Berita UNSOED

Dua Medali Emas Internasional dari Paduan Suara Gita Buana Soedirman

[unsoed.ac.id, Sel, 4/8/15] Ajang 4th Bali International Choir Festival menjadi pembuktian kehebatan tim paduan suara Gita Buana Soedirman.  Membawa nama besar Unsoed, tim paduan suara berhasil merebut Dua Medali emas dalam ajang yang diikuti 125 tim dari 7 Negara berbeda ini di Sanur Paradise Plaza Hotel. Unsoed bertanding dengan tim dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Rep. Macedonia, Korea, dan Taiwan.  Dua medali emas tingkat internasional masing-masing dari kategori folklore dan kategori mixed youth choir yang berhasil diraih bukan hanya sangat berarti dalam kompetisi ini, namun juga bagi institusi Unsoed secara umum yang sedang terus menunjukkan eksistensinya dan diakui dunia internasional. 

Keberhasilan tim Unsoed tentu tidak diraih dengan mudah.  Sebelum bersaing dengan peserta dari berbagai negara, Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman (GBS) telah menjalani latihan intensif yang cukup panjang selama enam bulan.  Afif Rido Herlambang Ketua Paduan Suara Gita Buana Soedirman mengungkapkan bahwa persiapan mengikuti ajang ini sudah dilakukan selama enam bulan.  “Proses kerja keras dalam latihan bersama teman-teman dan pelatih tercinta kami menjadi kenangan yang selalu kami ingat agar kami terus maju,” jelasnya.  Proses perlombaan juga memberikan banyak pengalaman bagi tim Unsoed.  “Banyak pengalaman yang bisa didapat diantaranya bertemu juri level internasional, bertemu para peserta dari berbagai negara, dan perlombaan yang fair dan ketat,” jelasnya.

Atas raihan ini, Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman tak mau lengah dan berbangga diri.  “Tentu saja kami senang dengan prestasi ini, tapi ini adalah awal langkah kamiuntuk menerbangkan sayap dengan nada yang selalu kami latih,” ungkapnya.  Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman juga selalu ingat sebuah moto sebagaimana pesan Jenderal Soedirman, Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Fakultas Peternakan Ikuti Gelar Industri Peternakan Indolivestock Expo & Forum ke-10 di Surabaya

[unsoed.ac.id, Sel, 04/8/15] Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman/Unsoed ikut ambil bagian dalam event Indolivestock Expo & Forum ke-10, atau lebih familiar sebagai pameran teknologi industri peternakan dan kesehatan hewan, pameran teknologi industri pakan ternak, pameran teknologi industri pengelolaan susu, serta pameran teknologi industri perikanan. Kegiatan bertempat di Exhibition Hall and Convention Grand City Convex Surabaya, yang diselenggarakan pada 29-31 Juli 2015.

Lebih dari 350 peserta (exhibitor) dari 33 negara dan 6 paviliun yaitu Indonesia, Thailand, China, taiwan Eropa, dan Amerika Serikat menampilkan teknologi dan inovasi terbaru dunia peternakan. Fakultas Peternakan Unsoed berpartisipasi menjadi exhibitor di stand BP-25 dengan membawa profil Fakultas dan produk telur asin, telur omega-3, dan telur nutraceutical yang merupakan hasil kerjasama Fakultas Peternakan Unsoed bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang, dan Kelompok Tani Ternak di Kabupaten Pemalang. Beberapa Universitas lain yang turut berpartisipasi diantaranya FKH Unair, Fakultas Peternakan UB, dan Fakultas Peternakan UGM.
Pada event terbesar seputar dunia peternakan ini juga diisi dengan seminar diselenggarakan oleh pakar-pakar kedokteran hewan, ilmu peternakan, institusi pemerintah, dan praktisi.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Mm)
 

 
 

 

Sumpah Dokter Periode ke-30 FK UNSOED

[unsoed.ac.id, Sel, 04/8/15] Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed mengadakan upacara Angkat Sumpah Dokter ke-30 pada Senin (03/8).  Prosesi pengambilan sumpah yang bertempat di gedung Dekanat Lantai III Fakultas Kedokteran UNSOED dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Aryadi, M.Kes. Tercatat 20 orang dokter baru yang diambil sumpahnya. Lulusan terbaik diraih oleh dr. Khoirul Anam dengan IPK 3,55. Sampai dengan Angkat Sumpah Dokter yang ke-30 ini, tercatat 705 Dokter lulusan UNSOED yang telah diambil sumpahnya.
Hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Dekan, Para Wakil Dekan, Para Ketua Jurusan, Direktur RSUD Prof. Dr, Margono Soekaryo, Ketua IDI Banyumas, Para Dokter Baru, dan orang Tua Dokter Baru.
Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Aryadi, M.Kes,  dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para dokter baru yang telah menyelesaikan pendidikan dokternya di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dekan juga menyampaikan selamat kepada para orang tua dan keluarga besar dokter baru yang dilantik dan diambil sumpahnya pada hari ini, karena telah berhasil membimbing dan mengantarkan putra putrinya sampai berhasil menjadi dokter.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr.Ir.V.Prihananto, M.Si, membacakan sambutan Rektor. Disampaikan bahwa para dokter baru yang diangkat sumpahnya pada hari ini telah berhasil menjadi sosok yang didambakan oleh segenap masyarakat di Indonesia, dengan harapan kedepan akan mampu menolong orang-orang yang membutuhkannya. Kebahagiaan yang dirasakan pada hari ini bukanlah satu episode akhir dari sebuah pencapaian, melainkan menjadi titik awal perjuangan untuk menjalankan hidup dan kehidupan baru khususnya dengan sebutan profesional Dokter yang melekat. “dibalik pengakuan masyarakat dan apresiasi yang tinggi yang diberikan kepada saudara, melekat pula tanggungjawab yang sangat besar khususnya dalam turut serta mengantarkan mutu kesehatan masyarakat yang lebih baik dari waktu ke waktu”, ungkap Rektor. Lebih lanjut Rektor berpesan kepada para Dokter yang baru disumpah, pertama: Tingkatkanlah potensi sebagai penyedia layanan kesehatan yang profesional dan akuntabel. kedua: Kedepankan empati dalam melayani pasien dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan membangun kualitas komunikasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya dengan sesama tenaga kesehatan dan pendukungnya. ketiga: Jadilah pribadi yang mampu menjadikan keteladanan bagi lingkungan dimana saudara bekerja dan dimana hidup bermasyarakat sehingga Dokter alumni Unsoed akan menjadi Dokter yang memiliki cakrawala dan kedalaman jiwa.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)
 

 
 

 

Selamat Datang Mahasiswa Baru 2015 dari Jalur Seleksi SBMPTN

[unsoed.ac.id, Sen, 3/8/15] Hari ini para Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Soedirman yang diterima melalui jalur seleksi SBMPTN melakukan registrasi fisik di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman.  Setelah 979 Mahasiswa melakukan registrasi online, hari ini Senin, 3 Agustus 2015 hingga Selasa, 4 Agustus 2015 para mahasiswa akan registrasi fisik untuk diverifikasi datanya, mendapat KTM, dan Jas Almamter.  Para mahasiswa yang diterima melalui jalur SBMPTN ini akan tersebar di semua fakultas yang ada di Unsoed.  Untuk Hari ini (3/8) mahasiswa yang melakukan registrasi fisik adalah dari kelompok Eksakta dan dilanjutkan besok (4/8) untuk kelompok Sosial.  Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Krisnhoe Maya Wulandari, MM memantau langsung proses registrasi ini.

Dari seluruh peserta yang lolos seleksi SBMPTN ada juga mahasiswa bidikmisi.  Salah satunya Anisa, mahasiswa baru Unsoed penerima beasiswa bidikmisi.  Gadis asal Magelang, Jawa Tengah ini sangat senang bisa diterima di Jurusan Farmasi melalui SBMPTN.  "Saya senang sekali, dan berharap dapat berbuat yang terbaik sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi," ungkapnya.  Anisa lulusan SMA N 1 Magelang ini bertekad akan belajar gigih agar kelak dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.   

 

Proses registrasi fisik sendiri berjalan lancar.  Alur yang dijalani para mahasiswa dalam proses registrasi fisik adalah mulai masuk gedung, kemudian dipanggi, verifikasi berkas di meja verifikasi, cetak KTM, dan mendapatkan jas Almamater.  Setelah itu proses registrasi fisik sudah selesai dan para peserta sudah disambut para mahasiswa kakak angkatannya untuk mendapat berbagai informasi.

Seleksi Mandiri UNSOED diikuti 16.696 Peserta Dilaksanakan di 11 Kota

[unsoed.ac.id, Mingg, 2/08/15] Hari ini para pendaftar Unsoed mengikuti SPMB Mandiri masuk Universitas Jenderal Soedirman, Minggu, 2 Agustus 2015.  Melonjaknya jumlah peserta yang mencapai 16.696 peserta membuat kualitas lulusan yang diterima semakin bagus.  Hal ini sebagaimana disampaikan koordinator Humas SPMB Unsoed, Dr Wisnu Widjanarko.  Selain jumlah peserta yang melonjak, lokasi ujian seleksi Mandiri Unsoed juga bertambah yaitu dilaksanakan di 11 Kota berbeda.  “Selain Purwokerto, Seleksi Mandiri juga dilaksanakan di Tegal, Cirebon, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Tasikmalaya, Kertosono, Sidoarjo, Bojonegoro, dan Bontang,” jelasnya.  Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi peminat seleksi Unsoed yang berasal dari berbagai provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan tersebarnya lokasi ujian di banyak tempat, membuat akses peserta juga semakin mudah.  Selain Purwokerto dan Bekasi, Bogor adalah salah satu lokasi yang peminatnya cukup banyak.  “Peserta ujian di Bogor bahkan bukan hanya dari Jabodetabek tapi ada beberapa peserta dari luar Jawa seperti Lampung, Batam, dan Palembang,” jelasnya.  Dengan semakin luasnya lokasi ujian, Unsoed juga menyiapkan monitoring dan evaluasi yang terukur.  “Bahkan untuk Kertosono, Jawa Timur Rektor Unsoed, Dr.Ir. Achmad Iqbal langsung melakukan tinjauan ke lokasi,” jelasnya.  Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir Mas Yedi Sumaryadi, MS melakukan tinjauan ke lokasi ujian di Bontang, Kalimantan

Seleksi mandiri ini adalah jalur seleksi terakhir untuk masuk Unsoed tahun ini.  “Jumlah mahasiswa yang akan diterima dari jalur ini sekitar 20% dari total mahasiswa baru tahun ini,” ungkapnya.  Namun tak menutup kemungkinan jumlah itu akan bertambah jika ada peserta yang lulus jalur SNMPTN ataupun SBMPTN tidak melakukan registrasi atau mengundurkan diri.  Hasil seleksi mandiri akan diumumkan Tanggal 12 Agustus 2015.  “Bagi peserta yang lulus ujian, registrasi online akan dilakukan Tanggal 18-19 Agustus 2015 dilanjutkan registrasi fisik,” jelasnya. 

‘Gendu Rasa’ Pimpinan dan Tenaga Kependidikan Fisip Unsoed

[unsoed.ac.id, Sen, 03/8/15] Bertempat di Aula, Rabu 29 Juli 2015 diselenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan Fakultas dengan Tenaga Kependidikan Fisip Unsoed. Dekan, para Wakil Dekan, Kepala TU, para Kasubag serta seluruh Tenaga Kependidikan (karyawan) menghadiri pertemuan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai pukul 09.30 WIB. Pertemuan ini merupakan koordinasi sekaligus arahan program para Wakil Dekan yang baru.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman  menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini akan dilaksanakan rutin setiap bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menyatukan langkah dalam mendukung Visi Fakultas yaitu ‘Unggul dalam penguasaan Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan peduli terhadap pengembangan sumber daya berbasis kearifan lokal’. Visi tersebut akan semakin cepat tercapai apabila sinergi optimal antara civitas akademika tak terkecuali tenaga kependidikan.

