Profil Peneliti

Rifda Naufalin

Gelar: 

Prof. Dr.,S.P.,M.Si.

Pendidikan: 

Deskripsi Personal: 

Kejelian melihat kebutuhan dan masalah masyarakat merupakan hal penting yang harus dimiliki peneliti.  Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Unsoed, Dr Rifda Naufalin M Si berhasil meraih berbagai penghargaan dan prestasi dari kejeliannya meneliti Kecombrang.   “Awalnya saya meneliti pengawet alami berbahan dasar kecombrang karena banyaknya pengawet sintetis yang beredar yang sangat berbahaya”, jelasnya.  Melihat potensi Kecombrang sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan dibudayakan, Rifda akhirnya melakukan penelitian terhadap tanaman yang juga berharga murah di pasaran ini.  “Saya meneliti Kecombrang sejak 2003 untuk Desertasi saya dan terus berkembang hingga sekarang”, lanjutnya. 

Hasil temuannya pengawet alami berbahan dasar Kecombrang, beberapa waktu lalu menjadi Juara I dalam gelaran Inovasi Agroteknologi Indonesia Tahun 2013.  “Saya tidak mengira akan menjadi yang terbaik, awalnya diseleksi dari 496 proposal dari Seluruh perguruan Tinggi di Indonesia kemudian dipilih 39 Judul”, jelasnya.  Setelah masuk 39 besar, masing-masing peserta diminta untuk presentasi wawancara dan memamerkan produknya.  “Pada saat diumumkan menjadi Juara I saya kaget juga”, ungkapnya.  Barangkali diantara beberapa alasan pengawet alami kecombrang menjadi Juara I adalah karena telah memiliki paten, bisa diproduksi dalam jumlah besar, mudah ditemukan bahan dasarnya, dan ada produknya.  Hingga saat ini Dr. Rifda tercatat telah memiliki tiga paten dari Kecombrang ini. 

Berbagai penghargaan lain juga diraih Alumni S1 ITP Unsoed ini diantaranya menjadi salah satu dari 104 Inovator Indonesia di Tahun 2012, peraih Unsoed Award bidang penelitian Tahun 2012, Dosen Berprestasi Tingkat Universitas, dan penyaji serta peneliti terbaik dalam berbagai kesempatan.  Atas berbagai penghargaan ini Rifda juga berterimakasih kepada Prof.Dr. Herastuti yang memberikan berbagai saran tentang Kecombrang ini.  “Beliau yang awalnya mendorong saya melakukan penelitian terhadap Kecombrang, saya sangat berterima kasih kepada beliau”, katanya.

Rifda memiliki harapan untuk merealisasikan pengawet alami kecombrang dalam skala industri.  “Dengan banyaknya pengawet alami berbahan dasar kecombrang yang diproduksi maka dapat digunakan untuk berbagai industri makanan sehingga bisa mengurangi penggunaan pengawet sintetis”, ungkapnya.  “Saya juga berharap dengan industri kecombrang akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan petani lokal di Banyumas”, lanjutnya.

Sebagai seorang pendidik, Rifda juga berharap kepada para mahasiswanya agar selalu jeli melihat persoalan masyarakat.  Selain belajar di kampus, Rifda berharap para mahasiswanya aktif melihat kondisi masyarakat sehingga membuat solusi atas masalah masyarakat.  “Seringlah melihat kondisi masyarakat dan memahami apa yang mereka butuhkan sehingga termotivasi menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat”, jelasnya.