Publish: 12 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 12/10/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) turut berkontribusi dalam pengembangan sepak bola nasional melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Jenderal Soedirman. Meski baru berjalan satu tahun, SSB ini telah membina lebih dari 100 siswa dengan mengintegrasikan latihan sepak bola, dukungan akademik, dan pendidikan karakter.
Pembinaan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan bibit atlet sepak bola yang potensial. Melalui SSB Jenderal Soedirman, Unsoed tidak hanya mendorong siswa menguasai teknik permainan, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim sebagai bekal untuk berkembang di dalam maupun di luar lapangan.
Wakil Ketua SSB Jenderal Soedirman, Rohman Hidayat, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa dukungan fasilitas dan keilmuan menjadi salah satu keunggulan pembinaan di SSB Jenderal Soedirman. Fasilitas tersebut memungkinkan proses latihan didukung pendekatan yang lebih terukur dan komprehensif.
“SSB Jenderal Soedirman sudah berjalan satu tahun dengan siswa lebih dari 100 orang. Kami memiliki sarana dan prasarana yang komplet, mulai dari stadion milik sendiri, fasilitas fitness, tes dan pengukuran, laboratorium biomekanika, hingga layanan gizi dan penanganan cedera,” ujar Rohman, Jumat (9/10/2026).
Keunggulan tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes) Unsoed. Program studi di bidang ilmu gizi serta pendidikan jasmani dan kepelatihan olahraga turut mendukung proses pembinaan. Kolaborasi ini membuka ruang bagi siswa untuk memperoleh pendampingan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga aspek kebugaran dan kondisi fisik.
Pendekatan pembinaan yang terukur juga mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Salah satu wali murid menilai, pemantauan perkembangan anak secara berkala menjadi nilai tambah karena orang tua dapat mengetahui kemajuan sekaligus aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Fasilitasnya sangat lengkap. Yang menarik, di sini ada rapor perkembangan anak yang dipantau dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Orang tua juga diberi tahu apa saja kekurangan anak untuk dibenahi,” ungkap perwakilan orang tua siswa.
Selain kemampuan bermain sepak bola, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam program pembinaan. Siswa didorong untuk bersikap inklusif, menghargai teman tanpa membeda-bedakan, serta memperoleh pendampingan psikologis. Pendidikan dan penanaman nilai-nilai ibadah juga menjadi perhatian dalam proses pengembangan diri para siswa.
Dengan memadukan fasilitas olahraga, dukungan keilmuan, evaluasi perkembangan, dan pendidikan karakter, SSB Jenderal Soedirman diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




