Skip to main content

Implementasi REDD Plus, Persembahan UNSOED untuk Bumi Ramah Huni

Sejak UNSOED diminta partisipasi aktifnya di tingkat nasional dalam upaya meningkatkan keselarasan alam menuju bumi yang ramah huni  oleh Ka Satgas REDD Plus Indonesia, Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto dan Sekretaris Menko Kesra RI, Prof. Dr. Indroyono Soesilo pada medio November 2011 kemarin, berbagai pemikiran dan aksi nyata dalam merealisasikannya kian mengemuka. Meski UNSOED diminta untuk secara spesifik terlibat dalam hutan mangrove, namun tidak berarti UNSOED abai dengan upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, peningkatan peranan konservasi, pengelolaan hutan secara lestari serta peningkatan cadangan karbon hutan teresterial atau di daratan.

Untuk merealisasikan lingkungan yang lebih nyaman dan kualitas hidup yang lebih asri, maka bertempat di Kawasan Rektorat Universitas Jenderal Soedirman, Jum'at (23/12) berlangsung gelar penghijauan sebagai implementasi REDD PLUS. Dalam sambutannya, Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, Ph.D mengungkapkan, bahwa penanaman pohon bahkan tidak sebatas masalah lingkungan hidup belaka, melainkan punya makna spiritual. "Menanam pohon adalah  amal jariyah karena pohon akan menyerap CO2 dan mengeluarkan O2 yang dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas". Artinya, bila UNSOED saat ini mengadakan penghijauan yang menghirup oksigen yang dihasilkan dari tanaman bukan hanya orang disekitar kampus tetapi mungkin  juga orang yang jauh dari kampus terbesar di kawasan barat daya Propinsi Jawa Tengah ini.

Menurut Ketua Panitia Implementasi REDD Plus, Dr.rer.nat  Imam Widhiono, kegiatan ini selain bagian dari upaya sosialisasi UNSOED sebagai garda terdepan dalam memahami isu pemanasan global berbasis reduksi deforestrasi dan degradasi hutan, momentum ini juga menjadi bagian dari kebersamaan seluruh pihak yang peduli dengan masa depan lingkungan hidup, yakni dengan bermitra dengan pemerintah daerah dan swasta, yang dalam hal ini adalah Dinas Pertanian, Kehutanan & Perkebunan Kabupaten Banyumas, PT RNI, Pegadaian dan Bank BTN yang turut serta menyumbang bibit tanaman sebanyak lebih kurang 8.000 bibit dari sekitar 26 spesies, diantaranya flamboyan merah, jati dan mahoni.  Ditambahkan Dr. Imam yang juga menjabat sebagai Ketua LP3K UNSOED, penanaman ini rencananya tidak hanya dilakukan di Kampus UNSOED, baik di Grendeng maupun Karangwangkal belaka, melainkan juga akan ditanam di Kawasan Gunung Tugel, Purwokerto Selatan.

Setelah dilakukan penanaman simbolik oleh Rektor, Pembantu Rektor IV, Dekan FKIK dan perwakilan dari mitra UNSOED, selanjutnya dilakukan penamaman oleh para mahasiswa, perwakilan dosen dan staf administrasi di kawasan Kampus UNSOED.

Proficiat UNSOED ! Maju Terus Pantang Menyerah (Wis/Snd)