Profil Peneliti

Retno Supriyanti

Gelar: 

Dr. Eng.,S.T.,M.T.

Pendidikan: 

Deskripsi Personal: 

Dr. Eng. Retno Supriyanti, ST, MT, dosen jurusan teknik elektro Fakultas Sainstek Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto,  berhasil membuat alat dan software untuk mendeteksi dini penyakit katarak.

Katarak adalah perubahan lensa mata yang seharusnya jernih dan tembus pandang menjadi keruh, akibatnya objek yang dilihat menjadi kabur dan meyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas. Normalnya lensa mata jernih. Bila terjadi proses katarak, lensa menjadi buram seperti kaca susu. Apabila proses ini dibiarkan, maka lama kelamaan mata akan mengalami kebutaan.

Katarak terjadi secara perlahan-lahan, sehingga penglihatan terganggu secara beragam sesuai tingkat kekeruhan lensa. Katarak tidak menular dari satu mata ke mata yang lain, namun dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan.

Saat ini, biasanya dokter spesialis mata menggunakan slit-lamp ataupun optalmoskop. Pada umumnya dokter spesialis mata akan menggunakan alat ini untuk menentukan jenis, kekeruhan dan letak dari katarak, serta untuk membedakannya dari penyakit mata lain yang mempunyai gejala mirip dengan katarak.

Alat yang ditemukannya simpel, karena menggunakan kamera digital. “Temuan ini dari hasil desertasi saya di Nara Institute of Science and Technology, Jepang, bersama tim,” ungkapnya.  Ia melanjutkan, metode tersebut sudah mendapatkan dua patent, yaitu dari Japan Patent dengan nomor  2008-035367 dan International Patent dengan nomor PCT JP2009/52572.

Alat ini sangat membantu dalam deteksi dini katarak dan telah digunakan dalam berbagai even bakti sosial di berbagai Kabupaten.  Bahkan dalam acara pameran teknologi Inovasi di Semarang tahun lalu, alat ini termasuk yang paling banyak menarik minat pengunjung dan mendapat apresiasi banyak pihak.