News

Workshop Anti Narkoba, Pencegahan dan Penanggulangannya

[unsoed.ac.id, Selasa/1/11/11] Sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa di tangan generasi muda, UNSOED menyelenggarakan workshop anti narkoba Pencegahan dan Penanggulangannya, Senin 31 Oktober 2011 di gedung Rektorat Lantai III UNSOED.  Acara ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa UNSOED dan undangan dari beberapa Perguruan Tinggi Rayon III Jawa Tengah bagian Barat.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan para peserta menyadari akan bahaya narkoba, menghindari narkoba, dan yang tak kalah penting peserta akan ikut mensosialisasikan dan ikut berperan aktif dalam gerakan anti narkoba. Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia, Drs. Sudiro, MMPd. 

Kasat Narkoba Polres Banyumas AKP Zaenal Arifin, SIP.,MH menyampaikan makalahnya yang berjudul penanggulangan penyalahgunaan narkoba kepada mahasiswa dan remaja.  Disampikan oleh AKP Zaenal bahwa penyebab seseorang terjun menjadi pemakai narkoba adalah karena rasa ingin tahu, dorongan yang kuat untuk mencoba dalam dirinya, bisa juga disebabkan karena ikut-ikutan teman yang memakai narkoba.  Faktor lain yang menyebabkan seseorang memakai narkoba adalah solidaritas kelompok, biar terlihat gaya, melupakan stres, menunjukkan sikap berontak, dan mengurangi rasa sakit.  Selama tahun 2011 di Banyumas terdapat 30 kasus dan 32 tersangka yang melibatkan 3 mahasiswa.  Seringkali keterlibatan mahasiswa sebagai perantara jual beli. 

Badan Narkotika Kabupaten Banyumas pada kesempatan ini menyampaikan bahwa permasalahan narkoba meliputi tiga hal pokok yaitu Illicit Production (produksi gelap), Illicit Trafficking (peredaran gelap), dan Drug Abuse (Penyalahgunaan).  Sementara itu upaya penanggulangan permasalahan narkoba dapat dilakukan dengan cara demand reduction (menekan permintaan) diantaranya dilakukan dengan sosialisasi agar masyarakat mengerti dan sama sekali tidak berniat mencoba.  Cara berikutnya adalah dengan Supply reduction (menekan/kurangi pemasokan/penawaran), dan mengurangi dampak buruk (harm reduction).

Eman Sutrisna melengkapi penyampaian materi hari itu dengan makalahnya berjudul Cegah Bahaya Narkoba Selamatkan Generasi.  Dosen FKIK Unsoed ini memaparkan bahwa narkoba sangat berbahaya dan mengakibatkan penyakit kegagalan fungsi multiorgan, penyakit menular, penyakit jiwa, dan mengakibatkan 100.000 jiwa meninggal setiap tahunnya.  Eman Sutrisna menyampaikan bahwa beberapa cara menghindari narkoba yaitu No Try to Touch and Use, Avoid Bad Environment, Respect to Yourself, dan open your mind.

Bahasa Indonesia

Kategori: