[unsoed.ac.id, Jum, 05/02/26] – International Relations Office (IRO) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama yang melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai negara, koordinator dan staf IRO, serta para volunteer. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring internasional dan kebersamaan di lingkungan kampus Unsoed.
Acara yang dipusatkan di lingkungan IRO ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di Unsoed, serta didampingi oleh beberapa mahasiswa Unsoed yang tergabung sebagai volunteer.
Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan berbagai aktivitas interaktif, termasuk sesi ice breaking. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi awarding mahasiswa asing dan volunteer terpilih sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam kegiatan internasionalisasi kampus. Salah satu mahasiswa KNB Awardee, Fahmi (Tailan), berkesempatan menjadi MC pada kegiatan ini. Memasuki acara inti, kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdulrahman (Yemen) dan Muja (Tailan).
Direktur International Relations Office (IRO) Unsoed, Dr. Agus Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk memberikan suasana kekeluargaan bagi mahasiswa internasional, khususnya di bulan suci Ramadan. “Selamat datang di acara ifthar atau buka bersama. Ini memang acara tahunan, namun setiap tahun selalu ada yang berbeda, begitu juga hari ini” ujar Pak Agus.
Beliau mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadikan momen Ramadhan sebagai momen silaturahmi dan kumpul bersama. Tidak hanya itu, dalam kesempatan kali ini Pak Agus juga mengajak teman-teman mahasiswa untuk mempromosikan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Unsoed yang akan ditutup pada 31 Maret 2026.
“Now, we’re in the process of registering KNB. Please share the flyer of KNB Scholarship, Then more people will come to Unsoed,” ujar Pak Agus.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemutaran video. Terdapat dua video yang ditayangkan, salah satunya menayangkan kebersamaan dalam berbagai momen. Suasana semakin haru saat penayangan video perpisahan dari mahasiswa internasional yang akan segera menyelesaikan studinya di Unsoed.
Buka bersama semakin bermakna dengan kultum yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa asing dari Sudan, Elfadill. Beliau mengangkat tema Morals in Islamic and respect to other religions. Beliau menyampaikan bahwa Islam memerintahkan agar kita saling menghormati antar agama. “Allah memerintahkan manusia untuk saling menghormati dan menghargai sesama manusia, seperti yang disebutkan dalam QS. Al-Kafiruun,” ujar Elfadil.
Tidak hanya menghormati, kita juga harus menghargai dan membantu orang lain dalam kebaikan meskipun berbeda agama. Sesama manusia harus menjaga perdamaian, dan setiap orang memiliki hak untuk dihormati dan dihargai. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bahwa kita harus menghormati dan menghargai sesama manusia.
Salah satu agenda menarik dalam kegiatan ini adalah pembuatan konten kreatif bersama berupa ucapan Selamat Idul Fitri oleh seluruh peserta, yang dipandu oleh tim kreatif IRO. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan Unsoed ke kancah global melalui media sosial.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan buka puasa saat adzan Maghrib berkumandang. Buka puasa kali ini mengusung konsep Potluck Party, di mana mahasiswa saling berbagi hidangan yang dibawa secara sukarela untuk dinikmati bersama.
Semua mahasiswa terlihat menikmati hidangan yang disajikan. Momen ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi para mahasiswa asing. Salah satu KNB Awardees, Dorothea dari Tanzania menyampaikan rasa cintanya pada ifthar sore ini.“I love the iftar gathering. Each food has values. Senang, bahagia, dan seru!” ujar Dorothea.
Tidak hanya itu, Elfadil dari Sudan merasa sangat bahagia karena berkesempatan buka bersama dengan IRO. Affan Bottoh dari Tailan mengungkapan rasa kagumnya karena bisa menikmati berbagai makanan dari berbagai daerah.“Ini menjadi kesempatan yang luar biasa. Ini kesempatan sekali seumur hidup,” ungkapnya.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini menunjukkan komitmen Unsoed dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah internasional serta mendukung pencapaian SDGs poin 4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin 17 mengenai kemitraan global.

