Profil Peneliti

Ning Iriyanti

Gelar: 

Prof., Dr., Ir., MP.

Pendidikan: 

Fakultas: 

Peternakan

Lulus Tahun: 

2006

Program Studi: 

Peternakan

Riset Interest: 

Bioteknologi Pakan

Email: 

ningiriyanti@gmail.com

Deskripsi Personal: 

Prof., Dr., Ir., Ning Iriyanti., MP. merupakan salah satu Profesor Bioteknologi Pakan pada Fakultas Peternakan UNSOED dan merupakan Profesor ke-63 UNSOED dan ke-18 pada Fakultas Peternakan UNSOED. Lahir di Banyumas, 11 Maret 1964, Profesor yang tertarik dalam meneliti bidang pakan khususnya pakan ternak mencoba melihat kandungan gizi omega 3 yang terdapat pada kuning telur ayam.

Omega 3 merupakan asam lemak tidak jenuh rantai panjang yang berfungsi membantu perkembangan daya pikir (otak), penajaman penglihatan (mata) dan peningkatan fungsi hormon steroid (estrogen dan testosteron), disamping itu metabolisme asam lemak omega 3 akan menghasilkan senyawa yang mampu mengurangi terjadinnya terjadinya peradangan, mencegah agregasi platelet dan mengurangi resiko terkena serangan penyakit jantung.

Istri dari alm. Prof. Drs. Agus Irianto, M.Sc., Ph.D ini menemukan beberapa hasil percobaan bahwa penggunaan omega 3 dapat menurunkan resiko arteriosklerosis, menurunkan kandungan very low density lipoprotein kolesterol dan trigliserida pada hewan percobaan dan manusia. Di samping dapat menurunkan resiko terserang penyakit jantung, juga dapat menghambat pertumbuhan prostat, kanker payudara dan kehilangan sistem  imun (Lewis et al., 2000),  penurunan VLDL plasma, menurunkan gejala hyperlipidemia, meningkatkan proses pembekuan darah, menurunkan tekanan darah systolic dan diastolic dan menurunkan artheriosclerosis  (Leskanich dan Noble, 1997), Omega 3 PUFA sangat essensial untuk pertumbuhan normal, perkembangan dan pencegahan terhadap gejala gangguan jantung koroner, hipertensi, kanker, imunitas, inflammasi (Meluzzi et al., 2000; Lewis et al., 2000; Simopoulos, 2000). Mengingat sangat pentingnya fungsi omega 3 untuk menjaga kesehatan bagi konsumen serta mengingat konsumen cenderung mempunyai ketergantungan akan produk ternak terutama telur sebagai pemenuhuhan kebutuhan protein hewani yang murah dan mudah diperoleh, maka diupayakan untuk membuat “TELUR-OMEGA-3”. Telur yang mengandung omega 3 dapat diperoleh dengan pemberian pakan yang mengandung omega 3. Omega 3 banyak terdapat pada minyak ikan lemuru dengan kandungan asam lemak jenuh ganda sebesar 58,418 mg/ gram  (Rusmana, 2010).

Minyak ikan lemuru sampai saat ini masih merupakan limbah yang belum termanfaatkan, sesungguhnya berpotensi sebagai sumber asam lemak omega 3 ketika digunakan sebagai bahan penyusun ransum ayam. Minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) merupakan limbah hasil pengolahan ikan lemuru dari proses pengalengan dan proses pembuatan tepung ikan. Ikan lemuru yang terkenal di perairan laut Indonesia adalah Sardinella longiceps yang produksinya sangat melimpah dengan harga yang relatif murah.  Hasil penelitian Iriyanti et al. (2007), penggunaan minyak ikan lemuru sampai 7,5% peningkatan jumlah folikel dan hormon estradiol dan hormon testosteron, penurunan kolesterol telur.

Hasil penelitian Iriyanti et al. (2011) bahwa penggunaan minyak ikan lemuru sebesar 5% sebagai sumber omega 3 dalam pakan ayam kampung berpengaruh terhadap warna kuning telur, menurunkan kandungan lemak dan  kolesterol pada serum darah dan kuning telur. Minyak ikan lemuru sebagai sumber omega 3 akan terserap dengan baik apabila diimbangi dengan pemberian minyak kelapa sawit, dengan perbandingan 4:3. Hasil penelitian ini  menghasilkan kadar lemak, kolesterol yang rendah serta asam lemak tidak jenuh dan asam lemak omega 3 yang tinggi. Hal ini yang menyebabkan  telur omega 3 lebih baik dibandingkan dengan telur biasa (Iriyanti dkk., 2011).

Pembuatan telur omega 3 melalui pakan ayam adalah dengan pencampuran minyak kelapa sawit dengan minyak ikan lemuru dengan perbandingan 4:3 dicampurkan lebih dahulu dengan bahan pakan berupa dedak sampai tercampur rata selanjutnya dicampurkan dengan bahan-bahan pakan lain seperti jagung, tepung ikan, bungkil kedele. Campuran bahan pakan diberikan minimal satu bulan untuk menghasilkan telur omega-3 yang baik. Hasil penelitian sudah diterapkan di Peternakan : “BINA TERNAK” desa Kendalrejo Kec.Petarukan Kab.Pemalang bekerjsama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab.Pemalang. Pelanggan telur omega 3 adalah: ibu-ibu yang mempunyai Balita, para sinse, dan pekerja yang membutuhkan stamina tinggi.