Test RSS

BEM Farmasi Gelar Seminar Nasional 2014

[unsoed.ac.id, Kam, 27/11/14] Gebyar Farmasi Seminar Nasional 2014 adalah kegiatan yang di selenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Farmasi dengan tema “Success Story of Indonesian Pharmacists : The Golden Key of Healthcare Transformation”, Sabtu (22/11) bertempat di Gedung Roedhiro Universitas Jenderal Soedirman. Acara dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan praktisi apoteker.

Ketua panitia Karunia Citra Saputri berharap acara seminar nasional dapat memberikan pengaruh positif kepada peserta agar termotivasi dengan menjalankan profesinya dengan baik atau ideal (untuk profesi) dan untuk mahasiswa semoga mendapatkan gambaran dalam dunia kerja di kefarmasian. Harapannya agar acara ini dapat diadakan setiap tahunnya dengan tema yang selalu berbeda.

Ketua Jurusan Farmasi dalam sambutannya mengatakan bahwa sejatinya profesi apoteker dapat beraktualisasi di segala bidang kefarmasian yang meliputi rumah sakit, apotek, puskesmas, pemerintahan, pendidikan, dan lain-lain. “Tapi yang diangkat dalam seminar ini hanya bidang rumah sakit, apotek, dan puskesmas karena di bidang tersebut profesi apoteker kurang mengakar dibandingkan bidang yang lain, terlebih di industri farmasi”, ungkapnya.

Hadir sebagai pembicara Dewan Kehormatan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Drs. Ahaditomo, MS., Apt sebagai keynote speaker, Dr. Widyati, Mclin Pharm., Apt (Apoteker Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya), Sukir Satria Djati, S.Farm., Apt (Pengurus IAI Pengda Jogjakarta, dosen UII), dr. Novita Sabjan (Kepala Puskesmas 1 Cilongok), Muslimatul Khotimah, S.Si., Apt (Apoteker Puskesmas Srandakan Bantul), dan Nuryanti, M.Sc., Apt (Dosen Farmasi Universitas Jenderal Soedirman)

Acara Seminar Nasional ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan profesi apoteker tentang perjuangan yang telah dilakukan oleh lembaga maupun individu apoteker untuk mengenalkan profesi apoteker dan Memotivasi mahasiswa farmasi dan profesi apoteker untuk lebih mengembangkan potensinya untuk menjadi apoteker yang baik dan berprestasi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Kepulauan Mentawai Tertarik dengan Teknologi Pedesaan UNSOED dan Jajaki Kerjasama

[unsoed.ac.id, Kam, 27/11/14] Komitmen UNSOED dalam pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal berkelanjutan tepat dengan kondisi Indonesia yang sebagian wilayahnya adalah desa dengan topografi yang variatif.  Salah satu wilayah Kepulauan di Provinsi Sumatera Barat yaitu Kepulauan Mentawi tertarik dengan teknologi tepat guna temuan UNSOED karena sangat dibutuhkan dalam pengembangan wilayah tersebut.  Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet beserta istri dan Rombongan yang terdiri dari PEMDA dan juga Pihak Ketiga dari Swasta hadir ke UNSOED untuk melihat dan mendengarkan langsung keunggulan UNSOED dalam pengembangan sumber daya pedesaan berkelanjutan.  Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Senat UNSOED, Kamis 27/11/14 ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Mentawai dimana Bupati mentawai mengundang UNSOED ke sana.

Kehadiran Bupati Mentawai disambut oleh Rektor UNSOED, Dr. Ir.H Achmad Iqbal,M.Si, Wakil Rektor Bidang I, Wakil Rektor Bidang II, Para Dekan, dan Ketua Lembaga serta Ketua BPU.  Rektor menyambut baik kunjungan ini dan berharap UNSOED dapat memberikan tawaran program pengembangan pedesaan yang tepat untuk wilayah Mentawai.  Hal ini sebagaimana disampaikan Rektor dalam sambutannya.  Hal senada diungkapkan oleh bupati Mentawai yang mengungkapkan bahwa Mentawai punya potensi namun perlu sumber daya manusia dan teknologi.  “Kami berharap dapat bekerja sama dengan UNSOED,” jelasnya.  Sementara itu mewakili pihak Swasta, Petrus Tjandra memberikan gambaran tentang relasi yang dapat dibangun oleh UNSOED-Mentawai-dan Swasta untuk pengembangan yang optimal.

Dihadapan rombongan dari Mentawai, beberapa pakar dari UNSOED menyampaikan pemaparan tentang potensi pengembangan yang dapat dilakukan Kabupaten Mentawai.  Prof.Ir Totok Agung DH.,Ph.D mengawali pemaparan dengan memberikan gambaran grand desain tentang Program Desa Mandiri dalam pandangan UNSOED.  Disampaikan pula oleh Prof. Totok mengenai teknologi-teknologi temuan pakar UNSOED yang bisa menjawab persoalan di mentawai seperti Padi Gogo, Padi tanah Salin, Pusat Benih Kedelai, Produk-produk pangan dan pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan yang dilakukan UNSOED.  Sementara itu Prof.Dr. Achmad Sodiq memberikan gambaran tentang potensi peternakan yang dapat dikembangkan dilanjutkan dengan pemaparan Industri pengolahan Kelapa Terpadu oleh Dr.Ir Hidayah Dwiyanti, M.Si.  Pemaparan ditutup oleh ir Mustaufik, MP tentang pengembangan industri gula kelapa semut.  Hal ini sebagai langkah nyata membina petani Mentawai yang juga sedang belajar kepada para petani Gula di Kasegeran, Cilongok.

Setelah acara pemaparan selesai, rombongan dari mentawai berkeliling Kampus dan melanjutkan perjalanan menuju ke petani gula binaan Ir. Mustaufik, MP.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Sosialisasi Program Layanan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di LPPM

[unsoed.ac.id, Kam, 27/11/14] Dalam rangka meningkatkan Sumber daya Manusia di kalangan Dosen melalui beasiswa, LPPM Unsoed bekerjasama dengan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) laksanakan sosialisasi Program Layanan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Rabu (26/11) di Gedung LPPM Unsoed dengan menghadirkan Nara sumber M. Sofwan Effendi (Direktur Dana Riset dan rehabilitasi Fasilitas Pendidikan LPDP) dan Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA (Reviewer Riset Inovatif Produktif LPDP) serta dalam acara sosialisasi ini dihadiri oleh Ketua LPPM Unsoed, Para Dekan beserta wakil Dekan dan Para Dosen.

Prof. Ir. Totok Agung DH., M.P., Ph.D selaku Ketua LPPM Unsoed yang dalam pembukaanya menyampaikan pada sosialisasi LPDP yang menanganani berkaitan eret terhadap Perguruan Tinggi yang meliputi Beasiswa dan Riset/Penelitian yang dalam hal ini menjadi peluang bagus terhadap seluruh lapisan masyarakat yang terkait pada dosen dan non dosen serta pada PNS dan Non PNS. “Dengan diadakanya Sosialisasi ini diharapkan menjadi wahana perkembangan pusat penelitian –penelitian  di unsoed”,Ungkap, Prof. Ir Totok.

Pembicara yang pertama M. Sofwan Effendi memaparkan program layanan LPDP dalam mengembangkan pendidikan nasional meliputi beasiswa Magister dan Doktoral serta Beasiswa Tesis dan Desertasi untuk menunjang SDM kompetitif, Daya Saing Indonesia yang tinggi dan inovasi sedangkan pada langkah kongkrit LPDP meliputi Beasiswa Pendidikan Indonesia, Riset Pembangunan Indonesia dan Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan. Kemudian pada pembicara selanjutnya Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA memaparkan pendaftaran beasiswa LPDP dilakukan secara online melalui laman www.rispro.lpdp.depkeu.go.id dengan persyaratan Riset dilaksanakan di wilayah RI selanjutnya untuk penyempurnaan Riset dimungkinkan dilakukan diluar negeri untuk mendukung fasilitas yang tidak bersifat komersil, Riset bersifat multi disiplin untuk meningkatkan daya saing bangsa, setiap kelompok periset hanya boleh mengusulkan satu usulan pada tahun yang sama dan Riset  yang dilakukan dengan 2 lembaga Riset / dibuktikan dengan perjanjian kerjasama riset antar lembaga.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Dies Natalis Ke-29 Fisip Gelar Seminar Nasional dan Launcing E-Office

[unsoed.ac.id, Kam, 27/11/14] Rangkaian Dies Natalis ke-29 Fisip Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, Rabu (26/11) disemarakkan dengan seminar nasional dengan tema “The dynamics of social, political and cultural empowerment in Indonesia” dan launching Elektronic Office (E-Office). Kegiatan yang bertempat di Aula Fisip UNSOED, dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan di lingkungan UNSOED, para Wakil Dekan Fisip dan Civitas akademika Fisip.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman, Ph.D menyampaikan bahwa seminar ini merupakan lanjutan dari “Reboan”, yang diawali seminar pada Rabu (2/10) dilanjutkan pada setiap Rabu dengan seminar Internasional dalam forum kecil dan puncaknya yaitu seminar nasional ini sekaligus melaunching E-Office. Lebih lanjut disampaikan bahwa Fisip sedang mengembangkan E-Office sebagai bentuk perbaikan manajemen dan pelayanan di Fisip, yang merupakan suatu sistem yang berhubungan dengan administrasi, memusatkan komponen-komponen organisasi berupa data, informasi, dan komunikasi dibuat melalui media teknologi informasi komunikasi. “Layanan e-Office diharapkan memberikan kemudahan bagi dosen, karyawan dan mahasiswa dalam melakukan kegiatan administratif maupun aktifitas kerja lainnya’, ungkap Dekan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik /WR I Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seminar nasional ini sangat menunjang didalam membangun suatu knowledge society. WR I berharap dengan seminar akan menghasilkan ide-ide kreatif, pemikiran-pemikiran baru terkait dengan tema seminar. “di tahun 2015 kita akan kembangkan juga penguatan didalam penyelenggaraan seminar maupun terkait penguatan didalam pengelolaan jurnal online”, demikian ungkap WR I. Berkaitan dengan E-Office, WR I mengungkapkan bahwa didalam era reformasi birokrasi sekarang ini sudah saatnya kita kearah sana, karena akan banyak manfaat yang diperoleh seperti percepatan proses, dan dominannya pengurangan penggunaan kertas. "pada usia Fisip ke-29 semoga semakin menjadi teladan dan menularkan ‘ilmu’ penerapan e-office di Unsoed", harap WR I.

Wakil Rektor Bidang Akademik /WR I Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, didampingi Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman, Ph.D dan Ketua Tim Pengembangan E-Office Drs. Mahmud Setiahadi, M.Si secara resmi melaunching E-Office. Ditandai dengan membuka laman web data.fisip.unsoed.ac.id serta melihat menu dan fasilitas yang tersedia.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi seminar yang disampaikan oleh Dr. Arif Satria SP, M.Si (FEMA IPB) yang menyampaikan materi tentang “politik kedaulatan pangan di Indonesia”. Dr Arif menyatakan, “Indonesia memiliki banyak sumber daya makanan poko dan produk kelautan, tetapi kurang mampu mengontrolnya sehingga sering terjadi praktek-praktik illegal dalam pengelolaannya sejak produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasarannya”. Sementara itu, Dr. Tyas Retno Wulan M.Si (Jurusan Sosiologi FISIP UNSOED)  menyampaikan materi pemberdayaan pekerja migran perempuan, terutama di Hongkong.  Hongkong merupakan salah satu negara tujuan pekerja migran Indonesia (TKI), dengan kelebihan adanya Peraturan Pekerja Biasa Bab 57, yang memungkinkan BMI memiliki perlindungan terhadap hak-hak dan kewajibannya. Menurut Tyas, adanya peraturan pekerja, didukung dengan penggunaan teknologi informasi termasuk media sosial akan menumbuhkan remitansi sosial dan mendorong munculnya gerakan sosial TKI di Hongkong, sehingga bisa membantu penyelesaian kasus yang dialami TKI.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Tingkatkan Publikasi Ilmiah Fakultas Biologi Menggelar Diskusi Etika Penelitian dan Publikasi Ilmiah

[unsoed.ac.id, Kam, 27/11/14] Publikasi ilmiah adalah salah satu komponen penting dalam mengukur kinerja peneliti. Tingginya angka publikasi akan berbanding lurus dengan produktivitas institusi. Namun demikian dalam upaya peningkatan angka tersebut tetap harus memperhatikan sisi etika. Hal tersebut diungkap oleh Prof. Drs. Agus Iriyanto, M.Sc.Ph.D. dalam diskusi etika peneliti dan publikasi. Kegiatan yang digelar 24 November lalu ini dihadiri pimpnan fakultas dan seluruh dosen Fakultas Biologi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan peneliti dalam menerapkan  kode etik penelitian dan publikasi dalam setiap penelitiaan dan publikasi ilmiah baik dilevel nasional maupun internasional. Selain itu melalui gelaran ini akan meningkatkan motivasi staf pengajar dalam melakukan publikasi ilmiah di semua level.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dra. Dini Ryandini, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa mempublikasikan hasil penelitian harus sesuai dengan etika publikasi ilmiah baik. “Dampak dari publikasi ilmiah baik di jurnal nasional terakreditasi maupaun jurnal internasional bereputasi ini bisa mendukung kenaikan pangkat dari dosen dan tentunya meningkatkan akreditasi fakultas,”jelas beliau. Oleh karena itu, beliau mendorong agar para dosen lebih meningkatkan publikasi hasil penelitiannya agar hasil penelitian tersebut bisa diketahui publik dan tentunya memberikan manfaat kepada khalayak dan tentunya meningkatakan kompetensi masing-masing pribadi.

Prof. Drs. Agus Iriyanto, M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa etika ilmiah harus melekat pada setiap insan ilmiah. “Penelitian harus mempunyai tujuan yang jelas, fokus kearah yang spesifik, dan tentunya kita harus sampai pada tujuan tertentu yang ingin dicapai”, jelas beliau. Kajian utama riset yang baik harus banyak mengakses informasi dari berbagai jurnal dan tentunya menggunakan metoda yang tepat dan harus menguasai bidang yang diteliti. Hasil penelitian juga harus memberikan manfaat dan bisa sebagai dasar penelitian lain.

Jurnal ilmiah merupakan wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian. Dengan adanya jurnal ilmiah tersebut, seorang peneliti bisa memberikan informasi atau penemuan baru kepada khalayak setelah melalui berbagai seleksi dan revisi yang ketat. Selamat berkarya dalam tulisan jurnal ilmiah. Karyamu sangat bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan!

Maju Terus Pantang Menyerah! (APR)

Akademisi FISIP UNSOED Paparkan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Desa di Konferensi Internasional Sekolah Pasca Sarjana UGM

[unsoed.ac.id, Rab, 26/11/14] Penguatan kelembagaan secara integral hendaknya menjadi strategi pemberdayaan masyarakat desa sebagai rangkaian proses menuju kemandirian ekonomi masyarakat. Demikianlah pokok pikiran yang disampaikan Drs. Bambang Suswanto, M.Si, Ahmad Sabiq, SIP. MA dan Adhi Iman Sulaiman, SIP. M.Si dalam International Graduate Student and Scholars Conference on Indonesia (IGSSCI) yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada 19-20 November 2014.  Konferensi Internasional ini adalah salah satu program tahunan Sekolah Pascasarjana UGM yang  menghadirkan akademisi dari berbagai negara. Konferensi yang bersifat interdisiplin keilmuan ini mengambil tema : Science, Spirituality and Local Wisdom: Interdisciplinary Approaches to Current Global Issues.

Tim FISIP Unsoed memaparkan makalahnya dalam sesi panel “Local Empowerment and Village Resilience” yang dimoderatori oleh  Kelly Swazey, Ph.D, Visiting Professor pada Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dalam paparannya tim FISIP UNSOED menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan terhadap kelompok-kelompok usaha yang ada di desa semestinya dilakukan dengan mencakup empat aras yakni penguatan secara internal, eksternal, finansial dan sosial kultural.  Secara internal perlu ada pembenahan organisasional pada kelompok-kelompok usaha yang ada. Secara eksternal, perlu ada penguatan jaringan dan kemitraan serta perluasan akses pemasaran. Dari sisi finansial, kelompok usaha perlu mengembangkan kemandirian pendanaan melalui iuran, simpan pinjam dan juga melalui pengembangan koperasi yang ada di desa. Terakhir, hal yang tak boleh dilupakan dalam melakukan penguatan kelembagaan adalah penguatan secara sosial kultural melalui edukasi dan pendekatan humanistik terhadap masyarakat pada umumnya dan kelompok usaha khususnya dalam rangka menumbuhkan sikap mental yang lebih mandiri, kreatif dan inovatif.

Maju Terus Pantang Menyerah!

INDIGENUS : Menggiatkan Dahwah Dengan Bungkus Seni Ala UKMI Biologi

[unsoed.ac.id, Sel, 25/11/14] Untuk kesekian kalinya UKMI Fabio Unsoed  menggelar perhelatan besar, adalah INDIGENUS (Inovasi dan Kreasi Generasi Muslim) yang digelar Minggu 23 November 2014. Kegiatan diisi dengan serangkaian kompetisi mulai dai muda higga kaligrafi.  Selain itu juga terdapat berbagai lomba yang digelar secara online yaitu lomba essay, cerita pendek, penulisan puisi dan komik strip. Mengambil tema “Semangat Juang Generasi Muda” event bertaraf nasional ini mengundang banyak peminat dari siswa SMA atau sederajat dari berbagai penjuru tanah air. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari bakat-bakat seni, kreativitas dan inovasi generasi muda khususnya muslim. Selain itu kegiatan ini sekaligus sebagai wahana mendekatkan Fakultas Biologi kepada khalayak khususnya calon mahasiswa.

Salah satu panitia ditemui usai kegiatan berharap bahwa gelaran ini diharapkan dapat menjadi ladang penyemangat generasi muda, pendongkrak kreatifitas dan inovasi pemuda pemudi Indonesia. “Melalui dakwah yang disampaikan oleh para dai muda diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh penonton dan panitia” tegasnya.

Agenda besar tahunan UKMI ini kali diikuti oleh 12 peserta Dai Muda dan 7 kelompok peserta kaligrafi yang semuanya anak SMA. Sedangkan jumlah karya lomba online yang telah masuk ke email sebanyak 37 puisi, 38 cerpen, 20 essay dan 4 komik strip. Gelaran dai muda menjadi salah satu bintang dalam INDIGENUS kali ini. “Berikan aku 10 Pemuda maka dunia ini akan bergetar- Soekarno. Pemuda menjadi asset berharga negeri ini yang harus diselamatkan dari kebodohan, kemalasan, kekerasan dan digerakkan semangatnya agar bisa menjadi agen perubahan negeri ini dari segala permasalahan” ucap salah satu peserta Dai muda yang tampil di atas panggung.

Sesuatu yang menarik juga terlihat dalam gelaran lomba kaligrafi. Satu yang special pada kompetisi kali ini adalah bahan penyusunan kaligrafi adalah dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Hal ini menjadi perpaduan yang menarik antara nuansa dakwah dan kraetivitas dalam pemanfaatan barang-barang bekas.  

Maju Terus Pantang Menyerah ! (UKMI)

Kuliah Umum : Jelang AFTA, Mandarin Menjadi Bahasa Korporat

[unsoed.ac.id, Sel, 25/11/14] Bertempat di Gedung Budaya kampus Karangwangkal, Sabtu 23 November 2014, Program Studi Bahasa Mandarin mengadakan Kuliah Umum sebagai  pengayaan mata kuliah Kepariwisataan. Mahasiswa Prodi Bhs Mandarin dari angkatan pertama sampai angkatan yang terakhir nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Ketua prodi D3 Bhs Mandarin Dyah Tjaturini,M.Si dan beberapa dosen turut menghadiri acara ini hingga selesai.

Sambutan Ibu Kaprodi mengutarakan tentang upaya peningkatan kualitas kompetensi mahasiswa. Kuliah umum ini sebagai wahana untuk membuka wawasan sekaligus memberikan gambaran riil tentang peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa D3 Mandarin. Pembicara pada kesempatan ini adalah  Silvana Latumeten, Ground Instructor di Training Center di perusahaan penerbangan Garuda Indonesia.

Pembicara memaparkan tentang arus globalisasi melanda berbagai belahan dunia. Persaingan antar negara semakin ketat, demikian pula terjadi pada perusahaan yang bergerak di bisnis penerbangan. Situasi dan kondisi ini menuntut kita semua untuk membenahi diri  agar mampu memenangkan persaingan.  Penguasaan bahasa asing, seperti bahasa Mandarin, memberikan peluang kerja yang sangat mendukung untuk dunia bisnis penerbangan. Khususnya dalam menghadapi Open Market ASEAN 2015 yang sudah sangat dekat waktunya.

Semua perusahaan berekspansi untuk memenangkan persaingan. Bahasa asing (Mandarin) berpeluang menjadi bahasa korporat yang dapat menjembatani pengembangan korporasi tingkat ASEAN. Penguasaan bahasa Mandarin yang baik dan benar menjadi prasyarat mutlak yang diperlukan untuk menunjang profesionalisme sumber daya manusia bangsa Indonesia dalam memenangkan persaingan tersebut. Oleh karena itu mahasiswa mandarin harus percaya diri dan tetap semangat bahwa masih banyak peluang untuk berkarya.

Maju Terus Pantang Menyerah!(ii)

Tingkatan Kajian Ketahanan Pangan Fakultas Biologi Datangkan Ahli Mutasi Genetika

[unsoed.ac.id, Sen, 24/11/14] Kecepatan laju pertumbuhan penduduk tidak diikuti dengan kecepatan pertambambahan bahan pangan. Fenomena inilah yang menjadi ancaman serius terhadap ketahanan pangan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatan ketahan pangan , salah satu yang ditawarkan oleh biolog adalah mutasi genetik.  Hal tersebut dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. Estri Laras Arumingtyas, M.Sc. dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed. Gelaran yang bertajuk kuliah umum ini dilaksanakan pada 22 November 2014. Hadir dalam acara ini dekan dan jajaran pimpinan, staf dosen dan ratusan mahasiswa kampus biru. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengupdate perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Selain itu kehadiran guru besar Universitas Brawijaya ini diharapkan mampu meningkatkan iklim akademis Fakultas Biologi.

Dekan Fakultas Biologi Unsoed Dra. Yulia Sistina, M.Sc.Stud., Ph.D. dalam sambutan awalnya mengemukakan bahwa kuliah umum adalah salah satu komitmen fakultas untuk memberikan nuansa berbeda dalam penambahan wawasan keilmuan mahasiswa. “Kehadiran para peneliti dan praktisi dalam kegiatan ini akan memperpendek gap keilmuan dengan dunia luar.” Jelas beliau. Lebih dalam beliau berharap bahwa kehadiran guru besar bidang genetika ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengkaji dan mentransfer ilmunya kepada mahasiswa biologi.

Dalam paparan yang berjudul Mutasi gen salah satu cara mencapai food secure Bu Esti begitu biasa disapa mengemukakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir peningkatan bahan pangan tidak lebih dari 10.000 ton sedangkan pertambahan penduduk hampir mencapai 50 juta. “Data world food programe (WFP) tahun 2011 menunjukkan bahwa angka kelaparan di negara kita adalah 10-19 %. Hal ini berarti bahwa dari hampir 250 juta penduduk diantaranya 19 persen masih kelaparan” kata beliau. Angka ini akan terus meningkat jika kita tidak melakukan langkah-langkah strategis untuk menuju ketahanan pangan. “Salah satu teknologi yang dapat kita tawarkan untuk meningkatkan produksi pangan adalah mutasi genetik” imbuhnya.

Penggunaaan rekayasa gentika ini selaras dengan kebijakan pembangunan pangan oleh pemerintah yang dicantumkan dalam kegiatan operasional kunci yang dilakukan untuk menjamin dan meningkatkan ketersediaan pangan. “ salah satunya adalah peningkatan produksi dan produktivitas melalui perbaikan genetik & teknologi budidaya” kata doktor yang pernah mengenyam pendidikan di Australia ini. Namun demikian penggunaan metode ini masih menuai pro kontra. Beberapa pendapat negatif dalam teknologi ini adalah produk tanaman dari teknologi ini dapat menghasilkan allergens dan toxins pada makanan, penyerbukan silang tanpa sengaja, ketahanan terhadap antibiotik dan terbentuk gulma "super"  dan ancaman lingkungan lain. “Sisi positif teknologi ini adalah peningkatan ketahanan hama dan penyakit, penumbuhan bahan makanan pada iklim yang ‘keras’, peningkatan suplai makanan, peningkatan nilai nutrisi dan berguna dalam pembuatan obat” jelasnya.

Isu ketersediaan pangan masa depan memang menjadi topik hangat disetiap pertemuan kepala negara. Ketahanan pangan menjadi salah satu kajian oleh banyak peneliti, Fakultas Biologi salah satunya. Komitmen untuk terus mengembangkan potensi spesies indigenues tertuang jelas dalam visi kampus biru ini. Hal ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi civitas akademika Fakultas Biologi untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat khususnya penyediaan bahan pangan yang berkualitas.

Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

 

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Peringati Hari Ikan Nasional 2014

[unsoed.ac.id, Sen, 24/11/14] Dalam rangka memperingati hari ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2014 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggelar talkshow mengoptimalkan penanganan produk perikanan, Sabtu (22/11). Tema yang diangkat yaitu Cerdas Rakyatku, Jaya Perikananku”, dengan narasumber  Dr. Rifda Naufalin, SP, MP selaku Dosen Pertanian UNSOED dan Sytrisno Selaku Kasubag Perikanan Kabupaten Banyumas. Pada acara acara talkshow ini dihadiri oleh para Dosen serta para mahasiswa.

Dr. Ir Isdy Sulistyo, DEA selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang dalam pembukaanya menyampaikan bahwa dengan acara talkshow ini diharapkan menumbuhkan peran serta terhadap prokuksi perikanan dan meningkatkan tingkat konsumsi ikan yang cukup rendah di kabupaten Banyumas serta sebagai penunjang konsumsi kandungan protein – protein dan omega 3 yang terdapat di daging ikan.

Pada talkshow narasumber menyampaikan tentang mengoptimalkan penanganan produk perikanan dengan mempromosikan produksi lokal dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan nasional serta mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui peningkatan kesadaran nilai gizi yang terkandung pada ikan kemudian untuk peran strategis dari gema Ikan (Gerakan Makan Ikan) meliputi sebagai peningkatan produksi perikanan akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi pada masyarakat pembudidaya dan sebagai pendorong kualitas sumber daya manusia melalui nilai gizi yang terkandung pada ikan.  

Peringatan hari ikan nasional ini juga diisi dengan perlombaan – perlombaan yang meliputi lomba olahan ikan yang diikuti oleh peserta Persatuan Dharma Wanita / Ibu PKK, lomba mewarnai dan menggambar bagi siswa Taman Kanak – Kanak.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA