Publish: 7 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 7/7/2026] Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bidang Digital Marketing bagi mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa Program Studi D3 Agribisnis dan S1 Agribisnis sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan di era digital.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UNSsOED, Unsoed Digital Marketing Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Marketing Kreatif Nasional. Rangkaian pelatihan telah berlangsung sejak 29 Juni 2026, sedangkan uji sertifikasi kompetensi dilaksanakan secara luring pada 6 Juli 2026 di Laboratorium Terpadu FEB UNSOED.
Acara pembukaan dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UNSOED. Dekan Fakultas Pertanian yang diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
“Penguasaan keterampilan digital menjadi salah satu kunci daya saing lulusan perguruan tinggi di tengah transformasi teknologi yang berlangsung cepat di berbagai sektor, termasuk sektor pertanian dan agribisnis,” ujarnya.
Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P., menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi BNSP bidang Digital Marketing diselenggarakan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dan diakui secara nasional.
Menurutnya, salah satu kompetensi utama lulusan Agribisnis adalah kemampuan di bidang pemasaran, khususnya pemasaran digital. Oleh karena itu, sertifikasi ini menjadi pelengkap penting bagi kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.
“Kompetensi digital marketing saat ini sangat dibutuhkan seiring pergeseran pola pemasaran produk pertanian dari metode konvensional menuju pemasaran berbasis digital. Kemampuan mengelola media sosial, menyusun strategi konten, dan memanfaatkan berbagai platform pemasaran digital menjadi bekal penting bagi lulusan Agribisnis,” jelasnya.
Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, mahasiswa yang dinyatakan kompeten akan memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP bidang Digital Marketing sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang agribisnis berbasis digital.
Kolaborasi antara Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Unsoed Digital Marketing FEB UNSOED, dan LSP Marketing Kreatif Nasional ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan mutu lulusan melalui penguatan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Universitas Jenderal Soedirman dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
#unsoedberdampak #sdgs#sdgs8 #sdgs17




