- 1 of 171
- ››
Jurusan Kesehatan Masyarakat FKIK UNSOED Gelar Seminar Nasional Determinasi Sosial Kesehatan
Oleh sahli.humas (Min, 01/04/2012 - 20:54)
Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran & Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) UNSOED, Sabtu (31/3) berlangsung acara Seminar Nasional bertajuk Social Determinants of Health & Interprofessional yang digelar oleh Jurusan Kesehatan Masyarakat FKIK UNSOED. Hadir sebagai pembicara adalah Dwidjo Susilo, MPH dari Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM, dr. Lily S Sulistyowati, MM dari Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan serta Mariyono Seyowinarso. S.Kp., M.Si dari FK UGM.
Dwidjo, MPH dalam paparannya mengungkapkan, adanya ketidakmerataan dan kesenjangan dalam ekonomi, kebijakan dan politik di masyarakat dan negara yang pada akhirnya akan mempengaruhi status kesehatan. Menurutnya, faktor struKtural dan individual merupakan determinan struktur dan keadaan kondisi kehidupan sehari-hai yang membentuk determinan sosial kesehatan. dr. Lily dalam presentasinya menjelaskan, bahwa Kemeterian Kesehatan RI tengah meningkatkan upaya promosi kesehatan terkait dalam pelaksanaan determinasi sosial kesehatan. Upaya promosi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mampu berperan serta secara aktif sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Promosi ini diungkapkan dr. Lily diharapkan dapat meningkatkan kemampuan individu dan masyarakat, memperkuat gerakan masyarakat, menciptakan lingkungan yang kondusif, mengembangkan kebijakan yang berwawasan sehat dan mereorientasikan pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Olej karenanya, diperlukan komunikasi lintas program dan sektor terkait, penguatan kemitraan melalui lembaga/organisasi kemasyarakatan dan CSR korporasi, kampanye kesehatan, mengembangkan upaya kesehatan bersumber dana masyarakat melalui Gerakan Masyarakat & Mobilisasi Sosial serta pengembangan kebijakan yang berwawasan kesehatan melalui upaya sosialisasi dan advokasi kepada lintas program dan sektoral.
Sedangkan Mariyono Sedyowinarso menuturkan, bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diperlukan kesamaan persepsi sekaligus kesiapan berkolaborasi dengan profesi lain sesame praktisi kesehatan, seperti dokter, dokter gigi, perawat, ahli nutrisi, bidan, ahli kesehatan masyarakat dan farmasis. Untuk itu dibutuhkan suatu konsep pembelajaran antarprofesi, yang berbasis pada pembelajaran kolaboratif, egaliter, berkelompok, berdasarkan pengalaman, reflektif dan terapan. Melali model ini, para praktisi kesehatan akan siap sebagai individu yang dapat bekerja dalam tim lintas profesi dan hakikatnya meningkatkan pelayanan dan kualitas kesehatan publik.
Proficiat Kesmas UNSOED ! Maju Terus Pantang Menyerah (Wis)
- Silakan login dulu untuk mengirim komentar
- 3090 kali dibaca






.png)

