Publish: 2 November 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 2/11/26] Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Hermika Suryani Harianja, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes), berhasil meraih Juara 2 cabang Lomba Puisi Edukasi dan Orasi Kesehatan dalam ajang The 5th Indonesian Public Health Olympiad (IPHO) 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) tersebut berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Kamis–Jumat (29–30/10/2026). Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa kesehatan masyarakat dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap persoalan kesehatan melalui pendekatan inovatif dan edukatif.
Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa yang akrab disapa Mika ini membawakan puisi berjudul “Napas untuk Indonesia Emas”. Karya tersebut mengangkat keterkaitan antara pembangunan ekonomi, industrialisasi, kualitas lingkungan, dan kesehatan masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Puisi yang saya bawakan mengambil latar perkembangan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan menyoroti tantangan kesehatan lingkungan yang dapat menyertai aktivitas industri, khususnya pencemaran udara dan risiko gangguan kesehatan pernapasan,” ungkap Mika.
Melalui puisi tersebut, Mika ingin menyampaikan pesan bahwa kemajuan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri. Lebih dari itu, pembangunan juga harus memperhatikan kualitas lingkungan serta menjamin perlindungan kesehatan masyarakat.
Karya tersebut menggambarkan pentingnya keseimbangan antara kemajuan industri dan keberlanjutan lingkungan. Pesan ini sekaligus menyoroti perlunya pendekatan promotif dan preventif, peningkatan literasi kesehatan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.
Keberhasilan Mika dalam kompetisi ini tidak terlepas dari proses persiapan dan pendampingan akademik. Selama mengikuti perlombaan, Mika mendapatkan bimbingan dari dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Nur Intan Kartika Sari, S.Tr.Keb., M.P.H. dan Nabela Putri Yanuari, S.K.M., M.Kes.
Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan masyarakat memiliki ruang kontribusi yang luas dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Tidak hanya melalui kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga melalui seni dan komunikasi kreatif yang mampu menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan bermakna.
Capaian Mika diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unsoed untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, serta menghadirkan inovasi dalam menyampaikan isu-isu kesehatan yang relevan dengan tantangan masyarakat. #unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




