Publish: 31 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 31/7/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menerima kunjungan Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA., ChFA., CSFA., QIA., CFrA., dalam kegiatan Sharing Session yang berlangsung di Gedung Rektorat Unsoed, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor dan para Wakil Rektor Unsoed, jajaran Anggota VI BPK RI beserta tim, para ketua lembaga, kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA), serta tamu undangan dari lingkungan Universitas Jenderal Soedirman. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng. memaparkan berbagai capaian inovasi yang dikembangkan Unsoed sebagai implementasi visi universitas, yaitu diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal.
Rektor menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik dan riset, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
"Seluruh inovasi yang dikembangkan Unsoed berangkat dari potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu dihilirisasikan sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi daerah, serta mendukung pembangunan nasional," ujar Prof. Akhmad Sodiq.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan meliputi pengembangan klaster peternakan sapi potong, Unsoed Closed House, Sapi Amanah Farm, Kandang Ayam Petelur Merah Putih, SOEDMASTITEST, Bhakti Ketahanan Pangan 205, Program Ketahanan Pangan Nusakambangan 2026, Protani, Padi Inpari Unsoed 79 Agritan, Pearl Millet, pupuk NZEO SRPlus, pupuk NK, pestisida hayati P60, anggrek mutan, nutrisi aeroponik benih kentang, nanoenkapsulator, Pusat Perencanaan dan Rekayasa Tata Kelola Pembangunan Daerah, bank sampah berbasis komunitas, Smart Green House berbasis IoT-PLTS, sistem fertigasi otomatis berbasis IoT, pengawet alami kecombrang, mocaf, Tangkis, madu Stingless Bee Honey, Program SID Cetak Sawah Rakyat, hingga berbagai program hilirisasi teknologi tepat guna.
Selain memaparkan inovasi, Rektor juga menegaskan komitmen Unsoed dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat hilirisasi hasil riset dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, Anggota VI BPK RI, Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA., ChFA., CSFA., QIA., CFrA., mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dihasilkan Unsoed. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional.
"Kami melihat Unsoed memiliki potensi yang sangat besar. Perguruan tinggi harus terus bekerja bersama mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Dengan kekuatan tersebut, saya optimistis Unsoed akan semakin berkembang menjadi salah satu kampus terkemuka di Indonesia bahkan di tingkat internasional," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menggali potensi daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. "Pemerintah daerah perlu terus mencari berbagai peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah. Inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan potensi lokal sehingga mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tambahnya.
Kegiatan sharing session berlangsung secara interaktif melalui diskusi mengenai pengembangan inovasi, tata kelola, hilirisasi hasil riset, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.




