Publish: 4 Februari 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 4/2/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar kegiatan kemanusiaan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (29/1/2026), menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Sebanyak 310 warga terdampak memperoleh layanan kesehatan gratis yang diberikan oleh tim medis Unsoed.
Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter spesialis, perawatan gigi, hingga pemberian obat-obatan. Kegiatan ini dikoordinatori oleh dr Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat SpKF MSiMed. Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memetakan kondisi medis warga sekaligus sebagai upaya pencegahan penyakit yang rentan muncul di lingkungan pengungsian.
Cilacap Menurutnya, keterbatasan sarana serta aktivitas bersama dalam jangka waktu lama di lokasi evakuasi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan menjadi risiko yang perlu diantisipasi sejak dini. “Lingkungan yang terbatas dan aktivitas massal dalam waktu cukup panjang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama pada anak-anak dan lansia. Karena itu, skrining dan layanan medis sangat diperlukan,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan fisik, tim Unsoed juga melakukan asesmen psikologis guna mendeteksi potensi trauma yang dialami warga. Pendampingan trauma healing diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penyintas. Dalam kegiatan tersebut, Unsoed turut menyalurkan bantuan logistik berupa 360 paket makanan bergizi, 300 paket perlengkapan kebersihan, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bagi perempuan.
Tim kesehatan melibatkan dokter umum, dokter muda, dokter gigi, psikolog, serta sejumlah dokter spesialis dengan koordinasi dr Lily Kusumasita Burkon MKK. Sejumlah tenaga medis yang terlibat di antaranya dr Ismiralda Okke Putranti SpKK, dr Thianti Sylviningrum SpKK, dr Setiawati MSc, dr Dwi Utami Anjarwati SpMK, dr Tri Lestari SpPK, dr Ariadne SpA(K), Rahmawati Wulansari MPsi, serta drg Ifan Arief Pradana bersama tim RS Gigi dan Mulut Unsoed.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsoed (IDAU), Ikatan Alumni Kedokteran Undip, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Purbalingga, serta mitra swasta dan pelaku UMKM setempat. Di hari yang sama, Tim Kesiapsiagaan Bencana Unsoed melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak untuk mengkaji penyebab kejadian serta potensi risiko bencana lanjutan.
Hasil pengamatan awal dari tim multidisiplin yang terdiri atas pakar tanah, geologi, dan geofisika disampaikan kepada Kodim 0702/Purbalingga, Forkopimda, Sekda Kabupaten Purbalingga, serta BPBD. Ketua tim kajian, Dr Dyah Susanti SP MP, menyampaikan bahwa riset kebencanaan akan terus dilaksanakan selama satu bulan ke depan sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan pemulihan pascabencana berbasis ilmiah.
“Unsoed berkomitmen terus berkontribusi melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanganan bencana, mulai dari tahap mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan melalui program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media memiliki peran penting dalam mempercepat penanganan bencana serta meminimalkan risiko bencana susulan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia




