Berita

Mahasiswa D3 Bahasa Inggris FIB Unsoed Tembus Magang Perhotelan Internasional, Siap Bersaing di Pasar Kerja Global

[unsoed.ac.id, Kam, 12/02/26] – Di tengah persaingan sumber daya manusia (SDM) global yang semakin kompetitif, mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan daya saing dengan menembus program magang perhotelan di luar negeri. Program ini menjadi bukti kesiapan mahasiswa vokasi Indonesia untuk berkompetisi di industri hospitality internasional.

Sejumlah mahasiswa D3 Bahasa Inggris FIB Unsoed mengikuti program magang satu semester di hotel berbintang di Malaysia dan Jepang. Pada 2024, lima mahasiswa diberangkatkan ke Malaysia. Sementara pada 2025, sebelas mahasiswa magang di Malaysia dan empat mahasiswa menjalani magang di bidang perhotelan dan hospitality di Jepang.

Program ini hadir seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja muda yang memiliki kemampuan komunikasi global, literasi budaya, serta keterampilan pelayanan profesional. Momentum ini juga bertepatan dengan puncak bonus demografi Indonesia pada 2026, di mana generasi muda menjadi motor utama pembangunan ekonomi nasional.

Dosen Bahasa Inggris bidang pariwisata dan perhotelan, Indah Puspitasari, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa program magang internasional merupakan bagian dari penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri global.

“Mahasiswa dipersiapkan tidak hanya dalam aspek bahasa Inggris, tetapi juga keterampilan hospitality, etika kerja, dan kemampuan berinteraksi dengan tamu dari berbagai latar budaya,” ujarnya.

Koordinator Program Studi D3 Bahasa Inggris, Kristianto Setiawan, S.S., M.A., saat monitoring dan evaluasi mahasiswa magang di Malaysia pada 8–10 Januari 2026, menegaskan bahwa industri pariwisata dan perhotelan global membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dan komunikatif.

“Industri pariwisata dan perhotelan membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja dalam tim multinasional. Mahasiswa kami hadir sebagai bagian dari solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.

Selain memberikan pengalaman kerja internasional, program ini juga memperkuat implementasi kebijakan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Mahasiswa memperoleh pembelajaran langsung mengenai standar kerja global, manajemen pelayanan tamu, hingga budaya kerja profesional di lingkungan multinasional.

Salah satu peserta magang mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut membuka wawasan baru tentang dunia kerja global. “Kami belajar disiplin, profesionalitas, serta menjaga kualitas pelayanan sesuai standar internasional,” tuturnya.

Di sisi lain, transformasi digital di sektor pariwisata dan perhotelan menjadi tantangan tersendiri. Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan sistem pelayanan berbasis teknologi dan standar operasional internasional yang terus berkembang.

Melalui program ini, FIB Unsoed berkontribusi dalam menyiapkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Ke depan, FIB Unsoed akan terus memperluas kerja sama dengan industri perhotelan dan pariwisata internasional guna memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik serta membuka peluang magang yang lebih luas bagi mahasiswa.

#unsoed1963 #merdekamajumenduniaberdampak #sdgs4