Berita

FIB UNSOED Lahirkan Tiga Doktor Baru di awal tahun 2026, Perkuat Kiprah Akademik di Tingkat Nasional

[unsoed.ac.id, Jum, 13/02/26] Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguatan akademik melalui capaian membanggakan di awal tahun 2026. Tiga dosen FIB Unsoed resmi meraih gelar doktor, yakni Dr. Widya Putri Ryolita, S.S., M.A., Dr. Uki Hares Yulianti, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A., M.Phil.

Dr. Widya Putri Ryolita meraih gelar doktor bidang kajian budaya dari Universitas Sebelas Maret dengan disertasi berjudul *“Kuasa Legenda Kamandaka Versi J. Knebel Terjemahan Sugeng Priyadi terhadap Memori Kolektif Masyarakat Banyumas”*. Penelitian tersebut mengkaji legenda Kamandaka sebagai wacana kuasa yang berperan dalam pembentukan strategi kekuasaan, formasi sejarah, serta reproduksi memori kolektif masyarakat Banyumas, dengan luaran publikasi pada jurnal terindeks Scopus Q4.

“Legenda bukan sekadar cerita rakyat, tetapi juga ruang produksi makna dan kuasa yang membentuk cara masyarakat memahami sejarah dan identitasnya,” ujar Dr. Widya.

Sementara itu, Dr. Uki Hares Yulianti meraih gelar doktor bidang pendidikan bahasa–psikolinguistik dari Universitas Negeri Semarang dengan disertasi berjudul *“Intervensi Gangguan Wicara dan Pola Asuh Bahasa pada Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder”*. Penelitiannya mengkaji bentuk-bentuk gangguan wicara pada anak ADHD, strategi intervensi yang efektif, serta peran pola asuh bahasa orang tua dalam mendukung perkembangan komunikasi anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan wicara pada anak ADHD dapat meliputi gangguan artikulasi, produksi ujaran, koherensi, kesulitan mempertahankan topik, serta gangguan bahasa reseptif. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan intervensi multimodal yang melibatkan terapi, penggunaan media visual, serta kolaborasi aktif antara terapis dan orang tua. Sebagian hasil penelitian ini telah diterima untuk dipublikasikan pada jurnal internasional Scopus Q1, yaitu *APTISI Transactions on Technopreneurship*, melalui artikel berjudul *Technopreneurial Language Development Strategies for Children with ADHD*.

“Pendampingan anak dengan ADHD memerlukan strategi yang terintegrasi antara keluarga, pendidik, dan terapis agar perkembangan komunikasinya optimal,” jelas Dr. Uki.

Adapun Dr. Ririn Kurnia Trisnawati meraih gelar doktor bidang pengutamaan sastra dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran dengan disertasi berbahasa Inggris berjudul *“Feminist Postcoloniality and Deviant Malaysian Female Characters in KL Noir (2013–2014)”*. Penelitian tersebut membahas representasi tokoh perempuan Malaysia sebagai media resistensi dan agensi dalam menghadapi dominasi budaya poskolonial. Dr. Ririn menuntaskan studi doktoralnya dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

“Tokoh-tokoh perempuan dalam karya tersebut menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi medium perlawanan sekaligus afirmasi identitas perempuan di ruang poskolonial,” ungkap Dr. Ririn.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi FIB Unsoed dalam memperkuat kapasitas keilmuan, riset, serta kontribusi akademik di tingkat nasional. Kehadiran tiga doktor baru diharapkan mampu mendorong pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih inovatif dan berdampak.

Dekan FIB Unsoed, Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para dosen yang telah menyelesaikan studi doktoralnya. “Bertambahnya doktor di lingkungan FIB Unsoed menjadi energi baru untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah doktor merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era global yang menuntut kualitas akademik, produktivitas riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi FIB Unsoed sebagai pusat pengembangan ilmu bahasa, budaya, dan humaniora yang adaptif terhadap dinamika global. Dengan bertambahnya tenaga akademik bergelar doktor, fakultas optimis dapat meningkatkan kualitas lulusan, memperluas jejaring riset, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional.

Ke depan, kehadiran tiga doktor baru ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan dan penelitian yang berdampak.

#unsoed1963 #unsoedmerdekamajumenduniaberdampak #sdgs4 #sdgs9 #sdgs17.