News

Technopreneur Camp

 

Selama 3 hari 3 -5 Nopember 2011 di LPPM Unsoed kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangyumas, BPPT yang didukung Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berupaya mengembangkan wirausaha berbasis Teknologi  melalui kegiatan "Technopreneur Camp" bagi para pengusaha pemula inovatif  sebagai bagian dari program pengembangan inkubator yang dilakukan oleh Balai Inkubator Teknologi BPPT.

Dalam hal ini, lanjutnya, BPPT menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menciptakan wirausaha berbasis industri inovatif melalui program pengembangan inkubator. "Kami menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam mengembangkan industri inovatif, yakni diantaranya Pemerintah Kabupaten Banyumas,

Jumlah peserta "Techopreneur Camp" yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyumas melampaui target, kata Kepala Bappeda Banyumas Nooryono.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah merangsang lahirnya teknopreneur dengan meluncurkan kegiatan Technopreneur Camp dan Inkubator Teknologi dan Bisnis. Pemkab membuka seluas-luasnya kepada masyarakat dan akan dipilih 50 orang/kelompok yang akan mengikuti dalam technopreneur camp tingkat Kabupaten Banyumas. Ternyata pesertanya membludak sampai 105 orang.

Technopreneur Camp merupakan pelatihan wirausaha yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan wirausaha inovatif baru berbasis teknologi (technopreneur) yang tangguh, berdaya saing dan mandiri di Kabupaten Banyumas. Prioritas wirausaha yang menjadi sasaran meliputi bidang industri kreatif (informasi, komunikasi, multimedia, animasi dan perfilman), manufaktur dan pengolahan pangan (pasca panen).

Semua peserta akan mendapat pelatihan oleh para ahli dari BPPT selama tiga hari di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Dalam kegiatan Technopreneur Camp, para peserta akan peserta akan dilatih dan didampingi untuk dapat menyusun dan memaparkan ide bisnis dalam bentuk bisnis plan. Dan tindak lanjut dari itu, setelah melalui seleksi, adalah program inkubasi. Salah pembicara, Nurul Hidayat, M.Kom menyampaikan tentang Teknik Presentasi Bisnis, di katakana Cara presentasi ide ternyata punya efek yang tidak kalah besarnya dibanding isi presentasinya. Bahkan seringkali materi yang sebenarnya sangat bagus namun dibawakan dengan cara presentasi yang biasa-biasa saja atau malah cenderung buruk bisa kehilangan kekuatannya.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan didukung oleh Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementrian Riset dan Teknologi tersebut akan menyeleksi lebih lanjut dengan memilih sepuluh peserta yang telah mengikuti Tecnopreneur camp dan yang akan diusulkan untuk mengikuti program inkubasi bisnis teknologi pada tahun 2012, selama 3-12 bulan, dengan bimbingan dan pendampingan dari BPPT Pusat,kutip dariwebsite Pemerintah Kabupaten Banyumas.   "Selain itu, dua peserta terbaik akan diikutsertakan dalam kegiatan "Technopreneur Camp" Tingkat ASEAN pada tahun 2012 di Bali.

Salah satu mahasiswa Unsoed  yang lolos Suadari Zulfa Karima Mahasiswa Fakultas Pertanian binaan program Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK) Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed yang lolos seleksi Technopreneur Camp dari BPPT-Kemenristek sekaligus presentasi dan pameran di Asean Summit di Bali Medio November mendatang. [pib/nh]

English

Kategori: