Published: 17 August 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Sen, 17/08/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat transformasi digital di lingkungan kampus melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gemini Academy for Higher Education, pelatihan intensif bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan administrasi kampus.
Kegiatan yang memanfaatkan layanan Google Workspace for Education Plus tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 6 Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi, yakni khusus tenaga kependidikan pada Kamis (13/8/2026) serta dua sesi bagi dosen pada Jumat (14/8/2026). Setiap sesi diikuti hingga 200 peserta dengan kuota yang telah ditentukan.
Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan akademik maupun administratif. Bagi dosen, materi mencakup penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pembuatan soal ujian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dari bahan presentasi PowerPoint yang dapat diunggah ke portal Eldiru, hingga peringkasan artikel jurnal internasional dalam jumlah besar.
Sementara itu, bagi tenaga kependidikan, pelatihan difokuskan pada pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi, antara lain otomatisasi notulensi, mengonversi tulisan tangan menjadi teks digital, serta membantu menyusun draf surat resmi.
Kepala UPA TIK Unsoed, Prof. Dr. E. Yanuar Eko Restianto, S.E., M.Acc., Ak., mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan kemampuan civitas akademika dalam memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab. “Sekarang zamannya AI membantu pekerjaan manusia. AI itu canggih, tetapi belum tentu pintar. AI baru menjadi pintar jika digunakan oleh orang yang pintar,” tegas Prof. Yanuar.
Menurutnya, pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi tidak semata-mata ditujukan untuk mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan. Karena itu, civitas akademika perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan AI secara bijak sehingga teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerjaan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin civitas akademika Unsoed menjadi pengguna yang berdaya. Teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan pada akhirnya mendukung peningkatan kualitas layanan di lingkungan Unsoed,” ujarnya.
Pelatihan tersebut dipandu oleh instruktur dari ReFO Indonesia, yakni Coach Gusman dan Coach Ardi. Keduanya memberikan pendampingan secara interaktif dan aplikatif dengan mengarahkan peserta untuk langsung mempraktikkan berbagai fitur dan pemanfaatan AI dalam pekerjaan sehari-hari.
ReFO Indonesia merupakan mitra Google for Education di Indonesia yang berfokus pada transformasi ekosistem pendidikan melalui pemanfaatan teknologi. Pendampingan yang diberikan mencakup pelatihan pendidik, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan institusi pendidikan.
Melalui Gemini Academy for Higher Education, Unsoed diharapkan semakin siap membangun ekosistem kerja digital yang adaptif. Pemanfaatan AI secara tepat diharapkan tidak menggantikan peran manusia, melainkan menjadi instrumen untuk membantu civitas akademika bekerja lebih efektif, efisien, dan produktif.