Bahkan untuk menghadapi globalisasi, dunia pendidikan (Fisip Unsoed) mendapat tantangan adanya akreditasi internasional, tutur Dekan. Sementara ini akreditasi nasional untuk empat program studi mendapat nilai A dan satu program studi mendapat nilai B. Beliau optimis bahwa akreditasi tahap selanjutnya, Fisip Unsoed memperoleh nilai A semua. Sehingga sudah sepantasnya, ada inisiasi untuk melakukan akreditasi internasional.

Berkaitan dengan hal itu, para Wakil Dekan menekankan adanya peningkatan kemampuan kerja kepada tenaga kependidikan. Kerjasama antar subbagian juga menjadi perhatian pimpinan. Kumpulan data-data subbagian merupakan input penting bagi pimpinan. Olah data antar subbagian akan menjadi dasar untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

Pertemuan rutin ini akan dikemas serius namun santai, dalam bentuk ‘Gendu-gendu Rasa’. Komunikasi dua arah antara Pimpinan Fakultas dengan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengikis kesalahpahaman dan isu-isu yang tidak produktif, bahkan diharapkan muncul masukan yang tepat bagi pengembangan sumber daya tenaga kependidikan Fisip Unsoed.

Maju Terus Pantang Menyerah !

15 Mahasiwa Fakultas Kedokteran Ikuti Yudisium Periode Bulan Juli 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 03/8/15] Bertempat diruang Serbaguna lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed Jalan Gumbreg Nomor 1 Mersi Purwokerto, Jumat (31/7) pukul 08.30 WIB berlangsung acara Yudisium FK periode bulan Juli,  Wisuda Tingkat Sarjana ke 118 bulan September 2015. Yudisium diikuti sebanyak 15 orang terdiri dari 12 sarjana Kedokteran Umum (KU)  dan 3 sarjana Kedokteran Gigi (KG), dengan predikat kelulusan DP 8 orang (53 persen), sangat memuaskan 7 orang (47 persen) jenis kelamin laki-laki 4 orang (27 persen)  perempuan 11 orang (73 persen), lama studi 3 tahun 11 bulan dan rata-rata IPK 3,53.
Pada yudisium ini tercatat 2 mahasiswa dengan IPK tertinggi yaitu Friska Pratiika Widyawibowo, S.Ked dan Rizak Tiara Yusan, S.Ked dengan IPK 3,73. 

Sambutan wakil sarjana kedokteran diwakili oleh Luluk Karisma Suryani, S.Ked mengatakan ucapan terima kasih kepada para guru serta staf pendidik yang telah membimbing dan membantu hingga meraih gelar sarjana kedokteran. Dekan FK dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para sarjana kedokteran baru dan mengucapkan selamat menempuh profesi. Dekan juga berpesan agar selalu mengedepankan pasien dengan memberi kasih sayang dan keselamatan untuk pasien, lebih disiplin, berpakaian sopan, rapih dan baik sama siapapun. Segera berubah untuk lebih baik tidak perlu menunggu sesuatu, namun mulai sekarang, anda harus merasa beruntung karena telah mengalahkan orang-orang yang mendaftar menjadi mahasiswa kedokteran saat menjadi mahasiswa karena telah menyisihkan  250 orang perbandingannya dengan perbandingan 1 : 250 orang. “saat ini Fakultas Kedokteran telah menjadi favorit dengan peminat paling banyak. Oleh sebab itu tekun belajar, untuk meraih gelar dokter nantinya sesuai dengan cita cita kalian dan orang tua. Selamat Berjuang”, demikian ungkap Dekan.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

Silaturahmi Dharma Wanita Persatuan UNSOED dan Penyerahan Bantuan

[unsoed.ac.id, Minggu, Bertempat di GedungRektoratLantai 1 UNSOED (31/7), Dharma Wanita Persatuan Pusat Administrasi UNSOED,mengadakan acara silaturahmi. Kegiatan yang dilaksanakan masih dalam bulan syawal ini sekaligus merupakan acara pertemuan rutin.  Dibuka dengan tausiyah yang disampaikan oleh Wahyudin, S.Ag.,M.Si., kegiatan yang dihadiri oleh pengurus dan segenap anggota ini akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan beasiswa Orang TuaAsuh (OTA) Dharma Wanita dan Arisanputaran I.

Bantuan OTA tersebut diberikan kepada putra-putri pegawai honorer terutama cleaningservice dan penjaga malam.Adapun penerimanya adalah sebagai berikut untuksekolahdasar; Najwa Hilda Zafira, putrid Bapak Akhmad Wahyanto; Lintang Nasywa Sal Sabila, putri dari Bapak Singgih Biyantoro; Ika Juniarti, putrid Bapak Sujarwo; Bagas Panggayuh, putra Bapak Pamuji; Naila Saputri, putri Bapak Lukman; dan Zaskia Nur Safitri, putrid Bapak Noto. Untuk sekolah menengah pertama; Agung Ady Pratama, putra Bapak Karsito; Nur Afifah, putrid Bapak Sodeli; dan Wajar Fibriyanti, putri Bapak Sugiyono. Seusai penyerahan beasiswa, acara dilanjutkan dengan berjabat tangan saling memaafkan

Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional UNSOED Siap Berjuang di UI

[Unsoed.ac.id, Kam, 30/7/15] Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an mahasiswa Tingkat nasional UNSOED hari ini menegaskan kesiapannya untuk memberikan yang terbaik di ajang MTQ Tingkat Nasional di UI 30 Juli hingga 8 Agustus mendatang.  Dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr.V Prihanato, M.Si, kafilah UNSOED yang terdiri dari 12 Mahasiswa dan tiga pendamping mendapat motivasi di Halaman Gedung Rektorat Lantai 1 UNSOED.  Ke-dua belas orang ini merupakan para juara MTQ tingkat Universitas yang telah bersaing dengan ratusan peserta.  Kali ini mereka mendapat amanah untuk membawa nama UNSOED di ajang MTQMN XIV Tahun 2015 di Universitas Indonesia.

Ketua Tim yang juga Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas MIPA, Dadan Hermawan, M.Si.,Ph.D memiliki harapan yang cukup tinggi terhadap kafilah UNSOED.  Bersama Ulul Huda, S.PD.I.,M.Si dan Drs. Akhmad Suheli, MM, Pak Dadan memimpin tim UNSOED yang terdiri dari berbagai fakultas.  Di Cabang tilawatil Qur’an, Imam Mukhlisin dari Fakultas Pertanian dan Patima Fitri dari Fakultas Teknik akan berjuang memberikan yang terbaik.  Di Cabang Tartili Qur’an, UNSOED mempercayakan pada kemampuan Tartil Muh. Ulil Fiqi (FIB) dan Ade Rosi Siti Rosidah (FEB).  Sementara itu di bidang hafalan (Hifzhil Qur’an) Aziz Mukhsin dan Aisyah Al Mujahidah (Keduanya dari F.PIK) akan membawa nama baik UNSOED dengan kekuatan hafalan mereka.  Di bidang khaththil Qur’an atau yang sering dikenal dengan kaligrafi, UNSOED mengirimkan Liya Sintiawati (FiKES) dan Mokhammad Ikhsan (Pertanian).  Untuk cabang lomba Karya Tulis, UNSOED mempercayakan kepada Nurul Lativah dan Rokhmawati Tri (dua-duanya dari FikES).  Sedangkan untuk debat bahasa inggris kandungan dalam al-qur’an dipercayakan kepada Dendi Liya dan Irwan Sarifudin (dua-duanya dari FISIP).  Selamat Berjuang 

 

Dua Dosen UNSOED Memenangkan Hibah Penulisan Buku Ajar DIKTI Tahun 2015

[unsoed.ac.id, Kam, 30/7/15] Akademisi UNSOED kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini dalam bidang akademik, dua dosen UNSOED memenangkan hibah penulisan buku ajar DIKTI tahun 2015.  Adalah Agung Prabowo, S.Si,M.Si Dosen Jurusan Matematika Fakultas MIPA dan Dr. Ismoyowati dari Fakultas Peternakan yang berhasil bersaing dengan dosen dari seluruh Indonesia dan terpilih bersama 175 Dosen lainnya.  Buku ber-ISBN milik keduanya ditetapkan memenangkan hibah pada Tanggal 9 Juli 2015 lalu.

Salah satu pemenang hibah, Agung Prabowo, S.Si,M.Si mengungkapkan bahwa hibah kali menjadi lebih berarti karena buku ajarnya merupakan buku yang diterbitkan penerbit UNSOED.  “Hal ini mengindikasikan bahwa Penerbit Universitas Jenderal Soedirman mampu berdiri sejajar dengan penerbit-penerbit besar lainnya. Seleksi untuk dapat menerbitkan buku di Penerbit Universitas Jenderal Soedirman tergolong tidak mudah, perlu melewati beberapa tahap seperti review isi dari pakar pada bidangnya dan review bahasa dari pakar bahasa UNSOED,” jelasnya.

Agung Prabowo memenangkan insentif tersebut dengan mengangkat buku ajar berjudul Permulaan Matematika dalam Peradaban Bangsa-Bangsa: Kontribusi Budaya Jawa dalam Matematika, ditulis bersama dengan staf pengajar UT Jakarta, Drs. Pramono Sidi, M,Si. Buku tersebut terbit pada tahun 2013 dengan ISBN 978-979-9204-95-0 dan jumlah halaman xii + 423. Reviewer isi buku tersebut adalah Prof. Dr. H. Wahyudin, pakar sejarah matematika dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Perhatian para pakar pada Matematika Jawa terbilang sangat langka. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kajian pada bidang matematika yang telah dianggap usang, ternyata mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsanya sendiri. Sebentuk kearifan lokal yang membuat bangsa ini pantas bangga dengan pencapaian para leluhurnya.  Salah satu motivasi penulisan buku ini adalah sebuah maksud agar buku-buku teks yang membahas Sejarah dan Filsafat Matematika memasukkan pencapaian Matematika Jawa dan Matematika Nusantara dalam bab-babnya. "Untuk itu, saat ini sedang dilakukan pengerjaan penerjemahan terhadap buku tersebut agar dapat dibaca oleh para pakar sejarah matematika di seluruh dunia. Satu perempat dari bagian buku telah selesai diterjemahkan dalam bahasa Inggris," ungkapnya.

Buku tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengusung dua bab dan delapan bab mengisi bagian kedua. Bagian pertama membahas mengenai pencapaian matematika bangsa-bangsa beradab di seluruh dunia: Mesir Kuno, Sumeria, Babilonia, Yunani, Romawi, Maya India, Cina dan perkembangan serta pencapaian matematika di Eropa dan dunia hingga saat ini. Bagian kedua memuat delapan bab pengetahuan matematika yang telah dikembangkan dan digunakan oleh masyarakat Jawa dan Nusantara. Eksistensi matematika menjadi bukti bahwa banga-bangsa yang telah mengembangkannya adalah bangsa-bangsa yang beradab. Selamat kepada Bapak Agung Prabowo dan Ibu Ismoyowati.  (Agung P)

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA