiri oleh 60 orang mahasiswa Ilmu Kelautan dengan narasumber Dr. Ofri Johan, S.Pi, M.Si selaku Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Acara  dibuka oleh Tri Nur Cahyo S.T, M.Si selaku Sekretaris I Jurusan Perikanan dan Kelautan.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang  keadaan penelitian penyakit  terumbu karang. “Penelitian tentang terumbu karang di Indonesia masih tergolong terbatas dan peminatnya pun kurang ”, ujar Bapak Ofri. “Sedangkan salah satu pulau yang terumbu karangnya banyak terkena penyakit karang adalah Pulau Pari di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Hal ini terutama jika memasuki musim kemarau.”

Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala sehingga mahasiswa mendapatkan ilmu lebih dan dapat termotivasi untuk menjadi peneliti di masa yang akan datang. Jalas Veva Jaya Mahe!

Maju Terus Pantang Menyerah!

Persiapan Kedatangan Native Speaker dari Jepang di FISIP UNSOED

Bertempat di Ruang Rapat Dekanat FISIP UNSOED, Rabu 15 Oktober 2104 diselenggarakan koordinasi antara Prodi Sastra Jepang FISIP dengan JICA untuk persiapan pengiriman native speaker (dosen) dari Jepang. Berkenan hadir Wakil Dekan I FISIP Dr. Masrukin, Sekretaris Jurusan Ilmu Budaya, Kaprodi Sastra Jepang dan beberapa staf pengajarnya. Sedangkan perwakilan dari JICA (Japan International Cooperation Agency) yang hadir Ms Hikichi Yuko dan Ms Mega Savitri.

 

Wakil Dekan I menghaturkan selamat datang kepada perwakilan JICA dan sekaligus terimakasih atas kepercayaan JICA bekerjasama dengan FISIP UNSOED. Kerjasama bantuan tenaga ahli kebahasaan dari JICA (Japan International Cooperation Agency) yang akan membantu mengakselerasi proses pembelajaran di program studi Sastra Jepang. Bahkan pak Masrukin menyampaikan bahwa jalinan kerjasama ini sangat menguntungkan FISIP UNSOED. Kerjasama Internasional merupakan salah satu proses penting bagi UNSOED menuju World Class Civic University.
Ms. Hikichi Yuko perwakilan JICA juga menyampaikan terimakasih atas sambutan dan kerjasamanya selama ini. Kedatangan tim JICA kali ini memang berhubungan dengan persiapan pengiriman native speaker. Semoga pengajar dari warga negara jepang tahap kedua, dapat memberikan kontribusi bagi keberlanjutan kerjasama ini, papar Ms. Hikichi. Kemudian acara dilanjutkan dengan koordinasi teknis antara pihak JICA dengan Program Studi Sastra Jepang dalam mempersiapkan kedatangan native speaker dari Jepang.
FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !
 

Focus Group Discussion dan Launching Purwokerto Tourist Guide

[unsoed.ac.id, Jum, 17/10/14] Pariwisata merupakan salah satu sektor pendulang pendapatan negara. Mengingat signifikansinya, pengembangan pariwisata sangat perlu diperhatikan dengan seksama. Program Studi Hubungan Internasional, dalam hal ini bersama mahasiswa kelas pariwisata mengadakan Focus Group Discussion (FGD) serta launching Purwokerto Touris Guide pada hari Jumat (17/10) di meeting room Kemangi Resto. FGD kali ini merupakan diskusi yang bersumber pada penelitian kolaborasi dosen Prodi Hubungan internasional UNSOED dengan UGM. Adapun judul penelitiannya adalah “Analisis Kesiapan Pariwisata Kabupaten Banyumas menghadapi Perdagangan Bebas ASEAN dalam rangka AFAS (Asean Framework Agreement on Service).” Pembicara dalam FGD kali ini adalah Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si., selaku pengajar di Prodi Hubungan Internasional UNSOED, Dr. Rawuh Edy Priyono pengajar Jurusan Sosiologi UNSOED dan Deskart S. Djatmiko dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Banyumas.

Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa pariwisata merupakan tanggung jawab bersama. Baik masyarakat, akademisi juga pemerintah. Terkait dengan AFAS, pariwisata dan pendidikan menempati posisi yang penting mengingat mobilitas manusia yang cukup besar. Banyak orang melakukan perjalanan baik dalam maupun luar negeri terkait urusan akademis dan pariwisata. “Maka komunikasi dan langkah nyata dari pihak-pihak terkait dalam mengembangkan dan me-manage pariwisata ini sangat diperlukan,” beliau menambahkan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan launching Purwokerto Tourist Guide. Purwokerto Tourist Tuide ini dibuat Tdalam dua format. Yaitu dalam bentuk cetak booklet dan CD interaktif. Didalamnya memuat berbagai macam informasi mengenai kepariwisataan di Purwokerto dan Banyumas secara umum. Mulai dari lokasi wisata, agen perjalanan, penginapan, hingga ke akses transportasi yang lengkap.

Maju terus pantang menyerah!

Semarakkan Dies ke-51 FEB Gelar Singing Contest 2014

[unsoed.ac.id, Jum, 17/10/14] Dalam rangka Dies Natalis Ke: 51 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed mengadakan berbagai kegiatan seperti Seminar, Pertandingan Olah Raga, Seni. Rabu, (15/10) bertempat di Gedung Rhoediro Lantai 3 FEB Unsoed di adakan lomba nyanyi yang diikuti oleh mahasiswa,  Staf Pendidik dan Tenaga Pendidikan keluarga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed yang dinamakan “Singing Contest 2014”. Katagori yang dilombakan adalah Pop tunggal putra putri, Group, Dangdut Tunggal Putra dan putri.

Drs. Agung Praptapa, MBA, Ak selaku Ketua panitia Dies Natalis FEB ke 51 mengatakan bahwa ajang ini merupakan kegiatan untuk menjalin persahabatan antar dosen, karyawan dan mahasiswa serta menjaga tali silahturahmi agar tetap akrab. Peserta lomba sebanyak 40 orang, sedangkan juri diambilkan dari eksternal FEB yaitu dari Kantor Pusat Administrasi, Fakultas Peternakan dan Guru SD Kranji 3 Purwokerto untuk menjaga obyektifitas. “Untuk para finalis nantinya bisa ditampilkan di TVRI Stasiun Yogyakarta”, ungkapnya.

Sebelum acara dimulai tampil Ibu Titi Nurfitri menyanyikan lagu seriosa yang sangat apik dengan judul “The Paryer”. Hasil Kejuaraan Pop Putra Tunggal diraih oleh Cipto, Agung Praptapa, Didik masing meraih Juara 1,2,3 dan Pop Putri Tunggal diraih oleh Septi, Aldilla, Chandra, Dangdut Putri Tunggal diraih oleh Mumun, Tanti dan Nining, sedangkan Pop Group diraih oleh Juara 1 : Titi / Retno, Cipto / Evi, Eeng / Septi /  Lina.

Maju Terus Pantang Menyerah!(eNdg)

 

 

 

 

UNSOED Gelar Sosialisasi Keimigrasian

[unsoed.ac.id, Kam, 16/10/14] Seiring dengan bertambahnya tamu asing yang datang ke UNSOED, maka pemahaman terkait birokrasi keimigrasian menjadi penting. Bertempat di Gedung Rektorat lantai 1, International Relation Office (IRO) UNSOED menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Imigrasi untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Penyelenggaraan sosialisasi ini bekerja sama dengan kantor imigrasi Cilacap dengan Pembicara Desiana Haryati, A.Md.Im., S.Sos.  Menurut Ketua IRO Suprayogi, Ph.D., sosialisasi ini amatlah penting mengingat banyak aturan-aturan keimigrasian yang harus dipahami. Terutama mengenai ijin tinggal tamu asing, baik itu dosen, mahasiswa, atau tenaga ahli. Dalam acara ini juga dilakukan sosialisai Pengurusan Keimigrasian ke Luar Negeri yang disampaikan oleh Dr.rer.nat. Erwin R. Ardli.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNSOED yang hadir membuka acara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara tersebut. Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, M.S., mengungkapkan bahwa sosialisasi ini bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan dinas luar negeri atau kerjasama internasional.

Maju terus pantang menyerah!

Kedokteran Gigi Juara Nasional di Bidang Riset

[unsoed.ac.id, 16/10/14] Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, torehan prestasi tersebut dipersembahkan oleh mahasiswa jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) UNSOED yang baru saja menyabet juara 1 dan 2 kategori riset di tingkat nasional. Acara yang bertajuk 1st Airlangga Dentistry Scientific Meeting 2014  ini berlangsung pada tanggal 28 September 2014 lalu.

Mahasiswa yang berprestasi tersebut adalah tim 1 (Pradipta Unggul, Agung P. Dhartono, Zulhima Aini Rachma) dengan judul paper “Sintesis dan Karakteristik Nanopartikel Ferrite Okside (Fe3o4) Kitosan Superparamagnetik Menggunakan Template Kanji Untuk Aplikasi Material Kontras Berbasis Magnetik Resonansi Imaging (MRI)” dan tim 2  (Catur Aditya Ramadhany, Derrida Magista Pariputra, Hegar S. Pribadi) dengan judul paper “Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Manggis Terhadap Proliferasi Fibroblas Pasca Insisi Flap Gingiva”. Selain hadiah utama, masing-masing tim memperoleh tropi dan medali emas untuk tim 1 dan medali perak untuk tim 2.  Hasil yang diperoleh mahasiswa Kedokteran Gigi UNSOED ini bukan berarti tanpa usaha. Mereka harus bersaing dengan mahasiswa dari universitas lain di seluruh Indonesia. Pada awalnya mereka mengirimkan abstrak untuk seleksi awal. Pada tahap seleksi fullpaper diumumkan mereka akhirnya lolos bersama mahasiswa kedokteran gigi dari Universitas Indonesia-Jakarta, Universitas Ailangga-Surabaya, Universitas Jember, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata-Kediri dan Universitas Mahasaraswati-Denpasar hingga lolos pada babak final 3 besar dan mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan para juri.

Ajang ini juga merupakan pembuktian mahasiswa Kedokteran Gigi UNSOED, bahwa usia institusi tidak menghalangi capaian prestasi. Sudah beberapa kali UNSOED memperoleh capaian gemilang dalam kompetisi ilmiah dan diperhitungkan sebagai “strong contender” di level nasional. Hal ini tentunya mendapatkan dukungan penuh dari institusi dan dosen pembimbing UKM Canine drg Ali Taqwim, UKM penalaran dan penelitian mahasiswa di Kedokteran Gigi UNSOED. Hasilnya, kemenangan ini menjadi kado spesial di tahun 2014 untuk Dies Natalis UNSOED yang ke -51.

Selaku presentator tim 1, Agung merasa kompetisi kali ini sangat menantang. “Pertanyaan dari juri sangat sulit dan kritis. Mereka lebih menanyakan aplikasinya bagaimana? Selain itu, salah satu kompetitor di babak final adalah rekan dari UNSOED. Tampil yang terbaik saja walaupun full presure!” pungkasnya. Perlu diketahui bahwa sebelumnya Agung P. Dhartono juga telah mengikuti ajang di level internasional pada event The 61th Annual World Dental Congress of IADS-YDW (International Association of Dental Student and Young Dentist Worldwide) 2014. Pada kegiatan tersebut, bersama 2 rekannya kakak beradik Amalia Arumsari dan Vika Arumsari menjadi finalis yang berhasil mempresentasikan paper risetnya di hadapan perwakilan mahasiswa dan dokter gigi muda sedunia bulan Agustus 2014 lalu. Torehan-torehan prestasi tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi UNSOED. Semoga torehan prestasi ini akan terus berlanjut dan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk dapat terus berkarya mengharumkan almamater tercinta menjadi lebih bersinar lagi. Proficiat KG Unsoed, maju terus pantang menyerah! (Agung-Alit)

Perhatikan Batik, UNSOED Gelar FGD

[unsoed.ac.id, 16/10/14] Kepedulian UNSOED terhadap perkembangan Banyumas tak pernah surut.  Masih dalam rangka memperingati hari batik nasional, Pusat Penelitian Budaya Daerah dan Pariwisata (Puslitbudpar) LPPM UNSOED menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Strategi perbaikan Rantai Nilai Industri Batik Banyumas.  Acara yang dilaksanakan di Ruang Rapat LPPM Lantai 2 ini dibuka oleh Kapuslit Budpar Dr. Rawuh Edy Priyono, M.Si.  Semua stakeholder batik Banyumas diundang dalam kegiatan ini baik dari Disporabudpar, Bappeda, Perbankan, serta tokoh-tokoh pelaku usaha batik.  Bertindak selaku fasilitator dalam kegiatan ini adalah Dr. Nurul Anwar, MS, Rahab, S.E.,M.Sc, Najmudin, S.E.,M.Si, dan Drs. Supardi, M.Si

Batik dilihat dari sisi manapun akan terus menarik.  Hal ini disampaikan Dr. Rawuh dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara.  “Berbagai corak dan motif batik menunjukkan kreativitas dan kekayaan budaya, khususnya dalam konteks ini adalah batik Banyumas,” jelasnya.  Dalam FGD ini akan dibahas tentang berbagai masalah industri batik yang ada di Banyumas dari berbagai sisi.  “Silahkan masing-masing untuk mengungkapkan berbagai persoalan yang ditemui dalam industri batik untuk kita temukan solusinya bersama,” lanjutnya.  Dengan hadirnya seluruh stakeholder dalam satu forum diharapkan akan terjalin komunikasi diantara para pihak sehingga akan semakin meningkatkan batik di Banyumas.  Maju Terus Pantang Menyerah !

LPPM Dan Yayasan Damandiri Gelar Penganugerahan Posdaya Berprestasi

[unsoed.ac.id, Kam, 16/10/14] LPPM UNSOED bekerjasama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) menyelenggarakan acara Penganugerahan Juara Lomba Posdaya 2014, Rabu (15/10). Kegiatan bertempat di Posdaya Jalan Sunan Kalijaga nomor 11 Berkoh Purwokerto dihadiri oleh Dekan FISIP UNSOED, Ketua Panitia Posdaya, Perwakilan dari Yayasan Damandiri, Camat Purwokerto Selatan dan Perwakilan dari Posdaya. Dr. Ir. Yusuf Subagyo, M.Si selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk memberikan reward bagi Posdaya yang berprestasi dalam mengapresiasikan hasil kerja keras pada masing-masing posdaya. “Penganugerahan Posdaya ini dibagi menjadi 2 yang meliputi tingkat LPPM UNSOED dan Korwil III Jateng”, ungkapnya.

Kegiatan dibuka oleh Drs. Ali Rokhman Ph.D selaku Dekan FISIP UNSOED, membacakan sambutan Rektor menyampaikan bahwa salah satu komitmen UNSOED dalam keberpihakan terhadap masyarakat pedesaan adalah aktif dalam pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan yang pada hakekatnya setiap orang memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan membangun potensi-potensi yang ada pada masyarakat. "Dengan pengkaderan Posdaya akan memiliki peranan-peranan yang sangat penting dan strategis untuk menerjemahkan apa yang dibutuhkan masyarakat pedesaan," demikian ungkap Rektor.

Pada penganugerahan Damandiri Award Tingkat Korwil III Jawa Tengah untuk juara harapan 7 dari Posdaya mekar jaya brebeg jeruk legi (UNSOED), juara harapan 6 dari Posdaya mekar sari, karang tengah, karang bayem, Kab. Kebumen (IAINU Kebumen), juara harapan 5 dari Posdaya Tridasari Desa Karang sari Kec. Punggelan, Kab. Banjarnegara (STIE Taman Siswa Banjarnegara), juara harapan 4 Posdaya Tri Utami Desa Kalikajar, Kec. Kaligondang, Kab Purbalingga (UMP Purwokerto), juara harapan 3 Posdaya Amanatu Qoir Desa Kawunganten, Kec. Kawunganten, Kab Cilacap (IAIIG Cilacap), juara harapan 2 Posdaya bina sejahtera desa tunggak sari, Kab. Pekalongan (STIKAP Pekalongan), juara harapan 1 Posdaya tunggul jaya desa jebet utara Kab. Pemalang (STIT Pemalang) sedangakan untuk juara 3 dari Posdaya Nusa Indah Desa Gambusari Kab. Cilacap (STIKES Al Irsyad Cilacap), juara2 dari Posdaya Nusa Indah Desa Sitanggal Kab. Brebes (STAI Brebes) dan untuk juara 1 dari Posdaya Sunan Kalijaga Kelurahan Berkoh, Purwokerto Selatan Kab. Banyumas (UNSOED)

Selanjutnya penganugerahan Posdaya binaan LPPM UNSOED juara harapan 7 dari Posdaya Soedirman, Desa Somagede Kab. Banyumas, juara harapan 6 dari Posdaya larasati Desa Dermaji Kab. Banyumas, juara harapan 5 dari Posdaya Lestari 4 Kelurahan Bancar Kab. Purbalingga, Juara harapan 4 dari Posdaya Melati 1 Desa Genta sari Kec. Kroya Kab. Cilacap, juara harapan 3 dari Posdaya Tunas Bangsa Desa Karangjati Kec. Kemranjen Kab. Banyumas, juara harapan 2 dari Posdaya Melati 3 Radenan Kec. Sumpiuh, Kab Banyumas, juara harapan 1 dari Posdaya Asifah Desa Karang Lesem Kec. Pekuncen Kab. Banyumas dan untuk juara 3 dari Posdaya Melati 1 Desa Pucuk Kidul Kec. Kroya Kab. Cilacap, juara 2 dari Posdaya Mekar Jaya Desa Bebek Kab. Cilacap dan juara 1 Posdaya Sunan Kalijaga Kelurahan Berkoh, Purwokerto Selatan Kab. Banyumas.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA