Skip to main content

LPPM Gelar Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan Program Kuliah Kerja Nyata UNSOED Periode Juli-Agustus 2012

Keberadaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di UNSOED tidak hanya sebatas dari kegiatan intrakurikuler yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. Program ini diharapkan mampu menjadikan sivitas akademika UNSOED berperan secara aktif sebagai agen perubahan perdesaan yang kreatif, dinamis dan terpercaya dalam mewujudnya masyarakat yang sejahtera. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSOED, Prof. Ir. Totok Agung DH, Ph.D dalam pembekalan bagi para Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNSOED Periode Juli-Agustus 2012. Dalam pengarahannya, Prof. Totok Agung mengungkapkan bahwa melalui, diharapkan mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan. “Bagi mahasiswa, program ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama interdisipliner, melatih diri sebagai motivator, innovator, dinamisator dan fasilitator serta meningkatkan empati mahasiswa kepada masyarakat, “ tutur Guru Besar Pertanian UNSOED tersebut. Ditambahkan Prof. Totok, KKN bahkan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa. “Selain tentunya bagi masyarakat itu sendiri, program ini juga menguatkan peranan UNSOED sebagai perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset dan pengembangan teknologi yang aplikatif serta menjawab permasalahan dan kebutuhan teknologi masyarakat, “ tandas ahli pemuliaan padi ini. Melalui pembekalan ini, diharapkan DPL dapat memfasilitasi kemampuan mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat, sekaligus juga menyerap dinamika yang ada di wilayah penugasannya untuk kemudian menjadi inspirasi dalam inovasi sekaligus invensi sesuai dengan bidang ilmu pengetahuannya.

Program KKN sendiri di UNSOED telah dirintis sejak tahun 1974 dan terus dikembangkan kualitasnya hingga saat ini, khususnya terkait dalam layanan pengabdian kemasyarakatannya. “Pada awalnya, KKN di UNSOED bersifat regular, yakni berusaha menangani semua permasalahan yang ada di  desa, dari A sampai Z, semuanya diserahkan kepada mahasiswa, “ ungkap Ketua LPPM. “Kemudian, dalam perjalanannya, KKN di UNSOED berkembang, seperti ada Kuliah Kerja Usaha, Kuliah Kerja Kesehatan, KKN Berkelanjutan, KKN Peningkatan Gizi Masyarakat, KKN Pemberantasan Buta Aksara, KKN Pembelajaran Pemberdayaan masyarakat, KKN Mitigasi Bencana dan yang kini menjadi kekhasan UNSOED adalah KKN Pos Pemberdayaan Keluarga atau dikenal dengan KKN Posdaya dan KKN Tematik, “ tandas Prof. Totok. Khusus dengan Posdaya, mahasiswa bersama-sama masyarakat mengoptimalkan fungsi pos pelayanan terpadu, sebagai basis penguatan di bidang kesehatan, pendidikan, perekonomian dan pemanfaatan lingkungan dari, oleh dan untuk masyarakat.

Dalam kegiatan KKN Periode Juli-Agustus mendatang, para mahasiswa akan didampingi oleh 58 DPL yang tersebar di tujuh kabupaten yang ada di Propinsi Jawa Tengah, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, Pemalang dan Purworejo. Sebelum diterjunkan di masyarakat, para mahasiswa mendapatkan pembekalan materi proses, materi isi dan ujian.  Materi Proses terkait dengan Falsafah KKN dan KKN Posdaya, Penyusunan Program Kerja dan Pelaporan KKN, Sistem Evaluasi Mahasiswa KKN, Tata Tertib Peserta, Pendampingan dan Penguatan Kelembagaan, Dasar-dasar Penyuluhan dan Teknik Menggerakkan Masyarakat. Sedangkan materi isi meliputi Budidaya Ternak, Budidaya Ikan, Teknik Pemasaran Produk UMKM, Intensifikasi Pekarangan dan Sinergisasi Program Pemerintah Kabupaten terkait.

Proficiat UNSOED ! Maju Terus Pantang Menyerah (Wis)

nbsp;desa, dari A sampai Z, semuanya diserahkan kepada mahasiswa,