Test RSS

Fakultas Ilmu Budaya Gelar Workshop KuriKulum

[unsoed.ac.id, Rab, 22/4/15] Bertempat di Gedung LPPM, Selasa (21/4), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melaksanakan Workshop Kurikulum. Hadir sebagai narasumber dari perwakilan Dosen Program Studi FIB Rosyati Dodiyanto, M.Hum (D3 Bahasa Inggirs), Tribuana Sari, M.Si (S1 Sastra Inggris), Sri Nani Hana Yanti, M.Hum (S1 Sastra Indonesia), Dian Adiarti, M.Hum (D3 Bahasa Mandarin), Idah Hamidah, M.Hum (S1 Sastra Jepang), Drs. Subandi, M.Pd (S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia), Tuti Purwati, M.Pd (S1 Pendidikan Bahasa Inggris) dan Staf Ahli LP3M Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, MP. Workshop ini dihadiri oleh Dekan FIB beserta Wakil Dekan I, Sekretaris Jurusan (Sekjur), Para Kaprodi FIB serta Para Dosen.

Dalam pembukaanya Drs.  Bambang   Lelono, M.Hum  selaku Dekan FIB menyampaikan bahwa dalam meningkatkan peran Lulusan – lulusan yang memiliki daya saing global fakultas Ilmu Budaya di harapkan melakukan pembenahan seperti halnya dalam penambahan jumlah SKS untuk Mata Kuliah yang berbobot / pengurangan mata kuliah teori, oleh karena itu pada proses penataan materi - materi dalam perkuliahan tersebut harus di sesuaikan dengan perkembangan Global.  

Dalam pemaparan dari Perwakilan Dosen Program Studi FIB memaparkan visi dan misi dari masing-masing Program Studi, profil kelulusan dari masing- masing prodi untuk diserap dalam dunia kerja, pemecahan mata kuliah berbobot yang sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), pemerataan persebaran mata kuliah dan penghapusan serta penambahan mata kuliah.

Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, MP dalam pemaparanya menyampaikan peningkatan daya saing bangsa melaui implementasi KKNI yang menghasilkan Sumber daya manusia (SDM) dalam sekala nasional maupun global serta meningkatkan akuntabilitas penyelenggara Perguruan Tinggi yang bermutu dan kemampuan dalam menghadapi MEA (masyarakat Ekonomi Asean) dalam hal ini para lulusan Perguruan tinggi akan bersaing ketat di dunia kerja. Selanjutnya untuk menyusun kurikulum diperlukan Diagram Alir yang meliputi pemahaman posisi program studi, penentukan spesifikasi program, mengidentifikasi kemampuan pembelajaran, identifikasi bahan kajian, penetapan mata kuliah, perencanaan proses pembelajaran dan penilaian/evaluasi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

MTQ Mahasiswa Tingkat Universitas 2015

[unsoed.ac.id, Sel, 21/4/15] Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalun indah dan menentramkan dari Mahasiswa-mahasiswi UNSOED dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa UNSOED 21 April 2015.  Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan pedoman dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti yang diantaranya adalah untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan serta pengamalan isi kandungan Al-Qur’an ditingkat mahasiswa, untuk meningkatkan syiar dan ukhuwah Islamiyah dikalangan para mahasiswa, dan untuk mengembangkan Softskill & daya saing, serta untuk melestarikan seni & budaya Al-Qur’an dilingkungan kampus.  Hal ini disampaikan oleh Dadan Hermawan, M.Si selaku ketua panitia dalam laporannya. “Melalui MTQ ini bisa menjadi wahana bagi mahasiswa dalam melatih, menuangkan ide-ide kreatif sebagai respon intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat”, ungkapnya.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual melainkan juga peka terhadap lingkungan sosial dan diatas segala-galanya adalah memiliki keimanan & ketaqwaan kepada Alloh SWT. Salah satu cara untuk menjadi pribadi yang memiliki ketaqwaan secara individual sekaligus kesolehan sosial adalah dengan mencintai Firman-Firman Alloh SWT. Rasa cinta kepada Kitab Suci yang diturunkan oleh Alloh SWT melalui Rosulullah Insya Alloh akan melembutkan hati dan meneduhkan perasaan serta memudahkan dan memampukan kita menjalani kehidupan secara ikhlas dan Ridho. “MTQ jangan hanya dijadikan sebagai ajang kompetisi yang dilihat dari kacamata duniawi belaka, tetapi MTQ harus dijadikan ajang kompetisi dengan diri sendiri, apakah kita telah menjadi pribadi yang Qur’ani, apakah kita siap untuk tidak hanya indah dalam melantunkan Firman Alloh namun juga indah  dalam perbuatannya," ungkapnya.  Rektor juga mengatakan bahwa dengan adanya MTQ suasana atmosfer akademik menjadi dingin dan sejuk.  "Saya sangat bangga terhadap mahasiswa yang tetap mengikuti kegiatan di tengah-tengah UTS, kami mohon para Dekan dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan memberikan dispensasi kepada para peserta MTQ untuk mengikuti ujian susulan," jelasnya.

Dalam MTQ kali ini cabang yang dilombakan ada 6 bidang yaitu bidang Tilawah diikuti 20 peserta, Hifdzil Qur'an 41 peserta, Tartil Qur'an 39 peserta, Kaligrafi/Khotmil Qur'an 21 peserta, Lomba Karya Tulis Ilmiah kandungan Al-Qur’an 21 peserta dan Debat Al-Qur'an dengan Bahasa Inggris 18 peserta. Total peserta yang mengikuti MTQ 160 peserta mahasiswa UNSOED yang mewakili 12 Fakultas.

Banyaknya peserta lomba dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri membuat kualitas ajang MTQ tahun ini juga meningkat.  Dari semua bidang, Tim Dewan Hakim perlu usaha ekstra keras untuk menentukan para pemenang karena ketatnya persaingan.

Para Juara Lomba MTQ Mahasiswa UNSOED 2015 sebagai berikut :

Cabang Tilawah

Putra.

Juara 1 Imam Mukhlisin dari Fakultas Pertanian

Juara 2 Muh. Ulil Fiqi dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Achmad Maimun dari Fakultas Pertanian

Putri

Juara 1 Patimah Pitri dari Fakultas Teknik

Juara 2 Sehla Rizqa R dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Rima Melati dari Fakultas Kedokteran

Cabang Tahfidz (Menghafal Al-Qur’an)

Putra

Juara 1 Aziz Mukhsin dari Fakultas Perikanan dan Kelautan

Juara 2 Muh. Ulil Fiqi dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Watub Maulana dari Fakultas Kedokteran

Putri

Juara 1 Aisyah Almujahidah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Juara 2 Nisa Alfaturrasyida dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Juara 3 Ade Rosi Siti R dari Fakultas Ekonomi

Cabang Tartil

Putra

Juara 1 Muh. Ulil Fiqi dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 2 Aziz Mukhsin dari Fakultas Perikanan dan Kelautan

Juara 3 Achmad Maimun dari Fakultas Pertanian

Putri

Juara 1 Ade Rosi Siti R dari Fakultas Ekonomi

Juara 2 Alfiatur Rohmaniyah dari Fakultas Ilmu Budaya

Juara 3 Isnaini Putri S dari Fakultas kedokteran

Cabang LKTQ

Juara 1 Nurul Latifah dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Juara 2 Baharudin Harya dari Fakultas Ekonomi

Juara 3 M. Imaduddin S dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Cabang Kaligrafi

Putra

Juara 1 Mochamad Latief Amin dari Fakultas MIPA

Juara 2 Muhammad Ikhsan dari Fakultas Pertanian

Juara 3 Ahmad Rifai dari Fakultas Teknik

Putri

Juara 1 Liya Sintiawati dari Fakultas Ilmu Kesehatan

Juara 2 Siti Nufiah dari Fakultas MIPA

Juara 3 Sri hayyu Naufal dari Fakultas Teknik

Cabang Debat Bahasa Inggris

Juara 1 Tim FISIP (Dendi dan Irwan Syarifudin)

Juara 2 Tim Fakultas Ekonomi 1 (Rahmad Romadon dan Hanifan AR.A)

Juara 3 Tim Fakultas Ekonomi 2 (Rahma Setiyani dan yusi Novitasari)

 

Selamat Jalan Prof. Dr.Ir Sudjarwo

[unsoed.ac.id, 22/4/15] Pembawaannya tenang, penuh wibawa, sederhana, dan ulet.  Prof.Dr.Ir Sudjarwo, Rektor UNSOED periode 2005-2009 dipanggil Allah SWT, Senin sore, 20 April 2015.  Kenangan tentang almarhum adalah jejak dedikasi pengabdian, disiplin, dan ulet.  UNSOED kembali kehilangan putra terbaiknya dalam rentang yang tidak lama.  Tutur bicaranya ‘ruruh’, pelan tapi runut memecahkan berbagai persoalan adalah kenangan dari setiap orang yang berinteraksi dengannya.

Prof. Djarwo yang lahir di Trenggalek, 18 Pebruari 1949 ini adalah juga seorang yang gigih sejak kecil.  Sebagai anak pertama Prof.Djarwo telah terlatih memiliki tanggung jawab.  Sering berpindah-pindah mengikuti dinas orang tua sebagai Tentara, Prof. Djarwo semasa kecil terlatih bekerja keras.  Menyelesaikan S1 Pertanian dari Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan di Pascasarjana IPB.  Prof. Djarwo meraih gelar Doktor di tahun 1987 dan kembali ke UNSOED sebagai Dosen di Fakultas Pertanian.

Perjalanan kariernya menarik. Berawal sebagai dosen biasa, secara bertahap diberi kepercayaan untuk memimpin di Unsoed. Mulai dari Ketua Laboratorium, Ketua Jurusan, Pembantu Dekan, dan Pembantu Rektor I Bidang Pendidikan.  Melalui Sidang Senat yang berlangsung Senin siang 23/5-2005, Prof. Dr Ir Sudjarwo terpilih menjadi Rektor Unsoed periode 2005-2009.  Sepanjang mengemban amanah, Prof. Djarwo tetap dengan kesederhanaan dan kegigihannya.  Salah satu visi yang diusung Almarhum saat itu adalah Pendidikan yang berkeadilan. Visi yang ingin dicapai dalam pendidikan tinggi adalah pendidikan yang berkeadilan. 

Kini, semua pengabdian Almarhum menjadi kenangan kebaikan di UNSOED.  Selamat jalan Prof.Dr.Ir Sudjarwo, kami menjadi saksi kebaikan-kebaikan Bapak.  

(Ket: Foto profil dari gemari.co.id)

Bakti Sosial Warnai Unsoed Hash House Harirers ke Curug Nangga

[unsoed.ac.id, 22/4/15] Pesona keindahan Curug Nangga menarik dan menantang Unsoed Hash House Harriers (UH3) untuk menyambanginya. Mengambil start dan finish di Balaidesa Petahuan Kecamatan Pekuncen  Minggu (19/4), UH3 kembali menjelajah terjalnya medan untuk menuju Curug Nangga. Kegiatan UH3 kali ini diikuti oleh Komandan Korem Wijaya Kusuma Kolonel Infanteri Edison beserta jajarannya, Wijaya Kusuma Hash House Harriers dan peserta umum. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Unit Pandu Lingkungan Mapala UNSOED juga ikut didalamnya.Tak kurang 230 peserta meramaikan kegiatan ini.

Dalam sambutan pelepasannya Ketua UH3 Dr. Ali Rokhman menyatakan, “Rute yang akan dilalui sangat berat, diharapkan peserta untuk lebih berhati-hati, kalau hanya jatuh terpeleset itu hal yang wajar dalam kegiatan hash, karena banyak jalur-jalur ekstrim”. Beratnya medan dimulai sejak jalur keberangkatan yakni adanya tanjakan sepanjang hampir 1 KM dengan kemiringan 30-45% antara Desa Cikawung menuju Petahunan. Demikian pula jalur yang dilalui peserta UH3 menuju Curug Nangga yang cukup terjal, licin, sempit dan kemiringan yang tinggi menuntut kehati-hatian dan kekuatan fisik peserta. Setelah menempuh 3 Km perjalanan yang cukup berat, terbayar sudah jerih payah yang dilakukan peserta UH3. Keindahan Curug Nangga yang alami dan segarnya air terjun, menghapuskan kelelahan yang dialaminya.  Menurut Uhtie Ahya Hamidah dari UPL Mapala UNSOED, “Semangat bapak-bapak dan ibu-ibu ini patut diacungi jempol, mereka masih aktif dan bersemangat sekali dalam acara hash, yang muda2 jangan mau kalah”.

