Published: 31 July 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Jum, 31/7/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk merevolusi sistem tracer study di tingkat nasional. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem pelacakan alumni yang lebih terintegrasi, akurat, dan berdampak bagi peningkatan kualitas lulusan.
Integrasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai serapan lulusan di dunia kerja sekaligus meningkatkan validitas data tracer study perguruan tinggi. Dengan demikian, data yang dihasilkan tidak hanya akurat tetapi juga relevan untuk menyusun kebijakan pendidikan tinggi yang berbasis bukti.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI pada Selasa (28/7/2026). Delegasi Unsoed dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng., didampingi Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., serta Ketua Unsoed Career Portal. Rombongan diterima oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., bersama Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev.
Prof. Norman Arie Prayogo menegaskan bahwa tracer study kini memiliki peran yang jauh lebih strategis dibanding sekadar memenuhi kebutuhan administrasi.
"Tracer study bukan lagi sekadar instrumen akreditasi, tetapi telah berkembang menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan data yang lebih akurat dan bermanfaat bagi pengembangan mutu lulusan," ujarnya.
Menurutnya, dukungan data ketenagakerjaan yang terintegrasi akan memudahkan Unsoed dalam memantau perjalanan karier alumni, mengevaluasi relevansi kurikulum terhadap kebutuhan industri, serta menyusun kebijakan pengembangan kompetensi mahasiswa secara lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unsoed, Dr. Ratna Stia Dewi, menjelaskan bahwa penguatan Unsoed Career Portal menjadi salah satu fokus implementasi hasil kerja sama tersebut.
"Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, layanan karier diharapkan tidak hanya memfasilitasi tracer study, tetapi juga memperluas akses alumni terhadap informasi lowongan kerja, pengembangan kompetensi, jejaring profesional, hingga berbagai program peningkatan kesiapan kerja," jelasnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih komprehensif antara Unsoed, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung transformasi layanan karier perguruan tinggi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan diharapkan mampu membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi ini, Unsoed optimistis dapat menghasilkan lulusan yang semakin kompetitif, memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, serta berkontribusi dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun global. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
