Profil Peneliti

Ismoyowati

Gelar: 

Prof.Dr.,MP

Pendidikan: 

Deskripsi Personal: 

Prof.Dr.Ismoyowati, MP adalah Profesor di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman yang konsisten meneliti unggas.  Unggas lokal termasuk itik, memiliki peran yang besar dalam penyediaan protein hewani asal ternak.  Unggas (ayam dan itik) memberikan kontribusi konsumsi protein hewani asal ternak sebesar 65,53% sedangkan non unggas sebesar 34,47%.  Hal ini perlu didukung riset yang memadai pada unggas agar prosuktivitas dan efeksitivasnya meningkat dan menguntungkan peternak.  Prof Dr Ismoyowati MP menangkap persoalan tersebut dan konsisten melakukan penelitian terhadap Itik utamanya itik lokal.  Hal ini dilakukannya agar produktivitasnya dapat meningkat dan menguntungkankan peternak.  “Apalagi produksi daging nasional lebih dari 63% berasal dari ternak unggas, dan itik lokal memberikan kontribusi sebesar 34,84 ribu ton pada tahun 2015 lalu,” jelasnya.  Berbagai risetpun dilakukannya terhadap itik bahkan hingga berhasil menyilangkan antara itik dan entog lokal yang diberi nama tiktok. 

Meneliti unggas dan melakukan penelitian di laboratorium membuat Profesor kelahiran Klaten ini sangat memahami karakter Itik terutama itik lokal.  Baginya itik lokal Indonesia merupakan plsma nutfah yang harus dilestarikan.  “Tentunya tujuan akhirnya adalah kesejahteraan pula bagi peternak,” lanjutnya.  Selain dimanfaatkan dagingnya, telur itik juga sangat digemari.  “Telur itik banyak diolah sebagai "telur asin" atau "thousand year eggs” (alkalized eggs/telur hitam) yang merupakan tradisi lama di Cina dan negara-negara Asia lainnya,” jelasnya.  Di Indonesia terdapat beranekaragam itik lokal yaitu itik yang terdapat di Pulau Jawa (itik Tegal, itik Magelang dan itik Mojosari), itik Bali di Pulau Bali dan itik Alabio di Kalimantan Selatan dan sebaginya.  “Itik Indonesia merupakan keturunan dari persilangan beberapa itik lokal dengan itik impor sehingga ada beraneka ragam warna bulu  dan nama itik.  Oleh karena itu, itik-itik tersebut masih mempunyai keragaman genetik yang tinggi, baik secara morfologi tubuh maupun tingkat produktivitasnya,” ungkapnya.  Berbagai penelitiannya tentang keragaman genetik itik lokal dapat digunakan sebagai data base untuk peningkatan mutu genetik dan pengembangan itik lokal yang dapat dilakukan melalui seleksi dan sistem perkawinan.

Konsistensinya meneliti Itik mengantarkannya meraih gelar Profesor Universitas Jenderal Soedirman di bidang Ilmu Peternakan.  Sebelumnya Ismoyowati juga terpilih sebagai dosen berprestasi beberapa tahun lalu.  Ibu dua anak ini juga sukses mempublikasikan puluhan karya ilmiahnya di Jurnal Internasional maupun nasional yang hampir seluruhnya berkaitan dengan Itik.  Selain itu Ismoyowati juga menghadiri berbagai seminar internasional dalam rangka diseminasi hasil-hasil risetnya. Konsistensi adalah kata yang sangat dipegangnya.  “Sebagai ilmuwan kita perlu teguh dan memiliki komitmen untuk terus melakukan riset di bidang ilmu kita, “ jelasnya.  Hal ini diharapkan dapat mendorong terus perkembangan ilmu pengetahuan dan hasil riset yang akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat. 

Sebagai seorang ibu, terkadang kesibukannya menyita banyak waktu untuk keluarganya.  Akan tetapi kualitas pertemuan yang terus dilakukannya membuat keluarganya juga sangat hangat dan saling mendukung satu sama lain.  “Suami dan anak-anak yang selalu mendorong saya untuk terus maju dan mendoakan saya dengan penuh ketulusan,” jelasnya.

Saat ini, Ismoyowati berharap agar ia dapat terus melakukan riset yang bermanfaat untuk masyarakat dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.  Seperti Kartini, Dosen bioteknologi ternak di Fakultas Peternakan Unsoed ini juga ingin berkontribusi.

Daftar Penelitian: 

Penelitian 5 Tahun Terakhir diantaranya :

  1. Peningkatan daya tahan tubuh, produksi serta kualitas daging dan telur itik lokal dengan pemanfaatan fitobiotik sebagai MFP (multi function phytobiotic) (Lanjutan)
  2. Penetapan karakteristik genetik berbasis single nucleotide polimorfisms (SNP)  terkait dengan sifat produksi sebagai dasar seleksi pada itik lokal indonesia
  3. Peningkatan daya tahan tubuh, produksi serta kualitas daging dan telur itik lokal dengan pemanfaatan fitobiotik sebagai MFP (multi function phytobiotic)
  4. Optimalisasi Interaksi Genetik dan Pakan untuk menghasilkan Itik Pedaging Rendah Lemak
  5. Optimalisasi Interaksi Genetik dan Pakan untuk menghasilkan Itik Pedaging Rendah Lemak
  6. Parameter Hematologik dan Imulogik sebagai Dasar Seleksi Unggas Air dengan Daya Tahan Tinggi Terhadap Avian Influenza (AI) dan Perubahan Iklim (Tahun ke-2)
  7. Parameter Hematologik dan Imulogik sebagai Dasar Seleksi Unggas Air dengan Daya Tahan Tinggi Terhadap Avian Influenza (AI) dan Perubahan Iklim (Tahun ke-1)
  8. Karakterisasi lokus mikrosatelit pada ayam Kedu sebagai dasar  strategi program perbibitan
  9. Isolasi Dan Identifikasi Dna Itik Lokal Untuk Memperoleh Keragaman Genetik Sebagai Sumber Gen-Gen Unggul