Pada kesempatan hash kali ini, tim UH3 menyerahkan bantuan bibit tanaman albasia kepada ketua kelompok sadar wisata Desa Petahuanan untuk kegiatan penghijauan . Penanaman secara simbolis dilakukan oleh Bapak Ibnu perwakilan dari Wijaya Kusuma Hash House Harriers dan perwakilan dari UPL Mapala UNSOED, disaksikan oleh anggota rombongan. Menurut Ketua UH3 Dr. Ali Rokhman, “Ada hal yang baru pada hash kali ini yaitu disamping kebersamaan, keceriaan dan kesehatan ada penyerahan bibit tanaman sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, mudah-mudahan kedepan dapat ditingkatkan”. Pada kesempatan kali ini juga disediakan souvenir untuk foto-foto terbaik para anggota Refleksi komunitas fotografi mahasiswa FISIP. (AR)

 

Sumpah Dokter Periode XXIX

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/20] Bertempat di Gedung Dekanat Lantai III Fakultas Kedokteran UNSOED, Sabtu (18/4) berlangsung acara Sumpah Dokter Periode XXIX. Prosesi pengambilan sumpah dokter dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Fitranto Arjadi, M.Kes. Tercatat 33 orang dokter baru yang diambil sumpahnya dengan lulusan terbaik diraih oleh dr. Zuldi Erdiansyah dengan IPK 3.74. Sampai dengan Angkat Sumpah Dokter periode XXIX ini, tercatat 685 Dokter lulusan UNSOED yang telah diambil sumpahnya.

Dalam sambutan Rektor yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat, Drs. Sigit Wibowo DN, M.M., beliau menekankan pentingnya peran profesi dokter. Bliau menjelaskan bahwa negara mengamanatkan lewat undang-undang bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia yang harus diwujudkan melalui sarana kesehatan yang terjangkau. Negara yang sehat adalah negara yang kokoh melindungi warganya, sehingga peranan tenaga kesehatan menjadi sangatlah penting. “Meskipun dewasa ini profesi dokter merupakan tugas yang cukup berat, akan tetapi terus jagalah sumpah dank ode etik profesi anda agar apa yang diperjuangkan selama ini tak menjadi kesia-siaan dan tuntutan masyarakat atas harapan sarana kesehatan yang lebih baik juga dapat terwujud,” beliau menambahkan.

Maju terus pantang menyerah!

 

Kajian Analisa oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah

[unsoed.ac.id, Sel, 21/4/15] Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 1 UNSOED, Selasa (21/4) berlangsung kegiatan Kajian Analisa Hasil Pemantauan Penyiaran. Acara hasil kerjasama UNSOED dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah dengan tema Komodifikasi Perempuan dalam Televisi. Kajian kali ini mengetengahkan tiga pembicara yaitu Dra. Tri Wuryaningsih. M.Si, Dr. Naqiyah Mukhtar, M.Ag., dan Ahmad Tohari.

Acara yang diikuti oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika UNSOED tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Beliau menyampaikan pentingnya pemahaman dalam menyikapi perkembangan media. Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia. “Semakin berkembangnya teknologi media massa dalam menyampaikan informasi dan hiburan, maka manusia tak akan pernah bisa lepas dari pengaruh media massa tersebut,” beliau menambahkan.

Selepas penyampaian materi oleh pembicara, dilangsungkan sesi tanya jawab interaktif. Dimana banyak hal yang dibahas utamanya mengenai peran KPID terhadap kualitas dan mutu penyiaran televisi di Indonesia.

Maju terus pantang menyerah!

Orientasi dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana Tahun 2014/2015

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED melaksanakan Orientasi Mahasiswa Baru Semester Genap TA 2014/2015 dan Kuliah Umum di Gedung Pascasarjana, Sabtu (18/4). Mengangkat tema “Potret Ekonomi Politik Indonesia”, dengan Narasumber Dr.(Cand). H. Wisnu Suhardono, SE, M.Si selaku Dosen Luar Biasa Program Pascasarjana UNDIP. Kegiatan diikuti oleh 80 Mahasiswa Baru yang meliputi 39 Magister Managemen dan 41 Magister Akuntansi. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor, Dekan Fakultas Ekonomi&Bisnis, Direktur Pascasarjana beserta Wakil Direktur Pascasarjana II dan Kaprodi Magister Managemen Pascasarjana beserta Kaprodi Akutansi.

Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor Unsoed dalam pembukaannya menyampaikan harapan terhadap Program Pascasarjana untuk memberikan bimbingan dengan terbaik mungkin untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya bagi mahasiswa baru S2 dan bagi para mahasiswa baru. Rektor juga berharap agar selalu meningkatkan kualitas diri untuk menunjuang perkembangan suatu bangsa di karenakan perkembangan bangsa yang pesat/tidaknya tergantung dari kualitas dari Sumber Daya Manusia.

Dalam pemaparannya Dr.(Cand). H. Wisnu Suhardono, SE, M.Si memaparkan tentang tinjauan Praktis Ilmu Sosial dalam Potret Ekonomi Politik Indonesia yang memiliki penjelasan konseptual Politik ekonomi yang mempelajari aspek-aspek produksi, perdaganan dan sebagainya, konsep ekonomi yang meliputi keuangan, kebijakan dibidang moneter, fiskal maupun komersial serta konteks politik pada pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi yang luas seperti kebijakan Publik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Penerimaan Mahasiswa baru Pascasarjana oleh Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, MP.,Ph.D selaku Direktur Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

 

 

 

Diskusi bersama Pakar HI : 'The Rising Tiongkok as a New Hegemony'

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] Program studi ilmu hubungan internasional mengadakan diskusi bertemakan “ the rising Tiongkok as a new hegemony”, Rabu (15/4) bertempat di ruang rapat Dekanat FISIP Unsoed. Adapun audiens dari diskusi ini adalah para mahasiswa bubungan internasional, dan juga beberapa dari pihak dosen. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memperkenalkan wacana hegemony baru Negara Tiongkok serta posisinya dalam percaturan politik internasional baik didalam regional ASEAN, maupun didalam lingkup yang lebih luas, yaitu dunia. Diskusi ini sangat menarik dikarenakan terdapat beberapa mahasiswa yang skeptik terhadap pertumbuhan ekonomi tiongkok, dikarenakan pertumbuhan ekonomi china ini dibarengi dengan bertambahnya agresifitas china di dalam konflik laut tiongkok selatan. Tetapi terlepas dari skeptisme mahasiswa dan dosen hubungan internasional pada saat itu, diskusi berjalan dinamis dan produktif. Diskusi ini dimoderatori oleh Azzy D’vyastia Kesuma, mahasiswa hubungan internasional angkatan 2012. “saya memandang bahwa forum-forum kritis ini bagus, dan harus diperbanyak, demi menciptakan budaya diskusi yang massif di UNSOED ini”, ujarnya.

Sebagai narasumbernya Dr. Nur Rahmat Yuliantoro,MA, pakar politik Tiongkok dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah mada Yogyakarta. Beliau mengatakan bahwa kecenderungan agresifitas Tiongkok bisa dilihat dari keinginannya menjadi “The Great Power” dan aktifitasnya mengklaim beberapa pulau di wilayah Laut China Selatan. Kondisi ekonomi yang sangat mapan memacu kepercayaan diri Tiongkok untuk mengembangkan kekuatan militernya untuk mendukung agresifitasnya. Hal tersebut juga didukung atas anggapan tentang negaranya sebagai negara pusat (Chung Kuo) di kawasan Asia sehingga menjadikan ambisi Tiongkok untuk menguasai Asia semakin besar.

Didalam diskusi ini, banyak sekali pertanyaan yang muncul, dimulai dari para dosen hubungan internasional yang mempertanyakan one china policy serta kontradiksi wacana peaceful rising, lalu ada juga yang mempertanyakan terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan. Pasalnya memang tiongkok sampai saat ini tidak pernah mengakui Negara Taiwan berkat one china policy-nya. Dan ada juga pertanyaan-pertanyaan yang datang dari mahasiswa terkait dengan konflik laut tiongkok selatan, penerapan zona larangan terbang di atas laut tiongkok, dll. memang tidak bisa dipungkiri bahwa konflik di laut tiongkok selatan ini sangatlah berimplikasi kepada renggangnya hubungan bilateral tiongkok dengan Negara-negara di asia tenggara. Lalu sebagai pertanyaan pamungkas, pembicara memaparkan prospek hubungan tiongkok dengan Negara adidaya seperti amerika serikat serta beberapa Negara lainya baik di eropa maupun timur tengah. Hasil dari diskusi ini sangatlah membantu untuk meningkatkan kapasitas wacana segala civitas akademika program studi hubungan internasional.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Zy HI).

Kuliah Umum PT Chevron Pasific Indonesia (CPI)

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] UNSOED bekerjasama dengan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menggelar kegiatan Kuliah Umum dengan Tema” Persiapan Jurusan Teknik Geologi Untuk Berperan serta dalam Industri minyak dan Gas Bumi”, di Gedung Rektorat Lantai 1, Jumat (17/4). Pada kuliah umum ini menghadirkan Narasumber Albert Simanjuntak, yang di hadiri oleh Rektor beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (WR IV), President Director CPI, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama Informasi, dan Hubungan Masyarakat (BPKIH), Dekan Fakultas Teknik beserta Wakil Dekan, Para Dosen Fakutas Teknik dan Para Mahasiswa.

Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor Unsoed dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menentukan kualitas/mutu suatu universitas, Unsoed diharapkan menjadi pusat berkumpulnya insan-insan yang cerdas serta diandalkan yang bermuara pada kelak lulusannya memiliki peran dalam dinamika kehidupan dan perkembangan masyarakat. “Perguruan tinggi membutuhkan sinergi/ kerjasama antara Kampus dengan berbagai pihak seperti halnya kalangan industri yang berpotensi untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan menyiapkan Sumber Manusia yang siap dalam perkembangan laju industri”, ungkap Rektor.

Dalam pemaparan Albert Simanjuntak selaku President Director CPI menyampaikan profil singkat PT Chevron Pasific Indonesia kemudian dilanjutkan tentang pengembangan sumber daya manusia di industri energi serta PT Chevron Pasific Indonesia di bangun atas dasar integritas, kepercayaan, Keragaman, kecerdikan, patnership, ikut serta dalam melindungi masyarakat beserta lingkungan dan berprestasi tinggi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

DJKN Goes to Campus

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Ruang Rapat Rektorat UNSOED (16/4), berlangsung acara DJKN Goes to Campus. Dalam acara yang merupakan kerjasama UNSOED dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tersebut akan berlangsung dua kegiatan. Yaitu diskusi dengan tema Peran Strategis Pengelolaan Kekayaan Negara dalam Perekonomian Indonesia dan simulasi lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan LElang (KPKNL). Acara yang diikuti oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika UNSOED tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini adalah memperkenalkan tugas pokok dan fungsi DJKN. Hal yang sama disampaikan juga oleh Taufik selaku Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY “Kegiatan ini adalah ajakan untuk bersama-sama mengoptimalkan manfaat barang milik negara sehingga penggunaannya sesuai dengan pelaksanakaan tugas pokok dan fungsi.”

 

Dalam kegiatan ini sebagai pembicara  adalah Direktur Hukum dan Humas DJKN Tavianto Nugroho, S.H.,MH dan Asisten BMN III Idris Aswin. Diskusi diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif. Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan simulasi lelang oleh KPKNL. Adapun barang yang dilelang adalah dua buah tas ransel, jam tangan dan handphone.

Maju terus pantang menyerah !

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA