Test RSS

Visitasi Kementerian Kesehatan RI ke RSGMP UNSOED

[unsoed.ac.id, Jum, 29/01/15] Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat hendaknya terus meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) UNSOED juga terus berbenah untuk menjadi rumah sakit dengan pelayanan prima. Bertempat di Ruang Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) UNSOED, Kamis (29/1) berlangsung acara Visitasi Izin Penetapan Kelas. Visitasi ini dilakukan sebelum diadakan audit untuk menentukan penggolongan tipe/kelas rumah sakit. Sebagaimana diketahui di Indonesia terdapat penggolongan tipe rumah sakit berdasarkan kemampuan rumah sakit tersebut dalam memberikan playanan medis kepada pasien.

Visitasi dari Kementerian Kesehatan ini juga merupakan tindak lanjut dari permohonan dari provinsi agar RSGMP UNSOED menjadi rumah sakit pendidikan utama di Jawa Tengah. Tim visitasi dari kemenkes yaitu dr. Desriana Elisabeth Ginting, MARS dan Khadirin, S.IP. MARS. Visitasi kali ini dilakukan lewat dua sesi. Yaitu sesi diskusi yang berisi pemaparan dan pemeriksaan dokumen yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas secara langsung.

Dr. Arwita Mulyawati selaku Direktur RSGMP UNSOED mengungkapkan bahwa kedepan RSGMP UNSOED diharapkan akan menjadi Rumah Sakit pendidikan utama dan bahkan menjadi rumah sakit Rujukan di Jawa Tengah. Capaian yang ingin diraih adalah menjadikan RSGMP UNSOED sebagai Rumah Sakit tipe B. Yaitu rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini berada dalam sebuah provinsi yang menampung pelayanan rujukan di rumah sakit kabupaten.

Dengan terus  mempersiapkan diri melalui peralatan yang memadai, sistem informasi, pembiayaan dan Sumber Daya Manusianya.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Mahasiswa HI FISIP Ikuti Global Youth Ambassador di Tujuh Negara Manca

[unsoed.ac.id, Kam, 29/01/15] Bagi mahasiswa Prodi HI Fisip UNSOED, memiliki visi internasional merupakan sebuah keharusan sehingga para mahasiswa selalu terpacu untuk mencari pengalaman-pengalaman baik akademik maupun non akademik di negara lain. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengenal secara langsung kehidupan di manca negara sekaligus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang akan menambah pengalaman, teman maupun jaringan internasionalnya.

Liburan semester gasal 2014/2015 ini dimanfaatkan oleh tujuh mahasiswa Prodi HI Fisip UNSOED untuk menjalani perannya sebagai Youth Ambassador di berbagai negara melalui program yang diselenggarakan oleh AIESEC, sebuah lembaga nirlaba internasional yang menghimpun para generasi muda di berbagai negara agar mampu membagikan ilmu, gagasan maupun tenaganya untuk membantu permasalahan sosial, budaya maupun pendidikan terutama bagi anak-anak maupun masyarakat yang kurang beruntung sekaligus menjadi jembatan komunikasi budaya antar negara.

Ketujuh mahasiswa Prodi HI yang menjalani program ini bukan yang pertama kali, setelah sebelumnya ada tiga seniornya yang sudah menjalani program serupa di India, Vietnam dan Mesir. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah :

  1. Teguh Haryadi Jumena, mahasiswa Prodi HI angkatan 2012 ini menjalani programnya  di Philipina dengan fokus pada penanganan anak-anak terlantar di Manila
  2. Noviantika Gita Sekar Ayu, mahasiswi prodi HI angkatan 2012 ini menjalankan Progran Sawasdee yang menitikberatkan pada program pendidikan Bahasa Inggris di berbagai sekolah formal di Chacheongsao, Thailand
  3. Tiara Putri, mahasiswi Prodi HI angkatan 2012 asal Purwokerto ini memilih program pendidikan dengan mengajar di berbagai sekolah di Pnom Penh, Kamboja melalui program Teach me English
  4. Zulfikar Tito Enggartiarso, mahasiswa Prodi HI angkatan 2012 memilih Kota Hiederabad, India sebagai lokasi untuk menjalankan program mengajar berbagai ketrampilan dan bahasa inggris bagi anak-anak
  5. Harry Kurniawan, mahasiswa Prodi HI angkatan 2012 pada akhirnya mampu menggapai impiannya untuk menginjakkan kaki di negara Eropa Timur dengan menjalankan programnya di Kota Torun, Polandia
  6. Deninda Firmana Putri, mahasiswi prodi HI angkatan 2013 ditempatkan di Tiongkok untuk menjalankan Program Dare to Dream di dua propinsi yaitu Nanjing dan Shaanshi. Program ini dijalani melalui pengenalan budaya dan mengajar bahasa.
  7. Ulfa Gracianessie, mahasiswi Prodi HI angkatan 2013 menjalani program Young and Perspective di kota Izhevsk, Rusia yang memfokuskan pada penggunaan teknologi, budaya dan pengajaran.

Ketujuh mahasiswa tersebut sudah menjalani program sejak minggu kedua bulan Januari 2015 dan program tersebut akan berjalan antara 6 hingga 10 minggu. Harry Kurniawan adalah yang akan menjalani program paling lama yaitu 10 minggu di Polandia, namun baginya merupakan hal yang menyenangkan karena lebih puas menimba pengalaman di negeri yang memang diinginkannya.

Kabar pertama datang dari Ulfa Gracianessie yang menyatakan kegembiraannya sesampai di Rusia dan dijemput oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Moscow untuk selanjutnya terbang selama 2 jam ke Izhevsk. Ulfa tinggal bersama seorang wanita Rusia yang ingin lebih lancar berbahasa Inggris, dan sempat menonton hockey sebelum menjalankan programnya. Suhu minus 17 derajat dan salju yang bertebaran merupakan pemandangan yang paling berkesan diawal kedatangannya di Rusia karena hal itu tak pernah ditemuinya di Indonesia, tak lupa Ulfa mengirim foto yang diambil dari jendela kamar di flat nya. Ulfa menyatakan kesiapannya menjalankan semua programnya dengan semangat sekalipun harus menembus salju dan melawan hawa dingin.

Lain halnya dengan Noviantika Gita Sekar Ayu yang langsung sibuk dengan programnya, hanya sedikit waktu menikmati kota Bangkok, langsung menjalani preparation seminar dan kemudian berangkat ke Propinsi Chacheongsao untuk menjalankan tugasnya. Novi tinggal bersama host familyyang merupakan guru bahasa Inggris beserta teman dari Srilanka. Novi mengajar Bahasa Inggris di Wad Wang Yen School, sekaligus bertindak sebagai asisten bagi Mr. Juan yang merupakan host family nya.

Maju Terus Pantang Menyerah ! (tj)

Biolita Mini KKN Kalisari Menarik Stasiun TV Swasta Nasional

[unsoed.ac.id, Rab, 28/01/2014] Biolita Mini rancangan Mahasiswa KKN-PPM Desa Kalisari menarik perhatian Stasiun Televisi Swasta Nasional menjadikannya tema sebuah program acara.  Sejak Senin, 26 Januari 2015 hingga Sabtu nanti Tim SCTV melaksanakan pengambilan video di lokasi KKN.  Desa Kalisari Kecamatan Cilongok merupakan salah satu desa yang dicanangkan menjadi Desa Mandiri Energi oleh Gubernur Jateng dan  Kemenristek.  Bio gas dari limbah tahu cair diberi nama Biolita yang dibangun Kemenristek dan Dinas Lingkungan Hidup jawa Tengah telah berhasil dimanfaatkan oleh sekitar 100 Produsen Tahu.  Selain 100 produsen tahu tersebut ada produsen tahu lain yang jaraknya cukup jauh dari lokasi Biolita sehingga belum bisa merasakan manfaatnya.  Oleh karena itulah Tim KKN PPM Kalisari di bawah bimbingan Prof.Dr. Rifda Naufalin dan Dr. Rumpoko Wicaksono membuat program yang disebut dengan Mini Biolita yang dapat dioperasikan di masing-masing produsen tahu. 

Dalam program yang dibuat Televisi Swasta Nasional ini Prof.Dr. Rifda Naufalin menjadi nara sumber didampingi Riana Listanti, S.TP.,M.Sc untuk menjelaskan proses pengolahan kedelai dalam industri tahu dari pemilihan kedelai hingga pemanfaatan limbahnya.  Program KKN PPM di Desa kalisari sudah dimulai sejak 2008.  Mengawali dengan program pemanfaatan limbah padat tahu menjadi berbagai olahan pangan kaya manfaat, akhirnya di Tahun 2013 lalu, Kemenristek membuat Bio gas dari limbah cair tahu dilanjutkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah.  Prof.Dr. Rifda Naufalin dan tim saat itu juga dipercaya oleh Kementerian Ristek untuk melakukan monitoring program Biolita.  Setelah berlangsung cukup lama dan manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, kini Tim KKN PPM Desa Kalisari fokus untuk membuat Mini Biolita agar Produsen tahu yang belum merasakan Biolita karena terlalu jauh dengan lokasi dapat merasakan Biogas Limbah Tahu dari Biolita mini yang dibuat.

Pak Khasan, salah satu produsen tahu sangat merasakan manfaat KKN Mahasiswa.  “Dulu diawali dengan mengenalkan pengawet alami yaitu dari kecombrang yang sampai sekarang telah saya pakai untuk tahu saya,” ungkapnya.  Tahu Pak Khasan dengan Kecombrang ini memiliki daya tahan hingga tiga hari tanpa pengawet sintesis.  “Meskipun pada prakteknya setiap hari sudah habis,” jelasnya sembari tersenyum.  Pak Khasan juga merasa terbantu dengan analisis usaha yang dilakukan oleh mahasiswa.  “Saya tidak pernah hitung-hitungan detil, biasanya saya tahu karena ada mahasiswa yang KKN menghitungkan,” jelasnya.  Maju Terus Pantang Menyerah !

39 Alumni Fakultas Kedokteran Dibekali Soft Skill

[unsoed.ac.id, Rab, 28/01/15] Bertempat di lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran/FK UNSOED, Jumat (23/1), diselenggarakan kegiatan Pembekalan Soft Skill bagi 39 orang para calon dokter Alumni Fakultas Kedokteran UNSOED. Acara dibuka oleh dekan FK UNSOED dr. Fitranto Arjadi, M.Kes.

Wakil Dekan III dr.Diah Krisnansari, M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Soft Skill ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan tiga kali selama mahasiswa menimba ilmu di fakultas kedokteran, yang pertama adalah disaat menjadi mahasiswa baru dan yang kedua adalah disaat mata perkuliahan, yang terakhir adalah sekarang saat akan disumpah menjadi dokter.

Pemberi materi pada acara ini adalah Rahmawati Wulansari, S.Psi., M.si.. dalam paparannya menyampaikan materi dengan tema “Bukan Sekedar Dokter”,  perbedaan profesi dokter jaman dahulu dan di era sekarang, serta apa yang harus disiapkan ? tentunya persiapan mental, penambahan ilmu pengetahuan, mempersiapkan bea siswa, dan mempersiapkan tabungan. Diterangkan pula tentang kualitas lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan dunia kerja (skala 1-5) adalah kemampuan komunikasi, kejujuran/integritas, kemampuan bekerjasama, kemampuan interpersonal, beretika, motifasi,/inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan computer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi (>=3.0), kreatif, humoris, kemampuan berwirausaha.

Sesi ke dua diisi pemaparan oleh dr. Arif Sugiono, yang merupakan dokter alumni FK UNSOED dalam pembekalannya menyampaikan  bahwa ketika sudah menjadi dokter, otomatis tanggung jawab melekat dengan mutlak. Dan jadikan kebiasaan untuk senyum, dengar, komunikasi yang berempati, inform consent. dr. Sutrisno, M.Kes., Sp.OG., juga merupakan dokter alumni FK Unsoed yang telah menjadi Dosen FK Unsoed memberikan pembekalan pada sesi ketiga.

Dengan kegiatan Pembekalan Soft Skill adalah Institusi berharap kepada Dokter Alumni UNSOED mau menjadi dokter desa yang bisa sukses, dan setelah pelatihan soft skill ini bisa membawa semangat baru.

Maju Terus Pantang Menyerah!(L135)

Sosialisasi Kurikulum Permendikbud No. 49 Tahun 2014 Oleh Staf Ahli Dirjen Dikti

[unsoed.ac.id, Rab, 28/01/15] Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED mengadakan Sosialisasi Kurikulum berdasarkan peraturam Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Selasa (27/1). Kegiatan yang bertempat di Gedung Rektorat Lantai I UNSOED, diikuti oleh para Dekan dan Wakil Dekan bidang I, para Ketua Lembaga, Ketua Pascasarjana, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan beserta jajaran serta undangan.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi MS (Wakil Rektor Bidang Akademik/WR I), dalam sambutannya mengatakan bahwa UNSOED dalam waktu dekat akan menyusun suatu standar pendidikan, standar penelitian dan standar pengabdian. “melalui sosialisasi ini narasumber akan memberikan pencerahan, persamaan persepsi dan diskusi sehingga pada saat kita menuju suatu standar tingkat universitas yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi semuanya sudah memahami”, harap WR I.

Hadir sebagai narasumber Dr.Ir. Endrotomo MT (Staf Ahli Dirjen Dikti). Dalam paparannya diuraikan bahwa Perguruan Tinggi dalam menyusun sebuah kurikulum referensi pertama adalah Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Isi dari KKNI ini ada tiga yaitu penjenjangan, penyetaraan dan deskripsi. Dalam membuat kurikulum yang harus diperhatikan adalah tentang perumusan capaian pembelajaran, pembentukan mata kuliah dan penyusunan dokumen kurikulum. Lebih lanjut diuraikan bahwa standar Nasional Pendidikan Tinggi wajib dipenuhi oleh setiap Perguruan Tinggi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat. Standar Nasional Pendidikan meliputi; a. standar kompetensi lulusan; b. standar isi pembelajaran; c. standar proses pembelajaran; d. standar penilaian pembelajaran; e. standar dosen dan tenaga kependidikan; f. standar sarana dan prasarana pembelajaran; g. standar pengelolaan pembelajaran; dan h. standar pembiayaan pembelajaran. Berkaitan dengan standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

POAST Mengurangi Banyaknya Penggunaan Kertas

[unsoed.ac.id, Sel, 27/01/15]  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED melalui Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi (PSI), bertempat di ruang rapat senat melaksanakan kegiatan Sosialisasi tentang Paperless Office Administration System (POAST). Selasa(20/1).

Sosialisasi dibuka oleh Dekan FEB Dr. Pramono Hari Adi, MS, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa POAST dibangun untuk pengelolaan data manajemen persuratan. Sistem ini juga nantinya diharapkan dapat mengurangi banyaknya penggunaa kertas, tegas Dekan. Sistem yang dirintis ini juga dapat membantu jajaran Umum dan Perlengkapan maupun petugas kearsipan dalam proses persuratan dan penataan arsip yang lebih baik.

Sebagai pembicara dalam sosialisasi ini adalah Bagus Budi Pratomo, S.Kom. (Staf PSI FEB). Dalam sosialisasi ini diawali dengan pemaparan singkat mengenai potret pengelolaan POAST yang antara lain berkaitan tentang manajemen surat masuk beserta manajemen surat keluar, disposisi dan manajemen pengarsipan dokumen surat. Lebih lanjut, dalam kegiatan ini Kasubag PSI FEB Adi Priyono, SE mengatakan bahwa PSI siap membantu dalam memfasilitasi akan kebutuhan fakultas khususnya di bidang layanan informasi guna kemajuan bersama yang lebih baik. Sistem POAST ini di bangun sejak Nopember 2014 yang menitik beratkan pada manajemen pengarsipan surat beserta pendistribusian surat secara online dan diharapkan sistem ini dapat berjalan di awal tahun 2015, ungkapnya.

Kegiatan di hadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, KTU,   Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Para Kasubag dan operator persuratan di lingkungan FEB.

Maju Terus Pantang Menyerah!(ipunk)

 

Helm Limbah Kertas Tahan Benturan

[unsoed.ac.id, Sen, 26/1/15] Helm merupakan salah satu bagian keselamatan dalam berkendaraan roda dua.  Pada saat kecelakaan terjadi ada kalanya sungkup helm atau bagian terluar helm pecah dan membuat lapisan peredam kejutnya juga ikut pecah karena tidak mampu menahan energi benturan yang cukup tinggi.  Drs Agus Yanto M Si melihat masalah itu dan mencoba menemukan bahan alternatif dari olahan limbah kertas.   Agus Yanto bersama dua koleganya, Wihantoro dan Toto Sugito membuat sebuah prototype helm tahan benturan tinggi dari limbah kertas.  “Pilihan terhadap limbah kertas karena secara meterial memungkinkan dan limbahnya sangat banyak, sehingga harus dimanfaatkan,” ungkap Agus.

Agus mengungkapkan bahwa untuk membuat prototype ini, ia bersama tim melakukan penelitian selama sepuluh bulan di laboratorium Fisika Eksperimen Fakultas MIPA Unsoed.  “Awalnya dengan membuat bubur kertas secara bertahap selama satu minggu, setelah itu mencampur bubur kertas dengan lem fox sebagai perekatnya,” jelasnya.  Setelah itu lapisan peredam kejut dari stereofom dibaluri dengan adukan bubur kertas membentuk sungkup helm dengan ketebalan 1 cm.  “Tahap selanjutnya adalah menjemur prototype helm basah tersebut dan setelah kering dihaluskan sampai ketebalan 3mm,” jelasnya.

Setelah jadi, Prototype helm ini oleh Agus dan tim diuji di Laboratorium Testing Helm Balai Besar Bahan dan Barang Teknik di Bandung September lalu.  “Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ketangguhan sungkup helm ini,” ungkapnya.  Pengujian dilakukan dengan menggunakan monorail.  “Helm yang akan diuji dimasukkan ke dalam bandul logam yang ukurannya sama dengan rongga helm dan helm diangkat sampai ketinggian 5 meter,” jelas Agus.  Setelah itu helm dijatuhkan pada suatu landasan logam berbentuk bulat dan dilakukan terus menerus sampai helm tersebut retak atau pecah.  “Kami mengamati hasilnya pada layar monitor komputer untuk melihat berapa besar energi yang diserap helm,” ungkapnya.  NSI mensyaratkan bahwa gaya yang diteruskan oleh helm tidak boleh melebihi 300G.  “Setelah kami lakukan pengujian nilai puncak maksimum energi benturan yang diteruskan helm ini bervariasi yaitu 218,3G dan 314,9G,” ungkapnya.  Hal ini mengindikasikan bahwa prototype helm dari olahan limbah kertas ini secara umum berhasil hanya saja perlu diatur ketebalannya agar bisa sempurna.  “Sungkup helm setelah kami uji hanya retak dan keretakan tersebut tidak merusak lapisan peredam kejut,” jelasnya.  Agus membuat lapisan peredam kejut yang salah satu bahannya dari olahan bubur kertas.  “Olahan ini bertujuan untuk memberikan kekuatan sekaligus menyerap energi benturan agar saat sungkup helm pecah kepala pengendara tetap terlindungi dan energi benturan yang sampai di kepala menjadi berkurang,” katanya.

Dengan keberhasilan pembuatan prototype ini, Agus dan tim berharap dapat terus melakukan pengembangan hingga sempurna.  Untuk memperoleh nilai energi benturan di atas standar NSI, Agus akan mengatur ketebalan sungkup helm lebih rinci.  “Perlu mengatur ketebalan, namun tidak mengganggu keindahan bentuk helm,” jelasnya.  Kertas adalah salah satu bahan yang proses produksinya cukup mahal, sehingga sayang sekali jika setelah tak terpakai dibuang begitu saja.  Pemanfaatan olahan limbah kertas menjadi sungkup helm diharapkan membantu menjawab masalah ini.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Angkat Sumpah Dokter Periode XXVIII Tahun 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 26/01/15] Bertempat di Dekanat Lantai III Fakultas Kedokteran UNSOED, Sabtu (24/1) telah dilakukan pengambilan sumpah dokter periode XXVIII. Prosesi pengambilan sumpah yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Fitranto Arjadi, M.Kes. Tercatat 39 orang dokter baru yang diambil sumpahnya terdiri dari 33 perempuan dan 6 laki-laki. Lulusan terbaik diraih oleh dr. Muhammad Nur Hanief. Sampai dengan Angkat Sumpah Dokter yang ke-28 ini, tercatat 652 Dokter lulusan UNSOED yang telah diambil sumpahnya.

Dalam sambutan Rektor yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Drs. Sigit Wibowo DN, MM, menekankan kepada para dokter baru untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dengan pembelajaran berkelanjutkan. Selain menaati sumpah yang telah diucapkan. Dokter harus mengedepankan nilai kemanusiaan dalam mengabdi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

UNSOED Adakan Sosialisasi PMK Nomor 53 tahun 2014

[unsoed.ac.id, Sen, 26/01/15] Bertempat di Gedung Rektorat Lantai I Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, Jum’at (23/1) berlangsung Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2015 UNSOED. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh para Dekan dan Ketua Lembaga, para Wakil Dekan Bidang umum dan keuangan, sekertaris lembaga dan para Kepala Biro, Pejabat dan pengelola keuangan setiap unit kerja dilingkungan UNSOED.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Sistem Informasi dan Humas/WR IV, Drs. Sigit Wibowo DN, MM. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kita dalam rangka meningkatkan pengabdian kepada institusi. “Peraturan Menteri keuangan Nomor 53/2014 ini sangat penting untuk kita, apalagi kita baru mengaplikasikan Permen Nomor 21/2014 tentang SOTK yang baru sehingga masih banyak hal yang perlu diketahui bersama dalam rangka mengelola keuangan sistem BLU”, demikian ungkap WR IV.

Hadir narasumber tim dari Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU yaitu Bapak Bayu Adi Prasetya (Kepala Subdit Tarif Remunerasi dan informasi BLU) dan Bapak Heran Subagio (Kepala Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU II). Dalam paparannya para narasumber menyampaikan tentang apa itu BLU dan bagaimana pengelolaan BLU secara profesional dan akuntabel serta berbagai aspek berkaitan tentang penarifan dan remunerasi. Disampaikan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) adalah instansi dilingkungan Pemerintah yang dibentuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa  penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan BLU adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Kunjungan Ilmiah UP 3 Fakultas Peternakan UNSOED Ke Cianjur-Bandung

[unsoed.ac.id, Kam, 22/01/15] UP3 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, mengadakan serangakaian kegiatan ke Jawa barat. Kunjungan ini  merupakan salah satu kegiatan kunjungan belajar, khususnya di wilayah Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha peternakan. Destinasi kami meliputi perusahaan Hasmilk, CV Pusaka Ayam Pelung, PT Ultra Jaya, PT Medion, serta Cihampelas Walk yang berada didaerah Cianjur dan Bandung.

Peserta Kunjungan Ilmiah (KL) 2015 diikuti oleh 95 orang yang terdiri dari 33 panitia dan 62 peserta dari angkatan 2014, 2013, 2012, dan 2011 yang terbagi kedalam dua bus. Sebelum pemberangkatan, acara dibuka oleh PD III Fakultas Peternakan UNSOED, DR. Drh. H. Moh. Samsi, M. P. di ruang 140. Rombongan UP3 berangkat pada Rabu (11/1) pukul 16.30 WIB. Perjalanan menuju kota Sukabumi dengan tujuan PT Hasmilk. Setibanya di PT Hasmilk rombongan disambut hangat oleh Ibu Neneng selaku pemilik PT Hasmilk.

Sesi diskusi berkaitan tentang seluk-beluk perusahaan Hasmilk oleh ibu Neneng. Beberapa peserta KI aktif bertanya mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan materi yang disampaikan. Peserta kunjungan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama mengunjungi bagian produksi peternakan, sedangkan kelompok kedua mengunjungi peternakan sapi perah.

Setelah kunjungan di PT Hasmilk selesai, perjalanan dilanjutkan menuju CV Pusaka Ayam Pelung, Cianjur. Rombongan UP3 berangkat menuju CV Pusaka pada pukul 08.30 WIB. Perjalanan berlangsung selama kurang lebih setengah jam dan tiba di CV Pusaka Ayam Pelung pukul 09.00 WIB. Setibanya di CV Pusaka Ayam Pelung, rombongan disambut baik oleh pemilik. Selanjutnya peserta diberi penjelasan mengenai Ayam Pelung oleh Bapak Budi selaku pemilik peternakan. Seusai berdiskusi dengan pemilik, peserta diajak berkeliling mengelilingi peternakan yang luasnya sekitar 55 meter persegi. Kunjungan berakhir pada pukul 10.00 WIB untuk dilanjutkan ke PT Ultra Jaya untuk rombongan bus 1 dan PT Medion di kota Bandung untuk rombongan bus 2.          

Kunjungan berikutnya, Bus 1 mengunjungi salah satu pabrik susu terbesar di Indonesia yaitu PT. Ultra Jaya. Rombongan tiba disana pukul 13.00 WIB. Kami di sambut dengan baik oleh direktur PT Ultra Jaya dan kami dipersilahkan masuk keruang training. Di ruang ini, direktur mempersilahkan rombongan kami untuk mencoba produk Ultra Jaya, yaitu susu rasa coklat dan teh kotak rasa leci. Selanjutnya, setelah sambutan – sambutan dan penjelasan tentang aturan di pabrik tersebut, kami di bagi menjadi 2 kloter, dalam perjalanan mengelilingi pabrik dan di beri penjelasan secara rinci tentang proses dari pengolahan susu hingga siap untuk di pasarkan.

Rombongan Bus 2 tiba di PT Medion pada pukul 13.30 WIB, dan disambut oleh Ibu Aliya selaku staf HRD. Selanjutnya rombongan menuju bagian produksi Poultry Equipment untuk mengetahui proses pembuatan berbagaiperalatanpeternakanunggas. Setelah itu, rombongan diajak mengunjungi gedung Pharmateucal Product. Gedung ini merupakan gedung baru di PT Medion cabang Bandung ini, dengan berfokus pada produksi obat-obatan unggas.

Maju Terus Pantang Menyerah! (Adi S/PSI )

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA