Published: 26 August 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional sebagai program prioritas pembangunan. Melalui rangkaian kampanye " Unsoed Berdampak, Desa Bergerak", Unsoed secara konsisten membumikan riset dan inovasi sains agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Langkah nyata ini diawali salah satunya melalui penyelenggaraan Eksibisi SINAR (Soedirman Nyalakan Asa Rakyat) yang telah digelar di Graha Widyatama Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto pada 3 Desember 2025. Kegiatan yang diprakarsai oleh tim Kampanye Resona Saintek Unsoed ini didukung penuh oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ketua Program Kampanye Resona Unsoed, Dr. Dian Bestari Santi Rahayu, menjelaskan bahwa agenda ini hadir sebagai wadah showcase serta diseminasi teknologi tepat guna ciptaan para akademisi, peneliti, dan inovator kampus. "Melalui Kampanye Unsoed Berdampak, Desa Bergerak, Unsoed terus berupaya membawa ilmu pengetahuan dari laboratorium menuju masyarakat. Kami ingin memastikan sains yang dikembangkan mampu menghadirkan solusi konkret atas permasalahan pangan di lapangan," ujarnya.
Guna menghadirkan dampak yang luas dan aplikatif, rangkaian kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga saat ini. Berbagai kegiatan dikemas secara inklusif dan edukatif .
Hingga bulan Juli 2026 setidaknya rangkaian kampanye SINAR telah berhasil menampilkan berbagai inovasi dalam berbagai media . Hingga saat ini sebanyak 41 video produk riset unggulan yang ditayangkan di media sosial, talkshow edukasi ketahanan pangan, dan berbagai pelatihan oleh dosen praktisi.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Humas Unsoed, Prof. Dr. Sos. Waluyo Handoko, SIP., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi publikasi riset pangan ini. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui mahasiswa KKN menjadi momentum krusial untuk mempercepat diseminasi hasil riset demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan.

