Penelitian

Perguruan Tinggi ibarat rumah yang nyaman bagi pengetahuan untuk tumbuh, berkembang, dan memberi arti bagi dunia.  Di rumah pengetahuan inilah ide-ide ditumbuhkan menjadi karya melalui pembelajaran dan/atau penelitian ilmiah dengan senantiasa dilambari semangat untuk memuliakan kehidupan, memajukan peradaban dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia.  Setiap karya yang dihasilkan adalah manifestasi dari perjalanan ilmiah sehingga dapat dipertanggungjawabkan, diajarkan, dan bahkan diaplikasikan pada kehidupan.

Riset dan pengembangan serta inovasi yang terhilirkan adalah semangat yang dimiliki oleh  Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai salah satu kekuatan untuk menjadikan rumah pengetahuan itu semarak sekaligus memberi arti bagi kehidupan.

Hingga saat ini UNSOED  secara signifikan menunjukkan peningkatan dalam hal kualitas dan kuantitas penelitian yang dilakukan dengan dukungan hibah tingkat nasional dan internasional. Universitas juga menyediakan hibah-hibah penelitian yang didanai oleh sumber-sumber DIPA atau PNBP UNSOED.  Semua skema penelitian tentu tidak lepas dari visi UNSOED yaitu diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumberdaya pedesaan dan kearifan lokal berkelanjutan. Visi tersebut diterjemahkan dalam visi LPPM UNSOED yaitu menjadi acuan pengembangan desa mandiri sejahtera. Oleh sebab itulah maka seluruh  penelitian yang ada di monumen hidup kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini, diharapkan tetap pada koridor tersebut.

UNSOED terus berupaya mewujudkan visinya melalui bidang-bidang unggulan yang dimiliki.  Bidang-bidang unggulan ini diharapkan melahirkan hasil-hasil riset yang bermanfaat bagi masyarakat.  Tujuh bidang unggulan tersebut adalah Biodiversitas Tropis dan Bioprospeksi; Pengelolaan Wilayah Kelautan, Pesisir, dan Pedalaman; Pangan Gizi dan Kesehatan; Energi Baru dan Terbarukan; Kewirausahaan, Koperasi dan UMKM, Rekayasa Sosial; Pengembangan Pedesaan dan Pemberdayaan Masyarakat; serta Ilmu Dasar dan Rekayasa Keteknikan. Karya-karya penelitian melalui tujuh bidang tersebut semuanya berorientasi pada pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal.