Test RSS

Menjawab Tantangan Global, PBIMB dan SEF Selenggarakan Seminar Beasiswa

[unsoed.ac.id, Rab, 24/10/14] Bertempat di Gedung D, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED, Rabu (15/10) berlangsung talk show beasiswa internasional dengan tema “Kuliah di Luar Negeri Bukan Mimpi!”Talk show ini diikuti oleh 200 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.  Umumnya peserta berasal dari mahasiswa UNSOED dan kampus sekitarnya, UMP, dan UGM.

Talk show ini diprakarsai oleh Pejuang Beasiswa Indonesia Membangun Bangsa (PBIMB) Cluster Purwokerto, yang didukung oleh Student English Forum (SEF) UNSOED untuk mempersiapkan dan mempercepat persebaran informasi beasiswa kepada siswa dan mahasiswa di sekitar UNSOED untuk mendapatkan pendidikan di luar negeri dengan beasiswa.

Pembicara dalam talk show ini, Azariah Falah Chou Tan melalui talk show ini, ia membagikan pengalamannya dalam mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Singapura (untuk gelar sarjana) dan Inggris (untuk gelar master).  Tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi dalam acara ini peserta mendapatkan soft file tentang bagaimana membuat motivation letter, personal statement, dan pelatihan TOEFL iBT, IELTS secara mandiri.

Menurut Ketua PBIMB Cluster Purwokerto, Muhammad Aziz M. (Agroteknologi 2011), melalui program seperti ini diharapkan bagi pelajar (siswa dan mahasiswa) di sekitar UNSOED yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri, dapat memiliki wadah untuk saling berbagi informasi dan tips untuk mendapatkan  beasiswa studi luar negeri.

Bagi pelajar di Purwokerto dan sekitarnya apabila ingin mendapatkan informasi tentang beasiswa dan sharing pengalaman dapat bergabung di group https://www.facebook.com/groups/291511827705663.

Maju Terus Pantang Menyerah! (Sef)

 

Keanekaragaman FISIP dalam UNSOED FAIR

(unsoed.ac.id. Kam,23/10/14) Bertempat di Gedung Auditorium Graha Widyatama - Universitas jenderal Soedirman, Kamis 23 Oktober 2014 diselenggarakan pembukaan UNSOED FAIR ajang pameran Produk UKM Binaan/mitra Unsoed, inovasi teknologi unggulan, Seminar nasional, pameran benda-benda cagar budaya Borobudur, Festival Band, Hijab Stylist, Lomba Hadrah, dan/atau Marawis. Adapun tema yang diusung adalah "Percepatan Desa Berdikari melalui Community Development dan Inovasi Teknologi". Rangkaian kegiatan Unsoed Fair dibuka oleh Wakil Rektor II Drs. Nurul Anwar, M.S, Ph.D., diiringi dengan pemotongan pita sebagai tanda terbuka bagi masyarakat umum.

FISIP sebagai bagian keluarga besar Unsoed turut meramaikan kegiatan ini. Sejumlah 10 program studi berperan dalam penataan stand pameran. Bahkan tim Barongsai Jurusan Budaya turut pentas menjelang pembukaan acara. Lampion pernik Tiongkok, boneka Jepang, teknologi komunikasi, poster serta beberapa produk hasil praktikum mahasiswa ikut dipamerkan dalam Unsoed Fair. Setelah pembukaan, para tamu berkenan meninjau area stand Unsoed Fair. Wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiawan turut meninjau stand FISIP yang bernuansa keanekaragaman.

Kegiatan yang digelar 23 – 26 Oktober 2014 terbuka untuk umum agar semua lapisan masyarakat bisa menyaksikan berbagai produk pameran dan kegiatan tanpa dipungut biaya alias gratis. Unsoed Fair 2014 digelar dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-51 Universitas Jenderal Soedirman.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

Gelaran UNSOED Fair 2014 Dibuka

[unsoed.ac.id, Kam, 23/10/14] Rangkaian Dies Natalis UNSOED yang ke-51, disemarakkan dengan acara UNSOED Fair 2014. Dengan mengusung tema “Percepatan Desa Berdikari Melalui Community Development dan Inovasi Teknologi"  digelar pada tanggal 23 - 26 Oktober 2014 di Gedung Auditorium Graha Widyatama UNSOED. Even ini dikuti oleh 121 stan yang meliputi UNSOED, Perbankan, UKM binaan UNSOED, Komputer&elektronik, Stan Edukasi dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Even ini diselenggarakan sebagai implementasi Dharma Perguruan Tinggi dengan harapan dapat mensosialisasikan produk unggulan dan teknologi tepat guna pada masyarakat untuk mendukug usaha mandiri serta dapat  menambahkan kecintaan terhadap skill kewirausahaan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Ir.SH. Suseno, SU.

Kegiatan dibuka oleh Drs. Nurul Anwar, M.S.,  Ph.D (Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan/WR II) yang mewakili Rektor. Disampaikan bahwa tugas atau amanah yang diemban Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat. WR II memberikan apresiasi kepada LPPM yang telah berhasil menyelenggarakan penelitian dan pengabdian, diseminasinya/implementasinya pada masyarakat antara lain yang ikut berpartisipasi dalam even ini ada 47 UKM Binaan UNSOED. “UNSOED ikut mengembangkan masyarakat / UMKM karena situasi kedepan dibidang usaha akan berat untuk eksis/meningkatkan mutu usahanya dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN 2015”, ungkap WR II.

Hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III, Wakil Bupati Banyumas, Ketua Lembaga dan Kepala Biro, Kepala UPT dilingkungan UNSOED, para Pimpinan Lembaga Keuangan dilingkungan Kabupaten Banyumas dan Badan Arkeologi Yogyakarta.

Pembukaan UNSOED Fair ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan/WR II  bersama Wakil Bupati Banyumas. Dilanjutkan dengan mengunjungi stan pameran.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Transparansi dalam Unggah Nilai versi Baru SIA UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam,23/10/14] Bertempat di Aula FISIP, Selasa 21 Oktober 2014 diselenggarakan sosialisasi unggah nilai versi terbaru Sistem Informasi Akademik (SIA) Unsoed. Peserta adalah dosen dan staf prodi di lingkungan Fisip. Sebagai pemateri adalah Tim SIA UNSOED yang dipandu oleh Kusja, S.IP Kepala Subbag Akademik dan Evaluasi. Wakil Dekan I Dr. Masrukin berkenan hadir, mengikuti kegiatan ini.

Pak Masrukin menekankan bahwa unggah nilai versi baru merupakan wujud transparansi penilaian setiap mata kuliah. Tim Teaching/Dosen harus menentukan kriteria penilaian yang tertuang dalam kontrak belajar dengan mahasiswa. Hal ini disampaikan sejak awal perkuliahan. Dosen dan mahasiswa memiliki persepsi yang sama dalam penentuan nilai akhir sertiap mata kuliah. Kriteria penentuan nilai akhir minimal terdiri dari nilai Ujian Utama, nilai Ujian sisipan dan Tugas terstruktur. Setiap kriteria juga ditentukan nilai minimal yang harus diperoleh mahasiswa. Kesepakatan Dosen mahasiswa ini mengawali transparansi penentuan nilai akhir.
 
Secara teknis, unggah nilai dalam sistem SIA disampaikan oleh Pak Kusja dan timnya. Tata cara unggah nilai disajikan secara tutorial. Tidak jarang para Dosen langsung bertanya berkaitan dengan sistem baru ini. Terutama penentuan kriteria penilaian yang harus di-entry-kan dalam program SIA. Nilai minimal setiap kriteria harus diperhatikan agar tidak merugikan mahasiswa. Misalkan nilai minimal tugas 25 poin, maka mahasiswa yang mendapatkan nilai tugas di bawah 25 poin dipastikan mendapat nilai E pada nilai akhir mata kuliah, walaupun nilai Ujian Utama dan Sisipan mendapatkan nilai tinggi. Untuk tahap awal dituliskan nilai minimal 0 (nol) tutur Pak Kusja. Sehingga seberapapun nilai mahasiswa tetap berkontribusi pada nilai akhir.
 
Beberapa Dosen yang hadir merasa bahwa versi baru unggah nilai justru menambah panjang proses penilaian itu sendiri. Biasanya Dosen hanya meng-entry nilai akhir mahasiswa dalam bentuk ‘huruf’. Saat ini harus memulai sejak awal masa perkuliahan berkaitan dengan kriteria penilaian. Namun mereka menyadari pula bahwa transparansi penentuan nilai akhir justru memacu produktifitas mahasiswa dan dosen bersangkutan. Mahasiswa dimungkinkan dapat bertanya (bahkan komplain) perihal nilai yang didapatkan. Apakah sesuai dengan kriteria yang di sepakati dalam kontrak belajar di awal kuliah.

Maju Terus Pantang Menyerah !

English at The Office Untuk Tenaga Kependidikan

[unsoed.ac.id, 22/10/14] Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Unsoed kembali melaksanakan kegiatan pelatihan bahasa Inggris bagi staff/ tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman. Pelatihan bahasa Inggris yang bertajuk English at the Office for Unsoed staff merupakan program pelatihan Bahasa Inggris  akan memberikan pelatihan materi seputar correspondence in English, hospitality in English, dan beberapa materi lain yang berhubungan dengan percakapan bahasa Inggris. Program pelatihan ini seperti sebuah program guna mempersiapan para pegawai di lingkungan Unsoed untuk lebih mahir menggunakan bahasa asing seiring dengan visi Unsoed sebagai World Class University. English at the Office for Unsoed staff  terdiri dari 12 kali tatap muka dengan jadwal pelatihan pada hari Senin, Rabu dan Jumat pada pukul 14:30 – 16:00. Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga tanggal 27 Oktober 2014 dengan mengirimkan formulir pendaftaran terlampir ke Kantor UPT Bahasa Unsoed paling lambat pukul 15:00 wib. Program pelatihan ini diberikan secara gratis pada mereka yang berminat dengan kapasitas kelas maksimal sebanyak 25 peserta. Semoga para karyawan dan staff kependidikan di lingkungan Unsoed dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Cindy pada 085726201422 pada jam kerja. (Rin)

Formulir Pendaftaran dapat diunduh KLIK DI SINI

Balegenggong Nusantara Pesta Budaya Kolaborasi Himakom FISIP dan Karang Taruna Grendeng

(unsoed.ac.id Sel 21/10/14) Fantastis! Kata itu menggambarkan bagaimana hagemoni penonton pada acara Kue Lapis yang digarap oleh Himakom Unsoed dan bekerja sama dengan Karang Taruna Gema Purwantara 2 Grendeng. Bertempat di Lapangan Grendeng, beragam acara yang ditampilkan mampu menarik minat ribuan penonton dari warga Grendeng dan sekitarnya. Seakan tidak mau kalah, mahasiswa juga ikut bertumpah ruah meramaikan acara tesebut. Indonesia merupakan salah satu negeri yang terdiri dari beragam suku, agama, dan pulau serta kaya akan kebudayaan yang unik, menarik, dan harus dikembangkan serta dilestarikan. Dari latar belakang tersebut, Himakom Unsoed kembali mengadakan program tahunan yang bertema budaya nusantara yaitu Kue Lapis, Balegenggong Nusantara. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada sabtu (18/10) kemarin, yang dibuka oleh Dekan FISIP Unsoed, Ali Rokhman, Ph.D. dan dihadiri oleh Lurah Grendeng beserta jajarannya dan Pembina Himakom Unsoed beserta beberapa dosen ilmu komunikasi lainnya.

 

Kue Lapis tahun ini berlangsung meriah dan sukses dengan dibuka oleh karnaval dari siswa siswi SD di Grendeng dan Remoef. Event yang mengemban banyak misi dengan salah satunya memperkenalkan budaya nusantara. Kue Lapis ini secara umum bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa kepada masyarakat sekitar kampus, khususnya masyarakat Grendeng. Himakom Unsoed membuat kegiatan ini kembali bukan sebagai acara hiburan semata, melainkan juga sebagai kegiatan yang mengapresiasi kebudayaan nusantara khususnya kebudayaan Banyumas. Kesenian Kenthongan, Lengger Lanang yang tergabung dalam rangkaian parade tari nusantara yang juga mengundang teman-teman dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesahatan  serta Paguyuban Mahasiswa Anak Transmigran UNSOED.
Event Kue Lapis juga sebagai wadah para mahasiswa ilmu komunikasi mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku perkuliahan. Juga sarana bagi Keluarga Besar Mahasiswa FISIP (KBMF) serta warga Grendeng untuk mengembangkan bakatnya di bidang seni, sehingga dapat ikut berpartisipasi di panggung Kue Lapis. Tidak hanya mereka, Kue Lapis juga mengundang Pedagang Kaki Lima untuk ikut dalam meramaikan stand makanan di acara Kue Lapis juga sebagai ajang pameran jajanan Indonesia, karena budaya tak hanya sekedar kesenian tapi kuliner. Program himpunan ini mendapat apresiasi dari Dekan FISIP karena merupakan bentuk dari realisasi visi misi fakultas dan UNSOED, yaitu membangun kearifan lokal. Penampilan akustik dari Band Lokal Setiyardji dan kembang api menutup malam puncak Kue Lapis. Acara ini tentu memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa dan juga masyarakat Grendeng. Semoga acara Kue Lapis dapat terus diadakan di tahun depan dan semakin lebih baik serta terus memberikan manfaat ke depannya. (Rizka) (Editor: Adlia dan Fikry)
FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !
 

Doktor Baru Fakultas Peternakan UNSOED

[unsoed.ac.id, Sel,21/10/14] Fakultas Peternakan UNSOED menambah Dosen berkualifikasi S3.  Dr. Ir. Hj. Lucie Setiana, M.P. telah mempertahankan desertasinya pada sidang terbuka beberapa waktu lalu. Disertasinya mengenai Penyuluhan intensifikasi ayam kampung yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan peternak sangat menentukan keberhasilan adopsi inovasi mengantarkannya meraih gelar S3. Kabupaten Banyumas sebagai wilayah yang memiliki jumlah peternak ayam kampung cukup banyak penting untuk dilakukan efektivitas adopsi teknologinya.  Bu Lucie tertarik dengan masalah ini dan menjadikan "Efektivitas adopsi inovasi teknologi intensifikasi ayam kampung dalam upaya pengembangan ternak ayam kampung di Kabupaten Banyumas" menjadi objek penelitian disertasi S3-nya.  “Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan temuan cara efektif dalam penyuluhan intensifikasi guna meningkatkan perilaku dan keberhasilan adopsi inovasi teknologi intensifikasi pada peternak,” ungkapnya.

Lucie melakukan penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap I dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus analisis yang digunakan diskriptif kualitatif, analisis domain, taksonomi, dan komponensial. “Di tahap II saya menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan Analisis Structural Equation Modelling ( SEM ), dengan AMOS16.o0, sedangkan di tahap III menggunakan pre-experimental design dengan uji coba penyuluhan intensifikasi,” jelasnya.  Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa kemampuan peternak mengadopsi teknologi intensifikasi tertinggi pada semi-intensif.  “Persentasenya 52,17 %,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Peternakan ini mengkaji keberhasilan adopsi inovasi teknologi intensifikasi berdasarkan sistem atau pola pemeliharaan, mengidentifikasi karakteristik inovasi teknologi intensifikasi, dan mengidentifikasi perilaku dan keberhasilan peternak dalam mengadopsi inovasi teknologi intensifikasi ayam kampung.  “Setelah itu dilanjutkan dengan menganalisis hubungan karakteristik penyuluh dengan perilaku dan keberhasilan adopsi inovasi teknologi intensifikasi, menganalisis hubungan perilaku adopsi peternak dengan keberhasilan adopsi inovasi teknologi intensifikasi dan mensintesis model penyuluhan intensifikasi yang efektif,” jelasnya.

Pada penelitian ini ditemukan pula bahwa selain peternak dan penyuluh karakteristik inovasi teknologi intensifikasi berperan membentuk perilaku dan keberhasilan adopsi peternak.  “Model penyuluhan intensifikasi ayam kampung yang efektif untuk merubah perilaku adopsi adalah model penyuluhan yang berbasis pada karakteristik manfaat dan perilaku adopsi peternak dengan membedakan peternak intensif, semi-intensif, dan tradisional,”.  Dengan adanya hasil riset ini, Lucie berharap semua stakeholders di bidang peternakan ayam kampung dapat mengetahui dan dapat melaksanakannya.

Maju Terus Pantang Menyerah !

 

 

Fakultas Hukum Juara Umum Turnamen Olahraga Antar Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Se-Jateng dan DIY

(unsoed.ac.id Sel,21/10/14) Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman tidak henti-hentinya berprestasi, kali ini Fakultas Hukum meraih Juara Umum dalam Kegiatan Turnamen Olahraga Antar Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Se-Jateng dan DIY dengan menyabet 4 medali emas dari cabang Tenis Lapangan, Tenis Meja, Futsal, dan Catur serta 2 Perak dari Bulutangkis dan Futsal di cabang Futsal Fakultas Hukum mengirim 2 Tim. Cabang olahraga yang dipertandingkan berjumlah Enam cabang, yaitu: Tenis Lapangan, Bulu Tangkis, Catur, Futsal, Volley, dan Tenis Meja. Untuk tempat pertandingan Futsal, Tenis Lapangan, dan Catur bertempat di lapangan Indor Permata Hijau, Bulutangkis bertempat di Gor Bulutangkis Unsoed, Bola Volly bertempat di Lapangan Volley Fakultas Ekonomi Unsoed sedangan untuk Lomba Tenis Meja bertempat di Aula Gedung Justitia 3 Fakultas Hukum Unsoed. Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman berkesempatan menjadi tuan rumah yang berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu pada 18 - 19 Oktober 2014.

Forum komunikasi Antar Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Se-Jateng dan DIY ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya silaturahmi dan berolah raga; Membudayakan semangat sportivitas dalam kompetisi; Menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan antara dosen dan karyawan Fakultas Hukum PTN Se-Jawa Tengah dan DIY, serta mendukung program pemerintah dalam memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat.

Kesehatan merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Melalui olah raga dan seni, kebutuhan masyarakat tersebut telah berkembang menjadi fenomena sosial di seluruh dunia. Olah raga dan seni dapat dimanfaatkan untuk multi tujuan. Satu di antaranya adalah sebagai media pembinaan pengembangan sumber daya manusia. 

Maju Terus Pantang Menyerah!

LP3M Gelar Pendampingan Unggah Konten Mata Kuliah

[unsoed.ac.id, Sel, 21/10/14] Bertempat di Gedung Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNSOED, berlangsung Pendampingan Unggah Konten Mata Kuliah Ke Website E-Learning UNSOED. Kegiatan yang diikuti oleh 184 tenaga pendidik UNSOED terbagi dalam 4 Angkatan. Untuk Angkatan I berlangsung pada 21-23 Oktober 2014, Angkatan II pada 22-24 Oktober 2014, Angkatan III pada 27-29 Oktober 2014 dan Angkatan IV pada 28-30 Oktober 2014.

Kegiatan dibuka oleh Ketua LP3M Dr. rer. nat. Imam Widhiono MZ., M.S. Sebagai narasumber Dr. Ir. Wilujeng Trisasiwi, MP, Romanus Edy P, S.Si., M.Sc. Ph.D., Eko Murdyantoro AM, ST, MT., Akhmad Rizqul Karim, SP., M.Sc., Aziz Wisnu Widhi Nugraha, S.T., M.Eng., Ardiansyah S.TP, M.Si, Ph.D.,  Aribawa JIS, SE dan Ari Fadli ST. MT.

Materi yang diberikan antara lain perencanaan&setting kelas online, pengisian konten kelas online, mengelola konten multimedia, mengelola assesment online, mengelola aktivitas online&grouping, Trik pembuatan konten multimedia. Selian itu juga materi tentang moodle versi offline, backup&restore dan praktek mengisi/mengembangkan konten mata kuliah online dan unggah.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Kebersamaan Civitas Akademika dalam Jalan Sehat Dies Natalis FISIP

Sabtu 18 Oktober 2014, Kampus FISIP Grendeng sangat ramai. Dosen, Karyawan dan Mahasiswa berbaur mengikuti Jalan Sehat Dies Natalis FISIP UNSOED ke 29. Bahkan petugas cleaning service serta pegawai kantin Fisip turut memeriahkan ulang tahun institusi ini. Hadiah yang tersedia antara lain 3 lemari pendingin, 3 sepeda, 2 televisi LED, DVD player dan seabreg hadiah lain yang menarik. Tidak kurang 200 orang berbaur, bergembira mengikuti jalan sehat di seputar kampus Unsoed.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman menyampaikan rasa bangga atas sumbangsih warga Fisip. Selama perjalanan 29 tahun, Fisip memang mengalami dinamisasi, perkembangan semakin maju. FISIP UNSOED telah menunjukkan kiprah intelektual ditingkat lokal hingga internasional. Pengembangan SDM FISIP menghasilkan prestasi tertinggi di tingkat universitas diantaranya Dr. Tyas Retno Wulan sebagai Dosen Berprestasi I, Dr. Sofa Marwah sebagai Kaprodi Berprestasi,  Andi Mustofa, A.Md. Kom sebagai Pegawai Teladan I. Bahkan dilengkapi dengan prestasi mahasiswa HI, Prayuda Utama sebagai Kakang Banyumas 2014, tim Voli Putra dan Putri menjuarai UNSOED CUP.  Prestasi ini harus membuat kita senantiasa bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, tutur Pak Ali. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan. Dosen senior, Swastha Dharma, M.Si mendapatkan kehormatan mendapatkan ‘racikan potong tumpeng’ dari Dekan Fisip.

Peserta jalan sehat tampak menikmati hiburan yang disajikan. Tarian, nyanyian hingga joged bareng dilakukan oleh peserta sebagai selingan saat pembagian hadiah. Hadiah utama 3 lemari pendingin diperoleh Dosen, pegawai dan karyawan kantin FISIP. Acara semakin meriah tatkala pembawa acara memberitahukan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan hari ulang tahun Dekan dan Wakil Dekan II. Lagu happy birthday dan selamat ulangtahun dikumandangkan untuk menghormati Pak Ali Rokhman dan Pak Waluyo Handoko.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA