Test RSS

Kedokteran Gelar Pelatihan Dosen Pembimbing Akademik

[unsoed.ac.id, Jum, 31/10/14] Pelatihan Dosen Pembimbing Akademik adalah bermula dari inspirasi Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK UNSOED) bahwa bagi dosen pembimbing akademik untuk dapat lebih berperan serta dalam memberi pelayanan bagi mahasiswa sehingga mahasiswa dapat merasakan efek proses pembimbingan dan semoga bisa member bekal untuk menjadi Pembimbing Akademik yang lebih baik.

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, (28/10) dimulai pukul 09.00 – 15.00 WIB di Lantai 3 Aula Dekanat FKIK Unsoed. Kegiatan dihadiri kurang lebih 42 orang tenaga pendidik, diawali sambutan Dekan FKIK Dr.Warsinah, M.Si., Apt. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Dekan I FKIK Unsoed yang telah menggerakkan dosen-dosen untuk membimbing akademik kepada mahasiswa dengan lebih intens.

Materi pelatihan tersebut tentang bagaimana berkonsultasi terhadap mahasiswa yang bermasalah dimoderatori oleh  Ns. Wahyu Ekowati ., M. Kep., Sp.J., dosen Keperawatan FKIK Unsoed.

Kemudian dr. VM. Wahyu Siswandari.,  Sp. PK, M.Si. Med ., menyampaikan materi tentang tugas dan fungsi Dosen Pembimbing Akademik menjelaskan secara rinci satu persatu (Peraturan Rektor Unsoed No.1 Tahun 2013) bahwa Pembimbing Akademik adalah dosen yang membimbing mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik.

Rahmawati Wulansari, M.Si., Psikolog, sebagai ketua penyelenggara pelatihan ini menyampaikan misinya adalah agar dosen pembimbing akademik mengetahui tugas dan fungsi sebagai dosen PA ( Pembimbing Akademik ), sedangkan visinya adalah agar dosen PA dapat mengaplikasikan konseling pada saat pembimbingan akademik.

Dalam materi yang diuraikan oleh Rahmawati Wulansari, M.Si., Psikolog, mengenai Pendekatan Konseling client centered therapy (Carl Rogers) adalah fokus pada mahasiswa, menggunakan ketrampilan komunikasi untuk menggali informasi, mendorong mahasiswa untuk menentukan pemecahan masalah.

Diyah Woro DL, S.Psi., M.A.,sebagai pembicara juga memaparkan materi identifikasi Mahasiswa dengan kebutuhan khusus berbagai kasus mahasiswa, mengidentifikasi permasalahan mahasiswa adalah proses adaptasi mahasiswa dilingkungannya, hasil akademik mahasiswa, perilaku lain yang dianggap kurang adaptif, permasalahan keuangan. Dalam kesimpulannya diterangkan pula oleh Diyah Woro DL, S.Psi., M.A., selaku Ketua BK (Bimbingan Konseling) adalah permasalahan mahasiswa kompleks, identifikasi dilakukan terhadap kemampuan adaptasi mahasiswa yang bersangkutan (akademik non akademik), konselor merupakan mitra dosen PA dalam pembimbingan mahasiswa, Dosen Pembimbing Akademik perlu aktif membimbing, tidak terbatas hanya tanda tangan KRS dan KHS, Input mahasiswa bepengaruh terhadap kualitas mahasiswa.

Acara ditutup dengan melakukan role play semua peserta pelatihan bermain peran sebagai dosen PA (Pembimbing Akademik) yang melakukan konseling kepada mahasiswa di ruang Skill Laboratorium lantai 3 sayap Timur Gedung Jurusan Kedokteran FKIK Unsoed.

Maju Terus Pantang Menyerah!(L135)

Kolaborasi KAPAS Dan Desa Jatisaba Dalam Pelatihan Manajemen Desa

[unsoed.ac.id, Jum, 31/10/14] Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman (KAPAS UNSOED) bersama dengan Pemerintah Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (30/10) menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Manajemen Organisasi Pemerintahan Dusun dan Desa”. Kegiatan yang bertepat di RM Alas Daun Purwokerto, diikuti oleh para perangkat dan Ketua RT / RW Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pascasarjana Prof. Dr. Triyani Hardiyati, SU. Dalam sambutannya mengatakan bahwa Perguruan Tinggi berkaitan dengan fungsi pengabdian pada masyarakat, yang kali ini melalui KAPAS dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat. “Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi organisasi pemerintahan Desa”, harap beliau.

Sebagai narasumber yaitu Dr. Drs. Bambang Kuncoro M.SI., Ahmad Sabiq S.IP., MA, Adhi Iman Sulaiman S.IP., M.SI dan Andi Ali Akbar S.IP.,MA. Para narasumber menyampaikan tentang struktur fungsi secara formal dan sosial ( Desa sebagai organisasi pemerintahan dan Organisasi kemasyarakatan ). Identifikasi dan analisis terhadap proses komunikasi dalam perumusan keputusan yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Selain itu para peserta pelatihan juga diberikan materi tentang pengelolaan administrasi dan keuangan Dusun/Desa serta Koperasi/BUMDESsebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Modal Sosial: Permasalahan dalam Praktek Pembangunan di Indonesia

[unsoed.ac.id, Jum, 31/10/14] Itulah poin penting dari makalah yang dipresentasikan Prof. Imam Santosa pada Seminar Hasil-Hasil Penelitian Seri ke 5 dalam rangka Dies Natalis Fisip Unsoed ke 29. Seminar yang diselenggarakan Rabu (29/10) menghadirkan 2 orang presenter Prof. Imam Santosa dan Slamet Riyadi, M.Pd.

Pada era orde baru, suatu negara dikatakan mencapai kemakmuran jika negara dapat mempercepat laju perekonomian yang ditandai dengan langkah-langkah yang lebih nyata dan terukur. Namun demikian, perubahan sosial dan politik belum mendapatkan perhatian dari masyarakat dan bahkan membungkam gerakan politik rakyat. Kondisi sosial politik ini menimbulkan pola-pola semacam pembangunan terpusat, top-down, seragam dan homogeny dan non-demokratis yang terkesan mencerminkan kondisi otoriter. Hasilnya memang terjadi pertumbuhan, tetapi dalam banyak hal praktek-praktek tersebut mengurangi rasa keadilan dan akhirnya sampai ke kondisi kebuntuan sampai terjadi meletusnya peristiwa reformasi 1998

Sebelum peristiwa tahun 1998, negara Indonesia dikenal sebagai bangsa dengan semangat gotong royong kemudian berubah menjadi yang berlawanan, yaitu penghancuran modal social. Hal ini mengakibatkan terjadinya ambiguitas, misalnya dalam praktek pembangunan manusia dan kehidupan beragama, kita "masih tidak religius, hanya memiliki agama" " “Ada ambiguitas antara "apa yang harus dilakukan" dengan "apa yang telah dilakukan" pada penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan keadilan sosial pasca reformasi “, ungkap Prof. Imam.

Upaya yang dapat dilakukan untuk membangun kembali modal sosial dalam praktek-praktek pembangunan, melalui pengembangan program masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. “Pada  tingkat individu melalui program terapi sosial, tingkat masyarakat melalui "Gerakan saling pengertian" antara kelompok-kelompok sosial dan tingkat masyarakat yang melibatkan negara sebagai representasi masyarakat Indonesia”, pungkasnya.

Pada sesi kedua disampaikan hasil analisis wacana dari sebuah nasihat perjalanan (travellers warning) yang dikeluarkan oleh Departeemen Luar Negeri Dan Perdagangan Australia. Fokusnya adalah mengungkapkan masalah sosial dan hubungan kekuasaan serta ideology yang tertulis dalam teks, intertekstualitas teks, dan hubungan antara struktur sosial dan budaya yang ada. Berdasar tulisan dalam travellers warning tersebut ada campur tangan kepentingan politis dan ideologis seperti keselamatan dan keamanan yang berhubungan dengan terorisme dapat berakibat pada perubahan dalam praktek komunikatif dan sosial-politik,. Melalui analisis Critical Discourse Analysis (CDA) ini terungkap bahwa kewenangan Australia melaksanakan kekuasaan untuk warganya, menyebar kampanye hitam bahwa Indonesia adalah sarang teroris, dan bahkan wacana ini menantang Identity Australia.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Mengembangkan Potensi Bahasa Mandarin Melalui Workshop

[unsoed.ac.id, Kam, 30/10/14] Kemampuan berbahasa asing saat ini merupakan suatu keharusan. Di era global, akan semakin banyak perkembangan yang terjadi di negeri ini. Mulai dari pariwisata, perdagangan bebas, semakin banyaknya berdiri perusahaan-perusahaan asing di Indonesia.  Selaras dengan pemikiran tersebut, Program D3 Bahasa Mandarin UNSOED menyelenggarakan workshop yang bertema “Potensi Bahasa Mandarin dalam Bidang Pariwisata dan Penerjemahan di Era Globalisasi”. Workshop yang diadakan di Aula Jurusan Ilmu Budaya UNSOED tersebut menghadirkan dua pembicara, yaitu Titi Rahardjanti seorang pakar penerjemahan bahasa Mandarin, dan Eko Priyono Putro, SE. dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.

Workshop yang diawali dengan pertunjukan barongsai mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Mandarin tersebut dibuka langsung oleh Dekan FISIP UNSOED, Ali Rokhman, Ph.D. Dalam sambutannya Dekan FISIP UNSOED mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi untuk terus mengembangkan kemampuan linguistik, terutama dalam Bahasa Mandarin. Beliau menekankan bahwa potensi Bahasa Mandarin ini harus terus digali dan dikembangkan agar menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lain di bidang kerja. Beliau juga berharap agar kerjasama dengan pihak lain terus dilakukan.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Survey Alumni Tahun 2014

[unsoed.ac.id, Kam, 30/10/14] Keras dan cepatnya persaingan di era globalisasi menuntut keunggulan kompetensi baik secara komparatif maupun secara kompetitif. Secara komparatif keunggulan kompetensi sangat ditentukan oleh kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Secara kompetitif keunggulan kompetensi sangat terkait dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan-tuntutan dunia kerja yang terus menerus berubah. Salah satu cara untuk mengetahui hubungan antara produk kompetensi pendidikan tinggi dan dunia kerja adalah melalui survey alumni.

Survey Alumni diperlukan untuk menyediakan informasi untuk kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi yang selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi. Peningkatan kualitas lembaga pendidikan tinggi diharapkan akan dapat menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing tinggi dan sesuai kebutuhan stakeholder.

Survey Alumni Tahun 2014 ditujukan untuk almuni Unsoed yang lulus pada tahun 2011 dan 2012. Jumlah alumni sebanyak 7.923 terdiri dari alumni tahun 2011 sejumlah 3.821 dan alumni tahun 2012 sejumlah 4.102. Survey alumni dilakukan secara online, alumni diberi pin melalui sms atau surat. Bagi yang saat pendaftaran wisuda mengisi nomor handphone, pemberitahuan kepada alumni untuk mengisi kuesioner dilakukan melalui sms. Bagi yang tidak mengisi nomor handphone akan dikirim melalui surat. Survey alumni tahun 2014 secara online dapat diakses melalui http://www.unsoed.ac.id atau http://qtafi.unsoed.ac.id/projects/talul2011_2012/. Jangka waktu pengisian kuesioner direncanakan mulai dari 27 Oktober sampai 1 Desember 2014.

Diharapkan kepada seluruh alumni Unsoed khususnya tahun lulus 2011 dan 2012 untuk berpartisipasi menyukseskan kegiatan Survey Alumni Tahun 2014 dengan cara mengisi kuesioner secara online. Bagi alumni yang merasa belum mendapat pemberitahuan dan pin untuk mengisi kuesioner secara online diharapkan dapat menghubungi Tim Survey Alumni Tahun 2014 di Bagian Kemahasiswaan Pusat melalui  telepon (0281) 635292 Ext. 226 atau email ke kesejahteraan_unsoed@yahoo.com.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Serunya English at The Office

[unsoed.ac.id, Kam, 30/10/14] Komitmen UNSOED untuk mengembangkan sumber daya manusia kembali dibuktikan.  Kali ini program English at The Office bagi tenaga kependidikan UNSOED digelar di UPT Bahasa UNSOED.  Sekitar 20-an orang dari berbagai unit mengikuti program ini.  Dalam pertemuan perdana, Rabu, 29/10 dilaksanakan acara pembukaan dengan pengarahan oleh Kepala UPT Bahasa Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed.TESOL. Pak Agus memberikan tips bahwa untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris ada lima hal.  “Bermimpilah dalam bahasa Inggris, Berbicara dengan bahasa Inggris, Bertindak dalam bahasa Inggris, Berpikir dalam bahasa Inggris dan ngerumpi dalam bahasa Inggris”, ungkapnya.

Pada pertemuan pertama program ini cukup seru.  Tentor berhasil membangun suasana dan menumbuhkan kepercayaan diri peserta untuk berbicara apa saja dengan bahasa Inggris.  “Bahasa Inggris itu tidak sulit, hanya saja kita kurang membiasakannya”, ungkap Drs. Slamet tentor pada pertemuan kali ini.  Diawali dengan menyebutkan berbagai hal secara singkat, para peserta kemudian mulai berani bertanya dan berdialog dengan bahasa Inggris dalam suasana yang menyenangkan. Program ini direncanakan akan berlangsung sebanyak dua belas kali tatap muka. Para peserta tampak menikmati kegiatan ini dan bertekad Maju Terus Pantang Menyerah !

Kojilak Jadi Primadona di Acara Penutupan TMMD

[unsoed.ac.id, Kam,30/10/2014] Tak dapat dipungkiri, pengabdian sungguh penyambung dunia realitas di masyarakat dengan dunia akademik di pendidikan tinggi.  KKN sebagai salah satu dharma pengabdian tak lepas dari peran menyambungkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.  Para Mahasiswa Unsoed yang terlibat dalam program KKN-TMMD periode Oktober ini membuktikannya.  Bersama TNI, POLRI dan elemen masyarakat lainnya, para mahasiswa mengambil perannya dengan mengambil porsi pemberdayaan masyarakat melalui posdaya.  Salah satu karya para mahasiswa yang menjadi primadona dalam penutupan acara TMMD adalah Kopi Biji Salak yang mereka beri nama dengan Kojilak.  Para mahasiswa yang melaksanakan KKN-TMMD di Desa Tlaga dan Mlaya, Kecamatan Punggelan ini berinovasi mencari cara memanfaatkan biji salak yang biasanya dibuang.  “Salak memang merupakan potensi di desa ini, dan kami mencoba membuat diversifikasi produk dari biji salak yang biasanya dibuang setelah salaknya dimakan” ungkap Nathania salah satu peserta KKN-TMMD.  Upacara penutupan dilaksanakan serentak di seluruh lokasi TMMD di Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara, Sutejo bertindak selaku Inspektur dalam Upacara penutupan di desa Tlaga ini.  Membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Sutejo menyampaikan terima kasih atas kerjasama semua pihak dalam kegiatan ini.  “Terimakasih TNI, POLRI dan seluruh elemen bangsa lainnya juga para mahasiswa UNSOED yang terlibat dalam kegiatan ini”, ungkapnya.

Bupati Banjarnegara bersama pejabat TNI di lingkungan Banjarnegara setelah upacara mengunjungi stand posdaya mahasiswa KKN/TMMD.  Berbagai program kegiatan seperti bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi memuaskan Sutejo.  Rombongan Bupati juga mencicipi Kopi Biji Salak hasil kreasi mahasiswa.  “Hmm…rasanya enak, meskipun saya jarang sekali minum kopi”, ungkapnya diamini anggota rombongan yang lain.  Menurut Mohammad Faozi mahasiswa KKN, kopi biji salak ini telah diteliti dan bermanfaat untuk menurunkan darah tinggi, mengobati asam urat, menurunkan kadar gula darah, dan menghangatkan tubuh.  Sekretaris LPPM UNSOED, Drs. Sudiro, MM bersama Supartoto, M.Agr.Sc yang menghadiri acara penutupan juga berdialog lama dengan mahasiswa terkait program-program yang telah dilaksanakan.  Tak hanya kopi biji salak, para mahasiswa juga membuat pestisida nabati, dan berbagai program non fisik. 

Maju Terus Pantang Menyerah !

Dosen Sosiologi FISIP Finalis Seleksi Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2014

Bertempat di Hotel Menara Peninsula Jakarta 26 – 29 Oktober 2014 digelar kegiatan tahunan Pemilihan Pendidik dan Tenaga Pendidik Berprestasi Tingkat Nasional 2014 oleh Dirjen Dikti. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dir. Litabmas) Agus Subekti yang mewakili Dirjen Dikti. Dalam sambutannya Dir. Litabmas menegaskan pentingnya meningkatkan dan mengembangkan kompetensi Diktendik. Dengan begitu, Diktendik mampu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Proses seleksi yang telah dilakukan mulai tingkat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), terpilih 15 finalis untuk masing-masing kategori. Adapun Enam kategori dalam pemilihan ini adalah Dosen, Ketua Program Studi (Kaprodi), Pustakawan, Tenaga Administrasi Akademik, Tenaga Pengelola Keuangan dan Laboran Berprestasi. Total finalis sebanyak 90 orang. Dengan komposisi peserta berasal dari 73 PTN dan 17 PTS.

Dr. Tyas Retno Wulan Dosen Jurusan Sosiologi FISIP UNSOED mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini, menjadi salah satu dari 15 finalis Dosen Berprestasi. Setiap finalis akan bersaing dengan mempresentasikan karyanya di hadapan para juri. Adapun juri dari ajang ini berasal dari pakar pendidikan, akademisi dan juara ajang yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Ibu Tyas menyampaikan paper yg berjudul: Perlindungan dan Pemberdayaan Buruh Migran Indonesia dengan Penguatan Remiten Sosial, Pengembangan Kewirausahaan dan Peningkatan Peran Perguruan Tinggi.

Meskipun bukan sebagai pemenang, aktifis buruh migran ini menyatakan kebanggaan mengikuti ajang yang sangat bergengsi ini. “Pokoke senang dan bangga deh... banyak belajar dari peserta yang lain juga, semua hebat-hebat dan luar biasaaaa“, tutur Bu Tyas bersemangat. Dan lebih membanggakan adalah ramah tamah dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ristek Bapak M. Nasir yang turut hadir dalam acara penutupan kegiatan, bertepatan dengan Upacara Sumpah Pemuda.

Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Kerjasama FEB UNSOED dengan OIU

Osaka International University (OIU) merupakan salah satu universitas terkemuka di Jepang yang telah menjalin kerjasama dengan UNSOED.  MoU antara OIU dengan UNSOED telah ditandatangani beberapa waktu yang lalu antara ke dua pimpinan universitas.  Pihak OIU telah mengunjungi UNSOED dan beberapa mahasiswa OIU juga telah hadir di UNSOED dalam beberapa kegiatan kerjasama.

FEB UNSOED dalam lawatan pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2014 ini melakukan kunjungan balasan sekaligus melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan pihak OIU. Kesepakatan MoA yang ditandatangani oleh pihak UNSOED dan OIU ini memperinci MoU yang telah ada sehingga dicapai kesepakatan bahwa kedua belah pihak setuju melakukan transfer kredit bagi mahasiswa yang mengikuti program student exchange, kedua belah pihak saling membebaskan uang kuliah (SPP) untuk mahasiswa internasional yang mengikuti student exchangestudent exchange dilakukan selama 1 semester, dalam student exchange ini bahasa pengantar di OIU adalah bahasa Jepang dan bahasa Inggris dan bahasa pengantar di FEB UNSOED adalah bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan masing-masing pihak akan menerima 2 orang mahasiswa dalam setiap tahunnya.

Dalam kunjungan ini, delegasi FEB UNSOED turut meninjau fasilitas pembelajaran di OIU dan bahkan diperkenankan untuk melakukan observasi proses belajar mengajar di OIU. Di samping itu, delegasi UNSOED juga berkesempatan untuk melakukan campus tour do OIU. Universitas ini sangat berpengalaman dalam mendidik mahasiswa asing untuk belajar bahasa Jepang secara efektif dan efisien.

Mahasiswa yang tertarik untuk belajar di Jepang selama 1 semester dengan penekanan belajar kultur dan bahasa Jepang sangat tepat untuk memilih Osaka University sebagai destinasi student exchange.  FEB UNSOED juga siap untuk melayani mahasiswa dari OIU untuk belajar di FEB UNSOED.

Maju Terus Pantang Menyerah! (AP/ipunk)

 

Kerjasama FEB UNSOED Dengan Takamutsu University Japan

FEB UNSOED menindaklanjuti MOU antara UNSOED dengan Takamatsu University (TU) dengan menyepakati kerjasama pertukaran mahasiswa (student exchange) yang bisa berlanjut menjadi program gelar ganda (double degree). Kesepakatan kerjasama tersebut  dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MOA) antara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED dengan Dekan Faculty of Business Administration, Takamatsu University, yang ditandatangani pada hari Kamis, 9 Oktober 2014.

Dalam MOA ini disepakati beberapa kesepakatan, satu FEB UNSOED dan FBA TU bersepakat saling menerima mahasiswa dalam student exchange sebanyak 2 orang pertahun dari masing-masing universitas, dua kredit yang diperoleh mahasiswa selama belajar di universitas partner dapat diakui oleh masing-masing universitas dan dapat ditransfer, tiga durasi belajarnya adalah 2 semester (1 tahun), tiga masing-masing universitas membebaskan biaya kuliah bagi mahasiswa international peserta program student exchange, enam bahasa pengantar perkuliahan di TU adalah bahasa Jepang sedangkan perkuliahan di FEB UNSOED dalam bahasa Inggris.

Dalam catatan tambahan dalam kesepakatan ini, tertulis bahwa bila peserta student exchange yang melanjutkan studi lagi selama 1 tahun (sehingga total durasi belajarnya menjadi 4 semester atau 2 tahun) maka pihak TU akan memberikan gelar Bachelor of Business Administration (BBA).

Kelebihan lain dalam program kerjasama dengan TU adalah terbukanya kesempatan kerja bagi mahasiswa peserta student exchange.  Mahasiswa diperkenankan bekerja maksimal 4 jam per hari dengan bayaran sekitar Y1000 (atau sekitar Rp. 120.000) per jam. Diharapkan mahasiswa dapat membiayai sendiri keperluan akomodasi dan biaya hidup lainnya dengan hasil dari bekerja sampingan.  Pihak TU menjamin bahwa mahasiswa dalam program ini bisa mendapatkan pekerjaan.  Di Universitas ini mahasiswa diwajibkan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah.  Ini bagian dari model pembelajaran yang mereka tawarkan. 

Setelah meeting dan penandatanganan MOA, delegasi FEB UNSOED diajak untuk campus tour termasuk untuk melihat asrama untuk mahasiswa FEB UNSOED bila mengikuti program ini.  Untuk mempererat persahabatan, delegasi UNSOED membuat makanan kolaborasi nasi goreng dan sushi.  Para pimpinan universitas menikmati "shusi nasi goreng".

Setelah campus tour, delegasi FEB UNSOED juga melakukan company tour, melihat tempat-tempat yang biasanya mahasiswa bekerja paruh waktu dan juga city tour untuk melihat keindahan kota Takamatsu.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA