Berita

Perkuat Infrastruktur Pendidikan, Sekjen Kemendiktisaintek Tinjau Proyek RSA Sekar Purwo dan Lahan Dormitory Unsoed

[unsoed.ac.id, Ming, 15/02/26] – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., melakukan kunjungan kerja strategis ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman pada Sabtu (14/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan Rumah Sakit Akademik (RSA) melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) serta meninjau lahan hibah untuk asrama (dormitory) mahasiswa di Cilacap.

Kedatangan Sekjen disambut langsung oleh Dekan FK Unsoed, Dr. dr. M.M Rudi Prihatno, MKes, MSi.Med, SpAn-KNA. Dekan turut mendampingi secara penuh rangkaian agenda kunjungan, mulai dari pemaparan teknis hingga peninjauan lapangan di dua lokasi berbeda.

Agenda diawali dengan pemaparan progres proyek PHLN oleh tim teknis yang dipimpin oleh dr. Joko Mulyanto, M.Sc., Ph.D., bersama Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FK dr. Yudhi Wibowo, M.PH. Dalam paparan tersebut, dijelaskan mengenai konsep “Sekar Purwo Institute”, sebuah pusat inovasi kesehatan terintegrasi hasil kolaborasi strategis antara Unsoed, Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Proyek RSA ini direncanakan menjadi hub unggulan untuk penelitian kesehatan dan pendidikan dokter spesialis, khususnya pada penanganan penyakit tropis dan onkologi. Keunggulan teknologi, seperti penyediaan MRI 3 Tesla, menjadi salah satu poin krusial dalam perencanaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dokter di Unsoed.

Prof. Togar Mangihut Simatupang menekankan pentingnya urgensi dan kualitas dalam penyusunan naskah akademik serta dokumen Green Book agar target finalisasi pada pertengahan Maret 2026 dapat tercapai. Beliau memberikan catatan penting mengenai keberlanjutan (sustainability) RSA agar tidak hanya bergantung pada anggaran negara, tetapi juga melalui kerja sama internasional dan riset industri seperti pengembangan unit stem cell.

“Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan keunggulan akademik kita. Proyek Sekar Purwo bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menciptakan ekosistem riset dan layanan kesehatan yang berdampak nyata bagi wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Kita harus memastikan standar kualitas yang sangat tinggi agar proyek ini menjadi referensi nasional,” tegas Prof. Togar.

Setelah sesi pemaparan, Sekjen Kemendiktisaintek bersama Dekan FK Unsoed, Dr. dr. M.M Rudi Prihatno, bertolak menuju Kabupaten Cilacap untuk meninjau lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap. Lahan tersebut diproyeksikan untuk pembangunan asrama mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani praktik klinik di RSUD Jejaring.

Dekan FK Unsoed menjelaskan bahwa pembangunan dormitory ini merupakan langkah krusial dalam menjamin kesejahteraan dan efektivitas belajar mahasiswa di luar kampus utama. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat mempercepat distribusi tenaga medis yang berkualitas di wilayah tersebut.

Sebagai penutup kunjungan, Prof. Togar menginstruksikan tim teknis untuk segera melakukan simulasi penilaian naskah akademik dalam waktu satu minggu ke depan. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh indikator outcome dan impact proyek, yang juga didampingi oleh pakar internasional dari UK Export Finance (UKEF), telah terukur secara kuantitatif sebelum diajukan lebih lanjut.

 

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963 #merdekamajumenduniaberdampak #sdgs3#sdgs4