[unsoed.ac.id, Sab, 07/02/26] Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., diundang oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. ke Kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pertemuan strategis ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan kerja Menteri sebelumnya ke Kampus Unsoed, guna mempercepat hilirisasi riset unggulan perguruan tinggi agar menjadi kebijakan dan solusi konkret di masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unsoed didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat (WR IV), serta dua peneliti yakni Prof. Dr. Ir. Purnama Sukardi, Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Bata, M.S.
Sementara dari pihak Bappenas, hadir mendampingi Menteri antara lain Wakil Menteri PPN/Bappenas Drs. Febrian Alphyanto Ruddyard M.Si, Penasihat Menteri Dr. Andriyono Kilat Adhi, jajaran staf khusus, serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D.
Undangan khusus dari Menteri Bappenas ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Bappenas ke Unsoed pada Jum’at (23/01/26), dimana pada kunjungan tersebut dipaparkan berbagai inovasi Unsoed yang berdampak bagi masyarakat antara lain : teknologi penggemukan sapi (amanah farm), Neoenkapsulatar (alat nanoemulsi untuk menghasilkan produk pakan fungsional akuakultur, varietas padi Protani, Padi Inpari Unsoed 79 Agritan, Drone Intelegen, Drone Sprayer, Soedmastitest (reagen penguji mastitis pada sapi), Pearl Millet (sereal padat nutrisi yang unggul kandungan protein), Kedelai Garuda Merah Putih, Pupuk N-Zeo SR Plus, NE Aoro (Nutrisi Aeroponik Benih Kentang), Anggrek Mutan, bank sampah berbasis komunitas, Pusat Perencanaan dan Rekayasa Pembangunan Daerah, Smart Green House IoT-PLTS, sistem fertigasi berbasis IoT, Pengawet Kecombrang, Mocaf, Tangkis (pengawet nira alami untuk gula kelapa), Madu Klanceng, dan program cetak sawah SID.
Dilatarbelakangi oleh rekam jejak capaian Unsoed yang dinilai menonjol dan berdampak langsung pada pembangunan nasional. Beberapa inovasi dari peneliti Unsoed dinilai telah mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dipaparkan pada kunjungan kerja tersebut
Menteri menilai, berdasarkan paparan profil Unsoed yang disampaikan pada kunjungan kerja Menteri Bappenas ke Unsoed, setidaknya dalam rentang 2022-2026 ada beberapa capaian yang menjadi sorotan meliputi:
- Riset Berbasis Potensi Lokal dan Inovasi Pangan: Unsoed secara konsisten mengembangkan riset di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjawab tantangan kedaulatan pangan nasional.
- Transformasi Akademik: Unsoed mengalami pertumbuhan kuantitas dan kualitas program studi. Tahun 2022 Unsoed baru memiliki 84 program studi, saat ini telah berkembang menjadi 105 program studi. Sedangkan akreditasi Unsoed telah menjadi Unggul yang sebelumnya adalah A.
- Kualitas Riset dan Peneliti Teruji: Hal ini dibuktikan dengan capaian Unsoed dalam mencetak guru besar yang telah konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tahun 2022 unsoed baru memiliki 46 guru besar, saat ini telah bertambah lebih dari 100% yaitu menjadi 139 orang profesor.
Dukungan Anggaran dan Hilirisasi
Menteri PPN menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas riset Unsoed yang dinilai sejalan dengan visi besar Bappenas. Menanggapi rencana pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di berbagai provinsi, Menteri menekankan pentingnya efektivitas anggaran riset.
“Adanya BRIDA (badan riset dan inovasi daerah) dan rencana pembentukan BRIDA dibeberapa daerah propinsi, menurut saya lebih strategis anggaran tersebut untuk diberikan kepada Perguruan Tinggi yang sudah terbukti menghasilkan riset yang berkualitas dan menjawab persoalan yang ada di masyarakat.,” ujar Menteri PPN dalam pertemuan tersebut.
Menteri menilai hasil riset Unsoed sangat bagus dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara masif. Oleh karena itu, Bappenas berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi produk riset tersebut agar tidak hanya berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah, tetapi masuk ke dalam ekosistem industri dan kebijakan publik.
Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Unsoed siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan basis data riset yang kuat untuk mendukung pembangunan manusia dan kebudayaan sesuai arah kebijakan Bappenas menuju visi Indonesia 2034.
Pertemuan ini menjadi titik awal kerja sama yang lebih teknis antara Unsoed dan berbagai kedeputian di Bappenas untuk memastikan setiap inovasi kampus dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.


#unsoed1963#merdekamajumenduniaberdampak#sdgs4#sdgs8#sdgs9#sdgs12
