Berita UNSOED

September, Kerja sama UNSOED PPPPTK IPA Bandung Lahirkan 13 Laboran

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] Lagi, kerjasama Unsoed dan PPPPTK IPA Bandung membuahkan hasil. Kali ini kerjasama yang diwujudkan dengan penyelenggaraan Program Studi D II Akademik Komunitas PPPPTK Bandung Universitas Jenderal Soedirman ini meluluskan 13 Ahli Muda (A.Ma.). Hal tersebut terbukti dalam gelaran Yudisium dan Pelepasan calon wisudawan untuk periode Wisuda Bulan September 2015 pada program tersebut. Alumni baru ini resmi dikukuhkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed pada 28 Agustus di PPPPTK IPA Bandung. Turut hadir dalam acara ini jajaran pimpinan PPPPTK, pengelola program, staf pengajar, perwakilan orang tua dan 13 lulusan teranyar program ini. Gelaran ini merupakan rangkaian akhir proses akademik yang harus ditempuh mahasiswa. Selaian itu kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melepas alumni baru program D II Aakademik Komuniktas PPPPTK Bandung Unsoed periode ini.
Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Mas Yedi Sumaryadi menjelaskan bahwa kerjasama dalam penyelenggaraan program ini merupakan komitmen Unsoed untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu sektor lapangan kerja yang strategis adalah penyediaan laboran bagi sekolah tingkat dasar dan menengah. Keberadaan laboran  diyakini akan meningkatkan kualitas pembelajaran di level pendidikan dasar dan menengah. “Diperlukan sinergi yang kuat antara Kemendikbud, Kemenristekdikti serta Kemenpan RB untuk mengawal kebijakan  dalam pemenuhan kebutuhan laboran di sekolah tingkat dasar dan menengah” Jelas beliau. Lebih dalam beliau berpesan kepada 13 alumni Unsoed yang baru untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai karakter kejuangan Jenderal Soedirman. ”Semua alumni Unsoed harus berpegang teguh pada nilai kejujuran, kepedulian dan pantang menyerah.” Imbuh Prof. Yedi.

Keberadaan program D II Akademik Komunitas ini nampaknya mulai mendapat hati di kalangan masyarakat pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat. Seperti diungkapkan oleh Kepala Bagian Umum PPPPTK IPA Bandung Drs. Dedi Herawadi, M.Si. “Hingga saat ini permintaan alumnus program D II ini terus meningkat, hal ini dibuktikan alumni angkatan pertama seluruhnya sudah bekerja, bahkan saat ini beberapa sekolah di sekitar Bandung resmi mengajukan permohonan untuk merekrut alumni baru ini.” Jelas beliau. Kedepan beliau berharap bahwa kerjasama dengan Unsoed akan terus terjalin dan kontinyu bahwkan dikembangkan dengan program-program yang lain.
Pada wisuda periode Septemer 2015 ini Program D II Akademik Komunitas PPPPTK IPA Bandung Unsoed telah melulusakan 13 alumni baru yang terdiri dari 5 dari program Laboratorium Biologi, 5 dari program Laboratorium Fisika dan 3 orang dari program Laboratorium Kimia. Capaian prestasi alumni pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat 53 % lulusan periode ini mendapat predikat kelulusan “Dengan Pujian”.  Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

UNSOED 2nd Intercultural Summer Camp dimulai Hari Ini

[unsoed.ac.id,Sel,1/9/15] UNSOED dengan visi besar World Class Civic University membuka pintu bagi mahasiswa Negara lain untuk belajar dan memahadi budaya Banyumas dan Indonesia. UNSOED Intercultural Summer Camp (UISC) yang telah sukses diadakan tahun 2014 kembali digelar. 18 Mahasiswa dari tujuh Negara yaitu Jepang, China, Malaysia, Thailand, Burundi, Papua Nugini dan Kep. Solomon akan mengikuti UISC dari 1-7 September 2015. Ketua IRO UNSOED, Suprayogi, Ph.D., menyampaikan bahwa dengan bertambahnya jumlah peserta UISC dari tahun kemarin, semoga dapat memberikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas program UISC di tahun-tahun mendatang. Sehingga UISC bisa menjadi salah satu pintu masuk perkenalan antar bangsa yang baik.

Acara Summer Camp dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, Ph.D. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan apresiasi atas kegiatan summer camp ini. Menyambut hangat para peserta yang hadir, Pak Nurul mengungkapkan manfaat dari kegiatan ini. Selain untuk meningkatkan kreatifitas, ajang ini merupakan pintu perkenalan budaya antar bangsa yang baik. “Indonesia kaya akan budaya, begitu juga dengan Banyumas. Semoga kegiatan yang ini juga bisa menjadi ajang promosi budaya yang baik kepada dunia internasional,”ungkapnya. Cerempnial pembukaan UISC juga dimeriahkan dengan adanya Pentas Begalan. Pentas dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNSOED ini cukup unik. Pentas Begalan yang biasanya dimainkan menggunakan bahasa Banyumas, kali ini disampaikan dalam bahasa Inggris agar memudahkan penyampaian maknanya.

Para mahasiswa dari berbagai negara tersebut nantinya tak hanya akan dibawa untuk mengenal kampus UNSOED dan kota Purwokerto. Tetapi mereka juga akan belajar dalam program budaya seperti mengenal gamelan, cara pembuatan wayang kulit, belajar budidaya mangrove dan menjelajahi Nusakambangan serta objek yang lain. Sebelum Campus Tour, kegiatan hari ini diisi dengan presentasi pengenalan kampus UNSOED oleh Condro Wibowo, Ph.D.

Peresmian BI Corner dan Penandatanganan Kerjasama dengan Perpusda

[unsoed.ac.id, Sel, 1/09/2015] Universitas Jenderal Soedirman tandatangani perjanjian kerjasama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto sekaligus meresmikan BI Corner di UPT Perpustakaan Unsoed (Unsoed Central Library), Senin 1 September 2015 di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Lantai 3 Unsoed.  Peresmian BI Corner ini semakin meningkatkan peran Unsoed khususnya melalui UPT Perpustakaan untuk semakin memberikan manfaat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.  UPT Perpustakaan Unsoed pada kesempatan yang sama juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banyumas. 

Sebagai lembaga yang bertugas mengendalikan stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendirian.  Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan BI Purwokerto yang diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Fadhil Nugroho dalam sambutannya.  “BI butuh menggandeng banyak pihak untuk menjalankan tugasnya, sebab jika sendirian senjata BI hanya satu yaitu suku bunga, padahal ada masalah pasar yang oligopoli, daya beli masyarakat dan sebagainya,” jelasnya.  Meski saat ini sering bekerjasama dengan berbagai pihak membuat berbagai program namun dalam jangka panjang BI berharap akan mendorong tersedianya berbagai kebutuhan Indonesia di dalam negeri.

 

Rektor Unsoed,Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si menyambut hangat kerjasama dengan BI dengan diwujudkannya BI Corner ini.  “Hal-hal seperti kebijakan moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan menjadi sangat signifikan dalam kaitannya dengan tatakelola sistem perekonomian yang responsif dan antisipatif terhadap problematika yang ada,” jelasnya.  Pemahaman tentang hal tersebut menjadi penting diketahui masyarakat khususnya sivitas perguruan tinggi, salah satunya diwujudkan dengan BI Corner ini.  Di sisi lain, kerjasama dengan Kantor Perpustakaan Daerah akan semakin  memperluas akses sumber informasi baik bagi masyarakat maupun mahasiswa Unsoed pada khususnya.  “Demikian juga jika Perpustakaan Kabupaten membutuhkan referensi ilmiah yang diterbitkan Unsoed maka insyaAllah akan kami fasilitasi,” jelasnya.

Setelah melakukan pemotongan tumpeng tanda diresmikannya BI Corner, Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto bersama Rektor Unsoed, Kepala Perpusda dan Arsip Kabupaten Banyumas, serta para pejabat di lingkungan Unsoed melakukan kunjungan ke BI Corner di UPT Perpusakaan Unsoed.  Rektor berharap BI Corner dapat dimanfaatkan dengan baik.

 

FEB UNSOED Terima Visitasi AIPT

[unsoed.ac.id, Sel, 01/9/15] Fakultas Ekonomi dan Binsi (FEB) UNSOED, khususnya Program Studi Manajemen menerima visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Tim Asesor BAN-PT tersebut terdiri dari Prof. Dr. Bambang Swasto, MEdan Dr. Idayanti, SE, M.Si. Rabu (26/8). 
Visitasi merupakan salah satu proses akreditasi menuju pengakuan formal yang diberikan oleh badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga dalam melakukan kegiatan penilaian.
Tim asesor BAN-PT disambut langsung oleh Dekan FEB Dr. Pramono Hari Adi, MS dan para pimpinan Program Studi Manajemen di ruang Dekan. Dalam presentasi borang akreditasi yang dihadiri segenap pimpinan jurusan dan sivitas akademika dipaparkannya berbagai perkembangan Program Studi Manajemen hingga saat ini. Diwaktu yang sama diskusi mengenai borang akreditasi institusi dan dokumen kelengkapannya juga tidak luput untuk didiskusikan.

Pertemuan silahturahmi yang dilaksanakan di lantai 2 gedung Roedhiro antara tim asesor, pimpinan fakultas, para mitra , mahasiswa dan alumni yang telah menjadi stakeholder di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta juga menjadi agenda dalam kegiatan ini.
Dengan adanya visitasi ini, para asesor akan menilai setiap hal yang berkaitan dengan fakultas maupun prodi manajemen itu sendiri, apakah sudah sesuai dengan standar mutu dan juga akan memberikan evaluasi atas apa yang menjadi kekurangannya. 

Maju Terus Pantang Menyerah!(ipunk)

Ikatan Dokter Alumni Unsoed Adakan Bakti Sosial di Desa Kalisalak, Kec. Kebasen, Banyumas

[unsoed.ac.id, Sel, 01/9/15] Bertempat di Desa Kalisalak, Kec. Kebasen, Kab. Banyumas, Sabtu (29/8) jam 08.00 s/d 12.30 WIB, diadakan Bakti Sosial KKN Unsoed 2015 bekerja sama dengan  Ikatan Dokter Alumni Unsoed (IDAU). Pelaksanaan pengobatan gratis bertempat di rumah Bapak Riyatno Kadus II (dua), dengan dihadiri 72 pasien  yang mayoritas orang lanjut usia. Visinya membangun masyarakat Desa Kalisalak yang sehat dan mandiri, demikian kata Ihsanti Dwi Rahayu (GIF012028).

Peserta KKN di desa Kalisalak kecamatan Kebasen terdiri dari Fakultas Pertanian, Biologi, Fikes dengan total 19 orang mahasiswa KKN. dr. Rendi Retisu, dr. Fauziah Rizki Ismaulidiya, dr. Aneu Mulyani, adalah dokter alumni Unsoed yang melayani kesehatan pengobatan gratis kepada warga masyarakat desa Kalisalak. 


  
Dan sekecil apapun wujud pengabdian kita terhadap lingkungan sekitarnya semoga dapat berarti dan bermanfaat bagi orang lain, khususnya masyarakat sekitar desa Kalisalak kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, yang telah merasakan dan menikmati fasilitas kesehatan dari Tim Medis Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto.  Maju Terus Pantang Menyerah!(L135)

Sosialisasi Kuliah Daring dan LMS ELDIRU

[unsoed.ac.id, Sen,31/8/15] Dalam rangka membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi informasi maka LP3M UNSOED akan mengadakan Training Pengembangan Konten (e-learning) Berbasis Multimedia.  Untuk mengawali program tersebut LP3M Unsoed mengadakan sosialisasi Program Kuliah DARING dan aplikasi Learning Management System (LMS) ELDIRU dengan nara sumber Nurul Hidayat, M.Kom.  Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat LP3M Unsoed dihadiri oleh para WADEK 1 Fakultas.  Unsoed saat ini memang sedang mengembangkan aplikasi LMS dengan nama ELDIRU dan nantinya dosen harus mengunggah semua bahan ajar dan proses perkuliahan di LMS tersebut.  Hal ini sebagaimana disampaikan Dr. Wiludjeng Trisasiwi dalam sambutannya mewakili LP3M.

Saat ini pemerintah telah memberikan kebijakan terkait e-learning dengan Peraturan perundangan : UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 24 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Pendidikan Tinggi.  Nurul mengungkapkan bahwa Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui kemristekdikti telah diluncurkan Pendidikan Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT).  “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta akses pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi informasi terus dilakukan pemerintah, salah satu upaya untuk memperluas akses dan kualitas diantaranya dengan menyediakan layanan pembelajaran dalam jaringan (Daring),” jelasnya. 

Nurul yang juga Tim PDITT Kemristekdikti mengungkapkan bahwa dengan memanfaatkan program ini, mahasiswa di seluruh Indonesia bisa mengikuti pembelajaran mata kuliah, tanpa perlu melakukan pertemuan tatap muka dengan Dosen ataupun Perguruan Tinggi dimana saja dengan kualitas terbaik yang diminati mahasiswa.  “Caranya dengan difasilitasi teknologi computer dan jaringan,” ungkapnya.  Nurul menambahkan, dengan sistem e-learning, para dosen akan semakin terbantu karena tidak harus seratus persen bertatap muka dengan mahasiswa. Agar para dosen terbantu dalam pemantauan sistem belajar mahasiswanya.

Saat ini Program PDITT bisa di akses melalui website http://kuliahdaring.dikti.go.id/ terbuka untuk semua perguruan tinggi indonesia.

UNSOED Tuan Rumah OSN Pertamina 2015 Regional 8

[unsoed.ac.id, Sen,31/8/15] Universitas Jenderal Soedirman dipercaya menjadi salah satu penyelenggara Olimpiade Sains Nasional 2015.  Unsoed mendapat mandat sebagai Panitia Regional 8 Jawa Tengah dan DIY.  Hal ini diungkapkan dalam dialog interaktif di Banyumas TV, Jum’at 28 Agustus 2015.  Dekan Fakultas MIPA, Sunardi, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas MIPA, Dr. Dadan Hermawan, M.Si mengungkapkan kesiapan Unsoed menggelar even nasional bertajuk OSN Pertamina 2015 ini.  Dekan Fakultas MIPA mengungkapkan bahwa secara umum Fakultas MIPA sangat siap dengan gelaran ini.  “Hal ini akan semakin meningkatkan iklim akademik di Unsoed khususnya,” jelasnya.

Olimpiade Sains Nasional (OSN) PERTAMINA merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi para mahasiswa dari PTN/PTS di seluruh Indonesia.  Wakil Dekan bidang kemahasiswaan Fakultas MIPA mengungkapkan bahwa kategori yang dilombakan di OSN kali ini tetap dua kategori yaitu kategori teori dan proyek sains.  “Hanya saja untuk kategori proyek sains tingkatnya akan diperluas hingga Tingkat Regional ASEAN dengan cara mengundang peserta-peserta mahasiswa dari perguruan-perguruan tinggi terbaik di ASEAN untuk ikut bersaing,” jelasnya.  Sementara itu untuk kategori teori tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu tingkat nasional saja.

Seleksi tingkat regional di UNSOED akan dilaksanakan Tanggal 15 Oktober 2015.  Syarat umum peserta adalah Mahasiswa D3/D4/S1 semua program studi minimal semester 1, belum pernah Juara 1,2, atau 3 dalam kompetisi sains tingkat Perguruan Tinggi Nasional maupun Internasional, belum pernah menjadi peserta OSN Pertamina nasional (babak final).  “Sedangkan untuk proyek sains pesertanya Tim.Group dan setiap tim terdiri atas tiga mahasiswa, selain itu wajib membuat laporan kemajuan penelitian yang dapat berupa aplikasi perangkat lunak (APL), Rancang Bangun (RB), atau produk unggulan (PU) dengan tema energi baru terbarukan,” jelasnya.

Puncak Rangkaian Soedirman Student Summit 2015

 [unsoed.ac.id, Sen, 31/8/15] Rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru/Soedirman Student Summit 2015, secara resmi ditutup, Minggu (30/8). Seluruh mahasiswa baru Generasi Soedirman 2015 sebanyak 4.595 memadati Gor Soesilo Soedarman Universitas Jenderal Soedirman. Hadir dalam penutupan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Presiden BEM, dan para mahasiswa baru Generasi Soedirman 2015.
Presiden BEM Unsoed Muhammad Ali Husein dalam sambutannya mengatakan bahwa pada acara penutupan ini akan membuat sejarah baru bahwa Generasi Soedirman adalah generasi baru Indonesia. “Generasi Soedirman siap membawa Indonesia menjadi Negara yang matang & dewasa serta merubah Indonesia menjadi syurga dimuka bumi”, ungkapnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III Dr.Ir. V.Prihananto, M.Si yang mewakili Rektor secara resmi menutup rangkaian Soedirman Student Summit 2015. Dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada segenap komponen yang telah terlibat didalam penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru /Soedirman Student Summit 2015, baik di Universitas maupun yang di Fakultas. “Semoga rangkaian kegiatan ini menjadi bekal untuk meraih cita-cita dan kesuksesan saudara di masa yang akan datang”, harap WR III.


     
Penutupan ditandai dengan pelepasan balon oleh WR III. Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan parade dari BEM Universitas, UKM Universitas dan BEM Seluruh Fakultas.  
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

9 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ikuti Yudisium

[unsoed.ac.id, Sen, 31/8/15] Bertempat di Ruang Serba Guna Lantai 2 Fakultas Kedokteran Unsoed, Jumat 28 Agustus 2015 pukul 08.30 s/d 09.30 WIB telah dilaksanakan Yudisium Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi sejumlah 6 mahasiswa sebagai Sarjana Kedokteran gigi (S.KG), dan 3 Mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum bergelar sebagai Sarjana Kedokteran (S.ked).
Pernyataan kelulusan oleh Dekan dilanjutkan uraian sepatah kata oleh perwakilan mahasiswa dari Kedokteran Gigi Fahmi Muzaqi, S.KG yang menyampaikan bahwa tidak ada mahasiswa bodoh semua memiliki satu tujuan yang sama meningkatkan kedaulatan kesehatan masyarakat, dan menjadi tanggung jawab Fakultas untuk mengembangkan potensi mahasiswa.
Dr. Fitranto M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada calon wisudawan/wisudawati untuk tetap menjaga penampilan dan perilaku komunikatif, simpati yang netral, haus akan ilmu khususnya ilmu kedokteran.

 

Acara ditutup dengan foto bersama dilanjutkan dengan ucapan selamat dari pimpinan kepada calon wisudawan/wisudawati.
Maju Terus Pantang Menyerah!(L135)

Gebyar Intensifikasi Posdaya dan Penarikan Mahasiswa KKN UNSOED 2015

[unsoed.ac.id, Sab,29/8/15] Setelah menunaikan pengabdian selama tiga puluh lima hari, mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman ditarik kembali ke Kampus.  Selama mengabdi, bekerja, dan bergerak bersama masyarakat, Mahasiswa KKN Unsoed yang sebagian besarnya KKN Tematik Posdaya berhasil membentuk posdaya baru maupun mendorong intensifikasi posdaya yang ada di masyarakat.  Sabtu, 29 Agustus 2015 salah satu penarikan KKN dilakukan di Kabupaten Brebes.  Pada kesempatan ini Yayasan DAMANDIRI dan Unsoed juga menandatangani nota kesepahaman mengenai program pengembangan sumber daya manusia melalui posdaya.  Penarikan KKN di Kabupaten Brebes sekaligus bersamaan dengan acara Gebyar Intensifikasi Posdaya melalui KKN Posdaya yang menghadirkan Ketua Yayasan DAMANDIRI Prof. Haryono Suyono, Rektor Unsoed yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. V Prihananto,M.Si serta Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE.  Posdaya kembali membuktikan diri sebagai pelembagaan indeks pembangunan manusia secara langsung di masyarakat.  Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Suwarto, MS dalam laporannya.  “Di Brebes sendiri jumlah total mahasiswa KKN adalah 395 mahasiswa yang tersebar di dua kecamatan,” jelasnya.  “Mahasiswa berhasil membentuk 40 posdaya baru  yang siap bergotong royong membangun kualitas hidup keluarga,” lanjutnya.
Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr.V Prihananto, M.Si mengungkapkan bahwa semua yang dilakukan bisa terwujud karena sinergi antar stakeholder yang ada didalamnya.  “Ada satu hal yang luar biasa bahwa di dalam posdaya ada nilai jatidiri bangsa Indonesia yaitu Gotong Royong,” ungkapnya.  Ditambahkannya bahwa hal ini bisa terjadi karena semua orang mau bergerak dan peduli.  “Dan kami berpesan agar setelah mahasiswa kembali ke kampus, posdaya-posdaya ini terus berkelanjutan aktivitasnya bahkan terus berkembang,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Bupati Brebes yang berharap agar para mahasiswa setelah kembali ke Kampus tidak melupakan Brebes.  “Kami sangat bahagia apabila para mahasiswa masih tetap siap melanjutkan pemberdayaan,” ungkapnya.  Bupati juga mengungkapkan bahwa atas dorongan dan bantuan dari DAMANDIRI dan didukung dengan gerakan KKN Posdaya masyarakat semakin merasakan manfaatnya dan semakin berdaya.
 

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA