Berita

Belajar Ruminansia dari Dekat, Mahasiswa FKIP UMP Kunjungi Experimental Farm Fapet Unsoed

 [unsoed.ac.id, Jumat, 02/01/26] Dalam menunjang proses pendidikan berbasis praktik, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) didukung oleh 12 laboratorium serta satu kebun stasiun percobaan Experimental Farm (Expfarm) yang berfungsi sebagai Teaching Farm. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran lapangan, penelitian, sekaligus wahana edukasi bagi masyarakat umum.

Experimental Farm Fapet Unsoed mengelola beragam komoditas ternak, baik ruminansia maupun non-ruminansia. Untuk ternak ruminansia, Expfarm memelihara sapi perah, sapi potong, kambing, dan domba. Sapi potong yang dikembangkan berasal dari berbagai bangsa, antara lain Sapi Peranakan Ongole (PO), Jabres, Bali, Madura, dan Limousin. Adapun ternak non-ruminansia meliputi ayam petelur dan ayam pedaging yang dikelola dengan sistem pemeliharaan modern.

Selain sebagai media pembelajaran mahasiswa Unsoed, Expfarm juga berperan sebagai sarana edukasi publik. Lokasi ini kerap menjadi tujuan kunjungan edukatif dari berbagai kalangan, mulai dari anak TK, SD, SMA, mahasiswa lintas perguruan tinggi, hingga kelompok peternak.

Pada Selasa (31/12/2025), Experimental Farm Fapet Unsoed menerima kunjungan edukasi dari 28 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran luar kelas pada mata kuliah Teknik Pembelajaran Lapangan.

Rombongan mahasiswa disambut di ruang kelas Expfarm oleh Merryafinola Ifani, S.Pt., M.Pt., dosen Laboratorium Produksi Ternak Perah sekaligus pengelola Experimental Farm. Dalam pemaparannya, Merryafinola menjelaskan profil Expfarm beserta komoditas ternak yang dikelola sebagai sarana pembelajaran terapan.

“Ruminansia menjadi salah satu fokus utama pembelajaran di Expfarm karena memiliki sistem pencernaan khas yang mampu memanfaatkan pakan berserat tinggi. Hal ini penting untuk memahami manajemen pakan, kesehatan ternak, dan sistem produksi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberagaman jenis sapi potong memberikan gambaran nyata mengenai perbedaan karakteristik, performa produksi, serta potensi pengembangan ternak lokal dan persilangan. Sementara itu, ternak kambing dan domba dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran pemeliharaan ternak kecil dalam mendukung ketahanan pangan.

Usai sesi pemaparan, mahasiswa diajak berkeliling area kandang untuk melakukan observasi langsung, meliputi kandang sapi perah, sapi potong, domba, serta unit ternak unggas. Selama kegiatan, rombongan didampingi oleh Aris Tarkus Jatmiko, mahasiswa Program Studi D3 Budidaya Ternak yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Kandang (Pawang), yang memberikan penjelasan teknis di setiap titik pengamatan.

Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi kandang Closed House ayam petelur berkapasitas hingga 20.000 ekor guna mempelajari sistem pemeliharaan unggas modern berbasis pengendalian lingkungan.

Perwakilan mahasiswa, Khoerunisa Nafiatulfitri, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif. “Pembelajaran luar kelas memungkinkan mahasiswa melakukan pengamatan langsung dan analisis lapangan sebagai referensi pembelajaran yang kontekstual,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan ini didampingi oleh Mufida Noviana, M.Pd., selaku dosen penanggung jawab. Melalui kegiatan tersebut, Experimental Farm Fapet Unsoed diharapkan terus berkembang sebagai pusat pembelajaran lapangan yang terbuka, edukatif, serta mendukung kolaborasi lintas disiplin dalam dunia pendidikan tinggi.

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963#merdekamajumendunia