Test RSS

Komunikasi UNSOED Angkat Tema Kehumasan di Kajian Kontemporer 2015

[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/15] Bertempat di Ruang Rapat FISIP UNSOED, Jumat (24/4) berlangsung Seri Kajian Komunikasi Kontemporer (SKK) 2015. Perhelatan Jurusan Ilmu Komunikasi tersebut, diikuti oleh staf pengajar serta mahasiswa semester enam di jurusan tersebut. Tema yang diangkat adalah tentang manajemen dan teknik kehumasan, dengan narasumber Kepala Humas UGM Wijayanti, M.Sc. Dalam forum dialog tersebut, sejumlah hal akan didiskusikan, seperti aspek perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi kehumasan. Tidak hanya itu, akan diulas juga tentang bagaimana mengelola publik internal dan juga eksternal, serta pengelolaan teknis konten informasi serta relasi dengan publik dalam konteks kehumasan. 

Acara ini sendiri merupakan wujud komitmen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED dalam meningkatkan kualitas atmosfer akademik yang mendukung terciptanya mutu pembelajaran yang lebih baik dari waktu ke waktu. Bagi para staf pengajar, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sedangkan bagi mahasiswa, ajang ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya mematangkan rencana penyusunan tugas akhir dan memahami aplikasi komunikasi dari perspektif praktisi. Rencananya, acara seri kajian komunikasi akan digelar sebanyak tiga kali dalam setahun, di mana setelah penyelenggaraan kali ini, tema yang akan diangkat adalah tentang studi media dan komunikasi pembangunan.

Turut hadir dan membuka acara Dekan FISIP UNSOED, Dr. Ali Rokhman, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya penguasaan informasi saat ini. Penguasaan informasi membutuhkan upaya dan mekanisme yang sistematis. “Oleh karenanya diperlukan manajemen kehumasan yang baik untuk mengemas informasi yang akan disampaikan ke publik,” beliau menambahkan.

Banyak hal yang dipaparkan Kepala Humas UGM dalam kajian ini. Diantaranya adalah aspek perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi kehumasan. Beliau juga mengulas terkait bagaimana mengelola publik internal dan eksternal. Serta pengelolaan teknis konten informasi dana relasi dengan publik dalam konteks kehumasan.

Maju terus pantang menyerah!

Hari Bersih Fisip dan Kesetiakawanan Sosial di Hari Bumi 2015

[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/15] Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dicanangkan oleh seorang pengajar lingkungan hidup dan juga senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970. Pada dasarnya melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab segelintir kelompok, melainkan tanggung jawab manusia bersama sebagai entitas yang hidup di atas bumi. Oleh karena itu, sebagai salah satu lingkungan hidup, masyarakat dalam civitas akademik fisip unsoed juga mempunyai tanggung jawab menjaga, merawat serta melestarikan lingkungan khususnya lingkungan di dalam kampus FISIP itu sendiri.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia tahun 2015, BEM FISIP Unsoed menyelenggarakan kegiatan kerja bakti bersih-bersih kampus. Menurut Ketua BEM Fisip Faisal Yanuar, “Tujuan dasar dari peringatan hari bumi adalah untuk merangsang kepedulian terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak, dan untuk meningkatkan kesadaran serta apresiasi terhadap bumi yang merupakan planet yang menjadi tempat tinggal manusia”. Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan UKM/HMJ, staff karyawan serta jajaran dekanat FISIP Unsoed. Tema dari kegiatan bersih-bersih kampus ini adalah hari tanpa cleaning service (no cleaning service day), sehingga berangkat dari tema tersebut, diharapkan masyarakat FISIP sadar akan kebersihan lingkungan kampus tanpa adanya bantuan petugas kebersihan atau cleaning service. “Ini menjadi bentuk kepedulian kita terhadap sesama, meringankan sedikit pekerjaan mereka’, tegasnya

Kegiatan no cleaning service day ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran awal masyarakat FISIP Unsoed akan pentingnya menjaga serta melestarikan lingkungan kampus dari sampah-sampah yang berceceran di dalamnya. Follow up dari kegiatan ini adalah kegiatan bersih-bersih lingkungan FISIP yang akan diadakan rutin sebulan sekali, sehingga lingkungan kampus bersih dan sehat dapat terwujud nantinya.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman, M.Si., sangat mengapresiasi dan menyambut baik prakarsa BEM Fisip dalam memperingati Hari Bumi. Dekan mengajak seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Hari Bersih Fisip sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. “Berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Semua kerusakan lingkungan tersebut disebabkan oleh perbuatan manusia dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga”, tegasnya.

Lebih lanjut ditegaskan, “Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup menjadi tanggung jawab semua pihak yang hidup di bumi ini”. Perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah dan diantisipasi. Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dekan berharap, peringatan Hari Bumi ini menjadi momentum awal untuk membangun kesadaran peduli terhadap kelestarian lingkungan di waktu yang akan datang. “Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keindahan lingkungan, kita bisa mulai dari yang kecil, dari diri kita sekarang juga”, pungkasnya

Maju Terus Pantang Menyerah !

  •  

Membincang Matematika Jawa

[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/15] Eksistensi matematika jawa sekaligus kemajuan peradaban Nusantara yang mendahului eropa dalam bidang matematika diungkap Dosen Matematika Unsoed, Agung Prabowo, MSi. Sabtu, 11 April 2015 dalam rangkaian acara FORMAT (Forum Matematika) yang diselenggarakan oleh IKAHIMATIKA (Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika) Wilayah IV se Jawa Tengah dan DIY, Agung memaparkan hasil-hasil penelitiannya mengenai Matematika Jawa. Melalui artikelnya yang berjudul “Eksistensi Matematika Jawa Sejak Mataram Kuno Hingga NKRI: Local Genius yang Terlupakan” disampaikan sekian banyak aspek-aspek matematika yang berhasil digali, tidak hanya dari Jawa namun dari wilayah Nusantara lainnya.

Agung menguak bukti bahwa peradaban-peradaban besar dunia, termasuk peradaban Jawa dan Nusantara meninggalkan rekam jejak pengetahuan matematika yang masih dapat dilacak hingga hari ini.  “Sriwijaya mewariskan prasasti-prasasti yang memahatkan angka berupa angka tahun 604, 606 dan 608 pada kalender Saka,” jelasnya.  Bentuk angka yang digunakan disebut angka Palawa Akhir. Konversi menjadi kalender Masehi dengan menambah 78. “Tiga buah angka tahun tersebut menunjukkan bahwa Sriwijaya telah mempunyai lambang bilangan nol, menggunakan basis 10 (desimal) dan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan,” jelasnya. Bangsa Eropa baru lima abad kemudian mempunyai kemampuan yang sama seperti penduduk Sriwijaya.  “Bukti arkeologis angka 0 dari India lebih belakangan dibanding Sriwijaya, yaitu baru muncul pada tahun 933 Samvat (876 Masehi), ditemukan pada prasasti yang terdapat di Candi Chaturbhuja, Gwalior, India,” jelasnya.

Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan prasasti yang membuktikan kepada dunia bahwa kriptografi sudah dikuasai penduduk Mataram Kuno sejak 732 M. Sang citralekha (pemahat batu prasasti) mengguratkan kronogram “Cruti (4) Indriya (5) Rasa (6)”. “Mengapa kata cruti, indriya dan rasa masing-masing menyatakan angka 4, 5 dan 6, jawabnya dapat ditemukan pada astha guru, delapan aturan untuk menurunkan watak bilangan suatu kata,” jelasnya..

Dijelaskan lebih rinci oleh Agung bahwa dalam tradisi Jawa, kronogram tersebut dinamakan sengkala, sengkalan atau candrasengkala, lebih tepatnya sengkala lamba. “Kandungan angka pada kronogram tersebut menunjukkan angka tahun (bukan angka lainnya) dan harus dibaca pada basis bilangan 10 (bukan basis bilangan lainnya) dari arah kanan (bukan dari arah kiri seperti yang kita lakukan hari ini),” ungkapnya. Hasilnya adalah tahun 654 pada kalender Saka, atau 732 Masehi. Prinsip pembacaan sengkala dengan cara tersebut dinamakan angkanam vamato gatih. Oleh karena sengkala menyimpan rahasia untuk menyatakan tahun, maka sengkala dapat disebut ‘sandi bilangan/angka tahun’. Sampai hari ini sengkala masih terus diproduksi dengan tetap mempertahankan prinsip angkanam vamato gatih.

