Ketimpangan pembangunan antarwilayah serta belum optimalnya sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah menjadi tantangan mendasar dalam mewujudkan pembangunan ekonomi daerah yang merata. Menjawab tantangan tersebut, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menginisiasi kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui pendirian Pusat Perencanaan dan Rekayasa Tata Kelola Pembangunan Daerah.
Kerja sama Bappenas dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini dibentuk untuk mengatasi sejumlah permasalahan mendasar, di antaranya belum optimalnya sinkronisasi kebijakan pusat-daerah, ketimpangan antarwilayah dan ketimpangan proses perencanaan antarwilayah, keterbatasan pemanfaatan data dan analisis pembangunan ekonomi, serta persoalan tata kelola pembangunan ekonomi daerah.
"Kerja sama Bappenas dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sinkronisasi kebijakan pusat-daerah, ketimpangan antarwilayah, keterbatasan pemanfaatan data pembangunan ekonomi, serta persoalan tata kelola pembangunan ekonomi daerah," ujar Wiwiek.
Jadi Mitra Akademik dalam Perencanaan Wilayah Berbasis Bukti
Melalui pusat ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis berperan sebagai mitra akademik dalam menyusun model evidence-based regional planning. Kolaborasi ini mendorong efektivitas perencanaan pembangunan wilayah berbasis pendekatan ekonomi wilayah, serta pengembangan instrumen monitoring dan evaluasi tata kelola dan hasil-hasil pembangunan.
Pusat ini juga berperan dalam pengukuran peningkatan kinerja program dekonsentrasi, pemetaan dan diagnosis potensi serta kapasitas daerah, hingga pengembangan sistem informasi tata kelola perencanaan daerah. Selain itu, pusat ini turut mengembangkan model pembangunan inklusif, memperkuat sinkronisasi perencanaan tata kelola pusat-daerah, serta melakukan diseminasi pengetahuan dan advokasi kebijakan.
Enam Layanan Strategis dalam Satu Ekosistem Bappenas Corner
Sebagai wujud implementasi kerja sama ini, dibentuk Bappenas Corner sebagai pusat layanan yang terintegrasi dengan enam unit strategis, yaitu Innovation & Digital Planning Lab, Policy Repository Center, Fiscal & Development Financing Innovation, Short Course Development Planning, Simulasi Kebijakan Pembangunan, serta Penyediaan Data Pembangunan.
Keenam unit ini dirancang untuk saling terintegrasi guna memperkuat perencanaan pembangunan daerah secara komprehensif, mulai dari penyediaan data, simulasi kebijakan, pembiayaan pembangunan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia perencana daerah melalui program pelatihan singkat.
Melalui inisiatif Pusat Perencanaan dan Rekayasa Tata Kelola Pembangunan Daerah, Wiwiek menegaskan komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam memperkuat kolaborasi strategis dengan lembaga pemerintah pusat, sekaligus menghadirkan riset kebijakan yang aplikatif untuk mendukung penguatan perencanaan pembangunan daerah di seluruh Indonesia.




