Published: 9 September 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Rab, 9/9/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mewisuda sebanyak 2.447 lulusan pada periode Wisuda ke-162 dan 163. Prosesi wisuda berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (8–9/9/2026), di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed.
Wisuda bertajuk “Sidang Terbuka Senat Wisuda Doktor ke-33 dan 34, Pascasarjana ke-94 dan 95, Profesi ke-77 dan 78, Spesialis ke-7 dan 8, Sarjana ke-162 dan 163, Diploma Tiga ke-141 dan 142 Universitas Jenderal Soedirman” ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus memasuki kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari 2.447 lulusan, sebanyak 57,6 persen meraih predikat dengan pujian atau cumlaude. Dengan tambahan lulusan tersebut, jumlah alumni Unsoed hingga saat ini mencapai 132.459 orang yang diharapkan terus berkontribusi di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Pada hari pertama, wisuda diikuti wisudawan dari Program Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Peternakan, Fakultas Hukum, serta Fakultas Kedokteran. Sementara hari kedua diikuti wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., mengajak para lulusan untuk mensyukuri pencapaian yang telah diraih.
“Tidak ada yang lebih indah selain rasa bersyukur atas pencapaian saudara pada hari yang istimewa ini. Hari ketika perjalanan panjang sebagai mahasiswa mencapai satu titik penting dan berbuah manis,” kata Prof. Ali Rokhman.
Menurutnya, setelah wisuda para lulusan akan kembali menjadi bagian dari dinamika masyarakat, termasuk merintis dan mengembangkan karier profesional. Ia mengingatkan bahwa perjalanan tersebut tidak selalu mudah karena akan ada berbagai tantangan yang harus dihadapi.
“Untuk itu, maka ini semua harus dimulai dari cara pandang kita, tidak ada tantangan yang tidak dapat diselesaikan! Tantangan itu hadir, sejatinya justru untuk menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk menjadi lebih kuat daripada keadaan yang sedang kita hadapi,” ujarnya.
Perwakilan wisudawan hari pertama, Aulia Rahma Ayuninggar dari Fakultas Hukum, mengatakan Unsoed bukan hanya tempat memperoleh pendidikan dan gelar, tetapi juga ruang untuk tumbuh dan mendapatkan pengalaman.
“Universitas Jenderal Soedirman telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kita. Kampus ini bukan sekadar tempat kita memperoleh pendidikan, tetapi juga tempat kita tumbuh dan menemukan banyak pengalaman yang akan kita bawa ke manapun kita pergi,” katanya. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing global.
Sementara itu, perwakilan wisudawan hari kedua, Norika Fajari Rahayu dari Fakultas Ilmu Budaya, yang menegaskan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan baru untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di Unsoed.
“Gelar sarjana ini bukanlah titik akhir, melainkan gerbang awal menuju pengabdian yang lebih luas. Di mana pun kaki kita melangkah kelak, baik di dunia kerja, wirausaha, maupun pendidikan lanjutan, mari kita bawa nilai-nilai kejuangan dan kerakyatan Unsoed untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Perwakilan Alumni dari Fakultas Ilmu Budaya Unsoed , Herman Indartono A.Md yang kini menjabat Chief Executive Officer (CEO) PT Saskara Putera Nusantara, membagikan pengalamannya membangun perusahaan di bidang konstruksi, arsitektur, dan interior yang telah berjalan lebih dari lima tahun serta membuka lapangan kerja bagi alumni dan masyarakat.
Herman mengajak para wisudawan untuk percaya diri dengan kompetensi yang dimiliki, tetap rendah hati, serta berani mengambil kesempatan untuk berkembang dan berkarya di masa depan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