Menjadikan prasasti sebagai media penelitian matematika bukanlah hal yang ‘tabu’. Plimpton 322 adalah batu yang memahatkan pencapaian matematika bangsa Babilonia. Pada batu Plimpton 322 terpahat Tripel Babilonia, kasus khusus dari Tripel Pythagoras yang diajarkan di sekolah sebagai Rumus Pythagoras. “Jika selama ini prasasti hanya menjadi media bagi para sejarahwan dan arkeolog, sudah waktunya para matematikawan menjadikan prasasti sebagai media penelitiannya,” ungkapnya. Selain prasasti, banyak media lain yang dapat digunakan untuk menggali Matematika Jawa, misalnya candi seperti Candi Sukuh, kitab seperti Pararaton, serat seperti Sera Centhini, kakawin seperti Negarakertagama, wayang kulit, kalender (Saka, Jawa, Hijriyah, Masehi, Pawukon, Pranatamangsa), istana, pusara/nisan di astana, buku karya Raffles dan John Crawfurd serta sumber lainnya. “Bahkan sebuah komunitas Islam Aboge di Cikakak dengan Masjid Saka Tunggalnya dapat menjadi tema dalam penelitian matematika dengan potensi publikasi internasional,” jelasnya.

Paparan Matematika Jawa pada rangkaian acara FORMAT pada dasarnya diisi dengan pengenalan sekian banyak aspek matematika dalam budaya Jawa, serta memotivasi para mahasiswa untuk tekun belajar dan mengajak untuk terlibat dalam penelitian etnomatematika pada budayanya masing-masing. Maju Terus Pantang Menyerah !

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas 2015

[unsoed.ac.id, Kam, 23/4/15] Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED menyelenggarakan pemilihan mahasiswa berprestasi Program Sarjana dan Diploma tahun 2015 di tingkat Universitas. Kegiatan yang bertempat di Gedung Rektorat UNSOED, berlangsung selama 2 hari (23-24 April 2015). Dr.Ir. Siswantoro, MP selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan mahasiswa berprestasi dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat Program Studi, Jurusan, Fakultas, Universitas dan dari seleksi di tingkat Universitas akan dikirim ketingkat Nasional. Tujuan dari kegiatan ini adalah memilih&memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih prestasi tinggi, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler sehingga memberikan wahana penyinergian antara Softskil dan Hardskill, mendorong Perguruan Tinggi untuk mengembangkan budaya akademik yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi yang membanggakan secara berkesinambungan.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Ir. Prihananto, M.Si (Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni/WR III), yang mewakili dan membacakan sambutan Rektor. Disampaikan bahwa seleksi mahasiswa berprestasi sesungguhnya dapat dijadikan menjadi kesempatan untuk merefleksikan kapasitas diri dalam memahami problematika dan dinamika masyarakat dengan prespektif keilmuan yang kini tengah digeluti. Mahasiswa diharapkan menjadi pribadi yang mengerti serta bertanggungjawab dan dapat mengelola dirinya sehingga dapat menyelaraskan dan menyeimbangkan tugas-tugas akademik sebagai peserta didik serta dalam mengembangkan kapsitas penunjang akademik. “Melalui kegiatan ini tentunya akan menjadi sarana untuk mengasah kemampuan mahasiswa agar peka terhadap isu-isu yang mutakhir serta mampu mengembangkan konstruksi berfikir yang logis dan sistematis untuk kemudian disampaikan secara komprehensif” demikian ungkap Rektor.

WR III menambahkan bahwa Unsoed akan mengikuti semua kompetisi Kemenristek dan Dikti untuk program-program nasional. Kegiatan pemilihan mahasiswa berprestasi yang juara 1 akan dibina untuk mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional. Demikian juga Bahasa Inggris juga akan mengikuti ditingkat Nasional dan MTQ juga akan mengikuti ajang kompetisi ditingkat Jawa Tengah dan Nasional.

Dalam kegiatan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas ini, diikuti oleh 17 mahasiswa yang terdiri dari 12 mahasiswa Program S1 dan 5 mahasiswa Program Diploma. Penilaian meliputi bidang penulisan&presentasi bidang karya tulis ilmiah, bidang kemampuan berbahasa Inggris, bidang pengembangan diri/ kepribadian prestatif, dan bidang Kokurikuler&Ekstrakurikuler mahasiswa.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

UPT Bahasa Adakan Training Of Trainer UEPT

[unsoed.ac.id, Kam, 23/4/15] Bertempat di Unit Pelaksana Teknis (UPT) bahasa UNSOED, Rabu (22/4) berlangsung Training of Trainer/TOT UEPT (Unsoed English Proficiency Test) yang diikuti oleh Dosen.  Sebagai narasumber yaitu Mia Fitria Agustina, SS.MA selaku Koordinator Akademik UPT Bahasa Unsoed.

Acara di buka oleh Rektor yang dalam hal ini di wakili oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan /WR II Drs. Nurul anwar, MS. Ph.D. Beliau membacakan sambutan Rektor mengatakan bahwa Unsoed berkomitmen untuk meningkatkan reputasinya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi, salah satunya adalah menciptakan bibit unggul dan berdaya saing, dapat di andalkan dan siap beradaptasi dengan kemajuan jaman. Guna mendukung hal tersebut mahasiswa harus mampu berbahasa inggris dengan baik yang tentunya mampu dan tidak bisa di tawar-tawar lagi. Penguasan berbahasa inggris tersebut adalah bagian yang tidak bisa di pisahkan dalam proses berkompetisi dan bertahan di dalam dunia kerja. “Maka perlu di siapkan mekanisme dan instrumen yang terstandarisasi mengenai kecakapan dalam berbahasa inggris bagi mahasiswa di seluruh fakultas dan pascasarjana di unsoed ini’, ungkap Rektor. Sistem penyelenggaraan dan proses pembelajaran mengenai UEPT perlu didesain yakni bagaimana mahasiswa mampu dan memiliki tentang kemampuan berbahasa inggris dengan baik sehingga alumni kita langsung bisa berperan dalam berbagai ragam kegiatan baik di dalam negeri hingga manca negara. Rektor menyambut baik acara TOT ini sebagai ikhtiar dan komitmen menuju unsoed menjadi kampus yang bereputasi internasional.

Mia Fitria Agustina, SS.MA sebagai narasumber menyampaikan bahwa UEPT sebagai tes standar untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris calon wisudawan wisudawati Unsoed. Tingkat kesulitan berbeda dengan Toefl dan sifat UEPT yang lebih umum daripada Toefl. Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam UEPT score tertinggi adalah 100 dan terendah adalah 0. Untuk dinyatakan lolos score UEPT maka peserta test minimal harus memiliki score 56, hal ini didasarkan pada score terendah yang diterapkan oleh standard penilaian Unsoed untuk nilai C yang berada pada kisaran munimal 56.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

 

Peringatan Hari Kartini ke 136

[unsoed.ac.id, Kam, 23/4/15] Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNSOED menggelar Acara Resepsi Hari Kartini ke 136, Rabu, (22/4) bertempat di Gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB diisi dengan bazar oleh anggota Dharma Wanita Perasatuan dari berbagai Fakultas dan Kantor Pusat Administrasi dimana terdapat 13 unit yang mengisi berbagai macam makanan, pakaian, kerajinan tangan, kosmetik.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa dinamika sejarah bangsa telah menunjukan perempuan dinegeri ini telah memainkan peranan yang luar biasa dan menunjukkan kiprah yang sangat berarti serta memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan bangsa. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari sosok Ibu Raden Ajeng Kartini, yang dengan kritis mengingatkan tentang pentingnya pengetahuan dan pendidikan adalah kunci menuju itu semua. “Perayaan peringatan Hari kartini janganlah terjebak dengan acara seremonial belaka, justru kiranya dapat dijadikan satu kesempatan untuk mengingatkan agar para perempuan Indonesia semakin bermakna dalam setiap pemikiran, gagasan, dan karya nyata”, demikian ungkap Rektor.

Selain bazar mulai pukul 09.00 WIB yaitu acara resepsi hari Kartini yang dihadiri sebanyak 400 ibu-ibu anggota DWP dengan menggunakan pakaian nasional warna warni kelihatan anggun dan cantik. Menurut Ketua DWP Unsoed Ibu Ir. Endang Achmad Iqbal, M.Si mengatakan peringatan kali ini mengangkat tema “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan Melalui Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Untuk Mewujudkan Keluarga Kecil Berkualitas”. Resepsi ini juga dimeriahkan dengan lomba berbusana kartini mininal tiap Fakultas dan Kantor Pusat mengirim satu ibu untuk mengikutinya. Unsoed yang sekarang memiliki 12 Fakultas sehingga peserta ada 13 orang. Diisi juga dengan pembagian Beasiswa untuk OTA sebanyak 81 anak dari karyawan Unsoed, yang terdiri Anak SD sebanyak 27 orang mendapat beasiswa @ Rp. 180.000,- SMP sebanyak 27 orang mendapat @ Rp. 190.000,- dan SMA sebanyak 27 orang mendapat @ Rp. 200.000,-.

Pada kesempatan ini diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Ibu Dyah Woro Dwi Lestari, S.Psi, MA dengan tema “Pengendalian Emosi”. Hiburan Paduan Suara, Nyanyi dan doorprize ikut menyemarakan acara respsi sehingga keakraban ibu2 dari berbagai golongan di Universitas Jenderal Soedirman ini. Habis Gelap Terbitlah Terang.

Maju Terus Pantang Menyerah!(eNdg)

 

Bedah Proposal Wirausaha Rangsang Syaraf Kreatif dan Inovasi Mahasiswa

[unsoed.ac.id, Kam, 23/4/15] Wirausaha sukses berbekal tiga hal yaitu, kreatif, inovatif serta berani menanggung resiko, tutur  S. Bekti Istiyanto Dosen Kewirausahaan di Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed. Wirausaha memang dapat diawali dari sekedar aktifitas hobi hingga mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi. Mahasiswa harus diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni secara bertanggungjawab, tegas Pak Bekti.

Komunikasi bukanlah kajian ilmu murni semata. Beberapa kajian ilmu yang sangat mungkin dikembangkan menjadi wirausaha, seperti komunikasi grafis, komunikasi visual, teknologi komunikasi dsb. Mahasiswa diharapkan jeli melihat banyak peluang yang ada. Pak Bekti memaparkan bahwa kuliah Kewirausahaan diikuti oleh 82 mahasiswa. Hingga pertengahan semester ini telah tersusun 10 proposal pengembangan usaha dan 6 proposal wirausaha baru.

Kegiatan Bedah Proposal Wirausaha (Jum'at, 17 April 2015) ini dimaksudkan untuk merangsang ‘syaraf’ kreatif serta inovasi mahasiswa.  Minimal ada sharing knowledge diantara mahasiswa ketika memulai wirausaha. Bukan masalah besaran penghasilan yang diperoleh, namun beliau lebih menekankan pada tetap berpenghasilan, sehingga kontinuitas usaha tetap bertahan walaupun mengalami pasang surut penghasilan. Selanjutnya perlu ditambahkan parameter misi sosial agar mengarah pada kewirausahaan sosial. Jadi wirausaha tersebut dapat dimanfaatkan sekaligus memberdayakan lingkungan sosialnya, tutur Pak Bekti meyakinkan.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Fakultas Ilmu Budaya Gelar Workshop KuriKulum

[unsoed.ac.id, Rab, 22/4/15] Bertempat di Gedung LPPM, Selasa (21/4), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melaksanakan Workshop Kurikulum. Hadir sebagai narasumber dari perwakilan Dosen Program Studi FIB Rosyati Dodiyanto, M.Hum (D3 Bahasa Inggirs), Tribuana Sari, M.Si (S1 Sastra Inggris), Sri Nani Hana Yanti, M.Hum (S1 Sastra Indonesia), Dian Adiarti, M.Hum (D3 Bahasa Mandarin), Idah Hamidah, M.Hum (S1 Sastra Jepang), Drs. Subandi, M.Pd (S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia), Tuti Purwati, M.Pd (S1 Pendidikan Bahasa Inggris) dan Staf Ahli LP3M Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, MP. Workshop ini dihadiri oleh Dekan FIB beserta Wakil Dekan I, Sekretaris Jurusan (Sekjur), Para Kaprodi FIB serta Para Dosen.

Dalam pembukaanya Drs.  Bambang   Lelono, M.Hum  selaku Dekan FIB menyampaikan bahwa dalam meningkatkan peran Lulusan – lulusan yang memiliki daya saing global fakultas Ilmu Budaya di harapkan melakukan pembenahan seperti halnya dalam penambahan jumlah SKS untuk Mata Kuliah yang berbobot / pengurangan mata kuliah teori, oleh karena itu pada proses penataan materi - materi dalam perkuliahan tersebut harus di sesuaikan dengan perkembangan Global.  

Dalam pemaparan dari Perwakilan Dosen Program Studi FIB memaparkan visi dan misi dari masing-masing Program Studi, profil kelulusan dari masing- masing prodi untuk diserap dalam dunia kerja, pemecahan mata kuliah berbobot yang sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), pemerataan persebaran mata kuliah dan penghapusan serta penambahan mata kuliah.

Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, MP dalam pemaparanya menyampaikan peningkatan daya saing bangsa melaui implementasi KKNI yang menghasilkan Sumber daya manusia (SDM) dalam sekala nasional maupun global serta meningkatkan akuntabilitas penyelenggara Perguruan Tinggi yang bermutu dan kemampuan dalam menghadapi MEA (masyarakat Ekonomi Asean) dalam hal ini para lulusan Perguruan tinggi akan bersaing ketat di dunia kerja. Selanjutnya untuk menyusun kurikulum diperlukan Diagram Alir yang meliputi pemahaman posisi program studi, penentukan spesifikasi program, mengidentifikasi kemampuan pembelajaran, identifikasi bahan kajian, penetapan mata kuliah, perencanaan proses pembelajaran dan penilaian/evaluasi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

MTQ Mahasiswa Tingkat Universitas 2015

[unsoed.ac.id, Sel, 21/4/15] Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalun indah dan menentramkan dari Mahasiswa-mahasiswi UNSOED dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa UNSOED 21 April 2015.  Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan pedoman dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti yang diantaranya adalah untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan serta pengamalan isi kandungan Al-Qur’an ditingkat mahasiswa, untuk meningkatkan syiar dan ukhuwah Islamiyah dikalangan para mahasiswa, dan untuk mengembangkan Softskill & daya saing, serta untuk melestarikan seni & budaya Al-Qur’an dilingkungan kampus.  Hal ini disampaikan oleh Dadan Hermawan, M.Si selaku ketua panitia dalam laporannya. “Melalui MTQ ini bisa menjadi wahana bagi mahasiswa dalam melatih, menuangkan ide-ide kreatif sebagai respon intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat”, ungkapnya.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual melainkan juga peka terhadap lingkungan sosial dan diatas segala-galanya adalah memiliki keimanan & ketaqwaan kepada Alloh SWT. Salah satu cara untuk menjadi pribadi yang memiliki ketaqwaan secara individual sekaligus kesolehan sosial adalah dengan mencintai Firman-Firman Alloh SWT. Rasa cinta kepada Kitab Suci yang diturunkan oleh Alloh SWT melalui Rosulullah Insya Alloh akan melembutkan hati dan meneduhkan perasaan serta memudahkan dan memampukan kita menjalani kehidupan secara ikhlas dan Ridho. “MTQ jangan hanya dijadikan sebagai ajang kompetisi yang dilihat dari kacamata duniawi belaka, tetapi MTQ harus dijadikan ajang kompetisi dengan diri sendiri, apakah kita telah menjadi pribadi yang Qur’ani, apakah kita siap untuk tidak hanya indah dalam melantunkan Firman Alloh namun juga indah  dalam perbuatannya," ungkapnya.  Rektor juga mengatakan bahwa dengan adanya MTQ suasana atmosfer akademik menjadi dingin dan sejuk.  "Saya sangat bangga terhadap mahasiswa yang tetap mengikuti kegiatan di tengah-tengah UTS, kami mohon para Dekan dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan memberikan dispensasi kepada para peserta MTQ untuk mengikuti ujian susulan," jelasnya.

Dalam MTQ kali ini cabang yang dilombakan ada 6 bidang yaitu bidang Tilawah diikuti 20 peserta, Hifdzil Qur'an 41 peserta, Tartil Qur'an 39 peserta, Kaligrafi/Khotmil Qur'an 21 peserta, Lomba Karya Tulis Ilmiah kandungan Al-Qur’an 21 peserta dan Debat Al-Qur'an dengan Bahasa Inggris 18 peserta. Total peserta yang mengikuti MTQ 160 peserta mahasiswa UNSOED yang mewakili 12 Fakultas.

Banyaknya peserta lomba dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri membuat kualitas ajang MTQ tahun ini juga meningkat.  Dari semua bidang, Tim Dewan Hakim perlu usaha ekstra keras untuk menentukan para pemenang karena ketatnya persaingan.

Para Juara Lomba MTQ Mahasiswa UNSOED 2015 sebagai berikut :

Cabang Tilawah

Putra.

Juara 1 Imam Mukhlisin dari Fakultas Pertanian

Juara 2 Muh. Ulil Fiqi dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Achmad Maimun dari Fakultas Pertanian

Putri

Juara 1 Patimah Pitri dari Fakultas Teknik

Juara 2 Sehla Rizqa R dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Rima Melati dari Fakultas Kedokteran

Cabang Tahfidz (Menghafal Al-Qur’an)

Putra

Juara 1 Aziz Mukhsin dari Fakultas Perikanan dan Kelautan

Juara 2 Muh. Ulil Fiqi dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Watub Maulana dari Fakultas Kedokteran

Putri

Juara 1 Aisyah Almujahidah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Juara 2 Nisa Alfaturrasyida dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Juara 3 Ade Rosi Siti R dari Fakultas Ekonomi

Cabang Tartil

Putra

Juara 1 Muh. Ulil Fiqi dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 2 Aziz Mukhsin dari Fakultas Perikanan dan Kelautan

Juara 3 Achmad Maimun dari Fakultas Pertanian

Putri

Juara 1 Ade Rosi Siti R dari Fakultas Ekonomi

Juara 2 Alfiatur Rohmaniyah dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Isnaini Putri S dari Fakultas kedokteran

Cabang LKTQ

Juara 1 Nurul Latifah dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Juara 2 Baharudin Harya dari Fakultas Ekonomi

Juara 3 M. Imaduddin S dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Cabang Kaligrafi

Putra

Juara 1 Mochamad Latief Amin dari Fakultas MIPA

Juara 2 Muhammad Ikhsan dari Fakultas Pertanian

Juara 3 Ahmad Rifai dari Fakultas Teknik

Putri

Juara 1 Liya Sintiawati dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Juara 2 Siti Nufiah dari Fakultas MIPA

Juara 3 Sri hayyu Naufal dari Fakultas Teknik

Cabang Debat Bahasa Inggris

Juara 1 Tim FISIP (Dendi dan Irwan Syarifudin)

Juara 2 Tim Fakultas Ekonomi 1 (Rahmad Romadon dan Hanifan AR.A)

Juara 3 Tim Fakultas Ekonomi 2 (Rahma Setiyani dan yusi Novitasari)

 

Selamat Jalan Prof. Dr.Ir Sudjarwo

[unsoed.ac.id, 22/4/15] Pembawaannya tenang, penuh wibawa, sederhana, dan ulet.  Prof.Dr.Ir Sudjarwo, Rektor UNSOED periode 2005-2009 dipanggil Allah SWT, Senin sore, 20 April 2015.  Kenangan tentang almarhum adalah jejak dedikasi pengabdian, disiplin, dan ulet.  UNSOED kembali kehilangan putra terbaiknya dalam rentang yang tidak lama.  Tutur bicaranya ‘ruruh’, pelan tapi runut memecahkan berbagai persoalan adalah kenangan dari setiap orang yang berinteraksi dengannya.

Prof. Djarwo yang lahir di Trenggalek, 18 Pebruari 1949 ini adalah juga seorang yang gigih sejak kecil.  Sebagai anak pertama Prof.Djarwo telah terlatih memiliki tanggung jawab.  Sering berpindah-pindah mengikuti dinas orang tua sebagai Tentara, Prof. Djarwo semasa kecil terlatih bekerja keras.  Menyelesaikan S1 Pertanian dari Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan di Pascasarjana IPB.  Prof. Djarwo meraih gelar Doktor di tahun 1987 dan kembali ke UNSOED sebagai Dosen di Fakultas Pertanian.

Perjalanan kariernya menarik. Berawal sebagai dosen biasa, secara bertahap diberi kepercayaan untuk memimpin di Unsoed. Mulai dari Ketua Laboratorium, Ketua Jurusan, Pembantu Dekan, dan Pembantu Rektor I Bidang Pendidikan.  Melalui Sidang Senat yang berlangsung Senin siang 23/5-2005, Prof. Dr Ir Sudjarwo terpilih menjadi Rektor Unsoed periode 2005-2009.  Sepanjang mengemban amanah, Prof. Djarwo tetap dengan kesederhanaan dan kegigihannya.  Salah satu visi yang diusung Almarhum saat itu adalah Pendidikan yang berkeadilan. Visi yang ingin dicapai dalam pendidikan tinggi adalah pendidikan yang berkeadilan. 

Kini, semua pengabdian Almarhum menjadi kenangan kebaikan di UNSOED.  Selamat jalan Prof.Dr.Ir Sudjarwo, kami menjadi saksi kebaikan-kebaikan Bapak.  

(Ket: Foto profil dari gemari.co.id)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA