News

MEMANGGIL KARTINI DI DALAM HATI

“...akan tetapi kesetaraan dalam perkembangannya telah menimbulkan multi penafsiran, yang seolah-olah peran dan pemeranan kaum wanita ingin menjadi sama dalam segalanya bahkan ada kecenderungan ingin dominan.  Pemahaman tersebut yang menurut saya harus diluruskan...” (Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsoed, Dra. Hj. Trusti Edy Yuwono)

Rabu, 13 April 2011, RA Kartini, pahlawan kaum perempuan laksana hadir kembali pada Peringatan Hari Kartini di Gedung Soemardjito oleh Dharma Wanita Persatuan Universitas Jenderal Soedirman.  “Hadirnya” Kartini tentu saja bukan pada sosoknya akan tetapi tergambar dari ‘isi’ acara yang berlangsung mencadi cermin perjuangan Kartini.  Dalam acara yang diketuai oleh Ibu Purnama Sukardi ini, disamping mayoritas yang hadir adalah kaum ibu mengenakan busana jawa, pada acara tersebut juga dibacakan riwayat RA Kartini, tampilan slide surat Kartini, lomba-lomba untuk kaum perempuan, seminar kewirausahaan, pemberian beasiswa dan juga ‘wejangan’ bagaimana memaknai hari Kartini yang tersirat dalam sambutan Ketua Dharma Wanita Unsoed, Dra.Hj.Trusti Edy Yuwono dan Rektor Unsoed, Prof. Edy Yuwono, Ph.D.  Kartini pada kesempatan itu,seperti dipanggil kembali, setidaknya dalam hati para hadir.

Dra. Trusti Edy Yuwono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kata kesetaraan pada perkembangannya  telah menimbulkan multi penafsiran, yang seolah-olah peran dan pemeranan kaum wanita ingin menjadi sama dalam segala hal bahkan ada kecenderungan ingin dominan.  “Pemahaman tersebut yang menurut saya harus diluruskan, karena bagaimanapun dan setinggi apapun karya bidang pengabdian kaum wanita, tetap ada sebuah kodrat yang mengikat yaitu kodrat sebagai wanita seperti melahirkan dan menjadi ibu bagi anak-anaknya serta istri sebagai pendamping suaminya.  Untuk itu dalam kerangka pemikiran emansipasi dan pemikiran jender, menurut saya harus tetap proporsional tetapi juga harus profesional peran dan pemeranannya” demikian lanjut Ketua Dharma Wanita Persatuan Unsoed.

Senada dengan Ketua Dharma Wanita, Rektor unsoed mengatakan, “Tetapi sehebat apapun kedudukan wanita buah dari kata emansipasi, tidak boleh menempatkan atas bawah, kuat lemah dan kalah menang.  Betapa hebatnya kaum wanita sehingga tentunya mengandung konsekuensi akan kualitas diri, kepribadian diri, moralitas diri serta peranannya dalam kehidupan”.  Rektor Unsoed menyampaikan bahwa pendidikan akan mengantarkan wanita menjadi bagian dari manusia yang cerdas komprehensif yaitu cerdas spiritual, emosional, intelektual, sosial dan kinestetis.

Untuk menambah pengetahuan para peserta dalam bidang wirausaha, dalam acara tersebut diadakan seminar tentang wirausaha oleh salah seorang coach wirausaha yang juga memiliki sertifikat NLP yaitu Dra. Waidi, MBA.

Lomba pemanfaatan barang bekas dan lomba keluwesan busana, menambah meriah acara pada siang hari itu.  Lomba pemanfaatan barang bekas (daur ulang) dimenangkan oleh Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi, diikuti Dharma Wanita Fakultas Hukum sebagai juara II, dan Dharma Wanita FKIk Juara III .  Sementara itu lomba keluwesan busana dimenangkan oleh Ny. Rawuh Widodo dari FISIP, diikuti oleh Herawati Febri A sebagai juara II yang juga dari FISIP, dan Juara III dari Fakultas Sains dan teknik.

Kartini, setidaknya pada hari itu, dan hari-hari selanjutnya akan selalu hadir, setidaknya dalam hati para perempuan Indonesia, terutama potongan kalimat dalam suratnya 'habis gelap terbitlah terang' yang terinspirasi dari minadzuluumaati ilaannur, hasil penemuan spiritual Kartini dalam bimbingan Kyai Soleh Darat.  Selamat Hari Kartini ke 132 Tanggal 21 April 2011.(hp)

Bahasa Indonesia

Kategori: