Profil Peneliti

Loekas Susanto, Prof.Ir.,Ph.D

Pendidikan: 

Deskripsi Personal: 

Prof.Ir Loekas Susanto, MS.,Ph.D menemukan pengendali hayati tanaman atau biopestisida yang tidak hanya aplikatif tapi juga menyelesaikan berbagai persoalan petani.  Adalah Bio P60 dan Bio T10, dua temuannya yang telah disosialisasikan di berbagai tempat di seluruh Indonesia menjadi solusi atas permasalahan hama yang sebelumnya tak teratasi.  Terlebih dengan adanya MEA, produk pertanian Indonesia yang ingin bersaing harus bebas pestisida kimia.  Temuan Profesor pada Fakultas Pertanian ini tidak hanya berhasil mengatasi hama, namun juga menjadi harapan agar produk pertanian Indoensia bersaing di pasar global.  BioP60 adalah pengendali hayati tanaman berbasis bakteri, sedangkan Bio T10 adalah pengendali hayati berbasis jamur.  Keduanya telah diuji coba dan diaplikasikan oleh petani dengan hasil yang sangat menggembirakan.  Bahkan hama yang sebelumnya tidak dapat diatasi menjadi dapat diatasi. 

Prof. Loekas Soesanto, MS., Ph.D mengungkapkan bahwa penelitian ini terus dikembangkan hingga saat ini.  Produk Bio P60 yang berbentuk cair sedang dikembangkan pula bentuk padatnya agar lebih mudah mengirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia.  Prof. Loekas melakukan penelitian ini sudah sekitar 12 tahun.  Berawal dari hasil studi S3 beliau di Belanda dan terus dikembangkan dengan melakukan adopsi dan adaptasi di lingkungan tropis.  Bio P60 saat ini telah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dan telah diterapkan oleh para petani dengan hasil yang menggembirakan.  Saat ini Prof Loekas sering diundang mengunjungi berbagai tempat di seluruh Indonesia untuk mengajarkan teknologinya ini.

Penggunaan Bio P60 tidak hanya sekedar menekan penyakit tanaman hingga 70-80% sehingga meningkatkan produksi pertanian, akan tetapi Bio P60 juga dapat menyelamatkan lingkungan.  Sebagai contoh, para petani kentang di Dataran Tinggi Dieng.  Hasil penelitian menunjukkan, pencemaran tidak hanya terjadi pada lahan pertaniannya akan tetapi juga petaninya.  Bio P60 sudah mulai dicoba di tanaman kentang dan menunjukkan hasil yang menggembirakan yaitu selama dua bulan pertama membebaskan tanaman kentang dari penyakit, padahal biasanya belum dua bulan tanaman kentang sudah berhadapan dengan penyakit.  Hal ini merupakan harapan baru bagi petani kentang.  Lahan pertanian yang kristis karena terlalu banyak pestisida akan berangsur-angsur diperbaiki, di sisi lain para petanipun akan lebih sehat.  Bio P60 juga telah diuji coba pada pertanian bawang merah di Gebang, tomat di Kaliangkrik, kacang tanah dan cabe di Banyumas.  Bio P60 juga sudah diaplikasikan di Aceh, Sumatera, Kalimantan bahkan Sulawesi. Keunggulan Bio P60 lainnya adalah dia tidak sekedar mengendalikan jamur, virus, dan bakteri, namun juga menghasilkan hormon yang merangsang pertumbuhan tanaman.  Hal ini sangat menguntungkan bagi para petani.  Bio P60 juga sangat murah, satu liternya dilepas dengan harga 30rb rupiah dan bisa diencerkan sampai seribu kali sehingga dapat digunakan untuk 2 hektar lahan.

“Pengembangan penelitian ini diawali dari dana hibah kompetisi 3 tahun berturut-turut” demikian Prof. Loekas mengungkapkan.  Di tahap pertama yaitu tahun 2009 Prof Loekas melihat apa yang bisa dihasilkan olehPseudomonas fluorescens P60.  Penelitian awal ini menghasilkan data yang mengejutkan yaitu dengan diketahui bahwa P60 menghasilkan hormon, antibiotik, beberapa enzim, dan stabil terhadap perubahan serta tidak berbahaya bagi manusia.  “Di tahun ke dua (2010) kami membuat formula dengan berbagai limbah seperti limbah tahu, tapioka, sisa-sisa tanaman, berbagai kotoran, bahkan tikus.  Hasilnya cukup potensial”, demikian Prof. Loekas mengisahkan.  Di tahun ke 3, Prof. Loekas kemudian mengaplikasikan di lapangan untuk melihat hasilnya sesuai ketinggian tempat, tanaman, dan penyakitnya.  “Meskipun hibah kompetisi sudah habis, namun kami masih terus mengembangkan penelitian ini dan saat ini sedang di uji coba untuk tanaman padi di Tinggarjaya” demikian jelas Prof. Loekas.

Setelah Bio P60, Prof Loekas juga sudah mengembangkan Bio T10 berbasis jamur.  Dengan temuannya ini Prof Loekas juga mematahkan argumen umum yang selama ini berkembang bahwa jamur tidak dapat tumbuh dalam cairan, nyatanya Prof Loekas berhasil menumbuhkannya menjadi bio pestisida yang ampuh bahkan bisa menekan penyakit tanaman hingga 90%.