Berita

Angkat Social Health dan Cognitive Reserve, Prof. Myrra Vernooij-Dassen Dorong Pendekatan Holistik Demensia di FK Unsoed

[unsoed.ac.id, Rab, 4/3/26] – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) menghadirkan Prof. Myrra Vernooij-Dassen dari Radboud University Medical Center, Belanda, dalam kuliah pakar bertajuk Providing Holistic Care for People with Dementia: Addressing Psychosocial Issues, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini diikuti dosen, mahasiswa kedokteran, serta residen neurologi dan anestesiologi.

Kuliah ini menjadi bagian dari komitmen FK Unsoed merespons peningkatan kasus demensia sekaligus memperkuat pendekatan biopsikososial dalam pendidikan dan layanan kesehatan. Dalam paparannya, Prof. Vernooij-Dassen menyebut prevalensi demensia global mencapai sekitar 25 juta kasus, sementara di Indonesia diperkirakan sekitar 4 juta orang hidup dengan kondisi tersebut.

Ia menekankan bahwa sekitar 45 persen faktor risiko demensia bersifat dapat dimodifikasi. Faktor tersebut meliputi rendahnya pendidikan, isolasi sosial, gangguan pendengaran, dislipidemia, hipertensi, diabetes, stroke, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan depresi. Karena itu, pencegahan dan intervensi dini dinilai sangat strategis.

“Sekitar 45 persen faktor risiko demensia sebenarnya dapat kita intervensi. Artinya, kita memiliki peluang besar untuk memperlambat bahkan mencegah sebagian kasus melalui pendekatan yang tepat,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama adalah konsep social health, yakni kemampuan individu membangun relasi bermakna, mempertahankan otonomi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.

“Isolasi sosial bukan hanya tentang sedikitnya interaksi, tetapi tentang kualitas hubungan dan rasa bermakna di dalamnya. Menjadi bagian yang berarti bagi orang lain sangat berpengaruh terhadap kesehatan kognitif,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan sosial yang aktif, lanjutnya, dapat memperkuat cognitive reserve—kemampuan otak membentuk jaringan alternatif saat terjadi kerusakan.

“Prinsipnya, “use it or lose it”; semakin aktif dan bermakna aktivitas sosial seseorang, semakin besar peluang mempertahankan fungsi kognitif,” tegasnya.

Dalam praktik klinis, ia mendorong skrining dan pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi, termasuk pengelolaan tekanan darah, lemak darah, obesitas, gangguan pendengaran, serta depresi. Berbagai intervensi psikososial seperti rehabilitasi kognitif, terapi okupasi, latihan fisik, terapi musik, hingga pendekatan case management juga dinilai efektif menjaga kualitas hidup pasien.

Prof. Vernooij-Dassen turut menegaskan pentingnya menjaga martabat pasien dan menerapkan shared decision making dalam pengambilan keputusan klinis, serta edukasi keluarga untuk mengurangi stigma.

Kegiatan ini memperkuat komitmen FK Unsoed dalam mengintegrasikan aspek biologis, psikologis, dan sosial dalam praktik kedokteran, sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan dan riset lebih lanjut dengan Radboud University Medical Center.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs3#sdgs4#sdgs17