Publish: 14 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 14/9/26] Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional di Community Learning Center (CLC) Ladong, Simunjan, Sarawak, Malaysia, pada Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang tinggal di kawasan perladangan Sarawak dan mengikuti pendidikan di CLC Ladong, mulai jenjang PAUD hingga SMP. Di tengah keterbatasan, termasuk persoalan dokumen kependudukan, mereka tetap menunjukkan antusiasme untuk belajar dan memiliki harapan melanjutkan pendidikan.
Tim FISIP Unsoed yang terdiri atas Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si., Prof. Dr. Mite Setiansah, M.Si., dan Dr. Edi Santoso, M.Si., melaksanakan kegiatan tersebut melalui kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).
Dr. Tyas Retno Wulan mengatakan kehadiran FISIP Unsoed merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak PMI yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kesempatan.
“Anak-anak ini punya hak yang sama untuk bermimpi besar, meski hidup jauh dari kampung halaman dan dalam keterbatasan,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk membuka wawasan dan memperluas pilihan pendidikan bagi anak-anak PMI. Ia juga mendorong mereka memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui berbagai jalur beasiswa, seperti ADEM dan ADIK TKI. Pengembangan program KKN internasional juga direncanakan sebagai bagian dari keberlanjutan pendampingan.
PKM mengangkat tiga tema utama, yakni “Menjadi Gen Z yang Cakap dan Aman Digital”, “Dari CLC Menaklukkan Dunia”, dan “Menjadi Jurnalis Media Baru”. Melalui metode interaktif, siswa diajak memahami pentingnya menjaga data pribadi, mengenali modus kejahatan siber, serta memilah informasi di tengah derasnya arus media digital.
Prof. Dr. Mite Setiansah menekankan pentingnya literasi digital agar anak-anak memiliki kemampuan melindungi diri dari berbagai risiko di ruang siber. Sementara itu, Dr. Edi Santoso mengajak siswa meningkatkan kemampuan memilah informasi dan mengenali berita bohong atau hoaks.
Koordinator Penghubung CLC Wilayah Sarawak, Muhamad Rosidin, menjelaskan terdapat 62 CLC di kawasan perladangan Sarawak. Namun, hingga kini baru 16 CLC yang terdaftar secara resmi pada Kementerian Pendidikan Malaysia.
Selain literasi digital, kegiatan juga diisi sesi motivasi pendidikan. Para siswa didorong untuk tekun belajar, memilih lingkungan pertemanan yang positif, dan berani memiliki cita-cita tinggi. Kisah alumni CLC yang berhasil melanjutkan pendidikan di Unsoed menjadi salah satu contoh bahwa latar belakang dan lokasi tempat tinggal tidak harus menentukan batas masa depan.
Kegiatan tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan.
Melalui kegiatan ini, FISIP Unsoed menegaskan komitmen untuk memperluas akses pendampingan pendidikan bagi anak-anak PMI di luar negeri. Kolaborasi dengan KJRI Kuching, SIKK, dan CLC menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak PMI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




