Berita UNSOED

5 Kunci Sukses 2546 Mahasiswa KKN UNSOED Terjun ke Desa

[unsoed.ac.id, 28/07/15] Mahasiswa UNSOED kembali akan diterjunkan ke desa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN.  Sejumlah 2546 Mahasiswa dilepas oleh Rektor UNSOED, Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si di Auditorium Graha Widyatama UNSOED, Senin 28 Juli 2015.  Para mahasiswa ini akan tersebar di enam Kabupaten yaitu Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Kebumen dan Purbalingga.  Para mahasiswa telah mengikuti pembekalan baik materi isi maupun proses serta telah menempuh ujian untuk KKN Periode Juli-Agustus 2015 ini.  Selain mendapat pesan dari Rektor, para mahasiswa juga mendapat lima kunci sukses dari Ketua Yayasan DAMANDIRI Prof. Dr. Haryono Suyono, dan pengetahuan penanggulangan narkoba dari Kepala BNN Purbalingga AKBP. Edi Santoso, S.Sos.,M.Si. 

Rektor menegaskan bahwa kegiatan KKN ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab moral UNSOED untuk menjadi yang terdepan dan terpercaya sebagai kampus  yang lahir, tumbuh dan berkembang di wilayah perdesaan. “Atau dengan kata lain, inilah bukti bahwa sebagai institusi perguruan tinggi, kita tidak ingin menjadi menara gading, tapi memiliki kepekaan terhadap dinamika masyarakat perdesaan, yang merupakan cerminan terbesar masyarakat di negeri ini,” tegasnya.

Untuk sukses terjun dan melakukan pengabdian di Desa, Prof. Dr. Haryono Suyono memberikan lima kunci sukses bagi mahasiswa KKN Unsoed.  Pertama, para mahasiswa KKN harus percaya pada diri sendiri.  “Percayalah pada kemampuan diri sendiri, pelajarilah semua bekal yang sudah didapatkan di kampus,” ungkapnya.  Kunci sukses kedua adalah percaya pada teman sejawat.  Semua mahasiswa KKn harus saling percaya dan bahu membahu melakukan pengabdian di desa.  Tips sukses ketiga adalah percaya dan menghormati nama baik institusi.  “UNSOED adalah pelopor KKN Posdaya, maka para mahasiswa Unsoed harus menjaga nama baik almamater dan menghormatinya,” jelasnya.  Dengan nama besar Jenderal Soedirman, Mahasiswa KKN UNSOED diharapkan mampu meneladani semangat kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirmandalam mengabdi untuk bangsa dan negara.  Kunci sukses ke empat adalah para mahasiswa KKN harus percaya kepada masyarakat Desa yang didatangainya.  “Percayalah pada masyarakat desa, hargai, dan bersama-sama dengan mereka,” tegasnya.  Kunci syang terakhir sebagaimana disampaikan oleh Prof. Haryono Suyono adalah dengan kepercayaan yang penuh melaksanakan kunci sukses satu hingga empat.  “Niscaya keberadaan saudara di desa akan sangat bernilai, berharga, dan memberikan kebaikan kepada masyarakat desa,” ungkapnya.  “Kepulangan saudara akan ditangisi, diantar, dan kedatangan kembali akan dirindukan karena saudara telah memberikan manfaat di desa,” lanjutnya.

Hari ini, para mahasiswa KKN Unsoed diterima di Lokasi masing-masing oleh Bupati, Camat dan Pejabat pemerintah daerah setempat.  Selamat berjuang, selamat mengabdi.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Halal bi Halal Keluarga Besar Universitas Jenderal Soedirman

[unsoed.ac.id, Sab,24/7/15] Masih dalam suasana Idul Fitri 1436 H, Keluarga Besar Universitas Jenderal Soedirman menggelar acara Halal bi Halal Keluarga Besar Unsoed di Auditorium Graha Widyatama, Jum,at 24 Juli 2015.  Ada yang sangat berbeda dalam acara Halal bi halal kali ini.  Jika sebelumnya civitas akademika Unsoed mendatangi Rektor dan para pejabat untuk bermaaf-maafan, kali ini Rektor dan Para Pejabat di Lingkungan Unsoed yang justru berkeliling menyalami keluarga besar Unsoed yang hadir di Graha Widyatama.  Selain itu, halal b halal kali ini juga semakin lengkap dengan adanya untaian hikmah silaturahmi yang disampaikan oleh Drs. H. Bambang Sucipto, M.Pd.I yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

