News

Kepakaran UNSOED di Bidang Sumberdaya Pedesaan Diapresiasi dalam Pertemuan Bilateral Indonesia & Amerika Serikat

Komitmen UNSOED menuju World Class Civic University memang bukan sekadar mimpi di siang hari belaka. Setidaknya, hal ini ditunjukkan dengan dipercayanya UNSOED sebagai bagian dari delegasi Indonesia dalam pembicaraan bilateral dengan Amerika Serikat. Bertempat di Grand Sahid Hotel Jakarta, Senin (7/11) berlangsung pertemuan bilateral Indonesia & AS dalam rangka peningkatan produktivitas akualkultur di Indonesia.  Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh pihak Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI, pihak Indonesia diwakili oleh Kementerian Riset & Teknologi, LIPI, BPPT dan UNSOED. “UNSOED diundang untuk terlibat dalam sharing tersebut, karena UNSOED dianggap memiliki kepakaran di bidang aquakultur “, tutur Ir. Budi Rustomo, M.Rur.Sc., Ph.D., yang memimpin delegasi UNSOED pada pertemuan tersebut. Ditambahkan, selama ini pengelolaan aquakultur di Indonesia cenderung bersifat monodisiplin. Namun UNSOED melalui model LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) berhasil memberikan solusi yang bersifat multidisiplin. “UNSOED mencoba memperkenalkan konsep integrated farming, yakni memadukan konsep pertanian, peternakan dan perikanan in land maupun coastal. Bahkan tidak hanya itu, UNSOED juga menawarkan konsep rural and community empowerment sebagai solusi yang komprehensif bagi permasalahan akuakultur di Indonesia, tambah beliau yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor IV UNSOED. Hal ini sejalan dengan rencana UNSOED yang akan bekerjasama dengan Satgas REDD+ dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan hidup berbasis hutan mangrove yang baru saja digagas inisiasinya.

Dalam acara yang dihadiri oleh Sekretaris Menko Kesra, Prof. Dr. Indroyono Soesilo, M.Sc dan S delegasi UNSOED mempresentasikan “Rural Community Empowerment though Integration of Aquaculture, Agriculture and Animal Husbandry in Coastal & in Land Ecosystem“  yang dalam hal ini dipaparkan langsung oleh Pembantu Rektor IV UNSOED dengan didampingi oleh Dekan Fakultas Sains & Teknik UNSOED, Ir. Purnama Sukardi, Ph.D., Ketua Program Studi S2 Ilmu Peternakan Program Pascasarjana UNSOED, Dr. Ir. M. Batta, Ketua Pusat Pengembangan Teknologi LPPM UNSOED, Dr. Ir. Saparso dan Staf Ahli Rektor Bidang Kemitraan, Dr.rer.nat Erwin Riyanto Ardli.

Dalam paparan tersebut, UNSOED mendapat apresasi yang positif dari berbagai kalangan, baik pihak Indonesia sendiri maupun Amerika Serikat. Hasil dari pertemuan tersebut mengerucut pada dipilihnya UNSOED pada tahun depan, sebagai pusat pelatihan bagi para fasilitator untuk kegiatan pengembangan pemberdayaan desa mandiri dan sejahtera. Tidak hanya itu, UNSOED juga dipercaya untuk mendirikan CREATE (Center for Rural Empowerment & Appropriate Technology Enhancement) yang diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan tekonologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan.

Proficiat UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah ! (Wis)

Bahasa Indonesia

Kategori: