Berita UNSOED

Harapan Baru Kepengurusan Dharma Wanita Fakultas Biologi Periode 2014-2019

[unsoed.ac.id, Jum, 12/2/16] Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman melakukan acara Serah Terima Kepengurusan periode 2009-2014 yang diketuai oleh Ny. Ambang Fitrianti Drs.Slamet Santoso, M.Si kepada ketua baru periode 2014-2019 Ny. Sri Murtiyati Dr.rer.nat. M.Husein Sastranegara. Bertempat di Lantai 2 Gedung Fakultas Biologi UNSOED, kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 12 Februari 2016 menghadirkan Dekan Fakultas Biologi, Dra. Hj. Yulia Sistina, M.Sc., Ph.D., para sesepuh Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi, para pengurus lama dan baru, serta seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi.
Ny. Sri Murtiyati Dr.rer.nat. M.Husein Sastranegara selaku Ketua DWP Fakultas Biologi yang baru dalam sambutannya menyampaikan permohonan dukungan, bantuan dan saran serta kritik yang produktif kepada pengurus DWP Fakultas Biologi agar dalam menjalankan amanah organisasi dapat lebih produktif pada berbagai kegiatan. Beliau juga memohon bantuan kepada pengurus DWP yang lama agar terus aktif dan memberikan sumbangsih pikirannya untuk kemajuan Fakultas Biologi. “Mohon kepada pengurus lama bisa tetap aktif,  supaya pengurus baru dapat lebih hidup untuk kemajuan kampus tercinta kita,” ungkapnya. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ny. Ambang Fitrianti Drs.Slamet Santoso, M.Si dan seluruh pengurus atas dedikasi dan pengabdiannya menjalankan organisasi DWP Fakultas Biologi yang sudah luar biasa menghasilkan berbagai kegiatan yang produktif dan membangun.
Dekan Fakultas Biologi, Dra. Hj. Yulia Sistina, M.Sc., Ph.D., dalam arahannya mengatakan untuk selalu meningkatkan rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa diberi kesehatan dan dapat selalu senyum dan tenang dalam bersikap. Dekan berharap Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi kedepan dapat lebih meningkatkan prestasi serta kegiatan yang produktif dan berinovatif untuk kesejahteraan bersama. “Mari kita juga tingkatkan semangat bersosial dalam wujud berbagai kegiatan dibidang pendidikan, sosial dan ekonomi kreatif, agar anggota Dharma Wanita Fakultas Biologi lebih produktif dan kreatif. Semoga DWP Fakultas Biologi terus diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan kegiatan dan meraih kesuksesan sesuai harapan yang ingin dicapai,” ungkap Dekan Fakultas Biologi.

Selain acara Serah Terima Kepengurusan periode 2014-2019, Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi juga mengadakan pembagian beasiswa OTA (Orang Tua Asuh) kepada 15 orang karyawan Fakultas Biologi yang diserahkan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi periode 2009-2014 didampingi Dekan Fakultas Biologi UNSOED. 
Maju Terus Pantang Menyerah!(Ab)

1.123 Karateka Ikuti Kejurnas Karate Fakultas Peternakan 2016

[unsoed.ac.id, Jum, 12/2/16] Sebanyak 1.123 atlet karate nasional mengikuti event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Terbuka Antar Pelajar Dekan Cup ke-5 Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman. Kejurnas yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Karate-Do Gojukai Fapet Unsoed dalam rangka Dies Natalis Fakultas Peternakan Unsoed ke-50, berlangsung selama 3 hari (12-14 Februari 2016) bertempat di Gedung Auditorium Graha Widyatama Universitas Unsoed. 
Pembukaan kejurnas yang mengusung tema “Revs your gold Achievement”, pada pembukaannya dihadiri oleh Danrem 071 Wijayakusuma, Dekan Fakultas Peternakan, Pembina UKM Karate Fapet Unsoed, ketua dewan wasit, para wasit, tim juri, para tim manajer, para pelatih, dan para atlet karateka yang akan bertanding.
Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto SIP dalam sambutannya mengatakan rasa bangga dan syukurnya bahwa ditempat ini beliau melihat sosok-sosok generasi bangsa yang patut diandalkan dan ini merupakan bagian dari pembinaan generasi muda karena karateka mempunyai jiwa patriot. “Ini suatu wujud penanaman nilai-nilai patriot, nilai-nilai Pancasila”, ungkap Danrem. 
Kejuaraan dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan Prof.  Dr.Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.agr ditandai dengan pemukulan Gong. Pada sambutannya Dekan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin 2 tahunan, yang diselenggarakan sejak 2007, sekaligus merupakan rangkaian Dies natalis Fakultas Peternakan Unsoed ke-50. “Melalui kejuaraan ini diharapkan mampu untuk menciptakan Character Building terhadap generasi penerus bangsa dan mencari bibit unggul sejak usia dini di bidang karate.”, harap Dekan. Selain itu berharap juga untuk kejuaraan kedepan meningkat levelnya menjadi kejuaraan internasional.  

Kejuaraan ini memperlombakan sejumlah kategori atau kelas yaitu Usia Dini (8-9 tahun), Pra Pemula (10-11 tahun), Pemula (12-13 tahun), Kadet (14-15 tahun), Junior (16-17 tahun), dan Under 21 (18-21 tahun). Dari total 1.123 atlet, merupakan atlet dari 98 tim/kontingen yang berasal dari 10 propinsi (Banten, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan). Selain dari dalam negeri, kejurnas ini juga diikuti oleh 1 tim dari negara tetangga yaitu Sabah Malaysia.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Fy)

FEB UNSOED Terima Kunjungan SMA Labschool Cibubur

[unsoed.ac.id, Kam, 11/2/16] Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) Unsoed menerima kunjungan siswa-siswi kelas XI Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) SMA Labschool Cibubur dan beberapa guru pendamping di Gedung Roediro, Rabu (10/2). Rombongan diterima oleh Dekan FEB Unsoed, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Alumni dan Ketua Program International FEB Unsoed.
Dekan FEB Unsoed Dr. Pramono Hari Adi, MS dalam sambutannya  menyampaikan selamat datang di FEB Unsoed, beliau juga menyampaikan program-program studi S1 yang ada di FEB yang telah memiliki akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional. Lebih lanjut FEB Unsoed memiliki tujuan  menghasilkan serta mengembangkan tenaga ahli di bidang ekonomi yang dapat melaksanakan tugas-tugas secara profesional,  mampu menggali serta memecahkan masalah-masalah daerah dan  berwawasan global.
Firda Nur Mala Sari S.Pd selaku Guru Pendamping SMA Labschool dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dari Dekan FEB Unsoed beserta jajarannya. Kunjungan SMA Labschool kali ini diikuti oleh 75 Siswa. “Kunjungan ini diharapkan siswa-siswi kami dapat lebih mengenal Unsoed khususnya Fakultas Ekonomi & Bisnis dan semoga siswa lulusan SMA kami dapat lolos diterima di Unsoed, mengingat alumni dari SMA kami ada beberapa siswa yang diterima”,ungkap Bu Mala.

Drs. Agung Pratapa, MBA, Ak  dan Dr. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, BA, M.Sc, Ph.D menyampaikan pengenalan program kelas international kepada para peserta dan penyelenggaraan  pembelajaran di perguruan tinggi yang memiliki kerjasama antara perguruan tinggi di dalam negeri dan luar negeri. Acara berjalan dengan interaktif, banyak siswa yang antusias mengajukan pertanyaan tentang kelas internasional.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Vin)

Workshop Emergency Cardiology Update Fakultas Kedokteran UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 11/2/16] Kasus gagal jantung di ruang Gawat Darurat / IGD sangat tinggi, oleh karena itu diperlukan sekali kemampuan tenaga medis untuk mewaspadai, mendiagnosa dan melakukan terapi awal yang tepat bagi pasien sehingga bisa meningkatkan harapan hidup.  Dalam rangka komitmen IDAU (Ikatan Dokter Alumni Unsoed) Fakultas Kedokteran Unsoed terhadap keilmuan dalam bidang kedokteran bersama Ikatan Dokter Indonesia Cabang Banyumas, Minggu  (7/2) bertempat di Aula Lantai 3 Gedung C Fakultas Kedokteran Unsoed, digelar Workshop Emergency Cardiology Update.  
Ketua Panitia dr. Satrya Yudha dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan diadakan Worshop Emergency Cardiology adalah untuk meningkatkan update keilmuan tenaga medis, dr. Satrya Yudha menambahkan workshop diikuti oleh 350 peserta yang terdiri dari Dokter Spesialis, Residen, Dokter Umum, Co-asisstant, Mahasiswa Kedokteran.
Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed Dr. dr. Fitranto Arjadi, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini dan selamat mengikuti kegiatan Workshop.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Banyumas  dr. Untung Gunarto, Sp.S., M.M memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara Workshop Emergency Cardiology Update menyampaikan terimakasih kepada pembicara dan  para peserta yang telah hadir.
Hadir sebagai Pembicara 1 :  dr. Zaenuri S. Hidayat, Sp.KF, M.Si.Med dengan materi “Bioetik Kedokteran Indonesia”. Pembicara 2 : dr. Arinta Setyasari, Sp.JP dengan materi “Diagnosa dan Tatalaksana Terkini Gagal Jantung Akut dan Edema Pulmonum Akut”.                           Pembicara 3  :  dr. I. Edward K.S.L., M.M., M.H.Kes, Sp.PK, M.Si.Med dengan materi “Biomarker Kegawatdaruratan Jantung”. Pembicara 4 : dr. M.Yusuf Suseno, Sp.JP,FIHA  dengan materi “ECG in Emergency”.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan ramah tamah 
Maju Terus Pantang Menyerah!(Rony).

Sambut SNMPTN, UNSOED Gelar Sosialisasi di Banyumas

[unsoed.ac.id, Rab, 10/2/16] Universitas Jenderal Soedirman kembali menyelenggarakan Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2016, Rabu (10/2). Bertempat di Gedung Yustisia Lantai 2 Fakultas Hukum, sosialisasi ini diikuti oleh Para Kepala Sekolah se-Kabupaten Banyumas. Hadir sebagai pembicara, Dr. Wisnu Widjanarko, yang memaparkan informasi dan pemahaman secara rinci terkait mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN 2016. “Pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri tahun 2016 terdiri dari 3 (tiga) jalur, diantaranya SNMPTN yang berdasarkan hasil penelusuran prestasi siswa dengan minimal kuota 40% setiap program studi di Perguruan Tinggi Negeri, SBMPTN yang berdasarkan hasil ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dengan ujian keterampilan dengan minimal kuota 30% setiap program studi di Perguruan Tinggi Negeri, dan Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Negeri yang dilaksanakan sendiri oleh Perguruan Tinggi Negeri dengan maksimal kuota 30 % setiap program studi di Perguruan Tinggi Negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut Dr. Wisnu  menjelaskan tahapan SNMPTN 2016 terbagi dalam tiga langkah, pengisian PDSS oleh Kepala Sekolah melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id, pemeringkatan, dan pendaftaran program studi Perguruan Tinggi Negeri oleh siswa yang masuk pemeringkatan dan terdaftar di PDSS. “Pemeringkatan berdasarkan akreditasi sekolah dan nilai rapot siswa. Untuk sekolah akreditasi A, 75%, untuk sekolah akreditasi B, 50%, untuk sekolah akreditasi C, 20%, dan untuk sekolah akreditasi lainnya, 10%,” ungkap Bapak Wisnu. Pendaftaran SNMPTN 2016 dapat dilakukan pada laman http://snmptn.ac.id bagi siswa yang direkomendasikan.

Jadwal SNMPTN tahun 2016 dimulai dari Pengisian dan Verifikasi PDSS pada tanggal 18 Januari – 20 Februari 2016, Pendaftaran SNMPTN pada tanggal 29 Februari – 12 Maret 2016, Pencetakan kartu tanda peserta SNMPTN pada tanggal 22 Maret – 21 April 2016, Proses seleksi pada tanggal 24 Maret – 8 Mei 2016, Pengumuman hasil seleksi pada tanggal 10 Mei 2016, dan untuk Registrasi dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2016.
Pada sesi tanya jawab, para Kepala Sekolah mengemukakan beberapa pertanyaan antara lain terkait pemeringkatan dan akreditasi sekolah, teknis memasukkan data nilai di PDSS, dan jalur masuk mandiri di UNSOED.  Disampaikan pula, bagi sekolah yang mengalami kesulitan dalam pengisian PDSS, memiliki pertanyaan dan pengaduan dapat mengubungi call center SNMPTN di 0804-1-450-450.
Melalui kegiatan sosialisasi SNMPTN tahun 2016 ini, diharapkan dapat untuk memberikan Informasi dan pemahaman bagi masyarakat khususnya Kepala Sekolah dan calon mahasiswa dalam pelaksanaan SNMPTN 2016 agar dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku, mengingat pentingnya bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN Tahun 2016 nantinya.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Ab)

 

Tags: 

Akademisi FISIP UNSOED Menjadi Pembicara Seminar Internasional di Manila

[unsoed.ac.id, Rab, 10/2/16] Akademisi FISIP Unsoed, Ahmad Sabiq, SIP. MA menjadi pembicara pada Konferensi Internasional  ‘Bridging Diverse Cultures Towards an Inclusive Asia and Pacific Community’ yang diadakan pada 15-17 Januari 2016 di Manila. Konferensi ini adalah acara dua tahunan dari East West Center dan East West Center Association, yang berpusat di  Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.  Pada periode ini acara diselenggarakan di Manila Hotel, sebuah hotel yang bernilai historis di pusat kota Manila. Konferensi dihadiri oleh sekitar 300 cendekiawan dari 26 negara. 

Presiden Filipina, Benigno S Aquino III berkenan menyampaikan pidato kunci pada sesi pembukaan acara di hari pertama.  Presiden  dalam pidatonya menekankan perlunya kerjasama antara negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk pertumbuhan ekonomi dan budaya. Ia  juga menekankan bahaya terorisme dan intoleransi yang tidak hanya akan merusak perdamaian di wilayah tersebut, tetapi juga menghancurkan bangsa. Presiden berharap agar East West Centre dan seluruh partisipan konferensi dapat mempromosikan wawasan yang lebih positif tentang satu sama lain, dan memfasilitasi apresiasi yang lebih baik bagi persamaan dan keragaman, karena kekuatan kawasan Asia-Pasifik terletak pada keragamannya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Ahmad Sabiq yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni  FISIP Unsoed ini menjadi pembicara dalam sesi panel “ Building Disaster Resilience and Response”.  Ia mempresentasikan makalah yang berjudul “Community Empowerment Issues in Mount Merapi Disaster Site”.  Dalam makalah yang dikerjakannya bersama Masrukin, Toto Sugito, Bambang Suswanto dan Adhi Iman Sulaiman ini, ia memaparkan tentang kondisi  masyarakat di lokasi bencana Gunung Merapi yang membutuhkan serangkaian program pemberdayaan secara menyeluruh meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sebenarnya, setelah letusan Gunung Merapi, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka baik dalam bidang pertanian maupun peternakan, karena permintaan pasar untuk produk pertanian dan peternakan masih besar. Sejumlah lembaga ekonomi masyarakat seperti kelompok tani, kelompok ternak, koperasi dan kelompok usaha kecil juga bermunculan. 

Selain itu, banyak program pemberdayaan yang disediakan oleh pemerintah, LSM dan perguruan tinggi. Namun demikian, kondisi ekonomi masyarakat yang terkena dampak bencana belum sepenuhnya berkembang dengan baik. Di antara hal yang membuat program-program pemberdayaan ini kurang berdampak signifikan adalah karena tidak adanya kegiatan mentoring, terutama dalam hal produksi dan pemasaran. Selain itu, sinergi, koordinasi dan kerjasama antara pelaku pembangunan untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat di lokasi bencana masih lemah.

Maju Terus Pantang Menyerah!
 

Visi Misi Jadi Kunci Pengembangan Program Studi

[unsoed.ac.id, Rab, 10/2/16] Bertempat di Gedung Rektorat Lantai I Unsoed, Rabu (10/2) berlangsung workshop peninjauan visi misi dan penyusunan rencana pengembangan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Unsoed. Ketua Jurusan Teknik Sipil FT Unsoed Arwan Apriyono ST, M.Eng dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pertama dan utama untuk mewujudkan cita-cita Jurusan Teknik Sipil FT Unsoed menjadi jurusan yang berstandar internasional. Disampaikan juga bahwa tujuan kegiatan workshop adalah untuk melakukan sinkronisasi visi misi universitas dan fakultas dengan visi misi jurusan, serta penyusunan rencana kegiatan pengembangan jurusan untuk dapat mencapai visi misi yang akan ditetapkan.
Workshop diikuti oleh para tenaga pendidik jurusan Teknik Sipil FT Unsoed. Sebagai narasumber Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr.Ir.V Prihananto, M.Si, Dekan FT Nastain ST,MT, dan Koordinator staf ahli rektor Sugiyono, S.Si., Ph.D. 
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni / WR III Dr.Ir. V. Prihananto, M.Si dalam uraiannya menyampaikan bahwa pencapaian visi universitas, fakultas dan jurusan/program studi akan tercapai jika didukung oleh semua elemen sehingga fakultas harus selaras visinya dengan universitas, dan jurusan tidak boleh berbeda visinya dengan fakultas. WR III mengajak semua yang ada di fakultas/jurusan untuk bersama-sama untuk bisa melangkah setahap demi setahap mencapai tujuan yang akan dicapai dimasa datang melalui rencana strategis. Lebih lanjut Koordinator staf ahli rektor Sugiyono, S.Si.,Ph.D menambahkan bahwa visi misi Unsoed dibangun atas masukan 3 domain: Mandat yang harus diperhatikan pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal, perkembangan terkini ilmu pengetahuan dan teknologi, dan stakeholder. “Unsoed akan mengembangkan Perguruan Tinggi berkelas dunia berbasis reputasi, dan visi Unsoed 2034 yaitu diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumberdaya perdesaan  dan kearifan lokal”, ungkap beliau. 

Pada kesempatan tersebut Dekan FT Nastain ST.,MT menyampaikan tentang sejarah FT Unsoed, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana,  produktivitas penelitian, dan akreditasi program studi/jurusan. Selaras dengan visi Unsoed 2034, FT Unsoed 2034 mempunyai visi menjadi fakultas yang unggul ditingkat internasional dalam pengembangan keteknikan dan teknologi berbasis sumberdayadan kearifan lokal. “unggul ditingkat internasional merupakan harapan/cita-cita fakultas yang selaras dengan visi universitas”, ungkap Dekan FT.
Kegiatan workshop diakhiri dengan sesi diskusi. Maju Terus Pantang Menyerah!(Fy)

LPM Agrica Unsoed Raih Bronze Winner dalam Ajang ISPRIMA 2016

[unsoed.ac.id, Rab,10/02/16] Agrica berhasil meraih penghargaan Bronze Winner di ajang tahunan Indonesia Student Print Media Award (ISPRIMA) 2016. Penghargaan langsung diberikan Ketua SPS (Serikat Perusahaan Pers) Pusat, Dahlan Iskan, kepada perwakilan Agrica, Adhitya Abdul Aziez sebagai Pemimpin Redaksi, pada malam penganugerahaan yang digelar di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB, Selasa (9/2). Penyelenggaraan di Mataram ini karena SPS Pusat masuk dalam agenda Hari Pers Nasional 2016 yang menjadi rangkaian acara sejak 4 hingga 10 februari.

Agrica sukses meraih trofi atas majalah terbitan terbaru, yakni edisi 27/tahun 29/2015, yang berjudul "Derap Lambat Pertanian Era MEA". Cover majalah menampilkan sosok pedagang di pasar yang sedang menggenggam rempah-rempah dalam volume kecil dan siap dijual. Desain cover menjadi tambah elegan dengan penambahan grid (garis tepi) berwarna kuning khas almamater Unsoed. "Kami terinspirasi untuk menampilkan sosok pedagang sebagai salah satu pelaku pemasaran barang pertanian," ungkap Arif Romdoni, Kepala Divisi Fotografi dan Desain Grafis Agrica.

Agrica menjadi satu-satunya entri dari Unsoed yang mendapatkan penghargaan. Kampus lain yang mendapat penghargaan bergengsi ini antara lain Universitas Airlangga, Universitas Katolik Parahyangan Universitas Gajah Mada, Universitas Lampung, dan Universitas Hasanuddin. Bahkan, Universitas Multimedia Nusantara sukses menyabet penghargaan emas.

 

Pesan penghargaan ini langsung menjadi viral di sosial media, terutama grup percakapan alumni. Berbagai pihak langsung merespon keberhasilan Agrica dengan ucapan selamat. "Selamat buat Agrica. Saya bangga dengan prestasimu," ujar dekan Fakultas Pertanian, Anisur Rosyad via Whatssapp. Sementara itu salah satu Anggota Luar Biasa (ALB) Agrica, Azka Subhan, turut berbagi kebanggaannya terhadap Agrica. "Selamat buat LPM Agrica. Semoga makin berprestasi. Kami bangga pada kalian," ungkapnya. Tak hanya itu Haiban Hadjid selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (PP KAUNSOED) juga mengucapkan apresiasi kepada tim Agrica.

Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA) sendiri adalah ajang pemberian apresiasi bagi sampul muka (cover) pers mahasiswa terbaik se-Indonesia yang digelar sejak 2011. ISPRIMA hadir untuk memberikan stimulus agar pers mahasiswa mampu bangkit, memulihkan eksistensi dan menangkap pembaca-pembaca baru di kalangan akademisi.

Tahun ini panitia ISPRIMA menerima 58 entri majalah. Jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya, seperti ISPRIMA 2015 sebanyak 51 entri dan ISPRIMA 2014 50 entri. Selain apresiasi untuk pers mahasiswa, SPS Pusat juga memberi penghargaan bagi media cetak indonesia (IPMA), media cetak internal (InMA), dan desain rubrik anak muda pada surat kabar (IYRA).

Keberhasilan Teknologi Tepat Guna Pertanian Terpadu

[unsoed.ac.id, Jum, 05/02/16] Mewujudkan Desa Mandiri menjadi salah satu mimpi LPPM Unsoed.  Untuk mewujudkannya perlu keberhasilan menyelesaikan masalah masyarakat utamanya di bidang pertanian dan peternakan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat desa.  Adalah Ir. Suparoto, M.Agr.Sc beserta tim (Ir. Purwandaru Widyasunu, M.Sc.Agr., Ir. Roesdiyanto, MP, Drs. Dalhar Shodiq, M.Si, Nur Wahid, S.H.,M.H, dan Dr. Ir. Agus Suyanto, SU) berhasil mewujudkan teknologi tepat guna Pertanian Terpadu Itik-Azolla-Ikan dan POC.  Supartoto dan tim melakukan penelitian dan pembinaan di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.  Teknologi tepat guna yang dirakitnya berhasil meningkatkan efisiensi modal produksi dan memberikan hasil yang menggembirakan bagi petani.  Hal ini terungkap saat kunjungan Ketua LPPM Unsoed ke Lokasi Lahan Percontohan, Jum’at 5 Februari 2016.

Teknologi tepat guna ini merupakan hasil penelitian Riset Institusional (RISIN) sejak tahun 2012 hingga 2014.  Mengawali penelitian untuk mengeksplorasi bahan lokal, kini Suparoto bersama tim berhasil mewujudkan harapan masyarakat memiliki pertanian dan peternakan yang menguntungkan.  Lahan percontohan terdiri dari kolam yang diisi ikan patin, kemudian azolla yang diberi jaring, kandang bebek, bebek.  “Azolla bisa mengganti 30% pakan bebek dan juga mengurangi kebutuhan palet untuk ikan,” jelasnya.  Bebek dan ikan dengan aplikasi azolla ini juga tumbuh lebih besar daripada diberi pakan biasanya.  “Keuntungannya dua kali yaitu mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan produksi,” ungkapnya.  Sementara itu Inokulasi Azolla berhasil meningkatkan bobot gabah kering perumpun hingga 17,19%.  Hasil ini menggembirakan para petani.  Narpun, salah satu petani yang lahannya digunakan untuk percontohan mengungkapkan kepuasannya atas hasil ini.  “Dulu rasanya mustahil mendapat untung dari ternak ikan dan bebek karena harga pakan yang mahal, kini dengan cara seperti ini menjadi sangat menguntungkan,” jelasnya.  Narpun merasakan langsung hasil teknologi tepat guna ini dan saat ini Rumahnya sering dikunjungi banyak pihak yang ingin melihat dan belajar pertanian terpadu.

 

Ketua LPPM Unsoed, Prof.Dr.Ir. Suwarto, MS mengapresiasi hasil teknologi ini.  Bahkan Prof. Warto berkenan untuk membawa Azolla untuk dicoba diaplikasikan di lahannya.  “Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat desa yang rata-rata menggantungkan hidupnya dari pertanian dan peternakan,” jelasnya.  Salah satu keunggulan teknologi tepat guna ini adalah sesuai dengan kondisi masyarakat dan mudah diaplikasikan.  Ketua LPPM juga berharap hal ini menjadi salah satu harapan untuk mewujudkan Desa Mandiri sebagaimana yang dicita-citakan.

Sosialisasi SNMPTN 2016 Unsoed Bersama Dikpora Banjarnegara

[unsoed.ac.id, Kam,04/02/16] Kamis, 4 Februari 2016 Universitas Jenderal Soedirman mulai melakukan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 ke beberapa daerah, salah satunya Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang sebagian di antaranya adalah Kepala Sekolah, Guru BP, dan para operator SMA, MA, dan SMK di wilayah tersebut. Kegiatan yang diadakan di SMA Negeri 1 Bawang ini merupakan kerjasama Universitas Jenderal Soedirman dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara.

Acara sosialiasi dibuka oleh Bapak Sunardi, S.Pd., MM, Kasie Kesiswaan Sekolah Menengah Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini semoga masyarakat lebih memahami secara detail mengenai mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN 2016. Selain itu, beliau juga berharap agar UNSOED dapat terus memiliki mahasiswa yang berasal dari Banjarnegara yang turut berkontribusi mengharumkan nama baik almamater. “Semoga mahasiswa di UNSOED banyak yang berasal dari Banjarnegara,” ungkapnya.

Sebagai narasumber Kepala Bagian Kerjasama dan Humas, Dra. Koestiah, MM  menjelaskan bahwa siswa yang berhak mengikuti SNMPTN 2016 adalah siswa SMA/MA, SMK kelas 12 pada tahun 2016. Secara umum SNMPTN 2016 memiliki alur yang sama dengan tahun lalu yaitu dengan sistem seleksi tanpa Tes berbasis pada prestasi akademik yang dicapai oleh siswa SMA, MA, SMK/MAK dari Semester 1–5. Selain itu, siswa juga harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan tercantum/terdaftar PDSS secara online. Sedangkan bagi sekolah yang siswanya akan mengikuti SNMPTN harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

Disampaikan pula oleh Kepala Bagian Akademik, Kusja, SIP tahapan pertama dimulai dengan pendaftaran sekolah di PDSS secara online melalui http://pdss.snmptn.ac.id pada tanggal 18 Januari – 20 Februari 2016. Setelah siswa terdaftar dalam PDSS dan memiliki NISN serta sekolah serta sekolah memiliki NPSN pendaftaran siswa dapat dilakukan secara online melalui http://snmptn.ac.id pada tanggal 29 Februari – 12 Maret 2016. Biaya SNMPTN ditanggung Pemerintah, sehingga siswa yang mendaftar tidak dikenai biaya pendaftaran dan seleksi. Selain itu, bagi pendaftar yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, maka dapat dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan yang pendaftarannya dilakukan melalui laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/

Acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab yang berlangsung menarik dengan banyaknya pertanyaan dari peserta terkait proses mekanisme pendaftaran dan program studi favorit yang ada di UNSOED. (Ab)

Halaman

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA