Test RSS

Kajian Analisa oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah

[unsoed.ac.id, Sel, 21/4/15] Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 1 UNSOED, Selasa (21/4) berlangsung kegiatan Kajian Analisa Hasil Pemantauan Penyiaran. Acara hasil kerjasama UNSOED dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah dengan tema Komodifikasi Perempuan dalam Televisi. Kajian kali ini mengetengahkan tiga pembicara yaitu Dra. Tri Wuryaningsih. M.Si, Dr. Naqiyah Mukhtar, M.Ag., dan Ahmad Tohari.

Acara yang diikuti oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika UNSOED tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Beliau menyampaikan pentingnya pemahaman dalam menyikapi perkembangan media. Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia. “Semakin berkembangnya teknologi media massa dalam menyampaikan informasi dan hiburan, maka manusia tak akan pernah bisa lepas dari pengaruh media massa tersebut,” beliau menambahkan.

Selepas penyampaian materi oleh pembicara, dilangsungkan sesi tanya jawab interaktif. Dimana banyak hal yang dibahas utamanya mengenai peran KPID terhadap kualitas dan mutu penyiaran televisi di Indonesia.

Maju terus pantang menyerah!

UNSOED Gelar MTQ Mahasiswa Tingkat Universitas 2015

[unsoed.ac.id, Sel, 21/4/15] Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mahasiswa tingkat Universitas, Selasa (21/4). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan pedoman dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti yang diantaranya adalah untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan serta pengamalan isi kandungan Al-Qur’an ditingkat mahasiswa, untuk meningkatkan syiar dan ukhuwah Islamiyah dikalangan para mahasiswa, dan untuk mengembangkan Softskill & daya saing, serta untuk melestarikan seni & budaya Al-Qur’an dilingkungan kampus.  Hal ini disampaikan oleh Dadan Hermawan, M.Si selaku ketua panitia dalam laporannya. “Melalui MTQ ini bisa menjadi wahana bagi mahasiswa dalam melatih, menuangkan ide-ide kreatif sebagai respon intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat”, ungkapnya.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual melainkan juga peka terhadap lingkungan sosial dan diatas segala-galanya adalah memiliki keimanan & ketaqwaan kepada Alloh SWT. Salah satu cara untuk menjadi pribadi yang memiliki ketaqwaan secara individual sekaligus kesolehan sosial adalah dengan mencintai Firman-Firman Alloh SWT. Rasa cinta kepada Kitab Suci yang diturunkan oleh Alloh SWT melalui Rosulullah Insya Alloh akan melembutkan hati dan meneduhkan perasaan serta memudahkan dan memampukan kita menjalani kehidupan secara ikhlas dan Ridho. “MTQ jangan hanya dijadikan sebagai ajang kompetisi yang dilihat dari kacamata duniawi belaka, tetapi MTQ harus dijadikan ajang kompetisi dengan diri sendiri, apakah kita telah menjadi pribadi yang Qur’ani, apakah kita siap untuk tidak hanya indah dalam melantunkan Firman Alloh namun juga indah  dalam perbuatannya”, demikian harap Rektor.

Dalam MTQ kali ini cabang yang dilombakan ada 6 bidang yaitu bidang Tilawah diikuti 20 peserta, Hifdzil Qur'an 41 peserta, Tartil Qur'an 39 peserta, Kaligrafi/Khotmil Qur'an 21 peserta, Lomba Karya Tulis Ilmiah kandungan Al-Qur’an 21 peserta dan Debat Al-Qur'an dengan Bahasa Inggris 18 peserta. Total peserta yang mengikuti MTQ 160 peserta mahasiswa UNSOED yang mewakili 12 Fakultas.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Orientasi dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana Tahun 2014/2015

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED melaksanakan Orientasi Mahasiswa Baru Semester Genap TA 2014/2015 dan Kuliah Umum di Gedung Pascasarjana, Sabtu (18/4). Mengangkat tema “Potret Ekonomi Politik Indonesia”, dengan Narasumber Dr.(Cand). H. Wisnu Suhardono, SE, M.Si selaku Dosen Luar Biasa Program Pascasarjana UNDIP. Kegiatan diikuti oleh 80 Mahasiswa Baru yang meliputi 39 Magister Managemen dan 41 Magister Akuntansi. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor, Dekan Fakultas Ekonomi&Bisnis, Direktur Pascasarjana beserta Wakil Direktur Pascasarjana II dan Kaprodi Magister Managemen Pascasarjana beserta Kaprodi Akutansi.

Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor Unsoed dalam pembukaannya menyampaikan harapan terhadap Program Pascasarjana untuk memberikan bimbingan dengan terbaik mungkin untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya bagi mahasiswa baru S2 dan bagi para mahasiswa baru. Rektor juga berharap agar selalu meningkatkan kualitas diri untuk menunjuang perkembangan suatu bangsa di karenakan perkembangan bangsa yang pesat/tidaknya tergantung dari kualitas dari Sumber Daya Manusia.

Dalam pemaparannya Dr.(Cand). H. Wisnu Suhardono, SE, M.Si memaparkan tentang tinjauan Praktis Ilmu Sosial dalam Potret Ekonomi Politik Indonesia yang memiliki penjelasan konseptual Politik ekonomi yang mempelajari aspek-aspek produksi, perdaganan dan sebagainya, konsep ekonomi yang meliputi keuangan, kebijakan dibidang moneter, fiskal maupun komersial serta konteks politik pada pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi yang luas seperti kebijakan Publik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Penerimaan Mahasiswa baru Pascasarjana oleh Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, MP.,Ph.D selaku Direktur Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

 

 

 

Diskusi bersama Pakar HI : 'The Rising Tiongkok as a New Hegemony'

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] Program studi ilmu hubungan internasional mengadakan diskusi bertemakan “ the rising Tiongkok as a new hegemony”, Rabu (15/4) bertempat di ruang rapat Dekanat FISIP Unsoed. Adapun audiens dari diskusi ini adalah para mahasiswa bubungan internasional, dan juga beberapa dari pihak dosen. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memperkenalkan wacana hegemony baru Negara Tiongkok serta posisinya dalam percaturan politik internasional baik didalam regional ASEAN, maupun didalam lingkup yang lebih luas, yaitu dunia. Diskusi ini sangat menarik dikarenakan terdapat beberapa mahasiswa yang skeptik terhadap pertumbuhan ekonomi tiongkok, dikarenakan pertumbuhan ekonomi china ini dibarengi dengan bertambahnya agresifitas china di dalam konflik laut tiongkok selatan. Tetapi terlepas dari skeptisme mahasiswa dan dosen hubungan internasional pada saat itu, diskusi berjalan dinamis dan produktif. Diskusi ini dimoderatori oleh Azzy D’vyastia Kesuma, mahasiswa hubungan internasional angkatan 2012. “saya memandang bahwa forum-forum kritis ini bagus, dan harus diperbanyak, demi menciptakan budaya diskusi yang massif di UNSOED ini”, ujarnya.

Sebagai narasumbernya Dr. Nur Rahmat Yuliantoro,MA, pakar politik Tiongkok dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah mada Yogyakarta. Beliau mengatakan bahwa kecenderungan agresifitas Tiongkok bisa dilihat dari keinginannya menjadi “The Great Power” dan aktifitasnya mengklaim beberapa pulau di wilayah Laut China Selatan. Kondisi ekonomi yang sangat mapan memacu kepercayaan diri Tiongkok untuk mengembangkan kekuatan militernya untuk mendukung agresifitasnya. Hal tersebut juga didukung atas anggapan tentang negaranya sebagai negara pusat (Chung Kuo) di kawasan Asia sehingga menjadikan ambisi Tiongkok untuk menguasai Asia semakin besar.

Didalam diskusi ini, banyak sekali pertanyaan yang muncul, dimulai dari para dosen hubungan internasional yang mempertanyakan one china policy serta kontradiksi wacana peaceful rising, lalu ada juga yang mempertanyakan terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan. Pasalnya memang tiongkok sampai saat ini tidak pernah mengakui Negara Taiwan berkat one china policy-nya. Dan ada juga pertanyaan-pertanyaan yang datang dari mahasiswa terkait dengan konflik laut tiongkok selatan, penerapan zona larangan terbang di atas laut tiongkok, dll. memang tidak bisa dipungkiri bahwa konflik di laut tiongkok selatan ini sangatlah berimplikasi kepada renggangnya hubungan bilateral tiongkok dengan Negara-negara di asia tenggara. Lalu sebagai pertanyaan pamungkas, pembicara memaparkan prospek hubungan tiongkok dengan Negara adidaya seperti amerika serikat serta beberapa Negara lainya baik di eropa maupun timur tengah. Hasil dari diskusi ini sangatlah membantu untuk meningkatkan kapasitas wacana segala civitas akademika program studi hubungan internasional.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Zy HI).

Kuliah Umum PT Chevron Pasific Indonesia (CPI)

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] UNSOED bekerjasama dengan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menggelar kegiatan Kuliah Umum dengan Tema” Persiapan Jurusan Teknik Geologi Untuk Berperan serta dalam Industri minyak dan Gas Bumi”, di Gedung Rektorat Lantai 1, Jumat (17/4). Pada kuliah umum ini menghadirkan Narasumber Albert Simanjuntak, yang di hadiri oleh Rektor beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (WR IV), President Director CPI, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama Informasi, dan Hubungan Masyarakat (BPKIH), Dekan Fakultas Teknik beserta Wakil Dekan, Para Dosen Fakutas Teknik dan Para Mahasiswa.

Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor Unsoed dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menentukan kualitas/mutu suatu universitas, Unsoed diharapkan menjadi pusat berkumpulnya insan-insan yang cerdas serta diandalkan yang bermuara pada kelak lulusannya memiliki peran dalam dinamika kehidupan dan perkembangan masyarakat. “Perguruan tinggi membutuhkan sinergi/ kerjasama antara Kampus dengan berbagai pihak seperti halnya kalangan industri yang berpotensi untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan menyiapkan Sumber Manusia yang siap dalam perkembangan laju industri”, ungkap Rektor.

Dalam pemaparan Albert Simanjuntak selaku President Director CPI menyampaikan profil singkat PT Chevron Pasific Indonesia kemudian dilanjutkan tentang pengembangan sumber daya manusia di industri energi serta PT Chevron Pasific Indonesia di bangun atas dasar integritas, kepercayaan, Keragaman, kecerdikan, patnership, ikut serta dalam melindungi masyarakat beserta lingkungan dan berprestasi tinggi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

DJKN Goes to Campus

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Ruang Rapat Rektorat UNSOED (16/4), berlangsung acara DJKN Goes to Campus. Dalam acara yang merupakan kerjasama UNSOED dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tersebut akan berlangsung dua kegiatan. Yaitu diskusi dengan tema Peran Strategis Pengelolaan Kekayaan Negara dalam Perekonomian Indonesia dan simulasi lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan LElang (KPKNL). Acara yang diikuti oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika UNSOED tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini adalah memperkenalkan tugas pokok dan fungsi DJKN. Hal yang sama disampaikan juga oleh Taufik selaku Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY “Kegiatan ini adalah ajakan untuk bersama-sama mengoptimalkan manfaat barang milik negara sehingga penggunaannya sesuai dengan pelaksanakaan tugas pokok dan fungsi.”

 

Dalam kegiatan ini sebagai pembicara  adalah Direktur Hukum dan Humas DJKN Tavianto Nugroho, S.H.,MH dan Asisten BMN III Idris Aswin. Diskusi diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif. Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan simulasi lelang oleh KPKNL. Adapun barang yang dilelang adalah dua buah tas ransel, jam tangan dan handphone.

Maju terus pantang menyerah !

KOMAHI FISIP Gelar ‘Creative Youth’ Bertema Pelatihan Kewirausahaan

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Aula Fisip, Selasa 14 April 2015 Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) menyelenggarakan acara ‘creative youth’ bertemakan Pelatihan Penyusunan Proposal Kewirausahaan bagi mahasiswa. Sejumlah 60 mahasiswa HI nampak antusias mengikuti kegiatan dengan pembicara tunggal Taufik Budhi Pramono, M.Si Dosen Kewirausahaan sekaligus reviewer PKM (program kreatifitas mahasiswa) Unsoed.

Ketua Panitia Pelatihan, Lusi Ludia menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja divisi kewirausahaan KOMAHI. Pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa HI Fisip terampil menyusun proposal kewirausahaan yang terdiri dari PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC, PKM-AI dan PKM-GT. Mahasiswa HI angkatan 2013 ini meyakini bahwa kewirausahaan merupakan salah satu soft skill yang harus dikembangkan, bahkan menjanjikan bagi masa depan.

Taufik Budhi Pramono, M.Si memaparkan bahwa pemerintah mendorong penciptaan wirausaha baru. Mahasiswa sebagai sosok muda, kreatif dan berfikiran terbuka sangat tepat bagi pengembangan wirausaha, tutur Mas Taufik panggilan akrab beliau. Pembinaan wirausaha mahasiswa ini menjadi perhatian penuh dari setiap perguruan tinggi, karena merupakan perpaduan academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. PKM diharapkan mampu meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis serta professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Paparan tersebut membuka wawasan mahasiswa dalam menempatkan kewirausahaan bersanding dengan aktifitas perkuliahan. Selnjutnya Dosen Kewirausahaan ini menjelaskan secara teknis program kreatifitas mahasiswa yang terdiri dari PKM penelitian, kewirausahaan, pengabdian, teknologi, karsacipta, artikel ilmiah dan gagasan tertulis. Tujuh macam PKM tersebut disampaikan dengan dengan lugas, memudahkan pemahaman mahasiswa. Diskusi mahasiswa dengan pembicara juga semakin menarik, diakhiri dengan tantangan Mas Taufik untuk segera menyusun proposal. Beliau siap untuk membantu dan membimbing mahasiswa, kapan saja dan dimana saja, menunjukkan totalitas beliau dalam mengarahkan PKM bagi mahasiswa.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Selamat Jalan Prof. Nunung

[unsoed.ac.id, Kam,16/4/15] Senja di Purwokerto seolah turut menjadi saksi salah satu Putri Terbaik Universitas Jenderal Soedirman, Prof.Dr.Ir.Hj S.N.O Suwandyastuti, MS dipanggil Tuhan YME di Rumah Sakit Geriatri Margono Soekardjo Pukul 17:35, 15 April 2015.  Prof. Nunung, demikian Almarhumah biasa dipanggil adalah sosok yang berdedikasi tinggi, tauladan yang baik, disiplin, dan pekerja keras.  Jabatan struktural terakhir yang diembannya adalah Pembantu Rektor II UNSOED periode 2006-2010 lalu.  Setelah itu, Guru Besar Fakultas Peternakan ini tetap aktif mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat, serta dikenal sangat amanah dalam mengemban tugas sebagai anggota senat UNSOED.

Rektor UNSOED, Dr.Ir. Achmad Iqbal saat memberikan sambutan dalam persemayaman Jenazah Almarhumah di Auditorium Graha Widyatama UNSOED mengungkapkan rasa kehilangan UNSOED.  “Ini  sebuah kehilangan yang luar biasa, karena beliau telah turut mewarnai sejarah tumbuh, besar dan berkembangnya almamater ini, karena pemikiran beliau sebagai seorang akademisi serta pemimpin, telah mengantarkan universitas ini berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.  Rektor mewakili Keluarga Besar UNSOED mengungkapkan bahwa Almarhumah adalah sosok Guru yang patut diteladani.  “Sebagai seorang pendidik, beliau telah banyak mengajarkan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswanya, yang tentunya menjadi landasan berkarya nyata setelah mereka lulus dan berada di tengah-tengah masyarakat.  Sebagai seorang pimpinan – baik di tingkat fakultas maupun di universitas – ketegasan, kewibawaan sekaligus kearifan beliau, telah membawa almamater ini menjadi lembaga yang turut serta secara aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.  Serta, sebagai guru besar dan sivitas akademika universitas, beliau telah memberikan pemikiran dengan penuh pertimbangan dan kebijaksanaan bagi kemajuan almamater ini,” ungkapnya.

Almarhumah menjadi mengabdi di UNSOED sejak Tahun 1971 sebagai CPNS.  Berbagai jabatan pernah diembannya dengan penuh tanggung jawab.  Diantaranya di Tahun 1993 menjabat sebagai PJS Pembantu Dekan II Fakultas Peternakan, Menjadi Dekan Fakultas Peternakan di Tahun 2000, dan Menjabat sebagai pembantu Rektor II di Tahun 2006.  Jejak kebaikan yang ditinggalkan Almarhumah sangatlah banyak.  Karya dan bakti dalam bingkai kedisiplinan dan kerja keras membuatnya selalu patut menjadi teladan bagi para penerusnya.

Selamat jalan Prof. Nunung, semoga diterima seluruh amal baiknya, diampuni segala dosanya, dan dimasukkan ke dalam Syurga.  

Bedah Buku Perempuan dan Politik dalam Budaya Banyumas

[unsoed.ac.id, Kam, 16/4/15] Bertempat di Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed, Selasa (14/4/2015) Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) FISIP Unsoed dan Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed menggelar Bedah Buku “Kontestasi Perempuan dan Politik dalam Budaya Banyumas”. Bedah buku menghadirkan dua orang narasumber yaitu Dr. Sofa Marwah, M.Si. sebagai penulis buku dan Luthfi Makhasin, S.IP., M.A. serta Surya Abadi (Pol’12) sebagai moderator. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 30 mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan/program studi.

Penulis menuturkan bahwa sebagian besar isi buku bersumber dari disertasi program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia. Latar belakang penulisan ini adalah peningkatan isu keterwakilan perempuan berbasis keragaman budaya. Sebagai studi ilmiah pertama yang mengkaji keterwakilan politik perempuan dalam kultur masyarakat Banyumas, studi ini menjelaskan mengenai posisi perempuan dalam perkembangan sosial politik Banyumas.

Banyumas memiliki posisi unik, terletak diantara pusat kekuasaan Jawa dan Sunda, ternyata mempunyai struktur masyarakat yang kurang mengenal pelapisan social. Budaya penginyongan, sebagai istilah untuk menyebut kelas rakyat biasa, dikenal memiliki jiwa egaliter dengan sifat cablaka blakasuta (keterbukaan). Namun bagi perempuan nilai-nilai egaliter hanya simbolis belaka, tidak secara substansial. Tokoh utama dalam babad tetap saja laki-laki, bahkan tidak ada perempuan yang mampu menjadi adipati atau bupati sampai era politik sekarang. Keterwakilan politik perempuan di Banyumas rendah akibat dipengaruhi budaya patriarkhi. Walaupun masih terdapat celah dalam patriarchi Banyumas jika dibandingkan dengan budaya Jawa yang sangat patriarkhi.

Luthfi Makhasin, S.IP., M.A mengkritisi sajian bedah buku ini. Kontestasi  perempuan dalam politik institusional belum terlihat secara masif. Namun apabila melihat politik sebagai urusan publik sebenarnya perempuan telah berperan besar dalam kultur Banyumas. Hal ini setidaknya dapat terlihat dalam karya Ahmad Tohari yang mencoba merefleksikan nasib perempuan yang dituangkan dalam bentuk novel. Seperti Srinthil dalam trilogy Ronggeng Dukuh Paruk (1982) dan Lasi dalam Bekisar Merah (2001). Meskipun karya fiksi, setidaknya pesan yang disampaikan oleh Ahmad Tohari menyiratkan penokohan perempuan Banyumas.

Luthfi, pengajar di Jurusan Ilmu Politik ini juga mencermati political biografi dalam buku ini, belum menempatkan perempuan-perempuan modern terkini. Sejarah telah mencatat ketokohan Siti Soebindjei perempuan  istri Bupati Banyumas Soedjiman M. Gandasoebrata (1933 – 1950), merupakan mahasiswa putri pribumi pertama Indonesia di Rechts Hooge School Jakarta. Selanjutnya berperan dalam pemberdayaan masyarakat Banyumas terlebih saat terjadi krisis malaise (1933) bahkan aktif dalam kegiatan organisasi sejak jaman kolonial Belanda. Namun tokoh perempuan dalam politik institusional terkini belum tercover. Banyak perempuan telah menempati posisi tinggi dalam birokrasi/pemimpin publik tidak banyak diulas. Politikal biografi diharapkan mampu mendorong ketokohan politik perempuan yang semakin kuat dewasa ini.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Sosialisasi Pendaftaran Beasiswa Secara Online

[unsoed.ac.id, Kam, 16/4/15] Unversitas Jenderal Soedirman/UNSOED melaksanakan Sosialisasi Pendaftaran Online Beasiswa melalui SIKEMAS (Sistem Informasi Kemahasiswaan UNSOED) di Gedung Rektorat Lantai 1, Rabu (14/4). Pada sosialisasi ini sebagai narasumber Aribawa JIS, SE (Staf Kependidikan UNSOED) dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Para Staf Administrasi dan Perwakilan Mahasiswa.

Dr. Ir V. Prihananto, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III dalam sambutannya menyampaikan bahwa meningkatkan layanan kesejahteran mahasiswa melalui Beasiswa BBP (Bantuan Biaya Pendidikan) dan PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dengan alokasi 1550 mahasiswa yang meliputi Beasiswa BBP sebanyak 550 mahasiswa, Beasiswa PPA sebanyak 995 mahasiswa dan 5 (lima) mahasiswa untuk UKM Universitas. “dengan beasiswa ini akan betul-betul memberikan makna/manfaat bagi perkembangan kampus khususnya mahasiswa”, ungkap WR III

Aribawa JIS, SE dalam pemaparannya menyampaikan alur pendaftaran Online yang meliputi waktu pendaftaran yang dimulai 16 April – 6 Mei 2015, mengatur kuota penerimaan Beasiswa berdasarkan fakultas, mengatur setting beasiswa meliputi batas semester mahasiswa, Batas IPK serta prosentase penilaian IPK, Prestasi, Organisasi, Ekonomi serta Draft PKM selanjutnya memverifikasi Daftar Mahasiswa yang di ajukan dari Fakultas dan membuat Surat Keputusan Penerimaan Beasiswa. Kemudian untuk mengetahui syarat dan ketentuan beasiswa yang ditawarkan melalui laman http://kemahasiswaan.unsoed.ac.id dan untuk pendaftaran secara online melalui laman http://sikemas.unsoed.ac.id dengan mempersiapkan Scan KHS terakhir, Scan Rekening Bank, Scan surat keterangan penghasilan orang tua, foto (ukuran 200kb) masing-masing dengan format Pdf serta menggunakan ID User dan  password yang sama dengan login SIA (Sistem Informasi Akademik).

Maju Terus Pantang Menyerah!

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA