Profil Peneliti

Karseno

Gelar: 

SP., MP., PhD.

Pendidikan: 

Fakultas: 

Pertanian

Lulus Tahun: 

2009

Program Studi: 

Ilmu dan Teknologi Pangan

Riset Interest: 

Pengolahan dan Perbaikan Mutu Gula Kelapa

Deskripsi Personal: 

Karseno, PhD,  merupakan dosen di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang diembannya sejak tahun 1997. Mulai tahun 2017 ia diberi amanah menjadi Kaprodi Magister Ilmu Pangan. Karseno menyelesaikan program Sarjana di Fakultas Pertanian Unsoed tahun 1995, program S2 dalam bidang Ilmu Pangan lulus pada tahun 2001 dari UGM Yogyakarta dan program doktor dalam bidang Applied Biopharmaceutical Sciences diselesaikan tahun 2009 dari Osaka University, Jepang. Karseno pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Jurusan Teknologi Pertanian, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Ketua Redaksi Jurnal Pembangunan Pedesaan, LPPM Unsoed dan Sekretaris Pusat Penerapan dan Pengembangan Hasil Penelitian, LPPM Unsoed.

Karseno aktif melakukan penelitian dan mengaplikasikan hasil penelitiannya melalui pengabdian kepada masyarakat terutama yang terkait dengan pengolahan dan perbaikan mutu gula kelapa. Perhatiannya terhadap perbaikan mutu gula kelapa karena produk ini merupakan produk unggulan daerah Banyumas di mana Unsoed berada dan juga menjadi produk unggulan nasional. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan utama maupun bahan pembantu dalam pembuatan berbagai produk makanan dan minuman, oleh karena itu diperlukan ketersediaan gula kelapa yang berkualitas.

Mutu gula kelapa sangat ditentukan oleh kualitas bahan bakunya yaitu Nira Kelapa. Kendala utama yang sering dihadapi produsen gula kelapa (perajin gula kelapa) adalah terjadinya kerusakan nira kelapa akibat kontaminasi mikrobia. Nira yang rusak mengakibatkan menurunnya mutu gula kelapa yang dihasilkan sehingga berdampak terhadap nilai jual produk yang merugikan perajin gula kelapa. Upaya yang dilakukan perajin gula kelapa untuk mencegah kerusakan nira adalah dengan penggunaan antimikrobia (pengawet nira). Hal yang memprihatinkan Karseno adalah masih banyaknya perajin gula kelapa yang menggunakan pengawet nira sintetis (sodium metabisulfit).  Penggunaan pengawet sintetis berdampak kurang baik bagi kesehatan konsumen terlebih konsentrasi yang digunakan perajin gula kelapa umumnya jauh melebihi ambang batas yang direkomendasikan aman. Selain berdampak kurang baik bagi kesehatan konsumen, penggunaan pengawet nira sintetis ini juga tidak mendukung dan sejalan dengan upaya dan gerakan untuk menghasilkan gula kelapa yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu perlu diciptakan pengganti pengawet nira sintetis dengan pengawet nira alami.

Untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan tersebut, sejak tahun 2010 Karseno melakukan serangkaian penelitian untuk membuat pengawet nira alami. Salah satu inovasi pengawet nira yang dihasilkan Karseno adalah pengawet nira alami instan dengan nama TANGKIS. TANGKIS dibuat dengan memformulasikan bahan-bahan alami sehingga produk ini adalah food grade. Selain mampu mempertahan mutu nira, penggunaan TANGKIS juga menghasilkan gula kelapa yang berkualitas dan kaya antioksidan sehingga gula kelapa yang dihasilkan berpotensi sebagai sumber pangan fungsional. Pengawet nira alami instan TANGKIS telah mendapatkan Paten Sederhana No. P00201402854 dan Merk No. D002016053582. Melalui berbagai bentuk kegiatan, TANGKIS terus disosialisasikan dan diaplikasikan  di sentra-sentra perajin gula kelapa. Kini produk TANGKIS sudah banyak digunakan di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya dan mulai dirasakan manfaatnya oleh perajin gula kelapa.

Melalui karya inovasi TANGKIS tersebut, Karseno berhasil mencatatkan namanya di dalam buku 106 Inovasi  Indonesia Prospektif tahun 2014 dan menjadikannya terpilih sebagai dosen berprestasi I tingkat Universitas Jenderal Soedirman tahun 2015 serta  menghantarkannya pula menjadi salah satu finalis dosen berprestasi Nasional tahun 2015.