News

Melalui Blok Pengembangan Kepribadian, Kedokteran Gigi UNSOED Mempersiapkan Dokter Gigi yang Humanis, Religius dan Berjiwa Kebangsaan

Menjadi seorang dokter gigi yang cakap, terampil dan kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah sebuah keniscayaan  bagi suatu insititusi pendidikan dokter gigi di mana pun. Namun, bagi insitusi kedokteran gigi UNSOED, kompetensi di atas saja tidak cukup. Bahkan menjadi tidak berarti apa-apa bila pada praktisi kesehatan gigi dan mulut tersebut tanpa memiliki kepribadian yang humanis, religius dan berjiwa kebangsaan. Hal ini setidaknya yang mendasari Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran & Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) UNSOED membuat blok perkuliahan pengembangan kepribadian atau Personality Development Block sebagai landasan  pembinaan karakter seorang dokter gigi. Menurut Sekretaris Jurusan Kedokteran Gigi FKIK UNSOED, Dr. drg. A Haris Budi W, M.Kes., AP., mahasiswa kedokteran gigi UNSOED selain memiliki kualifikasi handal di bidangnya, juga dituntut untuk mampu meresapi nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk kemudian diimplementasikan pada peran dan fungsinya sebagai mahasiswa dan kelak dalam menjalani profesinya sebagai dokter gigi. Hal senada juga ditambahkan oleh drg. Yudi Prasetya Safarie dari Seksi Akademik Blok Pengembangan Kepribadian, dengan blok ini, maka selain kelak sebagai profesional praktisi kesehatan gigi dan mulut, mahasiswa juga diharapkan mampu memahami dimensi sosiokultural dan nasionalisme sehingga mampu menjadi seorang dokter gigi yang mampu memberikan pelayanan kedokteran gigi yang komprehensif. Lebih khusus lagi, dokter gigi UNSOED juga harus mampu menginternalisasi jiwa perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman sehingga mampu memberikan sumbangsih tidak hanya dalam kerangka kesehatan gigi mulut belaka, melainkan berkontribusi bagi kemaslahatan bangsa.

Dalam kerangka tersebut, maka salah satu materi perkuliahan blok tersebut adalah rencana kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi yang secara historis berkaitan langsung dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman, yakni Monumen Tempat Lahir Panglima Besar Jenderal Soedirman di Purbalingga dan Museum Sasmita Loka Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jogjakarta pada 9-10 November 2011 mendatang. Selain itu, akan dalam blok yang diikuti oleh mahasiswa semester pertama ini, juga akan mengunjungi Gedung Agung / Istana Negara di Jogjakarta. Melalui penapaktilasan ini, diharapkan seluruh mahasiswa baru Kedokteran Gigi FKIK UNSOED dapat meresapi dan mengambil pesan psikologis yang teguh dari riwayat kesejarahan beliau yang secara implementatif ke depan akan mampu mengamalkan nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, mengabdikan diri sebagai dokter gigi dengan mengamalkan nilai-nilai agama, pancasila, nasionalisme, kebhinekaan dan menjaga kedaulatan NKRI.

Sebagaimana diketahui, Panglima Besar Jenderal Soedirman (1916-1950) adalah sosok yang diabadikan sebagai nama almamater kita, Universitas Jenderal Soedirman. Meski sebagai manusia tidaklah sempurna, ketokohan dan ketauladanan beliau sebagai seorang yang religius, humanis sekaligus pemimpin angkatan perang RI saat Perang Kemerdekaan 1945-1949 menjadi naif bila tidak tercatat dalam tinta emas. Belajar dari beliau yang sederhana, jujur, peduli, rela berkorban, semangat pantang menyerah, sejatinya adalah belajar bagaimana seharusnya kita dan mencintai Indonesia dengan luar biasa.

Proficiat Kedokteran Gigi UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah ! (Wis)

Bahasa Indonesia

Kategori: