Publish: 11 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 10/8/26] Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA., melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk membahas penguatan kerja sama di bidang kesehatan. Pertemuan tersebut dihadiri Rektor Unsoed, Para Wakil Rektor, jajaran Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes), serta sejumlah perwakilan TNI.
Dalam pertemuan tersebut, dr. Hadi Juanda menyampaikan bahwa Unsoed memiliki potensi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di lingkungan TNI, khususnya dokter dan dokter spesialis. Kerja sama juga diharapkan dapat dikembangkan pada bidang farmasi dan alat kesehatan.
“Harapannya kita bisa bekerja sama di bidang kesehatan dan farmasi. Unsoed memiliki Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan yang potensinya bisa kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan TNI,” ujar dr. Hadi.
Menurutnya, penguatan kerja sama tersebut juga dapat mencakup pengembangan farmasi dan alat kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian nasional. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin antara TNI dan Unsoed dalam sejumlah bidang, antara lain pembangunan, pertanian, dan peternakan.
“Kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan Unsoed di berbagai bidang tentu menjadi modal yang baik untuk dikembangkan. Ke depan, kami berharap kerja sama tersebut dapat diperluas ke bidang kesehatan, termasuk pendidikan tenaga kesehatan, farmasi, dan alat kesehatan,” ujarnya.
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., menyambut baik rencana penguatan dan perluasan kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin antara Unsoed dan TNI dapat terus dikembangkan melalui bidang kesehatan dengan memanfaatkan kapasitas akademik dan sumber daya yang dimiliki Unsoed.
“Kami menyambut baik rencana kerja sama di bidang kesehatan ini. Unsoed memiliki Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan yang dapat menjadi bagian dari penguatan kerja sama dengan TNI,” ujar Rektor.
Sementara itu, Dekan FIKes Unsoed, Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.K.M., M.Sc., menyampaikan bahwa FIKes telah memiliki pengalaman kerja sama dengan sejumlah rumah sakit TNI, khususnya dalam bidang farmasi dan keperawatan. Menurutnya, peluang kerja sama juga dapat dikembangkan melalui pendidikan lanjutan bagi personel TNI.
“Kami memiliki pengalaman bekerja sama dengan rumah sakit TNI, khususnya dalam bidang farmasi dan keperawatan. Ke depan, peluang ini dapat kita kembangkan, termasuk melalui program pendidikan magister dan doktor bagi personel TNI,” jelasnya.
Ia menambahkan, Unsoed juga membuka peluang bagi personel TNI untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai program yang tersedia, termasuk Program Magister Keperawatan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dalam sesi diskusi, pembahasan diarahkan pada pengembangan pendidikan dokter spesialis, peningkatan kompetensi personel kesehatan TNI, serta peluang kerja sama antara rumah sakit TNI dengan fakultas-fakultas di Unsoed. Kapuskes TNI juga menekankan pentingnya peningkatan keterampilan personel yang bertugas di satuan kesehatan, termasuk personel kompi kesehatan yang belum seluruhnya memiliki latar belakang tenaga kesehatan.
“Kami berharap program-program pendidikan spesialis yang dimiliki Unsoed dapat disosialisasikan kepada jajaran TNI. Dengan demikian, personel yang membutuhkan peningkatan kompetensi maupun pendidikan spesialis memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhannya,” kata dr. Hadi.
Selain kebutuhan dokter dan dokter spesialis, penguatan tenaga dokter gigi juga menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan layanan kesehatan TNI. TNI memiliki ratusan fasilitas kesehatan tingkat pertama serta sejumlah rumah sakit dengan berbagai layanan, termasuk layanan kesehatan gigi.
Melalui pertemuan tersebut, Unsoed dan Pusat Kesehatan TNI menjajaki bentuk kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam bidang pendidikan tenaga kesehatan, pemenuhan kebutuhan dokter dan dokter spesialis, serta pengembangan farmasi dan alat kesehatan.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk melihat berbagai potensi kerja sama yang dapat kita konkretkan bersama. Kami berharap sinergi Unsoed dan TNI di bidang kesehatan dapat memberikan manfaat bagi penguatan sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan,” pungkas dr. Hadi.




