Berita

1.115 Mahasiswa UNSOED Diterjunkan ke Desa, Siap Wujudkan KKN Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045

[unsoed.ac.id, Sel, 06/01/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) secara resmi melepas sebanyak 1.115 mahasiswa untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari–Februari 2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045.”

Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed, Selasa (6/1/2026), dan dihadiri pimpinan universitas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta para dosen pembimbing lapangan (DPL).

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN periode ini dilaksanakan selama 35 hari, terhitung mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026. Program KKN terdiri atas KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Nusa Persada.

“KKN Reguler dilaksanakan di enam kabupaten, yaitu Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo, yang tersebar di enam kecamatan dan 70 desa,” jelas Ridlwan.

Ia menambahkan, KKN Tematik Kebencanaan dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Kecamatan Somagede dan Kedungbanteng, serta di Kabupaten Purbalingga yang berlokasi di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, dan Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol. Sementara itu, KKN Nusa Persada dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur.

Lebih lanjut, Ridlwan mengungkapkan adanya inovasi dan transformasi KKN 2026, salah satunya melalui KKN Anti Kekerasan yang bekerja sama dengan Satgas PPKPT Unsoed. Program ini diwujudkan melalui pembekalan khusus serta penerapan posko KKN terpisah antara mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Selain itu, KKN Unsoed juga mengampanyekan Keterbukaan Informasi Publik bagi masyarakat desa. Perwakilan mahasiswa di setiap desa mengikuti Workshop Penyusunan Materi Keterbukaan Informasi Publik yang menghadirkan narasumber dari Komisi Informasi Pusat.

Kegiatan lain yang mendukung pelaksanaan KKN antara lain partisipasi dalam Eksibisi SINAR Ketahanan Pangan, kerja sama KKN Tematik Kebencanaan dengan BPBD Kabupaten Banyumas dan BPBD Kabupaten Purbalingga, pemanfaatan Platform Eldiru sebagai media pembelajaran, serta transformasi digital KKN 2026 melalui kolaborasi Pusbang KKN dan UPA TIK Unsoed.

“Prioritas program kerja kelompok KKN disesuaikan dengan prioritas program desa yang selaras dengan program pemerintah. Dengan demikian, mahasiswa KKN diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan desa secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan,” pungkas Ridlwan.

Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., menegaskan bahwa KKN merupakan program strategis LPPM dalam menjembatani hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“KKN adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal,” ujar Prof. Elly.

Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa secara partisipatif, merancang program pemberdayaan yang kontekstual dan berkelanjutan, mengintegrasikan pendekatan lintas disiplin ilmu, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa.

Sementara itu, Rektor dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sebagai agen transformasi sosial di tengah dinamika perubahan global.

“Konsep kampus berdampak menegaskan bahwa universitas harus memiliki pengaruh nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa menjalankan KKN dengan kerendahan hati, empati, dan etika akademik, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra belajar dan bekerja bersama.

“Setiap langkah kecil yang Saudara lakukan di desa merupakan bagian dari kontribusi besar menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.

Pelepasan KKN ditandai secara simbolis dengan pemakaian atribut KKN oleh para Wakil Rektor, Ketua LPPM, dan Kepala Pusbang KKN Unsoed kepada perwakilan dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa.

Melalui program ini, Unsoed menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing, berjiwa sosial, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963#merdekamajumendunia