- 1 of 164
- ››
Kiprah Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi UNSOED dalam Produksi Bibit Jamur Unggul
Oleh Humas (Sen, 02/04/2012 - 08:08)
[unsoed.ac.id, Sen,2/4/12] Jamur Tiram makin menjamur, begitulah gambaran peningkatan jumlah petani jamur di Banyumas dan sekitarnya. Hal ini tidak lepas dari kerja keras Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Unsoed yang dengan gigih keluar masuk kampung untuk mentranfer ilmu budidaya jamur. Guna menjaga stabilitas produksi maka Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi menopang usaha tersebut dengan penyediaan bibit jamur unggul. Tidak kurang 1000 botol bibit diproduksi setiap bulannya di laboratorium ini.
Usaha budidaya jamur makin diminati masyarakat, disamping tidak membutuhkan investasi yang besar usaha ini juga meghasilkan untung yang tidak sedikit. Salah satu kendala utama dalam budidaya jamur adalah penyediaan bibit jamur. Penyebabnya adalah untuk memperbanyak bibit jamur diperlukan keahlian dan infrastruktur yang memadai. “Masalah ini sudah kami deteksi sejak dini, dan kami sudah siap untuk menyediakan bibit unggul bagi petani” Kata Kepala Laborarium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Unsoed, Drs. Aris Mumpuni, M.Phil. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa saat ini Laboratorium Mikologi sudah memproduksi 500 botol bibit setiap bulannya, angka ini diyakini akan terus meningkat melihat permintaan yang makin tinggi. “Biasanya petani datang atau memesan sendiri bibit kepada kami, jadi kami tidak melempar kepasar umum.” Kata beliau.
Bibit yang diproduksi merupakan seleksi dari beberapa spesies unggul. Setelah melalui penelitian yang cukup panjang dan menilik respon pasar maka saat ini bibit yang dikembangkan dari spesies Hypsizygusulmarius. “Setelah kami teliti lebih jauh, pemakaian bibit ini lebih efisien dan lebih menguntungkan, disamping itu tampilan jamur spesies ini sangat menarik. Mungkin inilah sebabnya banyak petani menyukai spesies ini” kata Pak Aris Mumpuni. Lebih dalam beliau menjelaskan bahwa dengan dukungan infrastruktur yang memadai saat ini laboratiorium masih mampu memenuhi permintaan petani. Namun seiring peningkatan permintaan maka diperlukan peningkatan kapasitas produksi bibit.
Pengembangan bibit jamur ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan Fakultas. “Kami telah memilih bibit ini sebagai salah satu produk unggulan Fakultas Biologi.” Kata Pembantu Dekan II, Dra. Dini Ryandini, M.Si. Penetapan produk unggulan ini diharapkan dapat memacu upaya pengembangan usaha ini. “Pengembangan produk ini mulai serius dikembangkan sejak 5 tahun yang lalu. Tahun ini, melalui proyek I-MHERE kami berusaha menambah kapasitas produksi melalui penambahan peralatan di laboratorium tersebut.” Kata beliau. Selian itu dengan bersinergi dengan tim inkubator bisnis model usaha ini dapat digunakan mahasiswa sebagai wadah menempa jiwa wirausaha mahasiswa.
Disamping penambahan peralatan, laboratorium juga melakukan diversifikasi usaha. “Saat ini kami mencoba untuk mengembangakan jenis jamur yang lain, salah satunya adalah jamur kuping.” Kata Pak Aris. Beberapa penelitian telah diarahkan untuk mengembangkan jamur tersebut. Selaian sebagai penyedia bibit Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi dapat dijadikan tempat konsultasi bagi petani yang mempunyai permasalahan di lapangan. “Kami persilahkan kepada masyarakat khususnya petani jamur yang menemui kendala tentang perjamuran datang ke laboratorium kami, kami akan berusaha memberikan solusinya.” Kata Pak Aris. Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)
- Silakan login dulu untuk mengirim komentar
- 3235 kali dibaca






.png)

