Berita

LPMPP Unsoed Dorong Transformasi Pembelajaran MKWK melalui Implementasi AI

[unsoed.ac.id, Senin, 26/01/2026] — Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Workshop Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), Senin (26/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai I Rektorat Unsoed dan diikuti oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia.

Koordinator Pusat Pengembangan Karakter dan Mata Kuliah Wajib Kurikulum Unsoed, Prof. Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan tinggi.

“Perkembangan AI berdampak pada perencanaan pembelajaran, pemberian tugas, hingga proses penilaian mahasiswa. Unsoed memiliki komitmen untuk menyikapi perkembangan AI secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Prof. Heru.

Lebih lanjut disampaikan bahwa MKWK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, literasi, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai kemanusiaan mahasiswa. Menurutnya, dosen Unsoed perlu meneladani nilai-nilai keteladanan Jenderal Soedirman, seperti kejujuran, adaptif, dan pantang menyerah.

“Dengan karakter adaptif tersebut, dosen diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran,” tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Yamin yang mengulas pemanfaatan AI dalam penyusunan buku ajar MKWK. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam merancang kerangka materi, memperkuat alur logis pembahasan, menyederhanakan bahasa akademik, serta menyesuaikan materi dengan capaian pembelajaran lulusan.

“Perkembangan AI membawa transformasi signifikan. Bagi pendidik, ini merupakan peluang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, bukan sekadar sebagai pengganti tenaga manusia,” jelas Dr. Yamin.

Ia juga menekankan lima prinsip utama dalam penggunaan AI di bidang pendidikan, yakni transparansi, verifikasi, orisinalitas, penghormatan terhadap hak cipta, serta pengembangan diri.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ardiansyah yang membahas optimalisasi platform Eldiru dalam pembelajaran MKWK, serta Dr. Hari Siswantoro yang mengulas isu kecurangan dalam pelaksanaan ujian daring dan strategi pencegahannya.

Para peserta mengikuti workshop dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai peluang serta tantangan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Unsoed berharap dosen MKWK mampu memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab guna mendukung transformasi pembelajaran di perguruan tinggi.

Prof. Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P

Prof. Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P

Dr. Muhammad Yamin

Dr. Muhammad Yamin

 

 

 

 

 

 

 

 

Dr. Ardiansyah

Dr. Ardiansyah

Dr. Hari Siswantoro

Dr. Hari Siswantoro

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Workshop Implementasi AI

Peserta Workshop Implementasi AI

Foto bersama Peserta Workshop Implementasi AI

Foto bersama Peserta Workshop Implementasi AI

 

 

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963 #merdekamajumendunia #sdgs4