Publish: 28 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 28/9/26] Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mencatat capaian 100 persen kelulusan first taker Uji Kompetensi Nasional. Capaian tersebut diraih PSPPA Unsoed Angkatan 18 dan menjadi bagian dari keberhasilan 80 lulusan yang mengikuti Pengambilan Sumpah Apoteker, Senin (28/9/2026).
Dekan FIKes Unsoed, Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.K.M., M.Sc., menyebut capaian tersebut sebagai sejarah baru bagi PSPPA Jurusan Farmasi Unsoed. “Ini merupakan pertama kalinya kelulusan 100 persen diraih dan menjadi hadiah terindah bagi PSPPA Jurusan Farmasi Unsoed serta diharapkan menjadi inspirasi bagi angkatan-angkatan berikutnya,” katanya.
Ketua Jurusan Farmasi Unsoed, Dr.nat.techn. apt. Hendri Wasito, M.Sc., mengatakan sebanyak 80 mahasiswa dinyatakan lulus PSPPA pada yudisium periode Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 19 lulusan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
“Selamat kepada seluruh lulusan atas capaian membahagiakan tersebut. Jangan berhenti pada prestasi akademik, karena setelah hari ini masyarakat tidak akan hanya melihat berapa nilai yang saudara peroleh, tetapi seberapa besar mereka dapat mempercayai saudara. Di situlah sesungguhnya makna seorang apoteker,” ujarnya.
Menurut Hendri, capaian akademik tersebut sejalan dengan penguatan mutu institusi. Pada 2026, Program Studi Sarjana Farmasi dan PSPPA Unsoed memperoleh akreditasi Unggul dengan masa berlaku lima tahun. Capaian ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pengalaman praktik profesi, serta kesiapan lulusan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Ia juga mengingatkan bahwa sumpah apoteker merupakan komitmen kepada Tuhan, profesi, dan masyarakat. Karena itu, apoteker baru dituntut tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga menjaga adab, moral, etika, integritas, serta mengutamakan keselamatan pasien.
Sambutan Plt. Rektor Unsoed yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Ir. Suroso, S.T., M.Eng., IPU., menegaskan pentingnya tanggung jawab tersebut. “Di balik setiap resep, ada seorang manusia yang sedang berharap sembuh. Di balik setiap obat, ada keluarga yang sedang menaruh harapan. Di balik setiap keputusan seorang apoteker, ada keselamatan dan kualitas hidup seseorang yang harus dijaga,” ujarnya.
Prof. Suroso berpesan agar para apoteker tidak memandang obat sekadar sebagai produk, tetapi melihat manusia di baliknya. Perkembangan artificial intelligence, digitalisasi kesehatan, bioteknologi, dan personalized medicine juga menuntut apoteker memadukan science, skill, ethics, dan compassion dalam menjalankan profesi.
Perwakilan apoteker baru, apt. Gilas Pandu Nur Fakhri, S.Farm., mengungkapkan bahwa pengalaman Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di rumah sakit menjadi salah satu pembelajaran penting. Saat mendampingi pasien dalam kondisi kritis, ia menyadari bahwa ilmu farmasi harus memberi manfaat nyata bagi manusia.
“Pengalaman tersebut menyadarkan bahwa ilmu farmasi bukan sekadar untuk menjawab soal ujian, melainkan tentang kehadiran dan manfaat nyata bagi manusia,” ujarnya.
Pengambilan sumpah dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Balai POM Banyumas, organisasi profesi, perguruan tinggi farmasi mitra, jajaran dosen, rohaniawan, serta orang tua lulusan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




