Publish: 2 November 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 2/11/26] Kolaborasi alumni dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Venna Firena, mahasiswa Program Studi S1 Biologi, Fakultas Biologi Unsoed, berhasil meraih penghargaan Best Presenter kategori Online dalam The 4th International Student Symposium (SIMIT) 2026 yang diselenggarakan pada 17–18 Oktober 2026 di Ankara, Turki, dan secara daring.
SIMIT 2026 diikuti peserta dari Indonesia, Turki, dan sejumlah negara lainnya. Berdasarkan berita acara kegiatan, terdapat 127 pendaftar dengan 81 abstrak terpilih untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Dari jumlah tersebut, 55 peserta berhasil melaju ke tahap presentasi lisan (oral presentation). Peserta yang lolos berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana (S1), magister (S2), doktoral (S3), hingga kalangan profesional.
Dari total 13 penghargaan yang diberikan, tujuh di antaranya diraih oleh mahasiswa jenjang sarjana. Salah satunya adalah penghargaan Best Presenter kategori Online yang berhasil diraih Venna Firena.
Dalam ajang tersebut, Venna mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Food Contamination Mechanisms and Safety Protocols in the National Free Nutritious Meal (MBG) Program: A Systematic Review”. Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara alumni dan mahasiswa Unsoed yang melibatkan Mochammad Rezky Darmawan dari Department of Biology, Ege University, İzmir, Turki; serta Fajar Fatkhurrohman, Pramudya Wisanggeni, dan Haris Raditya Subandrio sebagai peneliti independen di Indonesia. Keempatnya merupakan alumni Fakultas Biologi Unsoed.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan mahasiswa Unsoed, yakni Venna Firena dari Program Studi S1 Biologi, Melvina Luthfiyah dari S1 Biologi Terapan, Ayu Mariyam dari S1 Mikrobiologi, serta Slamet Nurul Illahi dari S1 Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian.
“Kajian ilmiah tersebut mengangkat mekanisme kontaminasi pangan, dan penerapan protokol keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini menyoroti pentingnya langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kontaminasi yang dapat memengaruhi keamanan makanan dan kesehatan penerima manfaat program,” kata Venna.
Melalui kajian tersebut, tim merekomendasikan penguatan prosedur keamanan pangan, penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), peningkatan higiene dan sanitasi penjamah makanan, serta pemantauan suhu dan waktu penyimpanan maupun distribusi makanan. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat pelaksanaan program MBG agar berjalan aman dan sesuai dengan tujuan.
Mochammad Rezky Darmawan selaku penulis utama menyampaikan bahwa proses penyusunan artikel melalui diskusi dan analisis melahirkan harapan agar setiap program pemerintah senantiasa memperhatikan aspek pencegahan dan masukan dari berbagai pihak.
“Seiring dengan proses penulisan dan analisis atas gagasan yang kami diskusikan, tersirat harapan agar setiap program pemerintah senantiasa disertai langkah-langkah preventif dengan mempertimbangkan masukan dari para ahli maupun masyarakat, sehingga tujuan program dapat tercapai secara tepat,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam SIMIT 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan alumni Unsoed untuk memperluas jejaring akademik, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mempresentasikan hasil kajian ilmiah di forum internasional. Kolaborasi lintas institusi dan lintas generasi ini sekaligus menunjukkan kontribusi sivitas akademika dalam menghasilkan gagasan ilmiah yang relevan dengan persoalan masyarakat.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Unsoed untuk terus mengembangkan kapasitas akademik, menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat, serta mengambil bagian dalam berbagai forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