Rektor, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa  Suasana idul fitri atau lebaran ditandai dengan semangat untuk mengevaluasi diri, dengan saling memberikan pintu maaf kepada sesama, di mana tidak mungkin sebagai manusia, kita terbebas dari khilaf dan alfa. “Mengapa demikian? Suka tidak suka, mau tidak mau, tidak bisa dihindari dalam interaksi, sangat mungkin ada sikap, ucapan dan perilaku kita yang disadari atau tidak, dirasakan telah menciderai perasaan orang lain. Oleh karenanya, momentum idul fitri, khususnya di negeri ini, menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas silaturahim yang muaranya adalah keikhlashan dan kebahagiaan,” jelasnya.  Rektor mengungkapkan bahwa sebagaimana mudik, maka semangat yang ada adalah merawat kebersamaan, mengokohkan ikatan serta saling memaafkan satu sama lain, sebagai satu keluarga, yakni keluarga besar UNSOED. “Semoga silaturahim halal bihalal kali ini, akan memperbaharui semangat kita untuk bersama-sama mengantarkan UNSOED ke depan menjadi  lebih baik dari hari ini dan kemarin. Dengan dilandasi rasa ikhlash, saling mengerti, memahami satu sama lain, insya Allah, kebersamaan ini akan memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi kita semua,” lanjutnya.

Menyambung silaturahmi sendiri adalah merupakan perintah agama Islam.  Bahkan orang yang memutus tali silaturahmi mendapatkan dosa dan kehilangan keberkahan.  Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Drs. H. Bambang Sucipto, M.Pd.I dalam ceramahnya.  “Maka sebagai seorang muslim yang telah menyelesaikan ibadah puasa romadhon, kita lengkapi dengan saling memaafkan diantara kita, semoga diri kita menjadi manusia yang diampuni dosa-dosanya termasuk kesalahan terhadap sesama,” ungkapnya.

Acara Halal bi halal berjalan lancar, selain seluruh jajaran pejabat di lingkungan Unsoed, hadir pula para sesepuh Unsoed diantaranya Prof.Drs. Rubijanto Misman, Prof. Dr. Kamio, Prof. Iswanto, Ir. JB Karnomo, dan para sesepuh yang lain.  Maju Terus Pantang Menyerah !

PSM Gita Buana Soedirman Unsoed Melangkah ke Kancah Internasional

[unsoed.ac.id, Jum, 24/7/15] Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman (PSM GBS)  untuk pertama kalinya akan mengkuti Kompetisi Paduan Suara Tingkat Internasional dalam kompetisi 4th Bali International Choir Festival (BICF) 2015 yang akan dilaksanakan pada 27 Juli – 2 Agustus 2015 di Pulau Bali. Tim PSM GBS yang terdiri yang 37 orang penyanyi dan dibantu oleh Official Team, dengan dipimpin oleh seorang Conductor  John Markus Pardede, akan mengikuti dua kategori yaitu : Folklore (Lagu Tradisional) dan Mixed Youth Choir.

BICF merupakan salah satu kompetisi Internasional bergengsi yang diikuti oleh paduan suara dari berbagai penjuru dunia. "Kompetisi ini merupakan tantangan baru untuk Kami, berbekal pengalaman kami yang sukses di Kancah Nasional, membuat kami semakin semangat dan yakin untuk dapat meraih kesuksesan dalam Kompetisi ini," ungkap Ketua Paduan Suara Gita Buana Soedirman. 

Paduan Suara Gita Buana Soedirman berharap doa dan dukungan semua pihak agar dapat menampilkan yang terbaik dan mengibarkan bendera Universitas Jenderal Soedirman di Kancah Internasional.

Satu kata, BISA

Maju Terus Pantang Menyerah!!!

Urai Limbah Cair Batik dengan Membran dari Kulit Nanas

[unsoed.ac.id, Kamis, 23/7/15] Limbah cair batik, salah satunya metilen biru perlu ditangani agar tidak membahayakan lingkungan. Mahasiswa Kimia Unsoed berupaya mengatasinya dengan memanfaatkan limbah kulit nanas. Tim riset mahasiswa Kimia Unsoed yang terdiri dari Tri Fitriany, Irvan Maulana Firdaus, Lely Zikri Zulhidayah, Dyah Ayu Septiarini, Oto Dwi Wibowo melakukan riset membuat membran yang disebut selulosa asetat-polistirena. Irvan Maulana salah satu anggota tim mengungkapkan bahwa riset ini dilatarbelakangi keprihatinan mereka akan bahaya metilen biru dari limbah cair batik. “Limbah cair zat warna metilen biru cukup berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan jika tidak ditanggulangi lebih lanjut. Dikarenakan limbah cair metilen biru memiliki beberapa efek, seperti iritasi saluran pencernaan jika tertelan, menimbulkan sianosis jika terhirup, dan iritasi pada kulit jika tersentuh oleh kulit”, jelasnya. Maka harus ada cara pengolahan untuk menurunkan limbah zat warna metilen biru supaya efek negatifnya bisa berkurang. “Salah satu caranya dengan memanfaatkan limbah kulit nanas yang diubah melalui fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum menjadi produk Nata de pina. Nata de pina yang dihasilkan kemudian diubah menjadi Selulosa Asetat (CA) dan dikompositkan dengan polimer Polistirena untuk meningkatkan daya mekaniknya”, ungkapnya. Membran komposit selusosa asetat-polistiren ini setelah diuji terbukti mampu menurunkan efek negatif dari limbah zat warna metilen biru. Temuan mahasiswa Kimia FMIPA Unsoed ini sangat penting mengingat pengolahan limbah batik khususnya untuk home industri cukup sulit. “Dengan memanfaatkan kulit nanas dibuat membran maka biaya pengolahan limbah menjadi terjangkau dan teknologinyapun bisa diterapkan”, ungkapnya. Maju Terus Pantang Mneyerah !

Silaturahmi dan Lepas Sambut Keluarga Besar FK UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 23/7/15] Bertempat di Aula lantai 3 Gedung C Fakultas Kedokteran Unsoed, Rabu tanggal 22 Juli 2015 pukul 08.30 WIB berlangsung acara Silaturahmi dan Lepas Sambut Kasubbag Umum dan BMN, Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian Keluarga Besar Fakultas Kedokteran Unsoed. Hadir dalam kesempatan ini sebanyak 250 orang yang terdiri dari Dekan, Para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan, Para Sekretaris Jurusan, Kepala Bagian Tata Usaha, Para Kasubag, Sesepuh, Dharma Wanita Persatuan, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Fakultas Kedokteran.
Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Arjadi, M.Kes, dalam sambutanya mengatakan Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi Keluarga Besar Fakultas Kedokteran Unsoed, agar lebih saling mengenal, saling memaafkan selama bekerja satu tahun meskipun ,meminta maaf tidak saja saat lebaran kapan pun bisa dilakukan namun event seperti ini sangat penting untuk anjang bermaaf maafan. Setelah sebulan kita melaksanankan puasa dibulan Ramadhan, semoga nilai positifnya dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari karena kita telah menjadi suci dengan menahan segala hawa nafsu : seperti marah dll. Selamat bekerja kembali mohon maaf lahir batin, segala khilaf selama ini semoga bapak ibu dapat memaafkan dan mari kta bekera sama untuk meningkatkan institusi lebih baik kembali dan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerjasama dengan baik.
Acara dilanjutkan dengan sambutan pejabat lama yang diwakili oleh Kasubag Umum dan BMN kemudian perkenalan Kasubag.Umum dan BMN serta Kasubag. Keuangan dan Kepegawaian dilanjutkan dengan pemberian kenang kenangan dan berjabat tangan untuk bermaaf maafan.
Selamat Idul Fitri 1436 H Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Perjuangan BMP ‘From Zero to Hero’ dalam Kongres Internasional di Singapura

[unsoed.ac.id, Rab, 22/7/15] "very good film...I'm doing research in Sri Lanka focus on migration. We can join twin research like I'm doing in Srilanka. I want to visit Purwokerto to discuss the join research..." (Truls Osbye, Duke Medicine, durham, United Kingdom).

Komentar salah satu peserta Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Migrating Out of Poverty (MOOP) Research Programme Consortium and Asia Research Institute (ARI) dengan tema the Gendered Dimensions of Migration: Material and Social Outcomes of South-South Migration tanggal 30 Juni - 2 Juli 2015 kemarin. Film documenter mantan buruh migran “From Zero to Hero : How Migrant Workers Change The World’ merupakan inti presentasi yang disajikan peneliti Buruh Migran Fisip Unsoed Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si (Dosen Sosiologi, FISIP/ Kepala Pusat Penelitian Gender, Anak dan Pelayanan Masyarakat (PPGAPM Unsoed ) dan Sri Wijayanti, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional, FISIP/ Sekretaris PPGAPM Unsoed.

Presentasi ini mendapat sambutan hangat dari para peserta Konggre Internasional di National University of Singapore. Responnya sangat luar biasa kata Bu Tyas. Wakil dari UN Population Division, Hania Zlonik menyatakan ‘congratulation...very good film..is your film from your research? good job..’. Film documenter ini menceritakan objek riset, perjuangan mantan Buruh Migran Perempuan (BMP) dengan segala keterbatasan tidak kenal lelah, tidak hanya berjuang untuk keluarganya, namun, konsisten memperjuangkan komunitas dan lingkungannya. ‘very interesting film....can i have a film? I want to present this film to my office in Bangkok to show to my friend that Indonesia migrant worker can develop their self, moreover they empower their community. it would be great if we do some project in Indonesia with you..’ (Ruchika Bahl, UN Women). Serta masih banyak komentar positif dari Asia Development Bank (ADB), Thao Dang (Vietnam), Yuko Hamada (IOM), Sussex University dan lainnya memuji film ini.

Film ini bermaksud untuk menjelaskan beberapa mantan BMP yaitu Narsidah, Maria Bo Niok dan Maizidah Salas yang berhasil memanfaatkan baik remmitances ekonomi dan sosial mereka. Para BMP ini memungkinkan mengubah status mereka dari seseorang yang bekerja di luar negeri karena kendala ekonomi (dari nol) hingga mampu menempatkan dirinya menjadi orang yang memberdayakan diri, komunitas serta lingkungannya (menjadi pahlawan).

Menurut penelitian Dr. Tyas (2010, 2013) berkaitan jenis dan pola pemanfaatan remittance buruh migran di Wonosobo dan Banyumas, mengungkapkan bahwa remittance ekonomi digunakan untuk tujuan konsumtif, investasi, pembayaran utang, dan hal-hal yang produktif namun itu tidak mengubah status sosial mereka dalam komunitas mereka. BMP juga menghasilkan remittance sosial yaitu pengetahuan, gagasan, dan modal sosial yang dimiliki sebagai hasil dari pengalaman mereka bekerja di luar negeri.

Sebagai contoh Narsidah ketika bekerja di Hong kong, aktif berpartisipasi dalam lembaga advokasi buruh migran. Tahun 2008 mendirikan SERUNI Banyumas yang berfungsi melakukan advokasi kasus buruh migran perempuan dan pemberdayaan ekonomi. Diantaranya pembuatan produk keset, peternakan itik dan bebek dimasak menghasilkan dan mendistribusikannya dengan sistem online. Paguyuban Seruni pada 2008 dipandang sebelah mata oleh dinas terkait. Saat ini justru menjadi supporting system yang utama dan menjadi rujukan bagi dinas terkait ketika menangani kasus maupun memberdayakan buruh migran.

Adapula Maizidah Salas, Maizidah Salas yang sempat bekerja di Korea dan Taiwan dan mengalami pahit getirnya menjadi BMI, akhirnya tampil menjadi sosok yang secara konsisten memperjuangkan nasib BMI. Selain aktif di Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Salas menginisiasi pendirian kampung TKI di Tracap Kaliwiro yang didominasi oleh para korban trafficking asal daerah tersebut. Salas juga mendirikan sebuah bank mikro, kambing peternakan, unggas, perkebunan pisang, kelompok memasak dan kelompok menjahit, sekolah balita. Semua kegiatan dijalankan oleh buruh migran.

Selanjutnya, Maria Bo Niok mantan BMP Hong Kong yang sepulangnya luar negeri pada mulanya hanya aktif pada sastra BMI, terus memperluas gerakan sosial dan ekonominya. Saat ini dia bisa memberdayakan lingkungan dengan mengolah singkong yang semula dihargai murah di Lipursari, menjadi bernilai tinggi dengan diolah menjadi tiwul instan melalui usahanya UD Mari. Tiwul instan produksinya kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tapi juga diminati di luar negeri. Bo Niok juga mendirikan taman bacaan Istana Rumbia yang memberi bekal literasi untuk warga di sekitarnya.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Yudisium Program Sarjana kedokteran Gigi

[unsoed.ac.id, Rab, 22/7/15] Bertempat di Ruang serbaguna lantai 2 Gedung C Fakultas Kedokteran Unsoed, Jumat 10 Juli 2015 pukul 08.00 Wib s.d selesai, berlangsung Yudisium Mahasiswa Program Sarjana Jurusan Kedokteran Gigi ke-118 Fakultas Kedokteran Unsoed.
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Unsoed Dr.dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK, MSi Med. Dalam sambutannya berharap agar calon wisudawan lebih giat lagi belajar, karena Yudisium merupakan proses awal bukan proses akhir, dan akhirnya bisa menyelesaikan tahap Coass dengan lancar dan lulus menjadi dokter gigi
Hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan Bidang Akademik, Kasubbag Pendidikan. Perserta Yudisium berjumlah 3 orang, dengan IPK tertinggi 3.76 dengan pujian atas nama Nisa Al Fida Arraniry, S.KG.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Rny)

SEF UNSOED dan Gerakan Desa Membangun Luncurkan Website Dwi-Bahasa

[unsoed.ac.id, Sab, 11/7/15] Bertempat di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Banyumas (10/7), pemerintah Desa Kalibagor mengadakan acara buka bersama sekaligus launching website desa dengan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dalam kesempatan ini juga hadir Wakil Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan.
Website dua bahasa ini dikembangkan oleh Gerakan Desa Membangun (GDM) bersama dengan Student English Forum (SEF) Universitas Jenderal Soedirman. Website dengan dua bahasa memang sudah biasa, namun ini menjadi sebuah inovasi ketika sebuah desa dapat menyebarkan berita dalam bahasa Inggris sehingga dapat diketahui potensinya ke dunia global. Dalam pengerjaannya, para penerjemah ini bekerja sebagai relawan untuk secara manual menerjemahkan berita yang ada di website Desa Kalibagor. Dalam website ini, pengunjung tetap bisa membaca versi Bahasa Indonesia. Sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa terbesar di Unsoed, SEF memiliki kewajiban moral untuk mewujudkan visi universitas sebagai world class civic university yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas internal saja, tetapi juga berdampak positif luas ke masyarakat disekitarnya.
Menurut Kepala Desa Kalibagor Tjiptadi, mengatakan bahwa website tersebut bertujuan untuk mengenalkan Kalibagor dengan segala potensinya untuk menunjang kegiatan ekonomi, wisata, dan kerajinan tangan masyarakat lokal, bukan hanya untuk gagah-gagahan saja.
Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan memberikan apresiasi atas terciptanya website bilingual tersebut.  Lebih lanjut ia berharap dengan dibuatnya website ini dapat menaikkan potensi desa untuk di kenal di dunia. Setelah launching, kegiatan ditutup dengan menonton film dokumenter Asa Desa dan berbuka puasa bersama.
Maju Terus Pantang Menyerah!

Diterima di SBMPTN ? Jangan Lupa Registrasi Online dan Verifikasi Berkas

[unsoed.ac.id, Jum, 10/7/15] Usai dinyatakan lulus seleksi melalui jalur SBMPTN, para calon mahasiswa UNSOED diwajibkan melaksanakan registrasi online. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Humas SBMPTN Panlok Purwokerto, Dr. Wisnu Widjanarko. “Silahkan membuka laman http://registrasi.unsoed.ac.id dan registrasi online pada 27 hingga 30 Juli mendatang, “ tutur Wisnu. Dipaparkannya, selama periode waktu tersebut, calon mahasiswa mengisi dan melengkapi biodata serta bagi yang lolos bukan dari peserta bidik misi, maka wajib pula melakukan pembayaran biaya pendidikan di lima bank yang ditunjuk, yakni Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI atau Bank Jateng. “Jangan lupa,khusus bagi mereka yang diterima di program studi pendidikan dokter dan dokter gigi, wajib melakukan psikotes serta tes kesehatan pada 29 Juli“, tambahnya.

Wisnu menambahkan,  setelah proses registrasi online, maka para calon mahasiswa wajib melakukan daftar ulang untuk verifikasi fisik dan berkas. “Untuk yang diterima di program IPA, dilaksanakan pada 3 Agustus, sedangkan bagi yang di IPS, verifikasi dilaksanakan tanggal 4 Agustus, semuanya dilaksanakan di Gedung Auditorium Graha Widyatama UNSOED“, jelasnya. Dalam proses  verifikasi, mahasiswa diwajibkan membawa sejumlah dokumen seperti yang tertera pada laman http://registrasi.unsoed.ac.id.  “Nantinya, bila diketahui bahwa calon mahasiswa tidak melakukan regstrasi online dan verifikasi berkas atau mengisi data palsu dan atau tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan, termasuk memberikan keterangan palsu saat mendaftar maupun mendaftar ulang, maka status penerimaannya sebagai mahasiswa baru dinyatakan batal“, tegas dosen Manajemen Kehumasan di FISIP UNSOED tersebut.  Rencananya, upacara prosesi penerimaan mahasiswa baru akan digelar pada 24 Agustus dan perkuliahan akan dimulai tepat sepekan kemudian.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Daftar Online SPMB Mandiri UNSOED Dibuka Hingga 27 Juli

[unsoed.ac.id, Jum, 10/07/15] Usai seleksi nasional, baik SNMPTN dan SBMPTN, UNSOED masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang hendak melanjutkan studi di kampus berjuluk monumen hidup kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. “Insya Allah, masih dibuka hingga 27 Juli mendatang, di mana pendaftaran dilaksanakan secara online melalui laman http://spmb.unsoed.ac.id dan rencananya, ujian akan dilaksanakan pada 2 Agustus, “ jelas Dr. Wisnu, Koordinator Humas Penerimaan Mahasiswa Baru UNSOED. Ditambahkan Wisnu, untuk tahun ini, melalui jalur mandiri UNSOED akan menyiapkan 987 kursi untuk S1 Reguler,  360 kursi untuk S1 Pararel serta 630 kursi program D3. Rencananya, SPMB Mandiri 2015 akan digelar di 11 kota, yakni Purwokerto, Tegal (Jawa Tengah), Cirebon, Bekasi, Bogor, Tasikmalaya (Jawa Barat), Tangerang Selatan (Banten), Kertosono, Sidoarjo, Bojonegoro (Jawa Timur) serta Bontang (Kalimantan Timur).  “Silahkan bagi yang membutuhkan informasi, dapat menghubungi ke 0281-635292 Ext. 217 atau 0281-636262, atau dapat berkomunikasi via surat elektronik melalui info@unsoed.ac.id “ papar Wisnu, termasuk datang langsung ke Gedung SPMB, Komplek Rektorat UNSOED, Purwokerto.

Sebagai informasi, UNSOED saat ini memiliki 39 program studi S1 dan 10 program studi D3 yang berada di 12 fakultas.  Ada pun program-program sarjana tersebut adalah Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian, Ilmu & Teknologi Pangan (Fakultas Pertanian), Biologi (Fakultas Biologi), Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Pendidikan Ekonomi (Fakultas Ekonomi & Bisnis), Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Hukum (Fakultas Hukum), Sosiologi, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Ilmu Hubungan Internasional (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Kedokteran, Kedokteran Gigi (Fakultas Kedokteran), Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Geologi, Teknik Informatika, Teknik Industri (Fakultas Teknik), Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Ilmu Keperawatan, Ilmu Gizi, Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan), Matematika, Fisika, Kimia (Fakultas Matematika & IPA), Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Ilmu Kelautan (Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan), Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris (Fakultas Ilmu Budaya). Sedangkan untuk program-program diploma adalah Agrobisnis, Ilmu Tanah, Biologi, Akuntansi, Administrasi Keuangan, Bisnis Internasional, Kesekretariatan, Produksi Ternak, Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA