Test RSS

DJKN Goes to Campus

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Ruang Rapat Rektorat UNSOED (16/4), berlangsung acara DJKN Goes to Campus. Dalam acara yang merupakan kerjasama UNSOED dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tersebut akan berlangsung dua kegiatan. Yaitu diskusi dengan tema Peran Strategis Pengelolaan Kekayaan Negara dalam Perekonomian Indonesia dan simulasi lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan LElang (KPKNL). Acara yang diikuti oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika UNSOED tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini adalah memperkenalkan tugas pokok dan fungsi DJKN. Hal yang sama disampaikan juga oleh Taufik selaku Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY ‚ÄúKegiatan ini adalah ajakan untuk bersama-sama mengoptimalkan manfaat barang milik negara sehingga penggunaannya sesuai dengan pelaksanakaan tugas pokok dan fungsi.‚ÄĚ

 

Dalam kegiatan ini sebagai pembicara  adalah Direktur Hukum dan Humas DJKN Tavianto Nugroho, S.H.,MH dan Asisten BMN III Idris Aswin. Diskusi diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif. Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan simulasi lelang oleh KPKNL. Adapun barang yang dilelang adalah dua buah tas ransel, jam tangan dan handphone.

Maju terus pantang menyerah !

KOMAHI FISIP Gelar ‚ÄėCreative Youth‚Äô Bertema Pelatihan Kewirausahaan

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Aula Fisip, Selasa 14 April 2015 Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) menyelenggarakan acara ‚Äėcreative youth‚Äô bertemakan Pelatihan Penyusunan Proposal Kewirausahaan bagi mahasiswa. Sejumlah 60 mahasiswa HI nampak antusias mengikuti kegiatan dengan pembicara tunggal Taufik Budhi Pramono, M.Si Dosen Kewirausahaan sekaligus reviewer PKM (program kreatifitas mahasiswa) Unsoed.

Ketua Panitia Pelatihan, Lusi Ludia menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja divisi kewirausahaan KOMAHI. Pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa HI Fisip terampil menyusun proposal kewirausahaan yang terdiri dari PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC, PKM-AI dan PKM-GT. Mahasiswa HI angkatan 2013 ini meyakini bahwa kewirausahaan merupakan salah satu soft skill yang harus dikembangkan, bahkan menjanjikan bagi masa depan.

Taufik Budhi Pramono, M.Si memaparkan bahwa pemerintah mendorong penciptaan wirausaha baru. Mahasiswa sebagai sosok muda, kreatif dan berfikiran terbuka sangat tepat bagi pengembangan wirausaha, tutur Mas Taufik panggilan akrab beliau. Pembinaan wirausaha mahasiswa ini menjadi perhatian penuh dari setiap perguruan tinggi, karena merupakan perpaduan academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. PKM diharapkan mampu meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis serta professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Paparan tersebut membuka wawasan mahasiswa dalam menempatkan kewirausahaan bersanding dengan aktifitas perkuliahan. Selnjutnya Dosen Kewirausahaan ini menjelaskan secara teknis program kreatifitas mahasiswa yang terdiri dari PKM penelitian, kewirausahaan, pengabdian, teknologi, karsacipta, artikel ilmiah dan gagasan tertulis. Tujuh macam PKM tersebut disampaikan dengan dengan lugas, memudahkan pemahaman mahasiswa. Diskusi mahasiswa dengan pembicara juga semakin menarik, diakhiri dengan tantangan Mas Taufik untuk segera menyusun proposal. Beliau siap untuk membantu dan membimbing mahasiswa, kapan saja dan dimana saja, menunjukkan totalitas beliau dalam mengarahkan PKM bagi mahasiswa.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Selamat Jalan Prof. Nunung

[unsoed.ac.id, Kam,16/4/15] Senja di Purwokerto seolah turut menjadi saksi salah satu Putri Terbaik Universitas Jenderal Soedirman, Prof.Dr.Ir.Hj S.N.O Suwandyastuti, MS dipanggil Tuhan YME di Rumah Sakit Geriatri Margono Soekardjo Pukul 17:35, 15 April 2015.  Prof. Nunung, demikian Almarhumah biasa dipanggil adalah sosok yang berdedikasi tinggi, tauladan yang baik, disiplin, dan pekerja keras.  Jabatan struktural terakhir yang diembannya adalah Pembantu Rektor II UNSOED periode 2006-2010 lalu.  Setelah itu, Guru Besar Fakultas Peternakan ini tetap aktif mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat, serta dikenal sangat amanah dalam mengemban tugas sebagai anggota senat UNSOED.

Rektor UNSOED, Dr.Ir. Achmad Iqbal saat memberikan sambutan dalam persemayaman Jenazah Almarhumah di Auditorium Graha Widyatama UNSOED mengungkapkan rasa kehilangan UNSOED.¬† ‚ÄúIni ¬†sebuah kehilangan yang luar biasa, karena beliau telah turut mewarnai sejarah tumbuh, besar dan berkembangnya almamater ini, karena pemikiran beliau sebagai seorang akademisi serta pemimpin, telah mengantarkan universitas ini berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,‚ÄĚ ungkapnya.¬† Rektor mewakili Keluarga Besar UNSOED mengungkapkan bahwa Almarhumah adalah sosok Guru yang patut diteladani.¬† ‚ÄúSebagai seorang pendidik, beliau telah banyak mengajarkan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswanya, yang tentunya menjadi landasan berkarya nyata setelah mereka lulus dan berada di tengah-tengah masyarakat.¬† Sebagai seorang pimpinan ‚Äď baik di tingkat fakultas maupun di universitas ‚Äď ketegasan, kewibawaan sekaligus kearifan beliau, telah membawa almamater ini menjadi lembaga yang turut serta secara aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.¬† Serta, sebagai guru besar dan sivitas akademika universitas, beliau telah memberikan pemikiran dengan penuh pertimbangan dan kebijaksanaan bagi kemajuan almamater ini,‚ÄĚ ungkapnya.

Almarhumah menjadi mengabdi di UNSOED sejak Tahun 1971 sebagai CPNS.  Berbagai jabatan pernah diembannya dengan penuh tanggung jawab.  Diantaranya di Tahun 1993 menjabat sebagai PJS Pembantu Dekan II Fakultas Peternakan, Menjadi Dekan Fakultas Peternakan di Tahun 2000, dan Menjabat sebagai pembantu Rektor II di Tahun 2006.  Jejak kebaikan yang ditinggalkan Almarhumah sangatlah banyak.  Karya dan bakti dalam bingkai kedisiplinan dan kerja keras membuatnya selalu patut menjadi teladan bagi para penerusnya.

Selamat jalan Prof. Nunung, semoga diterima seluruh amal baiknya, diampuni segala dosanya, dan dimasukkan ke dalam Syurga.  

Bedah Buku Perempuan dan Politik dalam Budaya Banyumas

[unsoed.ac.id, Kam, 16/4/15] Bertempat di Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed, Selasa (14/4/2015) Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) FISIP Unsoed dan Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed menggelar Bedah Buku ‚ÄúKontestasi Perempuan dan Politik dalam Budaya Banyumas‚ÄĚ. Bedah buku menghadirkan dua orang narasumber yaitu Dr. Sofa Marwah, M.Si. sebagai penulis buku dan Luthfi Makhasin, S.IP., M.A. serta Surya Abadi (Pol‚Äô12) sebagai moderator. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 30 mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan/program studi.

Penulis menuturkan bahwa sebagian besar isi buku bersumber dari disertasi program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia. Latar belakang penulisan ini adalah peningkatan isu keterwakilan perempuan berbasis keragaman budaya. Sebagai studi ilmiah pertama yang mengkaji keterwakilan politik perempuan dalam kultur masyarakat Banyumas, studi ini menjelaskan mengenai posisi perempuan dalam perkembangan sosial politik Banyumas.

Banyumas memiliki posisi unik, terletak diantara pusat kekuasaan Jawa dan Sunda, ternyata mempunyai struktur masyarakat yang kurang mengenal pelapisan social. Budaya penginyongan, sebagai istilah untuk menyebut kelas rakyat biasa, dikenal memiliki jiwa egaliter dengan sifat cablaka blakasuta (keterbukaan). Namun bagi perempuan nilai-nilai egaliter hanya simbolis belaka, tidak secara substansial. Tokoh utama dalam babad tetap saja laki-laki, bahkan tidak ada perempuan yang mampu menjadi adipati atau bupati sampai era politik sekarang. Keterwakilan politik perempuan di Banyumas rendah akibat dipengaruhi budaya patriarkhi. Walaupun masih terdapat celah dalam patriarchi Banyumas jika dibandingkan dengan budaya Jawa yang sangat patriarkhi.

Luthfi Makhasin, S.IP., M.A mengkritisi sajian bedah buku ini. Kontestasi  perempuan dalam politik institusional belum terlihat secara masif. Namun apabila melihat politik sebagai urusan publik sebenarnya perempuan telah berperan besar dalam kultur Banyumas. Hal ini setidaknya dapat terlihat dalam karya Ahmad Tohari yang mencoba merefleksikan nasib perempuan yang dituangkan dalam bentuk novel. Seperti Srinthil dalam trilogy Ronggeng Dukuh Paruk (1982) dan Lasi dalam Bekisar Merah (2001). Meskipun karya fiksi, setidaknya pesan yang disampaikan oleh Ahmad Tohari menyiratkan penokohan perempuan Banyumas.

Luthfi, pengajar di Jurusan Ilmu Politik ini juga mencermati political biografi dalam buku ini, belum menempatkan perempuan-perempuan modern terkini. Sejarah telah mencatat ketokohan Siti Soebindjei perempuan¬† istri Bupati Banyumas Soedjiman M. Gandasoebrata (1933 ‚Äď 1950), merupakan mahasiswa putri pribumi pertama Indonesia di Rechts Hooge School Jakarta. Selanjutnya berperan dalam pemberdayaan masyarakat Banyumas terlebih saat terjadi krisis malaise (1933) bahkan aktif dalam kegiatan organisasi sejak jaman kolonial Belanda. Namun tokoh perempuan dalam politik institusional terkini belum tercover. Banyak perempuan telah menempati posisi tinggi dalam birokrasi/pemimpin publik tidak banyak diulas. Politikal biografi diharapkan mampu mendorong ketokohan politik perempuan yang semakin kuat dewasa ini.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Sosialisasi Pendaftaran Beasiswa Secara Online

[unsoed.ac.id, Kam, 16/4/15] Unversitas Jenderal Soedirman/UNSOED melaksanakan Sosialisasi Pendaftaran Online Beasiswa melalui SIKEMAS (Sistem Informasi Kemahasiswaan UNSOED) di Gedung Rektorat Lantai 1, Rabu (14/4). Pada sosialisasi ini sebagai narasumber Aribawa JIS, SE (Staf Kependidikan UNSOED) dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Para Staf Administrasi dan Perwakilan Mahasiswa.

Dr. Ir V. Prihananto, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III dalam sambutannya menyampaikan bahwa meningkatkan layanan kesejahteran mahasiswa melalui Beasiswa BBP (Bantuan Biaya Pendidikan) dan PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dengan alokasi 1550 mahasiswa yang meliputi Beasiswa BBP sebanyak¬†550 mahasiswa, Beasiswa PPA sebanyak¬†995 mahasiswa¬†dan 5 (lima)¬†mahasiswa untuk UKM Universitas. ‚Äúdengan beasiswa ini akan betul-betul memberikan makna/manfaat bagi perkembangan kampus khususnya mahasiswa‚ÄĚ, ungkap WR III

Aribawa¬†JIS, SE dalam pemaparannya menyampaikan alur pendaftaran Online yang meliputi waktu pendaftaran yang dimulai 16 April ‚Äď 6 Mei 2015, mengatur kuota penerimaan Beasiswa berdasarkan fakultas, mengatur setting beasiswa meliputi batas semester mahasiswa, Batas IPK serta prosentase penilaian IPK, Prestasi, Organisasi, Ekonomi serta Draft PKM selanjutnya memverifikasi Daftar Mahasiswa yang di ajukan dari Fakultas dan membuat Surat Keputusan Penerimaan Beasiswa. Kemudian untuk mengetahui syarat dan ketentuan beasiswa yang ditawarkan melalui laman http://kemahasiswaan.unsoed.ac.id dan untuk pendaftaran secara online melalui laman http://sikemas.unsoed.ac.id dengan mempersiapkan Scan KHS terakhir, Scan Rekening Bank, Scan surat keterangan penghasilan orang tua, foto (ukuran 200kb) masing-masing dengan format Pdf serta menggunakan ID User dan ¬†password yang sama dengan login SIA (Sistem Informasi Akademik).

Maju Terus Pantang Menyerah!

Baksos Salah Satu Rangkaian Format Ikahimatika Wilayah IV

[unsoed.ac.id, Sel, 14/4/15] Sejuknya udara pagi Sikapat, daerah di atas Curug Ceheng yang masuk dalam Kecamatan Sumbang mampu merenggangkan otot-otot yang penat ditempa kesibukan sehari-hari. Sekitar satu kilometer dari Tempat Wisata Curug Ceheng , dan setelah berkendara melewati beberapa rumah warga,  peserta Forum Matematika (FORMAT) dan Tim LPM Sketsa memasuki suatu wilayah dengan jalan yang cukup sempit. sampailah kami pada sebuah Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Negeri Kecil Watujaran.

Sesuai dengan namanya, SD Negeri Kecil Watujaran tak seluas layaknya Sekolah Dasar lain di Purwokerto. Menurut Saptowuri Juliyanto, Kepala SD Kecil Watujaran, sekolah ini dibuat sebagai sarana warga Desa Sikapat memperoleh pendidikan dasar karena Sekolah Dasar yang ada cukup jauh letaknya, lebih dari satu kilometer, yaitu di SD Negeri 4 Gandatapa. Sekolah ini hanya mempunyai 6 pengajar dan dua pengajar yang berasal dari sekolah lain, empat ruang kelasnya bahkan sejatinya hanya dua ruang yang tiap ruangannya diberi sekat sehingga tampak empat ruang kelas. Keterbatasan ruang kelas  ini membuat proses belajar-mengajar kurang kondusif karena jika salah satu kelas gaduh maka kelas di sebelahnya akan terganggu. Jumlah murid yang hanya 77 siswa, diakumulasi dari jumlah siswa di kelas satu hingga kelas enam, membuat Sekolah Dasar ini sedikit menerima dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Melihat kondisi SD Kecil Watujaran, membuat Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika (Ikahimatika) Indonesia Wilayah IV tergerak. Tepatnya Sabtu, 11 April 2015, Ikahimatika Indonesia Wilayah IV datang dan berbaur bersama siswa-siswa disana. ‚ÄúSelain sebagai ajang mempererat silaturahmi antar Himpunan Mahasiswa Matematika Se-Jateng dan DIY kegiatan ini juga sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, harapannya kegiatan ini bisa menunjukkan manfaat kita sekarang dan di masa mendatang‚ÄĚ, ujar Ketua Format Himatika Unsoed Rifka Amelia.

Kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh 31 mahasiswa dari 13 Himpunan Mahasiswa Matematika di Jawa Tengah dan DIY serta 25 mahasiswa dari HIMATIKA UNSOED sebagai panitia penyelenggara. SD Negeri Kecil Watujaran dipilih sebagai lokasi diadakannya kegiatan baksos ini atas rekomendasi dari Unit Pendidikan Kecamatan Sumbang. Selain letaknya cukup dekat dari lokasi penginapan, sekolah ini memiliki jumlah murid yang sedikit dan fasilitas sekolah yang masih kurang lengkap. ‚ÄĚSD Negeri Kecil Watujaran dipilih selain karena dekat dari penginapan, SD ini memiliki jumlah murid yang sedikit dan fasilitasnya kurang ya engga, tapi dibilang lebih ya belum‚ÄĚ, lanjut Rifka.

Dalam bakti sosial dan kunjungannya, mahasiswa delegasi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengajar di dalam kelas, dan kelompok kedua mempersiapkan permainan di luar ruangan. Kebanyakan dari mahasiswa mengajarkan matematika di dalam kelas. Suasana di tiap ruangan berbeda-beda. Ada siswa-siswi yang sangat antusias belajar di dalam kelas, ada juga beberapa siswa yang mogok belajar. Ini merupakan tantangan bagi mahasiswa Ikahimatika.

Dengan fasilitas yang seadanya mahasiswa mencoba menarik perhatian siswa-siswa agar mereka mau belajar matematika. Tak hanya mengajar matematika, mahasiswa juga memberikan motivasi belajar kepada siswa-siswi yang ada di SD Kecil Watujaran. ‚ÄúJadi karena kita jurusan matematika, kita fokusnya belajar matematika bersama siswa-siswinya dan memberikan motivasi serta memberikan beberapa alat kebersihan kepada sekolahnya‚ÄĚ, ujar Fihri (salah satu panitia) ketika ditanya di sela-sela games siang tadi.

Setelah selesai belajar matematika, anak-anak dikumpulkan di lapangan sekolah untuk mengikuti permainan yang telah disiapkan. Anak-anak sangat antusias dan terlihat ceria mengikuti beberapa permainan seru. Ada permainan menemukan pasangan untuk kelas satu dan kelas dua, bukan pasangan buat yang masih ‚Äújomblo‚ÄĚ, melainkan mencari pasangan yang memegang kertas dengan bentuk bangun dasar dan warna yang sama. Ada juga¬†games¬†balap kelereng untuk kelas satu dan kelas dua. Saking antusiasnya ada beberapa siswa yang meminta kelereng kepada panitia, dengan wajah polosnya mereka mengerumuni salah satu mahasiswa yang memegang kelereng untuk lomba itu. Sementara itu, kelas tiga dan empat mengikuti lomba memasukkan paku yang terikat pada tali rafia yang diikatkan ke pinggangnya ke dalam botol minuman. Awalnya mereka harus berlari ke salah satu sisi dan kembali ke tempat awal mereka dan memasukkan paku. Belum sampai hitungan ketiga beberapa anak sudah berlari untuk memasukkan paku ke dalam botol, dan permainanpun diulang.

Tak kalah dengan adik kelasnya, siswa-siswi kelas enam mengikuti lomba joged balon. Lomba ini terdiri dari dua personil yang memakai sebuah sarung dan balon dihimpitkan kepada kedua wajah mereka. Mereka harus berpindah dari garis start menuju satu sisi, dan kembali lagi ke posisi awal sambil joget ketika suara musik diputar. Ada juga beberapa panitia yang ikut menjadi peserta lomba itu.

Dari semua kegiatan itu, terlihat sekali keceriaan anak-anak dari SD Negeri Kecil Watujaran. Walaupun tidak seberapa, akan tetapi kegiatan yang dimotori Ikahimatika Indonesia Wilayah IV diharapkan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan yang pasti mampu melebarkan senyum putra-putri kecil calon penerus bangsa. (LPM Sketsa)

Ajang Pencarian ‚ÄėFISIP Idol‚Äô dalam Mahasiswa Berprestasi Fakultas ISIP

[unsoed.ac.id, Sel,14/4/15] Bertempat di Ruang Rapat Dekanat, diselenggarakan pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas. Sehari penuh, Rabu 8 April 2015, panitia Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan nampak sibuk memberikan layanan bagi peserta dan Dewan Juri agar pelaksanaan Mapres Tahun 2015 berjalan lancar dan sukses. Berkenan hadir Dekan Fisip Unsoed, Dr. Ali Rokhman, Para Ketua Jurusan/Program Studi, Dewan Juri, Kepala TU , Kepala Subbag dan peserta yang sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan ini.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman menyambut bangga gelaran kegiatan ini. Beliau mengharapkan terpilihnya mahasiswa yang ideal dan menjadi idola yang dapat menjadi contoh bagi mahasiswa yang lainnya.¬† ‚ÄėFisip Idol‚Äô berusaha mencari mahasiswa yang cerdas intelektual sekaligus memiliki kompetensi soft skill yang mumpuni. Memiliki IPK yang tinggi sekaligus sebagai aktifis ekstra kurikuler di Kampus. Jadi tidak menafikkan salah satunya. Sudah ketinggalan jaman apabila ada aktifis kampus memiliki IPK rendah dengan masa studi yang lama, tutur Pak Dekan. Keduanya tidak bisa dipertentangkan justru harus disandingkan agar mendapatkan lulusan yang berkualitas, memiliki keunggulan daya saing dibandingkan lulusan dari perguruan tinggi lain.

Peserta Mapres Fisip 2015 sejumlah 11 orang terdiri dari perwakilan mahasiswa Jurusan Sosiologi sejumlah 2 orang, perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara sejumlah 3 orang, perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Politik sejumlah 3 orang, dan perwakilan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional sejumlah 3 orang. Patut disayangkan bahwa perwakilan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi tidak mengikuti jalannya seleksi Mahasiswa Berprestasi kali ini, papar Dekan Fisip.

Dewan Juri terdiri dari staf pengajar Fisip sesuai dengan kompetensinya. Para Ketua Jurusan/Program Studi memberikan penilaian pada karya tulis dan penyajiannya. Penilaian ekstra kurikuler dilakukan oleh Drs. Bambang Widodo, M.Par, Ahmad Sabiq, M.A dan Luthfi Makasin, M.A. Sedangkan penilaian kemampuan berbahasa inggris dilakukan oleh Dr. Slamet Rosyadi dan Triana Ahdiati, M.Si. Penilaian disesuaikan dengan pedoman pelaksanaan seleksi dari DIKTI. Sejumlah sembilan Juri akan menjamin objekifitas penilaian. Yang lebih penting adalah bagaimana mencari mahasiswa yang mempunyai catatan akademis yang baik, aktif kegiatan ekstra kurikuler, kepribadian yang matang, kemampuan komunikasi yang bagus, serta pemahaman dan implementasi ilmunya, tutur Slamet Rosyadi salah satu Dewan Juri Mapres.

Maju Terus Pantang Menyerah ! 

Dr. KH As'ad Said Ali Isi Kuliah Umum di UNSOED

[unsoed.ac.id, Sel, 14/4/15] Bertempat di Gedung Soemardjito UNSOED, Senin (12/4) berlangsung kuliah umum yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pengurus Pengurus Besar Nahdhotul ‚ÄėUlama (PBNU), Dr. KH As'ad Said Ali. Kuliah umum dengan tema ‚ÄúTerorisme Internasional Ditinjau Dari Sosial Politik dan Ideologi‚ÄĚ, dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan mahasiswa.

Dalam sambutannya Rektor Dr. Ir. Achmad Iqbal M.Si menyampaikan bahwa menjadi berkah bagi kita semua, kita lahir, besar dan berkembang di negeri yang ber-bhineka tunggal ika. Kita hidup di negeri yang telah memilih Pancasila sebagai landasan bermasyarakat, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara¬† serta meyakini keberagaman adalah sebuah keniscayaan yang insya Alloh, akan mengantarkan kita untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai toleransi dan menghormati satu sama lain. ‚ÄúMenghadirkan perasaan ketakutan, kecemasan, ketidaknyamanan atau sikap serta perilaku intoleran terhadap pemikiran yang dianggap berseberangan, sesungguhnya menjadi suatu tindakan yang tidak hanya melanggar aturan hukum yang ada, melainkan juga menciderai prinsip-prinsip kemanusiaan. Dengan kata lain, menjadi penting bagi kita semua untuk memiliki pemahaman bersama dalam mencegah serta menangkal kejahatan terorisme‚ÄĚ, demikian ungkap Rektor.

Mengawali kuliah umumnya Dr. KH As'ad Said Ali menjelaskan bahwa teror adalah salah satu taktik untuk memenangkan pertempuran atau peperangan dan biasanya teror selalu berkaitan dengan sabotase, tujuannya untuk menimbulkan ketakutan pihak lain. Dalam perkembangannya teror berubah menjadi strategi untuk memenangkan perang guna mendukung perjuangan politik. Misalnya PLO (Palestinian Liberation Front) melancarkan kegiatan teror terhadap sasaran Israel diseluruh dunia (teror Internasional) sejak 1964. Hasilnya dunia menekan Israel untuk mengakui PLO sebagai badan perjuangan yang mewakili rakyat Palestina berunding secara langsung di Israel. Lebih lanjut disamapikan bahwa pengertian teror berubah menjadi terorisme Internasional, ketika Al Qaeda dan kemudian ISIS menjadikan teror sebagai strategi sekaligus ideologi. Tujuannya bukan lagi untuk mendirikan negara dalam prespektif nasional, tetapi suatu Khilafah Islamiyah. Dengan kata lain, teror dibungkus dengan jihad (perang) adalah kewajiban agama. Dijelaskan pula tentang latang belakang politik, perbedaan&persamaan Al-Qaeda dan ISIS. Berkaitan dengan gerakan yang dilakukan oleh ISIS antara lain berupa Aksi-aksi deklarasi, pengibaran bendera dan penempelan stiker-stiker dari gerakan ISIS di sejumlah tempat di tanah air perlu mendapat perhatian serius. Lebih jauh disampaikan bahwa meski aksi-aksi politiknya tidak secara nyata diarahkan kepada kekuasaan negara Indonesia, namun gerakan aksi baiatnya, yakni pengakuan dan sumpah setia terhadap Khalifah ISIS, adalah sebuah tindakan makar karena tidak lagi mengakui kekuasaan dan keberadaan negara Indonesia ‚ÄĒmenyatakan keluar dari kontrak sosial negara kesatuan Indonesia. Gerakan ISIS mengancam eksistensi negara Indonesia. ‚ÄúDengan demikian gerakan ISIS telah masuk kategori sebagai ancaman keamanan yang serius. Terhadap konsekuensi politik dan hukum atas baiat tersebut, diyakini banyak anggota ISIS di Indonsia tidak mengetahuinya. Karena itu aksi gerakan pemahaman dan penyadaran penting dilakukan‚ÄĚ, ungkap beliau.

Kuliah umum berlangsung menarik, dengan banyaknya pertanyaan dari mahasiswa peserta kuliah umum pada sesi diskusi. Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Dua Abad Amuk Gunung Tambora

[Unsoed.ac.id, 13/4/15] Gunung Tambora terletak di kepulauan yang pernah disebut Gugusan Sunda Kecil, meletus sangat dahsyat pada Selasa sore, 5 April 1815. Secara persis, Tambora terletak di P. Sumbawa, masuk wilayah Kabupaten Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dompu adalah kota terdekat. Beberapa desa terletak di lereng Tambora: Sanggar, Doro Peti, Pesanggrahan dan Calabai. ¬†Beberapa waktu lalu diperingati dua abad letusan Tambora yang menggetarkan dunia. ¬†Diskusi Gostrawala V PII MIPA Unsoed mengangkat tema ini dalam rangka tetap waspada terhadap berbagai fenomena alam.¬† ‚ÄúNilai penting mengangkat amuk murka Tambora dua abad silam dalam gotrasawala PII agar kita menjadi lebih siap dengan bencana serupa yang sangat mungkin terjadi. Kita tinggal di Kota Purwokerto yang terletak di bagian selatan Gunung Slamet, sebuah gunung yang pernah bernama Agora. Konon, pemberian nama Slamet dengan harapan agar gunung tersebut selalu memberi keselamatan kepada seluruh warganya di sekitarnya,‚ÄĚ jelasnya. Berbeda dengan Slamet, Tambora diperkirakan telah tiga kali meletus sebelum letusan 1815 yaitu 3910 SM ¬Ī 200, 3050 SM dan 740 SM ¬Ī 150. Ketinggian Tambora saat ini adalah 2851 mdpl (sebelumnya 4300 mdp), ukuran sesaat sebelum meletus 5 April, 2 abad yang lalu. Kekuatan letusannya meruntuhkan 34% dari ketinggian semula. Saat ini, beberapa kawah terbentuk disekitaran Tambora, diantaranya Tahe 877 m, Molo 602 m, Kubah 1648 m, Kadiendinae dan Doro Api Toi.

Tanda-tanda akan meletusnya Tambora telah terdeteksi sejak 3 tahun sebelumnya. Pada tahun 1812 Tambora mulai menjadi aktif, kaldera mulai bergemuruh, dan menghasilkan awan hitam.Letusan Tambora pada Selasa sore, 5 April 1815 terpantau satu tingkat di bawah kedahsyatan letusan Pompeii pada 79 Masehi. Letusan pertama 5 April 1815 dan berlangsung selama tiga bulan ke depan hingga 15 Juli 1815. Letusan-letusan kecil terjadi kembali Agustus 1819. Letusan kecil tetapi di dalam bagian kalderanya terus terjadi pada 1880 ¬Ī 30, antara lain membentuk kawah Doro Afi Toi.

Selasa sore, murka Tambora menebar kematian yang mengerikan. Meletus sangat dahsyat pada skala 7 VEI (Volcanic Explosivity Index) dari skala maksimal 8 VEI, satu tingkat dibawah letusan Toba yang menghasilkan Danau Toba, ribuan tahun yang lalu. Letusan Tambora empat kali lebih dahsyat daripda Krakatao, 1883 M. Dibandingkan dengan letusan Sinabung yang masih terus sambung-menyambung hingga hari ini, dahsyatnya Tambora jauh lebih fantastis. Sinabung meletus pada skala 2-3 VEI. Sedangkan Gunung Merapi 2010 mletus pada skala 4 VEI.

Sebuah kawah (kaldera) terbentuk pada kedalaman 1,1 km dengan diameter 6,2 km. Menciptakan kolom debu pekat hingga ketinggian 43 km, 4 kali tinggi jelajah pesawat komersial. Dentuman terpantau telinga orang-orang di Yogyakarta, Batavia, Makasar dan Ternate. Dentuman letusan juga terdengar hingga Sumatera, 2000 km dari Tambora pada 10-11 April 1815. Abu menyebar hingga 1300 km jauhnya. Aliran piroklastik menyebar 20 km dari puncak Tambora.  Abu vulkanik menutupi Jawa Timur keesokan harinya, 6 April dan dentuman masih terus terdengar hingga 10 April 1815.

Sejauh 600 km mata memandang, hanya gelap yang tampak.  Abu vulkanik juga menyebar hingga Sulawesi, Kalimantan dan Maluku. Menewaskan 71.000 orang dengan 15-17%  terbunuh langsung akibta letusan (11-12 ribu orang). Tiga lajur (kolom) api terpancar dari puncak gunung dan bergabung menyatu hingga pegunungan berubah menjadi aliran besar api.

Batu apung diameter 20 cm menghujani kisaran Tambora jam 8 malam. Abu menyertai sejam kemudian. Perkiraan yang sangat kasar membunuh 92.000 orang. Letusannya mampu merubah iklim dunia sehingga satu tahun berikutnya 1816 Eropa  dan Amerika Utara mengalami The Year without a Summer (tahun tanpa musim panas) akibat debu menghalangi pancaran sinar matahari. Terjadi gagal panen, kematian ternak dan berujung pada bencana kelaparan. Maju Terus Pantang Menyerah !(Agung Prabowo). (Keterangan : Foto Tambora diunduh dari http://tourismnews.co.id/uploads/post/kilas-balik-6-bencana-di-dunia-akibat-letusan-gunung-tambora1.jpg)

Peneliti Unsoed Didaulat Pimpin Inisiasi Desa Inovatif Kampung Laut

[unsoed.ac.id, 13/4/15] Wilayah Kampung Laut di Segara Anakan perlu mendapatkan perhatian secara khusus karena memiliki nilai strategis secara ekologis dan keunikan secara geografis. Pemetaan potensi dan teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat Kampung Laut di Kawasan Segara Anakan telah dilakukan berbagai pihak agar potensi wilayah tersebut dapat dikembangkan tanpa merusak ekosistem mangrove 6.716 Ha yang menjadi kawasan konservasi, akan tetapi belum ada keterpaduan dalam mengupayakan solusi bagi permasalahan yang ada. Rangkaian survei dan Focus Group Discussion (FGD) ‚ÄúInovasi Teknologi untuk Masyarakat Kampung Laut‚ÄĚ yang dilaksanakan atas kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Pemerintah Daerah bersama tim peneliti UNSOED yang dilaksanakan selama bulan Maret hingga April 2015 bertujuan membangun sinergi peningkatan ekonomi masyarakat berbasis teknologi dan potensi lokal bagi masyarakat Kampung Laut.

Dr. Safri Burhanudin, Penanggung Jawab Kegiatan Bidang  SDM, Iptek dan Budaya Bahari Kementerian Koordinator Kemaritiman dalam sambutan pembukaan FGD menyampaikan bahwa peningkatan taraf kesejahteraan rakyat perlu dilakukan oleh berbagai pihak dengan bekerja sama, bukan sama-sama bekerja. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap, Sudjiman, S.P., M.P. menyebutkan  bahwa berbagai peraturan daerah telah dikeluarkan untuk melaksanakan pembangunan di wilayah Kampung Laut agar tetap memiliki fungsi perlindungan bagi kawasan mangrove. Perubahan masyarakat dari nelayan menjadi masyarakat budidaya, baik perikanan maupun pertanian membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak. Tata ruang yang mendukung perubahan masyarakat tersebut sangat diperlukan, baik wisata alam, wisata mangrove maupun agroekowisata. Lahan konservasi diharapkan dapat meluas menjadi 8.000 Ha. Zonasi yang telah ditetapkan adalah zona pertahanan-keamanan, mangrove, industri, wisata, dan campuran. Pembangunan desa inovasi pesisir yang dicanangkan Kemenko Kemaritiman dan wahana desa inovasi Kemenristekdikti, telah dirancang oleh Tim Peneliti Unsoed sesuai zonasi tersebut, agar mampu menjadi wahana bagi pengembangan potensi-potensi yang ada di Kampung Laut dengan berbagai keunikan yang terdapat di Kawasan Segara Anakan. Pembangunan bendungan diharapkan dapat direalisasi, sehingga mampu mendukung gerakan budidaya sekaligus akan mengurangi sedimentasi Segara Anakan, sehingga ekologi tetap lestari.

Dr. Sadiatmo, Asdep Jaringan Ipteks Pusat dan Daerah Kemenristek Dikti memaparkan pentingnya SIDa bagi pengembangan potensi daerah, dan beberapa contoh desa inovasi di berbagai daerah. Perlu keterpaduan pihak pemerintah daerah, Kemenko Kemaritiman, Kementerian Ristekdikti, perguruan tinggi dan masyarakat setempat dalam pembangunan kapasitas melalui pendekatan Desa Inovasi sebagai wahana implementasi SIDa. Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. sebagai narasumber dari kalangan akademisi menyampaikan hasil survei tim peneliti dan teknologi-teknologi tepat guna di UNSOED yang dapat mendukung pengembangan berbagai potensi di Kawasan Segara Anakan, dengan tetap mengedepankan aspek konservasi. Perubahan masyarakat dari nelayan menjadi budidaya membutuhkan dukungan semua pihak agar mampu mengawal dan mendukung proses perubahan yang tentu memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi dan kearifan dalam menyikapi perubahan.

Di akhir sambutan penutupan FGD, bersepakat dengan Dr. Sadiatmo, Asdep Jaringan Ipteks Pusat dan Daerah Kemenristekdikti dan para peserta FGD, Dr. Safri Burhanudin Deputi Bidang  SDM, Iptek dan Budaya Bahari Kementerian Kemaritiman mendaulat tim peneliti UNSOED yang dipimpin oleh Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. untuk berperan sebagai leader dalam pengkoordinasian dan penentuan berbagai keputusan berbasis riset dalam upaya pengembangan inovasi teknologi berbagai pihak bagi pembangunan dan pengembangan potensi Kampung Laut di Kawasan Segara Anakan melalui Implementasi SIDa dalam Wahana Desa Inovasi. Bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan semua pihak, tim peneliti yang beranggotakan Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si., Dr. Dra. Rili Windiasih, M.Si., Dr. Rumpoko, S.P., M.Si., Dr. Nita Triana, S.H., M.Si., Dyah Susanti, S.P., M.P. dan Agus Riyanto, S.P., M.Si. siap mengawal inisiasi Desa Inovasi Agroekowisata Kampung Laut berbasis inovasi teknologi dan sumber daya lokal.  Maju Terus Pantang Menyerah..! (Dyah S)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA