Berita

Mahasiswa Biologi Unsoed Raih Silver Medal LETIN 7, Tawarkan Inovasi Suplemen Herbal untuk Terapi Lupus Arthritis

[unsoed.ac.id, Sen, 23/2/26] Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi S1 Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Tim mahasiswa berhasil meraih Silver Medal pada ajang Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) 7 yang diselenggarakan oleh Universitas Janabadra, Yogyakarta.

Tim yang terdiri atas Asika Maulida Pasha, Sri Nastiti, dan Nisya Nur Afifah, meraih penghargaan pada Subtema Kesehatan. Kompetisi tersebut dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026, dan diikuti 30 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk subtema kesehatan.

Dalam kompetisi tersebut, tim Unsoed dibimbing oleh Prof. Dr. Hernayanti, S.Si., M.Si., dengan mengusung judul esai “Flourish: Suplemen Herbal Berbasis Ekstrak Nigella sativa dan Moringa oleifera sebagai Imunomodulator dalam Terapi Adjuvan Penderita Lupus Arthritis”.

Sri Nastiti menjelaskan bahwa prevalensi penyakit autoimun seperti lupus arthritis mencapai 32,9%–75,5%. Menurutnya, terapi konvensional seperti kortikosteroid, OAINS, antimalaria sintetik, dan imunosupresan memang efektif menekan gejala inflamasi, namun penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping serius.

“Terapi konvensional efektif menekan gejala inflamasi, tetapi penggunaan jangka panjangnya sering menimbulkan efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, gangguan metabolik, hingga peningkatan risiko infeksi,” ujar Sri Nastiti.

Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif terapi yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. Melalui inovasi suplemen herbal “FLOURISH”, tim menawarkan pendekatan holistik berbasis konsep food as medicine dengan mengombinasikan ekstrak Nigella sativa dan Moringa oleifera.

Ekstrak Nigella sativa diketahui memiliki efek imunomodulator, sementara Moringa oleifera berpotensi menurunkan penanda inflamasi seperti CRP dan MDA. Kombinasi keduanya dinilai mampu menekan inflamasi, meningkatkan kapasitas antioksidan, serta memperkuat daya tahan tubuh.

Pemanfaatan bahan herbal sebagai terapi adjuvan dinilai memungkinkan penggunaan yang lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Prestasi ini sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa Unsoed dalam pengembangan inovasi ilmiah di bidang kesehatan berbasis potensi hayati.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan inovasi kesehatan berbasis riset. Capaian tersebut selaras dengan komitmen Unsoed dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui pengembangan solusi kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan, serta SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan tinggi berbasis riset, kompetisi ilmiah, dan pembinaan akademik yang unggul.

#unsoed1963 #merdekamajumenduniaberdampak #sdgs3#sdgs4