News

Seminar Nasional Himpunan Fisika INDONESIA

Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknik, Sabtu, 9 April 2011 pukul 09.00 WIB menyelenggarakan Seminar Nasional Himpunan Fisika Indonesia (HFI) di Gedung Rhoediro Unsoed Purwokerto dengan tema “Penelitian dan Pendidikan Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal” kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh Perguruan Tinggi se Indonesia yang yang memiliki Program Studi Fisika.  Diikuti pula peserta dari LIPI, BATAN, LAPAN, jumlah keseluruhan sebanyak 300 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, guru dan mahasiswa sedangkan pemakalah yang masuk sekitar 108 judul.

Hadir dalam seminar ini 3 orang  pembicara yaitu Prof.Dr-Ing Mitra Djamal dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Suparwoto, M.Pd guru besar dari Universitas Negeri Yogyakarta,dan  Prof.Dr. Md Rahim Sahar dari University Technology Malaysia. Acara berlangsung dari pukul 09.00 – 12.00 WIB di Gedung Rhoediro Unsoed kemudian dilanjutkan presentasi masing-masing bidang kajian yaitu Fisika Bumi, Fisika Instrumentasi, Fisika Komputasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Pendidikan, dan Fisika Teori.  Presentasi dilaksanakan di Jurusan MIPA FST Unsoed Karang Wangkal hingga sore hari.

Prof.Dr.Ing Mitra Jamal pada seminar ini menyampaikan hasil penelitiannya tentang Sensor Magnetik GMR.  Sensor magnetik adalah sensor yang mengukur besaran fisika berdasarkan perubahan-perubahan medan magnet.  GMR (Giant Magnetoresistance) merupakan suatu material yang memiliki karakteristik magnetoresistansi yang tinggi, sifat-sifat magnetik dan elektrik yang baik, sehingga GMR sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai devais pengindera medan magnet generasi mendatang seperti sensor, penyimpanan data, heads recording, dan non-violatile magnetic random access memory (MRAM).

Sementara itu Prof. Suparwoto menjelaskan dalam paparannya bahwa kearifan lokal melibatkan aspek seni, IPTEK dan nilai/value.  Tidak semua nilai kearifan lokal dapat diimplementasikan dalam pembelajaran, oleh karena itu hanya dipilih aspek tertentu yang mengait dengan budaya keilmuan.  Bagi masyarakat jawa, nilai yang dimaksud adalah nilai yang bersumber dari budaya jawa, dalam konteks pembelajaran fisika aspek kearifan lokal dikembangkan lewat pembelajaran yang partisipatif, aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Dr-Ing Wahyu Winarto Kepala Program Studi Fisika FST Unsoed sekaligus juga sebagai Ketua Panitia mengatakan tujuan diselenggarakannya Seminar ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antar peneliti peneliti dalam bidang ilmu fisika baik di Perguruan Tinggi maupun lembaga  penelitian di Indonesia serta sebagai wadah untuk mendesiminasikan hasil hasil penelitian dalam bidang ilmu fisika. Dikatakan lebih lanjut oleh Wahyu  setelah adanya seminar ini sebagai tindak lanjut adalah untuk menggali sumber daya Banyumas.

Dekan Fakultas Sains dan Teknik Unsoed Ir. Purnama sukardi, Ph.D dalam sambutannya mewakili Rektor Unsoed mengatakan diharapkan kegiatan ini dilakukan secara rutin dan semakin berkualitas.  Dekan FST juga menyampaikan tentang kemungkinan kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia baik program pertukaran mahasiswa, dual degree maupun double degree.

Bahasa Indonesia

Kategori: